Ubah Garasi Jadi Kamar Santri
Jul24

Ubah Garasi Jadi Kamar Santri

Untuk menampung jumlah santri yang diperkirakan melebihi angka 11.000, Pondok Pesantren Sidogiri mulai melakukan pembangunan tempat pemukiman santri dengan mengubah garasi mobil Kantor Sekretariat menjadi kamar santri, Rabu (24/07). Hal ini merupakan inisiatif Ketua Umum Pondok Pesantren Sidogiri, H. Bahruddin Thoyyib. Saat ditanyakan mengenai pembangunan ini, Ustadz Abdulloh Karim selaku Bendahara I menyampaikan bahwa ini darurat, karena pesantren masih belum punya lahan, maka sebagai solusi kantor-kantor yang berada di bawah Daerah N dan O diubah menjadi kamar santri. Dikarenakan masih belum mampu menampung santri yang membludak, solusi lain adalah diubahnya garasi mobil Kantor Sekretariat jadi kamar santri. “Belum bisa dipastikan ini akan menjadi kamar daerah mana, mungkin karena berdekatan dengan daerah M, bisa saja ini salah satu kamar daerah M”, jelas Bendahara I Sidogiri ini. Beliau juga menjelaskan kenapa tidak mau membangun asrama santri di wilayah selatan Pesantren Sidogiri adalah karena ada dawuh dari Pengasuh sebelumnya, KH. Abdul Alim, tentang larangan membangun asrama santri di arah selatan pondok. ­­__________ Penulis : Musafal Habib Editor :  Saeful Bahri Bin...

Selengkapnya
Kuliah Syariah Gelar Dauroh Ilmiah Setiap Bulan
Jul23

Kuliah Syariah Gelar Dauroh Ilmiah Setiap Bulan

Kuliah Syariah Pondok Pesantren Sidogiri kembali mengadakan dauroh ilmiyah pada malam Rabu (23/07).  Tema yang di angkat pada daurah kali ini adalah “Cara Untuk Mengatasi Agar Hafalan Tidak Cepat Hilang”. Materi yang dibahas adalah kitab ‘Ilajun-Nisyan karya monumental Sayyid Muhammad bin Alawi Alydrus, Imam Masjid as-Segaf Tarim. Pada acara yang bertempat di Aula Sidogiri Excellent Corp (SEC) ini, pengurus mengundang Habib Kholid bin al-Hasan al-Madihij, Nguling, Pasuruan, sebagai narasumber. Dalam sambutannya Pengurus Kuliah Syariah menyampaikan bahwa kegiatan daurah ini akan digelar setiap bulan, dan akan ditangani langsung oleh Kepala Kuliah Syariah, Ust. Kholilulloh. Karena keterbatasan materi, pada dauroh kali ini ada sebagian peserta yang tidak memiliki kitab, akan tetapi mereka tetap antusias mengikuti acara dauroh tersebut. “Kami mohon maaf jika sebagian antum tidak kebagian materi. Itu murni kesalahan dari panitia daurah,” ungkap salah satu pengurus dalam sambutannya. “Untuk bulan depan, kami akan usahakan untuk mencari materi yang lebih bagus dan menarik, dan kami usahakan materinya lebih banyak.” Imbuh nya. Dalam acara yang dimoderatori oleh Ust. Firdaus ini, Habib Kholid menyampaikan bahwa salah satu penyebab hafalan seseorang sering hilang adalah karena mereka terlalu sibuk memikirkan dunia. Padahal ulama-ulama terdahulu banyak yang hafal al-Quran sejak belia, itu karena mereka menganggap al-Quran adalah surat cinta dari Allah. “Kalau hati kita diberi cinta oleh Allah, maka gampang untuk menghafal, seperti ceritanya Laila Majnun itu.” Ungkap beliau. ____ Penulis: Kanzul Hikam Editor: Saeful Bahri bin...

Selengkapnya
Mentoring ACS; Posisi Madzhab Asy’ari Dalam Fikih dan Hadits
Jul22

Mentoring ACS; Posisi Madzhab Asy’ari Dalam Fikih dan Hadits

Annajah Center Sidogiri (ACS) kembali mengadakan mentoring bagi peserta kaderisasi semester 1, Malam Senin (22/07). Acara bertujuan sebagai pemantapan akidah Ahlusunnah wal Jamaah madzhab Asy’ari. Diadakan di Ruang Istirahat Guru lantai I Mabna al-Ghazali. Sebagai Mentor adalah Ustadz Fauzan Imron dengan tema Posisi Madzhab Asy’ari dalam Fikih dan Hadits. Ustadz Fauzan menjabarkan poin-poin penting dalam mentoring semalam; pertama, sekelumit tentang madzhab Asy’ari, kedua tentang posisi akidah dalam fiqih, dan ketiga posisi akidah dalam hadits. “Sebelumnya madzhab Asy’ari, tidak ada faham mengikuti madzhab, karena dulu masih ada Nabi, Sahabat, shigharu sahabat untuk menjadi pegangan akidah”, jelas Staf Pengajar MMU Aliyah Sidogiri ini. Kesimpulan semalam, persentase madzhab Asy’ari di dalam madzhahibul arba’ah adalah 100% madzhab Syafi’i dan Maliki mengikuti Madzhab Asy’ari. Sedangkan madzhab Hanafi hanya 30 %. Sementara itu posisi madzhab Asy’ari di kalangan ahli Hadits dapat disimpulkan bahwa mayoritas ulama Hadits itu bermadzhab Syafi’i, otomatis banyak juga dari ulama Hadits yang bermadzhab Asy’ari. ________ Penulis : Musafal Habib Editor   : Saeful Bahri Bin Ripit...

Selengkapnya
Kuliah Syariah Kobarkan Semangat Santri Dengan Motivasi
Jul21

Kuliah Syariah Kobarkan Semangat Santri Dengan Motivasi

Kuliah Syariah Pondok Pesantren Sidogiri mengadakan motivasi untuk segenap anggota syawir tingkat Aliyah, guna mengembangkan semangat santri dalam bermusyawarah. Acara ini bertempat di Aula Sidogiri Excellent Center (S.E.C) lantai III, pada malam Ahad (20/07). Ust. Abdur Rokib Saki, Kepala Laboratorium Soal-soal Madrasah (Labsoma) diundang sebagai narasumber tunggal dalam acara ini. Dalam pemaparannya, Ust. Rokib banyak menyinggung masalah yang berkaitan dengan menurunnya semangat santri dalam bermusyawarah. “Sekarang ini sudah enak. Dulu, musyawarah di Sidogiri itu tantangannya luar biasa. Saya ambil satu cerita, dulu ketika KH. Nawawi Tayyib pertama kali menyuruh untuk mengadakan bahtsul masail dengan mengundang utusan dari pesantren lain, banyak mendapat kritikan dari masyarakat. Waktu itu ada lima masalah dan satu jamnya hanya memutuskan satu masalah, hal itulah yang dipermasalhkan oleh banyak orang.” Beliau meneruskan, “Padahal kalau hanya lima masalah kan bisa tanya ke kiai-kiai, gak usah lama-lama sampei lima hari.” “Tapi apa jawaban beliau. Kalau hanya memutuskan hukum, saya gak perlu mengundang dari luar. Kalau cuma untuk menyelesaikan masalah Sidogiri gak kekurangan orang alim. Tujuannya musyawarah ini hanya agar bisa dilihat oleh murid dan anak-anak kita, sehingga mereka bisa meniru dan dapat membangkitkan semangat mereka.” Cerita beliau. “Itu yang diharapkan oleh beliau (KH. Nawawi Tayyib. Red).” Imbuh beliau. Dari semangatnya Ust.Rokib, beliau mengaku pernah salah membeli kitab yang hendak digunakan untuk kegiatan syawir ini, “Dulu saya ikut syawir itu sampai salah beli kitab. Saya beli kitab Bâjuri di koperasi, ketika kegiatan syawir saya bawa. Saat teman saya baca ibarat saya tidak menemukan ibarat itu di kitab saya. Akhirnya saya tanya itu ada di kitab apa?. Ternyata kitab yang dibaca oleh teman saya itu Baijuri (bukan Bâjuri). Akhirnya saya beli lagi kitab, ternyata setelah saya bandingkan isinya itu sama, hanya saja saya kurang teliti membacanya ketika itu, sehingga saya tidak menemukan ibaratnya, padahal kitabnya sama.” Ungkap beliau, disambut oleh gelak tawa dari peserta. Beliau berpesan kepada seluruh anggota syawir agar senantiasa bersemangat untuk menghidupkan musyawarah di Sidogiri, “Musyawarah di Sidogiri itu tidak mudah, maka dijaga!. Bagaimana sekiranya musyawarah di Sidogiri itu hidup, terutama untuk yang kelas satu Aliyah, sekarang adalah penentu kalian bisa mendapatkan pemahaman secara sempurna atau tidak, karena masih tidak terlalu sibuk dengan kegiatan-kegiatan pribadinya”. Pungkas beliau mengakhiri acara tersebut. ____ Penulis: Kanzul Hikam Editor: Saeful Bahri bin...

Selengkapnya
Mentoring ACS; Ajaran Pokok Madzhab Asy’ari
Jul20

Mentoring ACS; Ajaran Pokok Madzhab Asy’ari

Malam Sabtu (20/07) Annajah Center Sidogiri (ACS) adakan mentoring untuk anggota semester satu. Sebagai mentor adalah Ustadz Afifuddin, Dewan Guru Madrasah Miftahul Ulum Aliyah Sidogiri sekaligus Dewan Pakar Annajah. Acara bertempat di Ruang Istirahat Guru Mabna al-Ghazali. Sebanyak 40 peserta Semester I hadiri acara yang membahas tentang Ajaran Pokok Madzhab Asy’ari. Mentoring dimulai pada pukul 09.00 hingga 10.20 malam waktu setempat. Ustadz Afif dalam penjelasannya mengenai Ajaran Pokok Madzhab Asy’ari dimulai dengan membahas betapa pentingnya sanad dalam agama. Kemudian beliau mulai merambah pada pemahaman ibarat iftiraqu sunnatullah, bahwa adanya perpecahan dalam agama sudah menjadi catatan takdir dari Allah, sehingga menurut beliau betapa pun kita berusaha membawa seseorang yang menyimpang dari Ahlusunnah untuk bertaubat melalui jalan jidal (debat), belum tentu dia akan ikut. Ajaran Pokok pertama yang beliau jelaskan adalah sifat yang 20. Berdasarkan pemaparan beliau (Ustadz Afifuddin, red), sifat 20 merupakan bagian dari ajaran Asya’irah yang paling dibenci oleh kaum Salafi-Wahabi dan dianggap paling jeleknya bid’ah. Sifat 20 yang dimaksud adalah sifat Wujud Allah, Qidam, Baqa, dan seterusnya. Mengakhiri pembahasan semalam, U          stadz Afifuddin menyampaikan betapa hebatnya ulama Ahlusunnah terdahulu yang selalu mampu menghadapi logika golongan menyimpang. “Kita punya Ulama yang punya logika bagus-bagus, tinggal kita mau mengembangkannya atau tidak”, Kata ustadz yang viral ketika menjabat Ketua Panitia Milad Sidogiri ke-282 kemarin. _____ Penulis : Musafal Habib Editor :  Saeful Bahri bin...

Selengkapnya
Habib Taufiq bin Abdul Qadir as-Segaf: Orang Jujur  Itu Pilihan Allah
Jul19

Habib Taufiq bin Abdul Qadir as-Segaf: Orang Jujur Itu Pilihan Allah

Pengajian kitab al-Hikam karya Habib Abdullah al-Haddad, mulai berjalansejak tadi malam (18/07). Pengajian kitab yang berada di bawah koordinasi Batartama ini diasuh oleh Habib Taufiq bin Abdul Qadir as-Segaf, Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah, Kraton, Pasuruan. Pada pengajian yang diikuti oleh semua tingkatan Aliyah dan kelas III Tsanawiyah ini, beliau menjelaskan kalam hikmah imam al-Haddad yang berbunyi, “Siapa pun yang mengabaikan kejujuran, sekiranya ia takut. Maka ia menggunakan kebohongan sekiranya ia inginkan.” Pada pengajian yang bertempat di Masjid Jami’ Sidogiri ini, beliau memaparkan bahwa kejujuran adalah sesuatu yang paling bermanfaat bagi manusia di hari kiamat. “Kejujuran itu selalu mengantarkan manusia kepada surga, pasti!” Tegas beliau. Beliau meneruskan. “Orang jujur itu pilihan Allah. Semua orang bisa mengaku jujur, tapi kebohongan itu bisa dilihat (jelas. Red), karena kejujuran itu pasti mengantarkan pada kebaikan. Namun sebaliknya, kebohongan itu akan mengantarkan pada kebiadapan dan sesungguhnya kebiadapan itu menjerumuskan pada neraka.” Nauzdubillah Min Dzalik. Sebagai mana yang tertera dalam Hadits, salah satu tanda kemunafikan adalah jika seseorang berkata maka ia berbohong, jadi sudah dipastikan, bahwa pembohong adalah orang munafik. “Orang beriman itu bukan pembohong! Orang yang sengaja berbohong itu berarti tidak punya iman.” Jelas beliau. Di akhir mauizahnya, perintis Majalah Cahaya Nabawi tersebut berpesan kepada seluruh santri agar senantiasa berkata jujur, niscaya kelak di akhirat akan berkumpul bersama para nabi, syuhada’ dan shalihin, “Jadilah antum semua sebagai as-siddîqîn, jangan jadi al-kâdzibîn.” Pesan beliau, sebelum akhirnya ditutup dengan doa, setelah beliau menerima pertanyaan dari tiga orang santri. ____ Penulis: Kanzul Hikam Editor: Saeful Bahri bin...

Selengkapnya