Santri Baru Tembus 2160-an
Jul18

Santri Baru Tembus 2160-an

Berdasarkan informasi dari Sekretaris II Pondok Pesantren Sidogiri, secara kisaran jumlah santri baru Sidogiri hingga Kamis ini (18/07) mencapai 2160-an. Hal ini bisa saja terus bertambah, mengingat tidak ada batasan bagi santri yang mau mendaftar. Dari jumlah 2160 itu, sebanyak 1300-an santri baru bermukim di daerah J, 600-an bermukim di daerah L, sisanya bervariasi. Santri baru sebanyak 1900-an telah mendaftar di I’dadiyah al-Miftah. Menanggapi tentang lonjakan jumlah pendaftar, Sekretaris II, Ustadz M. Sofyan Qusyairi mengaku kewalahan, mengingat beliau hanya dibantu 8 staf yang menangani pendaftaran santri baru. Namun, beliau akan memperbaiki lagi pelayanan yang menurutnya belum maksimal bahkan akan menata korespodensi dan administrasi yang ada agar lebih matang dan bisa diterapkan di tahun berikutnya. Pernah beliau menangani dalam sehari sebanyak 380 pendaftar, sehingga pendaftaran yang dibuka pukul 07.30 itu baru ditutup pada pukul 05.00 sore. “Kalau target kita sistemnya seperti air mengalir, dimana harus menyempit dan harus tahu dimana harus melebar”, terang sosok humoris yang tinggal di Pasuruan ini. _____ Penulis : Musafal Habib Editor :  Saeful Bahri Bin Ripit  ...

Selengkapnya
Khasha’ish Aswaja ACS, Pemahaman di Dalam Tatanan Aplikasinya
Jul18

Khasha’ish Aswaja ACS, Pemahaman di Dalam Tatanan Aplikasinya

Malam Kamis kemarin (17/07), untuk pertama kalinya peserta kaderisasi semester satu Annajah Center Sidogiri (ACS) mengikuti Khasha’ish Aswaja yang diadakan di Kantor Istirahat Guru Mabna al-Ghazali. Pemateri adalah KH. Muhibbul Aman Aly, Dewan Pakar Annajah Sidogiri. Acara yang memang telah terjadwalkan bagi anggota yang berada di semester satu ini akan diadakan setiap malam Kamis tertentu. Terjadwal ada tujuh malam Kamis untuk pembahasan Khasha’ish Aswaja ini. KH. Muhibbul Aman dalam penjelasannya mengenai khasha’ish Aswaja adalah bahwa ini merupakan pemahaman Ahlusunnah wal Jamaah (Aswaja) dalam tatanan aplikasinya, bentuk wujudnya. Berbeda dengan pemahaman Aswaja di kaderisasi Annajah Tsanawiyah yang berupa teori. Secara jelasnya ini merupakan tipologi (ilmu yang mempelajari pengelompokan berdasarkan jenis, red) yang membedakan lainnya dengan lainnya (khasha’ish), karena menurut beliau banyak sekali yang mengaku Aswaja dengan membawa rayah (bendera) yang seolah Ahlusunnah. Beliau juga menambahkan tentang urgennya khasha’ish, yakni semua peserta harus memahami betul Aswaja secara teori, harus terjadi adanya diskusi tidak diam, dan terakhir mampu merumuskan hasil diskusi. “Ahlusunnah selalu meninggalkan pada sebab-sebab yang dapat menarik fitnah.” Terang beliau menutup perjumpaan pertama malam itu. ______ Penulis    : Musafal Habib Editor      : Saeful Bahri bin...

Selengkapnya
Perkuat Ahlusunah dengan Ngaji Akidah
Jul17

Perkuat Ahlusunah dengan Ngaji Akidah

Untuk membentengi akidah Ahlusunah Waljamaah (Aswaja) dari berbagai penyimpangan, Annajah Center Sidogiri (ACS) membuka kesempatan untuk mengadakan “Ngaji Akidah” bagi siapa pun yang ingin menyelenggarakannya. Cukup mengganti biaya transportasi dan materi. Seminar yang mengupas tuntas pengenalan dan pendalaman Aswaja, kontra Wahabi, kontra Syiah, dan kontra Liberal ini bisa terlaksana di kampung halaman Anda masing-masing. Bagi yang berkenan, bisa klik di sini....

Selengkapnya
Kunjungan dari Dinas Koperasi Jateng
Jul17

Kunjungan dari Dinas Koperasi Jateng

Kopontren Sidogiri mendapat kunjungan dari Dinas Koperasi Jawa Tengah. Puluhan orang datang ke Kantor Sidogiri Excellent Center (SEC), pada hari Rabu (17/07). Kunjungan ini bertujuan untuk meningkatkan perkembangan koperasi pesantren di Jawa Tengah. “Ini program dari Dinas Koperasi Jawa Tengah untuk memajukan koperasi pondok pesantren di Jawa Tengah.” Terang Ust. Shofi, Pengurus Kopontren Sidogiri. Menurut keterangan beliau, kunjungan ini sudah merupakan kali ketiga mereka ke Sidogiri. Semuanya dari Pekalongan, Jawa Tengah.”Ini sudah kunjungan ketiga,” jawabnya saat diwawancarai oleh Pemimpin Redaksi Sidogiri.net. Usai azan Zuhur, mereka semua ziarah ke makam Masyayikh Sidogiri, yang terletak di barat Masjid Jami’ Sidogiri.”Habis ini kita semua akan ke pesarean,” pungkasnya. ____ Penulis: Muhammad ibnu Romli Editor: Saeful Bahri bin Ripit...

Selengkapnya
Santri Sidogiri Saksikan Gerhana Bulan Parsial Jelang Subuh
Jul17

Santri Sidogiri Saksikan Gerhana Bulan Parsial Jelang Subuh

Gerhana bulan sebagian (parsial) disaksikan oleh seluruh santri Sidogiri pada Rabu (17/7) dini hari hingga terbit fajar. Gerhana bulan sebagian merupakan peristiwa terhalangnya penampakan bulan oleh bayangan bumi sehingga cahaya matahari tidak sampai ke bulan. Gerhana bulan ini bisa disaksikan langsung tanpa alat khusus karena sinar bulan tidak berbahaya seperti sinar matahari sehingga bisa dilihat dengan mata telanjang tanpa kacamata berlensa khusus. Peristiwa ini bisa terjadi hanya jika bumi berada di antara matahari dan bulan pada satu garis lurus. Bagi umat Islam, gerhana bulan, baik seluruhnya maupun sebagian, bukan saja merupakan peristiwa astronomis, tetapi juga peristiwa ibadah. “Di al-Quran dan hadis itu kan sudah jelas bahwa gerhana itu merupakan salah satu dari tanda kebesaran Allah, jadi untuk kita (umat Islam. Red) sunnah melakukan shalat gerhana sebagai mana yang telah diajarkan oleh Nabi.” Ungkap salah satu santri yang mengikuti pelaksanaan shalat gerhana bulan. Shalat Gerhana Bulan dilaksanakan pada jam 04:30 Wis di Masjid Jami’ Sidogiri yang dikoordinir langsung oleh Bagian Ubudiyah Pondok Pesantren Sidogiri. Sedangkan pelaksanaan di tiap-tiap daerah pula dikoordinir oleh Ubudiyah Daerah. Secara umum, pelaksanaan Shalat Gerhana Bulan diawali dengan shalat sunah dua rakaat dan setelah itu disusul dengan dua khutbah seperti shalat Idul Fitri atau shalat Idul Adha. Hanya saja bedanya, setiap rakaat Shalat Gerhana Bulan dilakukan dengan dua kali rukuk. Sedangkan dua khutbah setelah Shalat Gerhana Bulan tidak dianjurkan takbir sebagaimana khutbah dua shalat Id. ___ Penulis: Kanzul Hikam Editor: Saeful Bahri bin...

Selengkapnya
Evaluasi Malam Pertama Diklat Ubudiyah
Jul16

Evaluasi Malam Pertama Diklat Ubudiyah

Malam Selasa (16/07), Ubudiyah resmi memulai kegiatan Pendidikan Shalat (Diklat). Kegiatan ini ditujukan untuk santri baru yang berdomisili di daerah L dan J, serta semua santri yang pada tahun sebelumnya belum lulus Diklat. Kegiatan ini berada dalam koordinasi Wakil I Ubudiyah yang menangani Diklat, yakni Ustadz Syaiful Furqan. Sementara itu sebagai Ketua Diklat, Ustadz Mustafid Ibnu Khozin asal Gresik. Kegiatan ini berada di enam titik Pondok Pesantren Sidogiri, yaitu untuk santri baru berada di titik daerah L dan J, sedangkan santri lama di Mabna al-Ghazali, as-Suyuti, an-Nawawi, dan Daerah I. Kegiatan Diklat dimulai setelah shalat Maghrib dan berakhir pada pukul 07.30 waktu setempat. Suasana Pembinaan Pendidikan Shalat oleh Pengurus UbudiyahDalam rapat evalusi semalam didapatkan beberapa kendala yang berkaitan dengan data dan pembina. Mengenai sistem pelaksanaan semalam sudah dianggap cukup baik, hanya perlu pembenahan saja. “Ternyata tidak seperti yang terbayang dalam pikiran.” Ucap Ketua Diklat  yang disambut ketawa oleh pengurus yang lain. Kesimpulan dari evalusi semalam, pendataan akan ditangani oleh Sekretaris II Diklat yang akan dibantu oleh asistennya. Untuk kalender pendidikan dan surat-surat yang berkaitan dengan pemberitahuan Diklat siap ditangani Sekretaris I Diklat. ____________ Penulis : Musafal Habib Editor :  Saeful Bahri bin...

Selengkapnya