I’dadiyah Adakan Training al-Miftah untuk Umum
Sejak malam Ahad (13/07) Pimpinan Madrasah Miftahul Ulum I’dadiyah menggelar Training al-Miftah untuk umum bagi lembaga yang ingin menerapkan metode Al-Miftah Lil Ulum. Acara tersebut berlangsung sampai Rabu sore (17/07) mendatang. Acara yang bertempat di Gedung Ikatan Alumni Santri Sidogiri (IASS) ini diikuti oleh 56 peserta dari berbagai daerah di Indonesia dan luar negeri. “Pesertanya 56 orang, rata-rata bukan alumni Sidogiri. Ada yang dari Singapura, Jawa Barat, Madura, dan daerah-daerah yang lainnya.” Ungkap Ust. Rifky Almahmudy, Kepala Madrasah Tarbiyah I’dadiyah. Tujuan acara tersebut adalah sosialisasi metode Al-Miftah lil Ulum dan kaderisasi guru untuk lembaga yang ingin menerapkan metode al-Miftah, “Sekarang kalau ada lembaga yang ingin menerapkan metode al-Miftah harus ada sertifikatnya, begitu juga pembelian kitab al-Miftah untuk lembaga itu. Kami akan melayaninya kalau memang sudah ada sertifikatnya.” Tambah beliau. Acara ini diharapkan dapat menjadikan metode al-Miftah lil Ulum Pondok Pesantren Sidogiri sebagai kurikulum resmi di setiap lembaga di Indonesia, sehingga dapat memudahkan setiap orang yang ingin belajar membaca kitab, “Harapan kami agar al-Miftah ini bisa menjadi kurikulum resmi di setiap Lembaga di Indonesia.” Pungkas beliau ketika di temui di ruang kerjanya. ____ Penulis: Kanzul Hikam Editor: Saeful Bahri bin...
Ust. Muntahal Hadi: Imam Asy’ari Hanya Mengalami Dua Fase
Menanggapi kelompok yang terus-menerus meyakini bahwa Imam Asy’ari mengalami perpindahan fase tiga kali, Ust. Muntahal Hadi, Kepala Madrasah Ibtidaiyah Madrasah Miftahul Ulum (MMU) memberikan penjelasan saat mentoring Annajah Center Sidogiri (ACS). Mentoring perdana itu baru terlaksana tadi, malam Senin (14/07) di Gedung al-Ghazali. Menurut beliau, Imam Asy’ari hanya mengalami dua fase: Muktazilah lalu Ahlusunnah wa al-Jamaah. Sedangkan ada pernyataan dari kalangan Wahabi bahwa Imam Asy’ari mengalami tiga fase. “Bukan tanpa dasar, mereka (kaum Wahabi) mengambil referensi dari kitab karya Imam Ibnu Katsir dan Imam adz-Dzahabi. Dua ulama tadi, merupakan tokoh besar yang juga kita ikuti. Namun, dalam sejarah ini, dua imam tersebut terpengaruh pendapat gurunya, yakni Ibnu Taimiyah.” Ungkapnya. Tiga fase yang disematkan kepada Imam Asy’ari ialah Mu’tazilah, Kullabiyah, lalu Ahlusunnah wa al-Jamaah. Namun, hampir semua ulama sepakat bahwa Imam Abdullah bin Kullab merupakan ulama Ahlusunnah wa al-Jamaah, bahkan Imam adz-Dzahabi sendiri. “Kecuali Ibnu Taimiyah yang menyatakan bahwa Imam Ibnu Kullab bukan Ahlusunnah wa al-Jamaah.” Tambahnya. Mengenai alasan mengapa Ibnu Taimiyah menegaskan bahwa Imam Ibnu Kullab bukan Ahlussunah wa al-Jamaah, beliau menerangkan,”Ibnu Taimiyah mengeluarkan semua tokoh yang berbeda dari Imam Ibnu Hanbal dari golongan Ahlussunnah.” Pungkasnya. __ Penulis: Muhammad ibnu Romli Editor: Saeful Bahri bin Ripit...
Ubudiyah Lantik Pembantu Pengurus Diklat
Kepala Bagian Ubudiyah Pondok Pesantren Sidogiri Malam Ahad (13/07) telah melantik pembantu pengurus Pendidikan Shalat (Diklat). Acara bertempat di lantai II Masjid Jami’ Sidogiri. Turut hadir sejumlah Wakil Kepala Bagian Ubudiyah dan Pengurus Inti Diklat. Pembantu Pengurus Diklat yang dilantik terdiri atas 80 Pembina Ruang untuk kelas lama , 81 Pembina untuk kelas baru yang bertempat di daerah mukim santri I’dadiyah, 64 petugas Kontroling dan Absensi, serta 40 Pembina Piket. Ustadz Syaiful Furqan selaku Wakil I Ubudiyah menyampaikan bahwa semua pembina harus berada di majelis yang telah ditentukan agar kegiatan berjalan dengan kondusif. Selain itu, beliau juga mengingatkan akan pentingnya pendidikan shalat bagi santri, apalagi tujuan Sidogiri tidak lain untuk membentuk santri ‘ibadillahi as-shalihin. “Bahkan Santri yang tidak bisa shalat, harus tahu shalat sebelum boyong”, tegas Mantan Ketua Konsulat Sampang ini dalam menekankan pentingnya shalat bagi santri. Beliau berkata demikian mengingat sejak jaman Kiai Kholil benar-benar sangat memperhatikan tentang shalat santri. Peserta Diklat baru dari murid Idadiyah berjumlah 1576 santri, ini belum termasuk dengan santri lama yang pada tahun lalu belum lulus atau tidak mengikuti tes Diklat. _________ Penulis: Musafal Habib Editor: Saeful Bahri Bin Ripit...
Sabar Hadapi Tantangan Berat
Seluruh guru ranting diundang untuk menghadiri kantor Sidogiri Excellent Center (SEC) lantai III, malam Ahad (13/07). Dalam rangka halal bi halal ini, Iqrar Guru menjadi acara inti. “Acara ini berawal dengan pembacaan maulid, setelah itu sambutan,” terang Ust. Sobur, salah-satu guru ranting Madrasah Miftahul Ulum (MMU). Dalam sambutan, Ust. Alil Wafa, Wakil Kepala Madrasah Tsanawiyah membacakan teks sambutan, dengan ciri khas Rima yang selaras. Dalam sambutannya, beliau mengharapkan kepada seluruh guru untuk bersabar, karena cobaan guru sangat besar. “Sering kali guru menjadi luapan kemarahan. Sering kali guru menjadi obyek kekecewaan,” terang Pemimpin Redaksi Sidogiri Media dalam sambutannya. Kesabaran menjadi poin kelima dalam Iqrar Guru yang dibaca. “Tabah dan ulet lahir batin,” begitulah petikan Iqrar Guru poin kelima. ____ Penulis: Muhammad ibnu Romli Editor: Saeful Bahri bin...
Sidogiri Media Sambut LPMI
Jumat sore (12/07), Lembaga Pers Mahasiswa Ibrahimy (LPMI), Institut Agama Islam Ibrahimy yang bernaung di bawah Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah, Sukorejo, Situbondo melakukan kunjungan dan studi banding ke Pondok Peantren Sidogiri. Mereka disambut oleh segenap Awak Redaksi Sidogiri Media. Bertempat di Ruang Auditorium Kantor Sekretariat Pondok Pesantren Sidogiri, mahasiswa yang hadir berjumlah sekitar 20 orang. Tujuan mereka adalah mengais ilmu dari Sidogiri Media karena secara umur Sidogiri Media jauh lebih tua dari Majalah Ibrahimy, “Alasan mereka melakukan studi banding ke Sidogiri Media karena secara umur Sidogiri Media itu jauh lebih tua dari mereka.” Ungkap Ust. Alil Wafa, Pemred Sidogiri Media ketika diwawancarai. Selain studi banding, tujuan mereka juga untuk bersilaturahmi ke Sidogiri, karena secara sanad keilmuan antara Sidogiri dan Salafiyah Syafi’iyah, Sukorejo itu sambung, “Tujuan mereka ke sini juga untuk bersilaturahmi, karena secara sanad keilmuan mereka itu sambung dengan Sidogiri.” Pungkas salah satu Staf Pengajar MMU Tsanawiyah ini. ____ Penulis: Kanzul Hikam Editor: Saeful bahri Bin...
Malam Pentas Seni dan Budaya ISS
Malam Jumat (11/07), Pengurus Pusat Ikatan Santri Sidogiri (PP-ISS) mengadakan Pentas Seni dan Budaya di halaman depan Gedung as-Suyuti Pondok Pesantren Sidogiri. Acara yang dipandu oleh Ustadz Khobar ini menampilkan Tim al-Banjari Senior, Tim al-Banjari Junior, Tim al-Manduri, Tim Ishari, Tim Tahsin dan dua mubaligh didikan Jam’iyah ISS. Acara ini digelar dalam rangka pembukaan kegiatan dan pendaftaran jamiiyah untuk tahun ajaran 1440-1441 H. PP-ISS merupakan instansi yang memiliki fungsi sebagai pusat pengembangan minat dan bakat santri melalui 3 unit jam’iyahnya, dengan rincian; Jam’iyah Mubalighin untuk kaderisasi mubaligh dan MC, Jam’iyah Dhufuf untuk pelatihan seni rebana Ishari, Banjari, dan Hadrah al-Manduri, serta Jam’iyah Tahsinul Khath untuk pelatihan seni kaligrafi Arab, hiasan mushaf, dan dekorasi. “Siapa tahu dengan mengasah bakat kita ini, kita nantinya menjadi menjadi harapan Masyayikh ditengah-tengah masyarakat bahkan nantinya bisa dibanggakan Rasulullah.” Pesan Ketua PP-ISS baru yang juga desainer grafis Sidogiri Media dalam sambutannya semalam. Di sela-sela penampilan seni Banjari semalam, Ustadz Khobar selaku Master of Ceremony menginformasikan bahwa kegiatan jam’iyah telah dibuka pendaftarannya mulai jumat pagi ini. Untuk santri yang ingin mendaftarkan diri mengikuti Jam’iyah Tahsinul Khath bisa mendaftar ke Mabna al-Ghazali lantai I pada pukul 08.00 pagi. Sedangkan untuk santri yang ingin mendaftar Jam’iyah Dhufuf bisa ke Gedung as-Suyuti lantai II setelah shalat Jumat. Jam’iyah Mubalighin sendiri baru akan dibuka pendaftarannya pada malam sabtu ini di kantor PP-ISS Gedung Sekretariat lantai III. Sementara itu, tanggapan dan apresiasi santri dengan adanya acara semalam cukup baik, bahkan beberapa kali diminta untuk tampil kembali. “Yang paling saya suka, penampilan banjari nya, bagus, kalo untuk al-Mandurinya lucu.” Komentar salah satu santri yang hadir malam itu. ______ Penulis : Musafal Habib Editor : Saeful Bahri Bin...