Santri Membeludak, Konsulat Dirombak
Seiring membeludaknya santri di Pondok Pesantren Sidogiri, konsulat sebagai organisasi yang mewadahi santri menurut daerah asal mengalami pemekaran dalam dua tahun terakhir. Ada dua konsulat yang masuk pada kategori “perlu dimekarkan”, yaitu Konsulat Jabodetabek dan Konsulat Istimewa. Baca juga: Tugas Baru Pengurus Konsulat Mengkoordinir warga dari 5 wilayah berbeda (1 provinsi plus 4 kota) bukanlah perkara mudah bagi Konsulat Jabodetabek, apalagi dengan jumlah yang terbilang banyak. Hal senada menimpa Konsulat Istimewa, bahkan lebih sulit karena harus menampung semua wilayah non-konsulat se-Nusantara. Keputusan pemekaranpun diambil oleh PP-ISS dengan beberapa aturan yang sudah ditetapkan sebelumnya. “Minimal warganya 80 orang dan 8 persennya Kuliah Syariah.” papar Ustaz Abd. Aziz (Ketua PP-ISS) perihal kriteria pembentukan konsulat baru. Beliau juga menjelaskan bahwa nama konsulat setidak-tidaknya diambil dari nama kota/kabupaten. Selain pemekaran, PP-ISS juga melakukan penggabungan wilayah yang berdekatan dengan beberapa pertimbangan. “Jakarta-Banten digabung karena selain berdekatan, juga dalam beberapa kegiatan sering bekerjasama,” ungkapnya. Berikut nama-nama Konsulat pasca adanya pemekaran Konsulat Jabodetabek dan Konsulat Istimewa: Konsulat JabarKonsulat Jakarta-BantenKonsulat Jateng-DIYKonsulat Sumatera-Riau-BabelKonsulat Sulawesi-Maluku __________ Penulis: Mohammad Iksan Editor: Saeful Bahri bin...
Pengurus Makin Tingkatkan Kualitas Shalat Santri
Masjid Jamik Sidogiri: Istikamah shalat berjemaah Kamis malam Jumat (04/09), Ubudiyah Pondok Pesantren Sidogiri mengundang seluruh Kepala Kamar dalam acara “Pengarahan Pembinaan Shalat” dengan menghadirkan Ustaz Ahmad Faqih sebagai pemateri. Acara yang ditujukan untuk meningkatkan kualitas shalat santri ini bertempat di Gedung an-Nawawi lantai IV. Materi untuk tahun ini dirancang khusus dalam satu buku yang diberi nama Shalatuna II. Berbeda dengan tahun sebelumnya yang dipetak dalam beberapa judul, kemudian diserahkan perjudul pada pembina setiap satu bulan. “Untuk tahun sebelumnya, bentuk materinya dibagi per-maudlu’ (judul) dan diserahkan setiap bulan ke Kepala Kamar,” tutur Ustaz Ach. Syaiful Furqon, Wakil I Ubudiyah PPS. Butuh Wawasan? klik di sini Tahap Koreksi: Materi baru program pembinaan shalat sabtu terakhir tiap bulan Penyampaian materi dari Ustaz Ahmad Faqih sebagai narasumber menjadi acara inti. Dalam penjelasannya, beliau lebih banyak mengingatkan serta mengajak semua kepala kamar untuk memperhatikan dan membina anggota kamarnya dalam masalah shalat. Selain itu beliau juga mengingatkan agar semua pembina menggunakan konsep taklim, bukan konsep dakwah ketika mendidik anak kamarnya, “Bukan konteks dakwah kalau di pondok, tapi konteks taklim,” ujarnya. Hal ini disampaikan agar semua santri terbiasa mengaplikasikan pendapat yang muktamad dalam mazhab Syafi’iyah. Sebelum acara diakhiri dengan doa, Ustaz Ahmad Faqih yang pernah menjabat sebagai Kabag Ubudiyah memberi saran pada Pengurus Ubudiyah untuk membuat jurnal serta mengadakan evaluasi terkait program Pembinaan Shalat bulanan ini. Selain itu, beliau juga menyampaikan pesan Pengurus Ubudiyah kepada audiensi untuk turut mengoreksi materi yang sudah ada di tangan mereka, “Mohon sambil dikoreksi, karena masih tahap koreksi. Kalau ada yang perlu diperbaiki, sampaikan pada Pengurus Ubudiyah Daerah agar nanti bisa ditindak lanjuti ke Pengurus Ubudiyah Pusat ketika rapat bulanan,” pungkasnya. Penulis: Muhammad Iksan Editor: Saiful Bahri bin...
Kunjungan Kasat Humas Polresta Pasuruan
Pengurus Pondok Pesantren Sidogiri berfoto bersama Kasat Humas Polresta Pasuruan Selasa pagi (09/01) Kasat (Kepala Satuan) Humas Polresta Pasuruan berkunjung ke Pondok Pesantren Sidogiri. Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan bahwa Sidogiri menerapkan protokol kesehatan. “Mereka ke sini untuk memastikan bahwa Sidogiri menerapkan protokol kesehatan. Kami diminta untuk menyetorkan foto kegiatan santri yang menerapkan protokol kesehatan,” papar Ust. Syamsul Huda Mahfudz, Sekretaris I Pondok Pesantren Sidogiri. Hadir dalam kunjungan, Bapak Setyo Budi dan Bapak Eko. A dari Polres dan Bapak Misran perwakilan dari Polsek. “Yang hadir 3 orang. Yang 2 dari Polres, yang 1 dari Polsek, mengantarkan,” jelas Ust. Samsul. Mereka ditemui langsung oleh Ust. Samsul Huda Mahfudz (Sekretaris I), Ust. Syukron (Staf Sekretaris II), dan Ust. Hadi (Pengurus CB3) di ruang lobi kantor sekretariat Pondok Pesantren Sidogiri. ___________ Penulis: Nur Hudarrohman Editor: Saeful Bahri bin...
Menengok Kesibukan Giri Laundry Sidogiri
Giri Laundry Pondok Pesantren Sidogiri yang bertempat di utara lapangan baru merupakan kebijakan anyar dari pengurus untuk menyikapi aturan pemerintah di masa pagebluk yang mengharuskan ruang gerak santri terbatas. Petugas Giri Laundry melibatkan para alumni dan simpatisan. Jam kerja dimulai pukul 07:30 wis (sif-1) dan 13:00 wis (sif-2). Mesin cuci yang digunakan Giri Laundry Detergen kapsul dipilih sebagai bahan pembersih karena lebih efektif dalam membersihkan pakaian dalam jumlah banyak. Kemudian, sebanyak 60 kg (±150 potong) pakaian dimasukkan ke mesin cuci yang sudah ber-SNI. Di samping itu, ada mesin pemeras untuk pakaian yang telah dicuci, yaitu mesin Extractor. Setelah semua proses tadi rampung, semua pakaian dikeringkan melalui mesin pengering sebelum disetrika dan dilipat. Kerusakan mesin menjadi hambatan yang sering kali terjadi. “Jika satu mesin saja rusak, kami akan kewalahan dan akan lebih sulit lagi ketika baju kian menumpuk.” Tukas Bapak Hermanto selaku Kepala Giri Laundry. Kendala-kendala yang terjadi bermuara dari banyaknya pakaian santri yang harus dicuci. “Jadi, jika ada pakaian yang lama (tidak selesai) atau melebihi jangka waktu yang ditetapkan, itu karena ada masalah yang belum tertangani,” lanjutnya. Dari pihak Giri Laundryjuga memberi fasilitas tambahan, yaitu antar jemput pakaian dan jahit cepat. “Santri tidak perlu jauh-jauh datang dan pulang untuk mengambil pakaiannya, jika ada pakaian yang sobek kami akan menjahitnya.” Pungkas Bapak Hermanto, sambil menebar senyum. Penulis: Nur Hudarrohman Editor: Saeful Bahri bin...
Screening Tes Urin Narkotika Santri Pondok Pesantren Sidogiri
Sebagai bentuk pencegahan penyebaran narkoba di Pondok Pesantren Sidogiri, tim Cegah dan Berantas Barang Berbahaya (CB3) bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Pasuruan untuk mengadakan screening tes urin narkotika kepada santri Pondok Pesantren Sidogiri pada malam Sabtu (28/08) di kantor Sekretaiat lantai III. Sebanyak 7 orang dari tim BNN Kota Pasuruan hadir ke Pondok Pesantren Sidogiri. Peserta yang hadir adalah santri aktif Pondok Pesantren Sidogiri yang telah dites urin. “Kalau pesertanya adalah santri aktif,” papar Ust. Anshori Ali, Kepala Bagian CB3. Dalam screening tersebut santri diberi penjelasan oleh Kepala BNN Kabupaten Pasuruan AKBP Erlang Dwi Permata mengenai bahaya narkoba agar tidak mencoba untuk mengonsumsinya. Bapak Erlang menyampaikan bahwa akibat dari penyalahgunaan narkoba adalah saraf yang menyebabkan kelelahan akan terputus, sehingga pengguna narkoba tidak akan merasakan lelah, “Orang yang pakai sabu atau ganja itu gak ngerasa capek, karena saraf mereka terputus,” ujarnya. Ia juga menjelaskan bahwa seseorang tidak akan bisa berhenti setelah mengkonsumsi narkotika, “Gak ada penyabu yang bisa berenti dengan sendirinya,” ungkapnya. Menurut keterangan bapak Erlang, pada dasarnya narkotika itu dibutuhkan dalam ilmu pengetahuan dan kesehatan, “Narkotika itu boleh, yang tidak boleh adalah ketika disalahgunakan. Bahkan ada beberapa obat yang mengandung narkotika”. ia melanjutkan, “Ketika sunat itu kalian diberi narkoba oleh dokter sehingga tidak terasa ketika dipotong, kalau gak dikasih pasti kalian akan merasa sakit.” __________ Penulis: Kanzul Hikam Editor: Saeful Bahri bin...
Pembekalan Bagi Imam Salat
Untuk menyempurnakan dan menghindari kesalahan-kesalahan fatal dalam salat berjemaah. Pengurus Ubudiyah Pondok Pesantren Sidogiri mengadakan pembekalan pada Jum’at siang (28/08) bagi semua pengurus Ubudiyah Daerah (Ubda) dan seluruh imam salat di setiap daerah yang sebelumya sudah dilantik. Acara yang diagendakan satu tahun sekali ini bertempat di Auditorium lt.II. Setelah pembukaan dan sambutan dari Wakil I Ubudiyah, Ustaz Ach. Syaiful Furqon, acara dilanjutkan pada penyampaian materi oleh Ustaz Qusyairi Ismail, salah satu staf pengajar MMU Aliyah Pondok Pesantren Sidogiri. Sebagai pemateri dalam acara ini, beliau menjelaskan banyak hal mengenai sesuatu yang harus mendapat perhatian lebih dari Ubda dan imam salat, mulai dari sebelum takbir hingga salam. Salah satu yang sangat diwanti-wanti adalah gerakan yang rawan membatalkan salat, seperti tidak menekuk jari kaki ketika sujud dan memindah duduk iftirasy ke tawaruk, “Harus ditekuk, yang wajib itu buthûnul ashâbi` (jari bagian dalam) bukan ruûsul ashâbi`(ujung jari). Selain itu, harus hati-hati ketika memindah duduk dari iftirasy ke tawaruk, kalau kepalanya sampai melurusi bagian depannya lutut bisa batal karena terhitung menambah rukun,” jelas beliau sambil mempraktikkan. Kemudian, acara dilanjutkan dengan season tanya-jawab. Dari beberapa pertanyaan yang diajukan oleh audien, ada tiga titik kesimpulan yang disampaikan oleh pemateri menjelang akhir acara, yaitu; Imam disarankan tidak terlalu cepat untuk menghindari terjadinya makmum masbuk dalam setiap rakaatImam hendaknya menyempurnakan saf (makmum) sebelum takbîratul ihrâm Imam tidak boleh memanjangkan bacaan melebihi bacaan yang warid kecuali semua makmumnya rida. Beliau juga mengingatkan untuk tetap mengikuti pendapat yang muktamad ketika ada perbedaan antar ulama, “Sidogiri itu dari dulu mengikuti pendapat yang muktamad. Saya pernah dua kali ditegur oleh kiai,” imbuhnya. Sebelum acara ditutup dengan doa, beliau menghimbau pengurus Ubudiyah Daerah mencatat semua kejanggalan yang terjadi pada waktu pelaksanan salat berjemaah untuk kemudian ditanyakan dan dimusyawarahkan dengan pengurus Ubudiyah pusat. Penulis: Mohammad Iksan Editor: Saeful Bahri bin...