Epidemi Bukan Alasan Tidak Berpuasa Tasu’a
Hari tasu’a atau 09 Muharam dalam ajaran Islam merupakan salah satu hari yang disunahkan berpuasa. Nabi Muhammad SAW bersabda, “Seandainya datang tahun depan, niscaya kami akan berpuasa tanggal 09 Muharam.” Namun, nyatanya beliau SAW wafat sebelum datang hari yang diharapkan itu. Hadis riwayat Imam Muslim dari jalur Ibn Abbas ini menjadi dasar pensyariatan puasa tasu’a. Di kompleks Pondok Pesantren Sidogiri, para santri juga melaksanakan puasa tasu’a. Baca Juga:Nasib BMW ke-60 di Masa Pandemi “Meski tengah epidemi, santri Sidogiri tetap akan melaksanakan sunah Nabi. Salah satunya dengan berpuasa tasu’a,” ucap Nurhudarrahman (19). Selain hari tasu’a, santri Sidogiri juga akan berpuasa hari asyura, besok Sabtu, 10 Muharam 1442 H. Keutamaan puasa asyura sendiri, sebagaimana termaktub dalam hadis Riwayat Muslim dari jalur Qatadah, adalah menghapus dosa setahun yang lalu. ___________ Penulis: Muhammad IlyasEditor: Saepul Bahri bin...
Mengintip Kesibukan Dapur Kopontren Saat Pagebluk
Menangani perkara makan sepuluh ribu lebih santri bukanlah perkara mudah. Butuh tenaga ekstra, ketelatenan, ketekunan serta kesabaran dalam mengerjakannya. Laporan: Muhammad Ilyas Belum genap pukul 06:00 istiwa, lapangan baru Pondok Pesantren Sidogiri sudah sangat ramai dengan ratusan, bahkan, ribuan santri yang berolahraga. Ada yang bermain sepak bola, sedangkan lainnya menikmati permainan bola kasti. Beberapa santri bermain voli, yang lain asyik dengan jogingnya. Tidak ketinggalan, kegiatan senam yang dilaksanakan secara bergilir tiap satu atau dua daerah membuat suasana tambah riuh. Di sebelah utara, tepatnya di dapur umum, beberapa kerabat khidmah bersiap-siap di depan kompor besar. “Kami mulai masak pukul 06:00 istiwa,” ungkap Fatimah (29), Ketua Koki. Benar saja, ketika genap jam 06:00 istiwa, kompor gas langsung membara. Begitupun dengan tiga rice cokker besar yang berjejer di bagian selatan. “Untuk tiga rice cokker ini bisa memuat 10 karung berisi 25 kg beras. Berarti dalam sekali masak ada 2,5 kuintal beras yang dihabiskan. Adapun durasi menanak 70 menit,” tambah ibu asal Kemuning, Kraton ini pada sidogiri.net. Masih menurut keterangan Fatimah, tiap hari dapur kopontren yang baru selesai dibangun ini bisa menghabiskan 35 karung beras berisi 25 kg. Itu artinya, hampir satu ton beras tiap hari dihabiskan untuk keperluan konsumsi ± 11.000 santri Sidogiri. “Itu (menghabiskan 35 karung beras berisi 25 kg) saat hari biasa. Beda halnya bila hari libur seperti (iduladha) kemarin itu masak, waduh masyaallah, 40 karung. Masaknya harus dengan tenaga ekstra. Capai bener waktu itu,” tambahnya sambil menggeleng-gelengkan kepala. “Bekerja di sini lebih berat dari pada menanak nasi untuk acara hajatan besar. Acara semacam itu tidak seberapa melelahkan dan beras yang dihabiskan pun tidak seberapa banyak. Begitu pula, hajatan seperti itu biasanya cuma dua-tiga hari saja. Tidak tiap hari seperti di sini.” Memang, dengan jumlah 20 koki yang saat ini berkhidmah di dapur Kopontren, tidak hanya stamina, dibutuhkan pula kesabaran dan ketelatenan dalam menekuni dan melakoninya. ___________ Penulis: Muhammad Ilyas Editor: Saepul Bahri bin...
Sekretaris I Lantik Operator Daerah
Malam Selasa (24/08), operator daerah (asrama, red) dilantik langsung oleh Sekretaris I Pondok Pesantren Sidogiri. Pelantikan dilaksanakan di Ruang Rapat Kantor Sekretariat Lt II. Hadir dalam acara tersebut Ust. M. Syamsul Huda Mahfudh (Sekretaris I Pondok Pesantren Sidogiri), Ust. Albilaluddin (Staf Sekretaris I PPS) dan Operator Daerah A sampai K yang berjumlah 70 orang. Dalam sambutannya, beliau menjelaskan bahwa pengangkatan operator daerah ini dilaksanakan 2 kali. “Pengangkatan pertama dari Daerah A sampai K pada malam ini. Pengangkatan kedua akan dilaksanakan pada malam Kamis untuk daerah L sampai P dan Z,” terang beliau. Tugas operator daerah adalah menjawab atau melayani panggilan telepon dari wali santri dan tamu pesantren. Oleh sebab itu, sangat ditekankan untuk bersikap sesopan mungkin dalam menghadapi wali santri. Beliau juga menghimbau untuk menata niat dalam berkhidmah. “Apapun jabatan kita di Sidogiri harus kita niati belajar” . Beliau melanjutkan, “Berkhidmah itu pasti ada lika-likunya. Bosan itu biasa, jadi usaha perangi keinginan pribadi demi keinginan Pondok Pesantren Sidogiri. Kembalikan niat untuk mengharap rida masyayikh Sidogiri.” _________ Penulis: Kanzul Hikam Editor: Saeful Bahri bin...
Gerakan Waspada Narkoba
Sebagai bentuk kehati-hatian, di awal tahun ajaran kali ini Pondok Pesantren Sidogiri mengadakan tes urin pada semua santri baru yang berumur 13 tahun ke atas. Dalam hal ini Tim Cegah dan Berantas Barang Berbahaya (CB3) ditunjuk sebagai pelaksana dan bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Pasuruan. Penyalahguna atau pecandu obat-obatan terlarang di Indonesia semakin marak, hampir semua kalangan masyarakat terjangkit dan dinyatakan positif menggunakan narkoba lebih-lebih golongan remaja, peningkatannya cukup signifikan dalam satu dekade terakhir. Hal ini tentu sangat memprihatinkan dan menuntut kita untuk selalu berhati-hati dan wawas diri. Pondok Pesantren sebagai pusat pendidikan islam tentu tidak ingin salah satu santrinya terjerumus atau menjadi korban kekejaman narkoba. Untuk menghindari hal itu, dua tahun silam Sidogiri dengan tim CB3nya membentuk Relawan Anti Narkoba yang sebelumnya sudah mendapatkan pembekalan dari BNN tingkat kabupaten. Tugas mereka adalah melakukan Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) dalam ruang lingkup pesantren. “Mereka sudah beroperasi sejak dua tahun lalu dan melakukan tes urin pada semua santri, tapi dengan sistem seleksi. Artinya, hanya santri yang memiliki ciri pecandu yang kami periksa,” papar Ustaz Anshori Ali, Kepala Bagian (Kabag) CB3. Setelah melakukan pencegahan dengan sistem seleksi, CB3 kembali membuat program, yakni melakukan tes urin pada semua santri baru yang berusia 13 tahun ke atas sebagai salah satu syarat menjadi santri aktif Pondok Pesantren Sidogiri. Kabag CB3 menjelaskan bahwa program ini bekerjasama dengan BNN tingkat kabupaten. Tim CB3 hanya melakukan pengambilan sampel urin dan pemeriksaan Skrining dengan metode Onsite Strip Test. Sementara yang memiliki kebijakan untuk menetapkan status positif adalah BNN Pasuruan. Hal ini karena pemeriksaan Skrining terkadang kurang spesifik dan dapat menyebabkan hasil positif palsu sekalipun tingkat presisi dan akurasinya masih dapat diterima. Sehingga nanti hasil Skrining yang positif, urinnya akan diserahkan pada BNN untuk ditindak lanjuti dengan pemeriksaan lanjutan (konfirmasi). Hasil pemeriksaan BNN akan menjadi keputusan akhir. Bagi yang ditetapkan positif oleh BNN akan direhabilitasi dan tidak bisa melanjutkan proses pendaftaran sebagai santri baru sampai ada surat rekomendasi dari BNN atau Rumah Sakit terkait. Kemudian Kabag CB3 sedikit mengungkap rencana kedepan mengenai program Relawan Anti Narkoba, “Ada rencana pemeriksaan Skrining bagi seluruh santri aktif,” pungkas sosok yang pernah menjabat sebagai Kabag Tibkam Pondok Pesantren Sidogiri. Penulis: Mohammad Iksan Editor: Saeful Bahri bin...
Jam’iyah Baru Turut Memeriahkan Hari Kemerdekaan
Jumat (20/08), Pimpinan Pusat Ikatan Santri Sidogiri (PP-ISS), membuka jam’iyah baru yaitu “Jam’iyah Sastra”. Bertempat di gedung an-Nawawi, pembukaan kegiatan sastra tersebut sekaligus untuk memeriahkan kemerdekaan yang ke-75 Republik Indonesia. Pembukaan ini dikoordinir langsung oleh pihak PP-ISS serta rekan pengurus Jam’iyah Sastra. Acara meliputi: Pemutaran videoPertunjukan instrumen puisiPertunjukan drama kolosalPertunjukan teater kemerdekaanSambutanPelantikan PembinaPenutup-doa Jam’iyah ini boleh diikuti oleh seluruh Santri Sidogiri dari semua tingkatan. Tujuannya tidak lain adalah untuk membangkitkan jiwa sastra para santri. “Tujuan diadakannya jam’iyah baru ini, agar menjadi wadah sekaligus mengkader para santri yang memiliki jiwa sastra.” Tutur ustadz A. Zainil Afkar, wakil III PP-ISS dalam sambutannya. baca juga: Instruksi Penerapan Protokol Kesehatan Pondok Pesantren Sidogirih Harapan pengurus kedepannya, agar santri bisa mengasah kemampuannya dalam bersastra dan terus berkarya terlebih dakwah melalui jalan sastra. “Harapan kami semoga kedepannya santri akan terus semangat berkarya dan berdakwah melalui berbagai kemampuannya terlebih dengan satra yang belakangan hari mulai digandrungi oleh masyrakat.” Tukas beliau sambil menutup sambutan pada malam pembukaan. _______ Penulis: Nur Hudarrohman Editor: Saeful Bahri bin...
Kegiatan Kelolaan PP-ISS Resmi Dibuka
Malam Jumat (20/08), kegiatan kelolaan PP-ISS dibuka yang meliputi Jam’iyah Mubalighin, Jam’iyah Dhufuf dan Jam’iyah Sastra, dan Jumat pagi (21/08) untuk Jam’iyah Tahsinul Khath. Acara digelar di lokasi yang berbeda, dengan rincian; Jam’iyah Mubalighin bertempat di gedung al-Ghazali, Jam’iyah Dhufuf di gedung as-Suyuti, Jam’iyah Sastra di gedung an-Nawawi, dan Jam’iyah Tahsinul Khath di gedung as-Suyuti. Pembukaan kegiatan Jam’iyah Tahsinul Khath dilaksanakan pada Jumat pagi karena kegiatan kursus jam’iyah ini memang di pagi hari, berbeda dengan Jam’iyah Mubalighin dan Jam’iyah Dhufuf yang kegiatannya di waktu malam. “Kami letakkan pagi karena memang kursus tahsin ini waktunya pagi, jadi biar sesuai,” jelas Ikrom Haidarul Misbah, ketua Jam’iyah Tahsinul Khath. ___________ Penulis: Kanzul Hikam Editor: Saeful Bahri bin...