Klinik Sidogiri Perketat Menu Makanan Pasien Rawat Inap
Sebagai Intansi yang menangani kesehatan Santri . Pengurus Klinik Pondok Pesantren Sidogiri (PPS) terus berupaya semaksimal mungkin, menanggulangi kesehatan santri beserta mengurangi penyakit yang menular di lingkungan PPS. “Alhamdulillah, kami sudah mengadakan berapa macam program yang sudah kami lakukan pada tahun ini, seperti penyuluhan terhadap daerah-daerah yang dilakukan para medis ataupun dokter. Kami juga selalu siaga ketika ada penyakit yang menular di lingkungan pesantren, kami langsung adakan surat edaran dan penyuluhan ke semua daerah menjelaskan pencegahan penyakit menular tersebut,” ungkap Bapak Moh Hatta, Kepala Klinik PPS. Salah satu program klinik yang terbaru pada tahun ini, adalah penyuluhan terhadap para pasien rawat inap, para petugas diberi mandat oleh pengurus klinik dan para medis untuk memperketat makanan pasien, sehingga keputusan para pengurus klinik mewajibkan bagi para pasien rawat inap untuk memakan makanan yang disediakan oleh pihak klinik, “Kami memperketat makanan terhadap pasien untuk kemaslahatan pasien, supaya cepat sembuh. Sebelum adanya program ini, kami lihat kok bisa obat terus diminum tapi tidak ada penurunan sama sekali. Ketika kami teliti, eh, makanannya yang salah, bersebrangan dengan obat, itukan justru memperparah penyakit.” jelasnya kepada reporter Sidogiri.net. Pengurus klinik juga menaruh beberapa CCTV disetiap pojok ruangan pasien dan beberapa tempat yang dianggap penting oleh pihak klinik. Alasannya adalah awalnya bukan dari kami, tapi dari pihak kantor sekretariat yang mengajukan.” Pungkas kepala klinik tersebut. === Penulis: A. Farid Muflihin Editor : N. Shalihin...
Mas Achmad Sa’dullah Abd. ‘Alim: Milad Bukan Sekadar Seremonial
“Kesuksesan Milad bukan hanya dengan kerja keras tapi juga kerja ikhlas. Karena di setiap Milad yang kita selenggarakan bukan hanya berbentuk perayaan tapi ada arti dan peringatan yang ingin kita sampaikan,” ungkap Mas Achmad Sa’dullah Abd. ‘Alim, Koordinator I, dalam acara pelantikan Panitia Milad ke-282 Pondok Pesantren Sidogiri dan Ikhtibar ke-83 Madrasah Miftahul Ulum, Selasa (01/01). Mas Achmad Sa’doellah Abd. ‘Alim mengajak seluruh panitia untuk menjaga kebersamaan, menjalankan amanah dengan teratur dan rapi. Sementara itu, Ketua Milad, Ust. Afifuddin, mengatakan kerja sama merupakan salah satu kunci keberhasilan untuk mencapai sebuah cita-cita besar. “Di sini kita berkhidmah, mengabdi bukan bekerja. Jadi tidak ada kata lelah bagi kita, tidak ada yang merasa teritimidasi,” tegas Ust. Afifuddin. Beliau berharap apa yang dilaksanakan panitia bukan hanya meriah tapi berkesan. ===== Penulis: M. Afifur Rohman Editor: N. Shalihin...
KH. Muhibbul Aman Aly; Jangan Belajar Qaidah Atau Ushul Kalau Furuk Fikihnya Belum Matang
Diskusi Panel kembali digelar oleh instansi Kuliah Syariah, Ahad (30/12). Acara yang di gelar di ruang Auditorium Kantor Sekretariat Lt, II tersebut mengangkat tema, Aplikatif Qaidah Fikih. Pada kesempatan tersebut, panitia mengundang KH. Muhibbul Aman Aly, staf guru tingkat Aliyah Pondok Pesantren Sidogiri, sebagai pengisi acara. “Sebenarnya, kalau mau dirunut dari awal, maka ilmu qaidah ini lahir setelah furuk fikih. Jadi pertama itu, nashshus syariat, usul fikih, furuk fikih, baru kemudian kaidah fikih, yang sebenarnya itu sudah dicetuskan oleh syafiiyah sendiri, misalnya beliau menulis dalam kitab ar-risalah,” ujar beliau menjelaskan panjang lebar. Pada awalnya, pria yang akrab di panggil Gus Muhib ini bercerita, beliau berpikir tidak ada gunanya belajar ilmu usul atau kaidah fikih, karena sudah banyak keterangan yang mengatakan, bahwa hampir tidak mungkin ada mujtahid mutlak setelah Imam Ahmad bin Hambal, “Kecuali mujtahid itu kesiangan,” tutur beliau diiringi gelak tawa perserta. Apalagi kaidah fikih, lanjut beliau, yang lahirnya setelah furuk fikih. Tidak mungkin menggunakan ilmu tersebut sebagai landasan fikih. “Namun saya baru sadar, mungkin setelah saya Aliyah, bahwa kedua ilmu tersebut sangat berguna, sebagai penguat pada furuk fikih. Saya tegaskan kembali, jangan sekali-kali belajar ilmu Usul atau Kaidah Fikih sebelum Furuk Fikihnya matang,” jelas beliau. Beliau sangat melarang belajar kedua ilmu tersebut sebelum mumpuni dalam ilmu Furuk Fikinya, lantaran akan mengakibatkan kesesatan ketika mencetuskan sebuah hukum. === Panulis: A. Mustaghfiri Soffan Editor : N. Shalihin...
PP. Baladul Amin: Dari Kalimantan Belajar Managemen Pendidikan
Kamis, [27/12] sebanyak 30 peserta Pondok Pesantren Baladul Amin Kalimantan Selatan bertamu ke Pondok Pesantren Sidogiri dalam rangka Study Banding Managemen Pendidikan. Ustadz Fahmi az-Zarkasi selaku wakil dari Pengasuh Pondok Pesantren Baladul Amin mengatakan dengan mempelajari manajemen pendidikan yang baik, diharapkan seseorang dapat mengelola sumber daya secara efisien. “Menurut saya Sidogiri memiliki itu. Managenen yang baik, sistem yang kuat dan struktur yang rapi,” akui Ust. Fahmi, kepada reporter Sidogiri.net. Kegiatan pendidikan yang didukung dan didasari dengan manajemen pendidikan kuat dan rapi, diharapkan mendapat hasil yang baik sehingga tujuan dari pendidikan yang ditargetkan dapat secara mudah tercapai, lanjut Ust. Fahmi. Dalam hal materi (bisyaroh) saja kata beliau, semua staf guru dan pengurus pesantren tidak tau berapa jumlahnya. Mereka hanya menerima amplop setiap bulannya. “Ini yang membuat kami heran. Kenapa si penerima bayaran (bisyaroh) tidak tahu mengenai berapa isi uang yang ada di amplop dan Sidogiri bisa mandiri. Ini pelajaran penting yang perlu dikaji juga oleh kami,” katanya. Menanggapi hal itu, Ustadz Baihaqi Juri selaku penerima tamu mengatakan bahwa Santri Sidogiri tidak pernah dididik bagaimana mendapatkan pekerjaan dan dari pekerjaan itu menghasilkan uang. Kami (Santri Sidogiri) didoktrin agar menjadi ‘ibadillahis shalihin’. “Kalau pelajaran tentang ekonomi ada. Tapi kita tidak pernah diajari bagaimana cara mencari kerja atau mencari uang. Kami hanya dituntut menjadi hamba yang ‘salih. Itu saja.” ===== Penulis: M Afifur Rohman Editor: N. Salihin...
OMIM; Kesalahan Fatal Kaum Orientalis
Rabu11/4), Organisasi Murid Intra Madrasah (OMIM) melalui Unit Kegiatan Pengembangan Intelektual (UKPI) melaksanakan Kuliah Umum. Kegiatan ini merupakan kegiatan rutinan ini dilaksanakan dua kali dalam setahun (setelah ujian sememster). Acara yang bertempat di Sidogiri Excelent Center (SEC), diikuti oleh seluruh murid tingkat Aliyah, dewan Asatidz. Acara ini juga diiisi dengan pemberian hadiah bagi murid Aliyah yang dianggap berprestasi pada semester Ganjil. Kegiatan ini juga sengaja diaaletakkan pada jam kegiatan madrasah (KBM). Sebagaimana yang disampaikan oleh Ust. Abdul Qodir Ghufron. “Sengaja kami letakkan kegiatan ini di jam sekolah, agar tidak berbenturan dengan kegiatan lainnya. Jika kami letakkan pada malam, maka akan bertabrakan dengan jam belajar atau yang lainnya. Tapi klo di letakkan pada jam sekolah, berarti semua jamnya milik kita (pimpinan madrasah), jadi tidak mungkin berbenturan dengan jam wajib lainnya”. Tutur beliau dalam sambutannya. Kuliah umum pada kali ini, di back-up dengan bedah kitab al-Mustasyriqub baina al-Inshof wal-Asobiyah dan Mafahim Yajibu an Tushohhah (karangan Sayyid Muhammad Alwi al Maliki) dengan Narasumber KH. Hasan Abdul Muis (Pengasuh Pondok Pesantren Sayyid Alwi al Maliki) dari Bondowoso. Ditemani Ust. Alil Wafa sebagai moderator, KH. Hasan banyak bercerita tentang kedua kitab tersebut. Mulai dari kitab al-Mustasyriqub baina al-Inshof wal-Asobiyah yang sengaja Sayyid Muhammad karang untuk menolak kaum Orientalis serta pemikiran-pemikiran mereka yang dianggap jauh dari kajian Islam. Selain itu, beliau juga menuturkan bahwa kesalahan paling fatal dari kaum Orientalis adalah membawa Agama dalam ranah yang tidak semestinya. Serta kebencian mereka pada Islam membuat mereka bukan menjadi ‘tameng’, tapi menjadi bumerang bagi Islam itu sendiri.Sementara kitab Mafahim Yajibu an Tushohhah dikarang oleh Sayyid Muhammad untuk menolak dalil-dalil Wahabi yang dianggap keliru. KH. Hasan juga mengingatkan bahwa, jika ada tukilan Sayyid yang merujuk langsung pada Syekh Abdul Wahhab ataupun Ibnu Taimiyah, maka hal itu hanya sebagai hantaman pada kaum Wahabi sendiri, bahwa ajaran serta idiologi mereka jauh dari kebenaran. ===== Penulis: Redaksi Himmah Editor: N. Shalihin...
Syekh ‘Aun Al-Qaddumi Kunjungi Pondok Pesantren Sidogiri
Sabtu, (01/04) Pengurus Pondok Pesantren Sidogiri menerima silaturahim Syekh ‘Aun Al-Qaddumi, salah seorang tokoh dai Ahlus Sunnah wal Jamaah di Yordania. Dalam silaturahim kali ini, Pimpinan Lembaga Studi Syariah al-Ma’arij tersebut memberikan tauiyah di hadapan para santri dan dewan asatidz mengenai pendidikan. Menurut beliau, perkembangan pendidikan modern saat ini sudah banyak kehilangan identitas asli sehingga membuat mereka kehilangan jati diri. Beliau juga memuji Pondok Pesantren Sidogiri yang tetap teguh dengan prinsip-prinsipnya dalam menghadapi perkembangan pendidikan modern. “Begitulah seharusnya. Kita harus perjuangkan prinsip ini bersama. Kuatkan pendidikan keagamaan, dukung kegiatan itu dengan nilai-nilai ibadah,” kata salah satu murid asy-Syaikh Nuh al-Qudhah, Grand Mufti Yordania, itu. Dengan perekonomian yang tertata rapi, pesantren Sidogiri mampu memberikan solusi mandiri. Pentingnya meningkatkan dan mengembangkan Sumber Daya Umat (SDU) memang juga salah satu misi utama Rasulullah e. Beliau di utus ke dunia salah satunya dalam rangka peningkatan kualitas SDU yang tidak hanya mengurus pemenuhan jasmani tapi juga secara rohani. “Ketika Nabi e di kota Makkah beliau menanamkan tauhid yang menjadi dasar fundamental bagi pembentukan masyarakat yang giat menjawab tantangan zaman. Nabi e melakukan kegiatan jual beli dengan sistem pasar bebas yang mana harga-harga diserahkan langsung kepada pihak terkait,” terang pendiri stasiun radio al-Hayah FM di Yordania ini. Di penghujung acara, Syekh ‘Aun mendoakan para kiai, asatidz dan santri semoga diberi kekuatan dalam berjuang menghidupkan agama Islam. ===== Penulis: M. Afifur Rohman Editor: N. Shalihin...