Sudut Pandang: Bukan Sekedar Teori
Jan26

Sudut Pandang: Bukan Sekedar Teori

              Tuntutan dalam sebuah ilmu tidak sekedar bermuara pada pemahaman teori, tapi juga bermuara pada yang namanya praktek. Sebab keduanya merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dilepaskan dari yang namanaya ilmu. karena tanpa memahami sebuah teori pekerjaan sebaik apapun yang dilakukan oleh seorang akan sia-sia, bahkan terkadang menimbulkan dampak bahaya bagi orang tersebut, begitupun juga ilmu dengan tanpa praktek, maka kemanfaatan yang timbul dari suatu ilmu tidak akan tampak sebelum ilmu tersebut dilaksanakan dalam dunia nyata, begitulah metodologi yang diajarkan di Pondok Pesantren Sidogiri. Madrasah tempat belajar dan memahami, sedangkan praktek dilaksanakan diluar kelas. Hal tersebut sesuai dengan ajaran dari para ulama. Dalam  kitab Zubad disebutkan bahwa seseorang yang tidak mengamalkan ilmu yang telah dia dapat maka akan di siksa sebelum penyembah berhala. Hal ini secara tidak lansung telah memberikan gambaran kepada kita akan pentingnya mengamalkan ilmu yang telah didapatkan.   Rifqi Junior (Jurnalis...

Selengkapnya
TTQ: Go To Wisuda Tahfidz Al-Quran Sidogiri
Jan26

TTQ: Go To Wisuda Tahfidz Al-Quran Sidogiri

            Dinamika kehidupan adalah merupakan sebuah hal yang lazim terjadi dalam kehidupan umat manusia. Keberadaannya sudah tak bisa dipungkiri lagi, terlebih pada zaman sekarang. Perkembangan pola pikir manusia dan didorong oleh kecanggihan teknologi, telah memicu banyak perubahan pada lapisan masyarakat mulai dari gaya hidup, pola pikir, hingga keyakinan hati dalam kehidupan beragama. Sejenak, kita melihat dua hal, yang pertama tadi kita masih bisa mentoleransi karena akibat yang di timbulkan tidak terlalu fatal dalam kehidupan manusia. Meskipun, dampak negatifnya tetep ada. Namun, katika keyakinan hati dalam berkehidupan beragama yang mengalami perubahan, maka hal tersebutlah yang menjadi problematika besar dan perlu dicarikan sebuah solusi, agar dampak yang ditimbulkan tidak semakin besar. Sedini ini, hal tersebut tidak terjadi pada masyarakat perkotaan. Bahkan, mayoritas pendududk desa pun sedikit demi sedikit berubah cara pandangnya dalam meyikapi masalah agama, dengan artian orientasi pemikiran mereka mulai berubah haluan. Mereka miliki sebuah asumsi bahwa anak-anak mereka yang tidak memiliki ijazah formal atau tidak punya keahlian khusus yang diajarkan di sekolah-sekolah formal akan hidup melarat, tidak memiliki masa depan yang cerah. Mayoritas masyarakat kita sangat bergantung pada ijazah sekolah formal atau gelar yang didapat dari perguruan tinggi. Namun, mereka melupakan agama, lupa pada Al-Qur`an.  Padahal, pada hakikatnya Al-Qur`an-lah yang membawa kebahagiaan dalam hidup mereka. Mereka malu apabila anak mereka tidak memiliki gelar yang diperoleh dari perguruan tinggi. namun mereka tidak malu apabila anak mereka tidak bisa membaca Al-Qur`an dengan baik dan benar. Mereka rela mengorbankan semua harta mereka agar anak-anaknya bisa lulus perguruan tinggi yang terkesan elit dan mentereng. Namun, seringkali mereka enggan mempergunakan sebagian harta mereka untuk membina anak-anaknya dalam pendidikan agama yang identik dengar kesederhanaannya Kalau kita mau mengamati dengan lebih teliti, banyak sekali hal yang memicu problem ini, baik secara internal (berasal dari diri mereka sendiri) maupun eksternal (pengaruh dunia luar). Keduanya sama sama memiliki pengaruh atas realita ini. Alhamdullillah, perubahan orientasi pemikiran masal tadi tak memberikan dampak sedikitpun pada pesantren kita ini. Disaat pesantren-pesantren dan lembaga pendidikan berbasis Al-Qur`an yang lain sudah mulai terkontaminasi oleh hal tadi. Terbukti pesantren kita ini tetap teguh pendirian menggengam tradisi salafnya selama lebih dari dua abad. Tak hanya itu, bukti yang lain bisa kita lihat dari bagaimana cara pesantren ini memprioritaskan pedidikan agama kepada santri daripada pendidikan yang lain. Salah satu sarana yang disediakan sebagai bentuk kepedulian dalam kehidupan beragama adalah progam pembibitan penghafal Al-Qur`an. Daerah A-lah yang terpilih sebagai tempat bermukim para huffadz dalam mengintensifkan hafalan al-Qur`an mereka. Daerah ini telah menjadi saksi bisu lahirnya para huffadul qur`an yang harapannya akan menghiasi perkembangan islam tidak hanya di kancah nasional namun juga di kancah internasional. Setiap tahunnya daerah ini telah berhasil mewisuda santri-santri...

Selengkapnya
Dr. Adian Husaini: Pentingnya Kaula Santri Aktif Di Media
Jan22

Dr. Adian Husaini: Pentingnya Kaula Santri Aktif Di Media

Badan Pers Pesantren (BPP) bekerjasama dengan Annajah Center Sidogiri (ACS) menggelar seminar bertema Menggali Kreativitas dan Karya Pesantren Dalam Menghadapi Tantangan Zaman, Kamis (17/01) bertempat di ruang auditorium kantor Sekretariat Pondok Pesantren Sidogiri (PPS) yang dihadiri oleh seluruh awak redaksi media PPS dan seluruh anggota ACS. Acara tersebut dimoderatori oleh ust. Alil Wafa Pemimpin Redaksi Sidogiri Media dan turut mengundang sebagai narasumber adalah Dr. Adian Husaini Peneliti Institute For The Study of Islamic Thought and Civilizations (INSISTS). Redaktur Ahli Jurnal Islamia tersebut menyampaikan pentingnya bermedia bagi kaum santri, di karenakan banyaknya media pada saat ini yang dipegang oleh kendali Pemikir dari barat dan pentolan pentolan liberal yang terus menggurui sosial media. Oleh karena itu aktif dalam media penting sekali bagi kaum sarungan “Sebab hanya merekalah (para santri, red)  yang dapat meringkus paham-paham sesat, lebih-lebih liberal,” tutur dewan anggota MIUMI (Majelis Intelektual Ulama Muda Indonesia) tersebut. Penulis buku Wajah Peradaban Barat ini, juga menekankan kepada seluruh redaksi media untuk kreatif dan getol dalam bermedia, “Dalam bermedia, Liberal merupakan doktrin paling berbahaya bagi umat Islam. Maka kita sebagai aktifis media muslim, mesti kreatif dan getol melawan arus pemikiran mereka. ” Tegas Cendikiawan Muslim yang sudah dua kali menjadi Narasumber dalam acara besar di PPS tersebut. === Penulis: A. Farid Muflihin Editor: N. Shalihin...

Selengkapnya
Sudut Pandang; Senangi Membaca Bukan Hanya Membaca Yang Disenangi
Jan17

Sudut Pandang; Senangi Membaca Bukan Hanya Membaca Yang Disenangi

Gaya Hidup ……… Di Pondok Pesantren Sidogiri aktifitas membaca merupakan hal yang sangat dianjurkan. Bahkan saat ini Pondok Pesantren Sidogiri memiliki sekitar 24 media baik online ataupun offline, dengan adanya berbagai macam media tersebut menjadi bukti keseriusan dari Pengurus Pondok Pesantren Sidogiri dalam hal membudidayakan membaca. Seperti yang kita ketahui, Peradaban Yunani dimulai dengan Iliad karya Homer pada abad ke-9 SM dan berakhir dengan hadirnya Kitab Perjanjian Baru. Peradaban Eropa dimulai dengan Karya Newton (1641-1727) dan berakhir dengan filsafat Hegel (1770-1831). Peradaban Islam lahir dengan kehadiran al-Qur’an. karena kita yakin bahwa al-Qur’an tidak akan punah oleh panas dan tidak lapuk oleh hujan, selama umatnya ikut bersama Allah SWT dalam menjaga dan memeliharanya. Yuk, terus senangi membaca jangan hanya membaca yang kau senangi. Penulis: Mar (Jurnalis...

Selengkapnya
Sayembara Membuat Logo Milad Pondok Pesantren Sidogiri
Jan14

Sayembara Membuat Logo Milad Pondok Pesantren Sidogiri

Sayembara membuat logo Milad ke-282 Pondok Pesantren Sidogiri dan Ikhtibar ke-83 Madrasah Miftahul UlumU telah dimulai. Sayembara dilaksanakan selama 15 hari terhitung sejak tanggal 08 s/d 22 Jumadil Ula 1440 H atau 14 s/d 28 Januari 2019. Peresmian sayembara logo milad ditandai dengan diletakkannya kotak pengiriman yang berada di dalam komplek Pondok Pesantren Sidogiri, di timur Daerah P. Berikut kereteria dan ketentuan sayembara logo Milad Sidogiri ke-282 dan Ikhtibar Madrasah Miftahul Ulum...

Selengkapnya
Sudut Pandang:  Antara Proses Dan Sukses
Jan10

Sudut Pandang:  Antara Proses Dan Sukses

Gaya Hidup … “Lek enake temen, susahe yo nemen” Dawuh KH. Abdullah Syaukat Siradj, Majlis Keluarga Sidogiri. Sebuah kata yang menjadi keniscayaan bagi setiap manusia dalam perjalanan hidupnya. Mengapa? karena sangat tidak mungkin kenikmatan bisa didapat tanpa melaui jalur kesulitan. Sebab kesuksesan itu dilahirkan dari sebuah proses yang telah dijalani. Yang mana dalam sebuah proses pasti terdapat lika-liku yang  harus bisa dilewati. Layaknya perjuangan seorang pendaki yang berusaha menaklukkan rintangan demi rintangan yang ia hadapi, demi tercapainya keinginan untuk melihat langsung keindahan bumi yang konon disebut sebagai surga duniawi. Begitupunjuga dengan santri yang tak bisa luput dari hal ini. Karena harus disadari bahwa mereka juga sedang berjalan dalam sebuah proses yang nantinya akan mengantarkan mereka pada sebuah kesuksesan di suatu hari nanti. Penulis: Rifqi Jr (Jurnalis Santri)...

Selengkapnya