M. Aminullah Bq Ingatkan Pentingnya Makanan Halal
Nov13

M. Aminullah Bq Ingatkan Pentingnya Makanan Halal

“Barang siapa yang tidak merasakan lelahnya mencari ilmu maka selamanya ia akan menelan hinanya kebodohan,” M. Aminullah Bq, Ketua I Pondok Pesantren Sidogiri, mengutip maqolah Imam As-Syafii, saat memberikan sambutan dalam acara Wisuda Istimewa ke-6 Madrasah Tarbiyah Idadiyah, malam Rabu (13/11). Beliau menegaskan bahwa dalam mencari ilmu pasti melalui cobaan dan kesulitan hidup. Ilmu tidak bisa didapatkan dengan instan, semua harus melalui proses panjang. Bila dibandingkan ulama terdahulu, sehebat apapun usaha yang dilakukan hari ini, belumlah seujung kuku usaha yang dilakukan oleh ulama terdahulu walaupun yang paling rendah. “Kita pelajari ulama terdahulu dalam menuntut ilmu. Mereka mengorbankan segalanya demi ilmu, tidak peduli siang atau malam. Tidak tidur dan tidak makan, puasa sambung menyambung, jual rumah dan kekayaan,” katanya memberi motivasi pada para wisudawan. Dalam hal makanan, Mas Amin, demikian beliau akrab dipanggil, menukil kisah Imam Abdullah bin al-Mubarok (tokoh sufi). Dalam kisah tersebut, ayah sang Imam sangat berhati-hati dalam urusan makanan. Tidak sembarang memberikan makanan dan menjauhi perkara haram. “Jangankan yang haram, yang syubhat pun beliau sangat hati-hati. Jadi jangan sampai biaya hidup anak kita yang sedang menuntut ilmu diambil dari uang yang tidak benar, haram atau lainnya, karena semua itu akan mempengaruhi terhadap apa yang dipelajari,” tegasnya mengingatkan wali santri. Selain itu, Mas Amin juga menekankan kepada seluruh hadirin, utamanya murid Idadiyah agar hidup sederhana, sekalipun ada kemampuan untuk hidup mewah. Beliau beralasan bahwa kemewahan itu akan membuat kita lalai. “Sekalipun ada kelebihan uang, jangan makanan dan pakaian yang dibeli, tapi tumpuklah buku sebanyak-banyaknya. Karena fungsi dan keberkahannya amat jauh berbeda.” Kata beliau menutup sambutannya. === Reporter: M. Afifur Rohman Editor: N. Shalihin...

Selengkapnya
Selain Bisa Baca dan Memahami, Wisudawan Diharap Bisa Mengamalkan
Nov13

Selain Bisa Baca dan Memahami, Wisudawan Diharap Bisa Mengamalkan

Pengurus Madrasah Tarbiyah Idadiyah melaksanakan Wisuda Istimewa ke-6 bagi murid Idadiyah, Malam Rabu (13/11). Acara yang berlokasi di selatan Mabna Al-Ghazali tersebut disaksikan oleh seluruh murid Idadiyah dan wali wisudawan. Dikatakan istimewa, menurut Ust. Rifqi Almahmudy, Kepala Madrasah Tarbiyah Idadiyah, karena para wisudawan memiliki kemampuan dan usaha di luar kebiasaan. Kitab al-Miftah lil Ulum yang seharusnya dipelajari selama satu tahun dapat mereka tempuh hanya dalam empat bulan. “Mereka menyelesaikan kitab al-Miftah selama 4 bulan dan mereka akan didemonstrasi langsung oleh Pengasuh Pondok Pesantren Sidogiri, KH. A. Nawawi,”  kata Ust. Rifqi Almahmudy ketika ditemui reporter sidogiri.net. Dalam prosesi acara wisuda, ditampilkan pula demonstrasi di hadapan murid Idadiyah dan wali wisudawan. Ada tiga wisudawan yang diminta maju ke panggung dan disuruh menjawab pertanyaan serta membacakan kitab Fathul Qarîb. Sedangkan bab yang dibacakan oleh tiga perwakilan wisudawan tersebut dipilih secara acak oleh wali wisudawan, mulai bab muamalah, munakahah, ubudiyah dan haji. Hal ini semata agar para wali wisudawan bisa membuktikan sendiri bahwa putra mereka sudah mampu membaca kitab kuning. Dengan adanya proses ini pula, diharapkan para murid yang lain tidak hanya lancar dalam membaca kitab kuning tapi bisa memahami dan mengamalkan. “Tidak hanya bisa baca dan memahami, tapi juga bisa mengamalkan apa yang didapatkan dan menjadi motivasi bagi murid Idadiyah lainnya.” Kata Ust. Qomaruz Zaman yang memandu acara. === Reporter: M. Afifur Rohman Editor: N. Shalihin...

Selengkapnya
Ust. A. Qusyairi Ismail; Mereka Istimewa di Tarbiyah Idadiyah
Nov13

Ust. A. Qusyairi Ismail; Mereka Istimewa di Tarbiyah Idadiyah

Selasa sore, (13/11) wali wisudawan dari berbagai daerah tiba di Pondok Pesantren Sidogiri untuk mengikuti acara prosesi Wisuda Istimewa ke-6 Madrasah Tarbiyah Idadiyah. Pimpinan Madrasah Tarbiyah Idadiyah, Ust. Rifqi Almahmudy mengungkapkan rasa syukur atas keberhasilan yang dicapai oleh peserta didiknya. Peran aktif dan kerja positif yang dilakukan pengurus, guru, dan wali murid menjadi bagian penting dari keberhasilan para wisudawan. “Wisuda ini adalah bagian dari program Idadiyah untuk mengapresiasi murid yang bisa menyelesaikan pelajaran dengan cepat,” terang Ust. Rifqi. “Kita juga harus menghargai dan mengapresiasi terkait keberhasilan putra dari seluruh wali murid. Karena seperti yang kita ketahui, sebelum mereka nyantri di Pondok Pesantren Sidogiri, mereka tidak mengetahui apa-apa mengenai kitab kuning. Tapi, sekarang mereka sudah bisa baca, memahami bahkan menghafal,” lanjut Ust. Rifqi. Sementara itu, Koordinator Madrasah Tarbiyah Idadiyah Ust. A. Qusyairi Ismail mengharap agar para wali murid terus mendukung putranya agar bersemangat dalam belajar dan mengawal langkah putranya untuk terus melangkah ke jalan yang lebih baik. “Mereka adalah murid istimewa di Tarbiyah Idadiyah. Maka saya harap wali murid juga mengistimewakan mereka. Baik dalam ibadah ataupun etika.” Ujar Ust. A. Qusairi. === Reporter: M. Afifur Rohman Editor: N. Shalihin...

Selengkapnya
Juara MTQ Mendapat Hadiah Khusus Dari KH. Bashori Alwi
Nov13

Juara MTQ Mendapat Hadiah Khusus Dari KH. Bashori Alwi

                 Sabtu Pagi (10/11) Pengurus Taklimiah wa Tahfidz al-Quran (TTQ) bagian Madrasah Taklimiah al-Quran Sidogiri (MTQ) membawa murid yang lulus MTQ untuk talaqqi langsung kepada KH. Bashori Alwi dan tiga terbaik dari murid yang lolos mendapatkan pengalungan sorban langsung dari beliau di Pondok Pesantren Ilmu Al-Quran (PIQ) Singosari, Singosari Malang. Selain tujuan talaqqi kepada Kia Bashori, Pengurus MTQ juga berinisiatif untuk memotivasi kelas lima kebawah agar tambah semangat dalam belajar ilmu al-Quran di MTQ. “Selain memotivasi murid yang lulus agar lebih giat dalam belajar metode al-Quran, juga dari kami biar adik kelas mereka (kelas lima kebawah, red) tambah semangat ketika berada di MTQ, ” kata Ust. Makin selaku Tu TTQ. Dari murid kelas enam yang bejumlah 108 orang,  ada sedikitnya 94 peserta yang mengikuti ujian, sedangkan peserta yang dinyatankan lulus dan bisa bertalaqqi langsung kepada Kiai Bashori berjumlah 64 orang. “Saat talaqqi dari peserta yang berjumlah 64 orang tersebut, Kiai Bashori selain mengijazahkan metode baca dan pengajaranya beliau juga mengijazahkan surat al-Fatihah, al-Kafirun dan al-Ikhlas.”  Jelas Ust. Makin saat ditemui Reporter Sidogiri.Net === Penulis: A. Farid Muflihin Editor: N. Shalihin...

Selengkapnya
Meraih Kesuksesan Ala Drs. Jailani Abdillah
Nov08

Meraih Kesuksesan Ala Drs. Jailani Abdillah

“Barang siapa yang enggan merasakan pahitnya mencari ilmu maka bersiaplah hadapi pedihnya kebodohan,” begitu kira-kira dawuh  Drs. Jailani Abdillah mengutip perkataan Imam Syafi’i saat memotivasi murid Madrasah Miftahul Ulum (MMU) Tsanawiyah pada pembagian hadiah Imda I (06/11). Sebelum juarawan dipanggil untuk menerima hadiah yang telah di sediakan oleh panitia. Pak Jailani, sapaan akrapnya, memberikan kiat belajar, agar mereka juga bisa menjadi juarawan. Menurutnya, menyalahkan kualitas otak ketika mengalami kegagalan dalam mencapai kesuksesan, merupakan kesalahan besar. “Allah memberikan akal pikiran yang sama. Jadi, jika kita gagal, jangan pernah salahkan otak kita, tapi salahkan usaha dan kemauan kita,” ujar guru senior MMU Aliyah tersebut. Pak Jailani juga menjelaskan, bahwa karakter manusia terbagi menjadi dua bagian, mental sukses dan mental buncit. Mental sukses adalah manusia yang optimis melihat kedepan, untuk mencapai sebuah kesuksesan. Sedangkan mental buncit adalah mereka yang selalu melihat kebelakang. Orang memilki mental seperti ini sangat sulit untuk mencapai kesuksesannya. “Jika orang lain bisa, mengapa saya tidak? maka saya harus bisa,” ungkapnya mengepalkan tangan junjung tinggi ke atas. === Penulis: A. Farid Muflihin Editor  : A Mustaghfiri...

Selengkapnya
Tumbuhkan Semangat Murid Melalui Pembagian Hadiah
Nov07

Tumbuhkan Semangat Murid Melalui Pembagian Hadiah

Selasa (06/11) Madrasah Miftahul Ulum (MMU) Tsanawiyah menggelar acara pembagian  hadiah Imda (Imtihan Dauri) I, dilapangan baru PPS. “Kami berusaha membuat acara se-kreatif mungkin, supaya terlihat meriah dan menarik untuk teman santri ”, ungkap Hirzan Humaidi panitia acara. Murid Tsanawiyah nampak antusias sambil bertepuk tangan ketika melihat juarawan yang diarak mengelilingi kerumunan murid menggunakan becak motor. Becak tersebut masuk ke lapangan disambut dengan salawat tala’al badru oleh tim salawat al-banjari Sidogiri. Peristiwa tersebut sukses menyihir murid yang lain untuk ikut berlomba dalam kejuaraan tersebut. Terbukti, pada saat juarawan di arak ada beberapa murid yang berteriak “mon deyyeh kok juara’ah’ imda due’ legi’ “, kalau begitu di Imda dua saya harus juara.” Pimpinan madrasah berniat membangun sinergi Muthala’ah para murid yang agak menurun di Imda I. “Semoga para murid yang melihat juwarawan Imda I ini membuat tambah semangat belajar, dan semoga juara pada Imda II nanti “, Ungkap HA. Masykur Dahlan Kepala MMU Tsanawiyah dalam sambutannya.   === penulis: A. Farid Muflihin Editor  : A Mustaghfiri...

Selengkapnya