Lapangan Utama Milad Sidogiri 281 Masih Mengkhawatirkan
Apr14

Lapangan Utama Milad Sidogiri 281 Masih Mengkhawatirkan

Perayaan akbar Milad Sidogiri dan Ikhtibar Madarasah Miftahul Ulum (MMU) kian dekat. Otak-atik persiapan sudah menemui performa. Dengan tempat baru, tentunya ada sensasi berbeda dibandingkan tahun sebelumnya. Gus Faqih, Wakil Ketua Milad menyatakan, bahwa saat ini persiapan Milad sudah mencapai 60%, hal tersebut dilihat dari kesiapan panitia dari 4 divisi, seksi acara, akomodasi, kreatif dan elektro. “Tahun sekarang dengan tahun kemarin berbeda. Konsep tahun kemarin bisa menjiplak tahun sebelumnya, tahun ini memang formulasinya baru dan dari panitia semua,” ujar pria yang juga menjabat sebagai Kepala Ubudiyah ini. Kegiatan percobaan 4 divisi itu digalakkan pada acara PHBI (Peringatan Hari Besar Islam) Isra’ Mikraj pada malam Sabtu (27/07) yang lalu. Santri asal Pasuruan ini juga mengatakan perihal gambaran kecil dari Milad yang akan di back-up dalam acara tersebut. Melihat dari tempat acara yang masih belum bisa dikondisikan, saat ini panitia bergerak dalam perbaikan tempat acara. “Untuk lapangan belum steril, apalagi ketika hujan. Bisa jadi ketika hari inti lapangan tidak bisa digunakan,” Ujarnya. Untuk mengantisipasi hal tersebut pengurus harian memberikan tiga opsi kepada panitia, dipaving, diberi urukan pasir atau ditimbun dengan pastu (pasir berbatu) di titik tertentu. Hal ini masih belum ada keputusan pasti dari panitia karena terkendala dengan uang operasional. “Awalnya, solusi untuk itu adalah olahraga santri dipusatkan di selatan. Minimal tanah akan mengeras karena seringnya diinjak, kenyataannya hal tersebut masih dianggap kurang. Opsi yang lain adalah dipaving, diuruk dan ditimbun dengan pastu. Tapi opsi ini masih menyulitkan panitia, mengingat jika dipaving butuh biaya 300 jt, jika diuruk 135 jt dan yang terakhir pastu bisa 100 jt lebih, ini yang menuai perdebatan,” kata salah satu staf pengajar MMU Tsanawiyah ini. Sementara itu, untuk mengantisipasi robohnya panggung utama, karena tidak adanya dinding penghalang (pagar) seperti tahun kemarin, panitia akan menerapkan sistem buka tutup terpal atap panggung karena hal tersebut yang menjadikan panggung bergerak. “Untuk tampilan pentas, kami biarkan berlubang di sisi depan, dan di belakang akan ada pemasangan terpal yang menjulang ke atas, jadi larinya angin akan ke atas,” ungkap Gus Faqih, ketika di temui di Perpustakaan. ==== Penulis: M. Afifurrohman Editor  : Isom...

Selengkapnya
Muthalaah Tiada Henti untuk Mendapatkan Nilai Terbaik
Apr06

Muthalaah Tiada Henti untuk Mendapatkan Nilai Terbaik

Beragam perjuangan dilakukan peserta Imtihan Nihai (IMNI) Madrasah Miftahul Ulum Pondok Pesantren Sidogiri untuk mendapatkan nilai terbaik. Tidak hanya belajar, para peserta IMNI–UN bagi siswa sekolah formal–juga rajin melakukan istighasah bersama di pesarean Masyayikh. “Meskipun nilai hanya di atas kertas, tapi itu bukti untuk orang tua nanti ketika pulang. Kami ingin orang tua bangga.” Ujar Abdulloh peserta IMNI Kelas III Tafsir-Hadits Aliyah. Permulaan imni pun berbeda, tergantung dengan banyaknya fan yang akan di ujikan. IMNI Aliyah dimulai 03 Rajab, Tsanawiyah, sedangkan imni Ibtidaiyah dimulai pada tanggal 09 Rajab. IMNI berakhir secara bersamaan tanggal 23 Rajab nanti. “Imni tinggal tiga kali, tapi kami akan terus berjuang agar ayah dan ibu kita tahu semangat kita saat belajar. Semoga doa orangtua kami menjadi motivasi untuk terus memberikan semangat kepada kita,” tutur Syarifuddin peserta Imni Ibtidaiyah asal Probolinggo. Panitia Imni Ibtidaiyah menyelenggarakan beberapa kegiatan untuk menyukseskan Imni Ibtiadaiyah, agar lebih baik dari tahun sebelumnya “Di antaranya, kami mengadakan motivasi akbar dan juga mengadakan jam belajar intensif, seperti setelah jam belajar wajib sampai jam 12 malam. Kita bekerjasama dengan wali kelas masing-masing, dan ini dilakukan jauh sebelum pelaksanaan Imni,” komentar Ustadz Imam Ghozali, Bendahara Imni Ibtidaiyah. ==== Penulis: Ach Mustaghfiri Soffan Editor  : N Shalihin Damiri...

Selengkapnya
Wujudkan Visi-Misi Aceh Barat, Sejumlah Utusan Bupati Studi Banding ke PPS
Apr04

Wujudkan Visi-Misi Aceh Barat, Sejumlah Utusan Bupati Studi Banding ke PPS

Sebanyak 20 peserta studi banding kajian kurikulum pendidikan muatan lokal Kabupaten Aceh Barat tiba di Pondok Pesantren Sidogiri, Selasa (03/04). Rombongan studi banding tersebut menjadwalkan dua tempat studi banding, yaitu Pondok Pesantren Sidogiri Pasuruan dan Pondok Pesantren Darunnajah Jakarta. Setibanya di Pondok Pesantren Sidogiri, rombongan yang diketuai oleh Tgk. Fariani, S.Ag, Ma. ini ditemui langsung oleh Ketua I, Mas Aminulloh Bq serta beberapa staf pengajar Madrasah Miftahul Ulum. Sebagaimana yang disampaikan oleh ketua rombongan, dan juga tertera dalam buku panduan studi banding tersebut, bahwa studi banding ini bertujuan untuk melihat secara langsung, kegiatan-kegiatan sekolah maupun madrasah di pulau Jawa. Sedangkan menurut salah satu anggota rombongan, Tgk. Zulbakti, studi banding ini menjadi program Bupati Aceh Barat, H. Ramli MS S.Pd, M.Si. “Beliau sudah dua periode menjadi bupati di Aceh Barat, dan studi banding ini salah satu programnya,” katanya. Selain itu, menurut guru dayah Kabupaten Aceh Barat tersebut, studi banding tersebut juga diinginkan menjadi motivasi terhadap visi dan misi Bupati Aceh Barat, yaitu ‘mengembalikan Kabupaten Aceh Barat yang syar’i dan mewujudkan pemerintah Aceh Barat yang bersih.’ ==== Penulis: Ach Mustaghfiri Soffan Editor  : Isom...

Selengkapnya
Muliakan Rajab dengan Khataman Kitab Shahih Bukhari
Mar29

Muliakan Rajab dengan Khataman Kitab Shahih Bukhari

Sukses menyelenggarakan pembukaan rauhah khataman kitab Shahih Bukhari pada Jumat (23/03) yang lalu, dengan menghadirkan Habib Umar bin Muhammad as-Segaf di Masjid Jami’ Sidogiri sebagai pembaca mukadimah kitab Shahih Bukhari. Panitia rauhah kemudian melanjutkan kegiatan tersebut dengan mengamanahkan kepada masing-masing Daerah untuk mengkhatamkan dua jilid kitab Shahih Bukhari. “Kalau dijumlah semuanya berarti Sidogiri sudah mengkhatamkan delapan kali, karena sekarang jumlah asrama di Sidogiri itu sudah mencapai 17 asrama. Jadi kalau dihitung-hitung ya sekitar delapan kali khataman,” kata Moh Khalilurrahman, anggota panitia rauhah. Panitia menganggap kegiatan ini sangat baik. Rauhah dengan mengkhatamkan kitab Shahih Bukhari ini sering dilakukan oleh para ulama-ulama terdahulu. Kegiatan ini dilaksanakan setiap bulan Rajab dan sudah menjadi agenda tersendiri bagi TTQ (Taklimiyah wa Tahfidz al-Quran). Pengurus daerah juga menanggapi baik kegiatan tersebut, lantaran dapat memicu semangat santri dan menumbuhkan cinta pada Hadis-hadis Nabi. Antusiasme santri sangat terlihat ketika sedang membaca kitab monumental tersebut. “Kadang, kepada peserta khataman, kami beri jajan, es, atau semacamnya. Ya, agar kalau haus tidak usah jauh-juah cari. Lagi pula ini kan sedekah,” ujar Ustadz Kafanil Kafi, Pengurus Daerah O. Penutupan kegiatan rauhah dilaksanakan sehari sebelum acara Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) Isra’ Mikraj Nabi Muhammad, tepatnya pada tanggal malam Jumat 26 Rajab. ==== Penulis: Ach Mustaghfiri Soffan Editor  : Isom...

Selengkapnya
Enam Redaksi Temukan Inspirasi di Sidogiri Media
Mar23

Enam Redaksi Temukan Inspirasi di Sidogiri Media

                  “Menuangkan ide dan gagasan yang dituangkan dalam bentuk tulisan merupakan hal yang tidak mudah. Kebanyakan orang memiliki keinginan untuk bisa menulis, namun segelintir saja yang menuangkan gagasannya dalam bentuk tulisan,” begitulah  yang dikeluhkan oleh Syamsul Ma’arif dari Pondok Pesantren Al-Masduqiah ketika ditanya perihal maksud dari kunjungannya ke majalah Sidogiri Media, Jumat, (23/03), di gedung Sidogiri Corp. Enam santri Al-Masduqiah ini disambut baik oleh redaksi majalah Sidogiri Media. Syamsul, ketua rombongan mengatakan, kedatangan pihaknya ke Sidogiri Media untuk belajar dan menambah wawasan seputar pengelolaan media. Karena baginya, mengelola sebuah media informasi memerlukan manajemen yang baik, tertata rapi, dan berjalan sesuai dengan tugas dan fungsinya. “Sebenarnya kami sudah mengundang sahabat dari  majalah Sidogiri Media untuk ngaji jurnalistik. Hanya saja kayaknya ada yang kurang, karena di samping majalah kami baru berdiri juga masih kebingungan dalam masalah pengelolaan,” ujarnya sambil tersenyum. Dalam studi banding tersebut, peserta diberi dua sesi diskusi. Diskusi pertama, berkaitan dengan cara membuat majalah  yang baik dan pengelolaannya, dalam hal ini Ust. Muhsin Bahri, sekretaris majalah Sidogiri Media, sebagai mediator menyampaikan perlunya menetukan visi dan misi  dalam pengelolaan majalah. “Ketika visi dan misi itu ada, kita akan tahu, media kita mau diarahkan kemana,” kata Ust. Muhsin, yang juga Pengurus Badan Pers Pesantren (BPP). Diskusi kedua, fokus pada Lay-Outer, Desain, dan Strategi Marketing. Seperti apa yang diharapkan oleh Muhammad Saifillah, salah satu anggota rombongan, bahwa pihaknya ingin media di Al-Masduqiah tidak hanya dinikmati kalangan internal, namun juga dipublikasikan secara umum. Sementara itu, Syamsul Ma’arif, salah satu anggota rombongan, berharap studi banding ini menuai manfaat besar. “Harapan kita bagaimana sekiranya pulang dari studi banding ini bisa lebih baik dari sebelumnya. Karena saya akui, saya suka dengan desain dari teman-teman santri Sidogiri. Walaupun pesantren ini tergolong salaf, bisa berkarya seperti itu, mau tidak mau kita harus bisa. Ya, jadi inspirasi bagi kami.” Terangnya kepada Sidogiri.net ===== Penulis: M. Afifur Rohman Editor  : N. Shalihin...

Selengkapnya
Tunjang Ghirah Peserta, Pengurus Tahsin Datangkan Kaligrafer Internasional
Mar23

Tunjang Ghirah Peserta, Pengurus Tahsin Datangkan Kaligrafer Internasional

Menjelang akhir tahun pelajaran, Pengurus Tahsin al-Khat Pondok Pesantren Sidogiri mengakhiri kegiatan tahsin dengan menggelar seminar penerapan tulisan yang baik dan sesuai dengan kaidah, Jumat (23/03). Ustadz Fais al-Farisi, Ketua Tahsin al-Khat menyampaikan beberapa harapan pengurus kepada para peserta, agar senantiasa menulis, sesuai dengan kaidah tahsin. Beliau juga menyampaikan apresiasinya kepada beberapa peserta lpps (luar Pondok Pesantren Sidogiri) yakni dari Pondok Pesantren al-Yasini dan Karang Anyar, atas antusiasme mereka dalam mengikuti setiap kegiatan tahsin. Pria yang juga menjabat sebagai pengurus Metode Qurani Sidogiri (MQS) ini menyampaikan alasan ditiadakannya kursus dekorasi dan ilumnisasi, “Karena ketika kita studi banding ke beberapa tempat ketika ada lomba, banyak temen-temen yang iluminasi dan dekorasinya bagus tapi tahsinnya lemah,” ujarnya. Menurutnya, tulisan yang baik dan sesuai dengan kaidah lebih bagus daripada iluminasi dan dekorasinya bagus, “Seperti saya. Saya tidak pernah ikut kursus dekorasi tapi saya berusaha belajar dan lihat-lihat di internet, akhirnya saya bisa. Tapi kalo tahsin ini, menurut saya harus ada gurunya,” lanjut pria Asal Bangkalan tersebut. Demi ghirah peserta tahsin semakin meningkat, pengurus tahsin menghadirkan KH Faiz Abdul Razaq, kaligrafer internasional sebagai Narasumber pada acara yang di tempatkan di Mabna as-Suyuthi ini. ==== Penulis: Ach Mustaghfiri Soffan Editor  : N. Shalihin...

Selengkapnya