Bedah Kitab; Menjawab Atas  Tudingan Nabi Budak Syahwat
Feb16

Bedah Kitab; Menjawab Atas Tudingan Nabi Budak Syahwat

Melalui Unit Kegiatan Pengembangan dan Intelektual (UKPI), Organisasi Murid Intra Madrasah (OMIM) Aliyah menggelar bedah kitab Syubhât wa Abathîl Haula Ta’addudi Zauzatir Rasûl, karya Syeikh Muhammad Ali As-Shobuny, Kamis (29/05) di Aula Sekretariat. Mengundang KH. Fakhri Suyuthi, Pengasuh PP. Banyugiri Sumenep, sebagai narasumber acara ini diikuti oleh santri tingkat Aliyah dan Tsanawiyah serta asatidz. Maksud dari acara ini adalah bagaimana santri bisa menjawab isu mengenai tuduhan orientalis yang anti Islam yang menuding Nabi Muhammad SAW itu hiperseks dan budak syahwat. Baca Juga: Mas Syamsul Arifin Munawwir; Empat Hal yang Harus Dijaga Oleh Huffadz “Mereka menganggap bahwa Nabi Muhammad melakukan poligami untuk kesenangan sema-mata. Tentu bedah kitab ini bukan berarti kita sepakat dengan pandangan mereka. Tetapi bagaimana kita menjawab tudingan mereka dengan hujjah yang sudah ada,” ujar Firdaus, moderator acara. Pada inti acara KH. Fahri As-Suyuti, menyampaikan pentingnya poligami. Karena hal tersebut juga merupakan sunnah rasul. Dengan poligami perstuan umat Islam akan juga akan terwujud. “Tingkat kelahiran saat ini sudah banyak yang perempuan. Dampaknya banyak sekali perempuan itu menganggur. Dengan adanya poligami, selain meningkatkan tingkat kelahiran, akan memperkuat persatuan antara Umat Islam,” ungkap alumni Sidogiri tersebut.[] ======= Reporter: M. Afifur Rohman Editor: Isom...

Selengkapnya
Ust. Qusyairi Ismail; “Upayakan Mustahik Menjadi Muzaki”
Feb12

Ust. Qusyairi Ismail; “Upayakan Mustahik Menjadi Muzaki”

Ust Qusyairi Ismail, staf pengajar MMU Aliyah, menghadiri kursus zakat yang diselenggarkan instansi Kuliah Syariah, Sabtu (02/09). Beliau menyampaikan beberapa keinginannya seandainya nanti ada dari sebagian peserta yang menjadi pejabat baik di desa maupun provinsi, agar menerapkan sistem zakat sebagaimana yang telah di ajarkan dalam Islam. Beliau yakin, seandainya ada dari sebagian kepala desa, bupati, ataupun gubernur ada yang menerapkan sistem zakat, seperti yang telah diajarkan dalam Islam, maka desa maupun provinsi tersebut akan menjadi pecontohan bagi daerah lain. “Coba kita lihat dari potensi zakat saja, seandainya diterapkan, tentunya kemiskinan juga tidak akan ada,” ungkap beliau mengebu-gebu. Menurut beliau, upaya untuk menerapkan zakat, lebih bisa dilakukan oleh para pejabat. beliau kemudian mengatakan, penerapan zakat tersebut akan lebih baik seandainya dilakukan binaan-binaan terlebih dahulu bagi para mustahik, “Jangan hanya kasihkan uangnya, kalo dia bisa bikin bakso, misalnya, maka belikan gerobak sak isi-isinya,” jelas Koordinator MMU Idadiyah tersebut. “Kalian harus mengupayakan mustahik (penerima zakat) menjadi muzaki (pembayar zakat), jika ada dari kalian yang menjadi kepala desa,” lanjutnya. ==== Penulis : Ach Mustaghfiri Soffan editor   : Isom...

Selengkapnya
Ust. Dairobi Naji; Dua Pilar Menjadi Editor Profesional
Feb08

Ust. Dairobi Naji; Dua Pilar Menjadi Editor Profesional

“Penyunting adalah orang yang bertugas menyiapkan naskah siap cetak. Sedangkan  editor adalah orang yang mengatur, memperbaiki, merevisi, dan memeriksa tulisan sebelum dicetak atau dipublikasikan,” Ungkap Ust. Dairobi Naji, dalam seminar yang dilaksanakan oleh Pengurus Badan Pers Pesantren (BPP), di depan redaksi media PPS, Senin, [05/02], di Gedung Sekertariat lantai II, dengan tema  “Belajar menjadi editor”. Menurutnya, editor dan penyunting dalam bahasa Indonesia memiliki kemiripan arti. Hal tersebut jika keduanya dikaitkan dengan naskah. Jika ada yang ingin mengaitkannya dengan perempuan atau jodoh, artinya pastilah berbeda. “Editor itu merupakan wajah perusahaan dan penerbitan. Makannya editor ibarat tangan kiri perusahaan yang menjadikan tulisan sudah final atau belum,” ujar Ust. Dairobi Naji. Ada dua pilar yang harus dikuasi oleh editor yakni; Mengenai kepribadian dan  Kompetensi, dengan dua hal tersebut bisa mengantarkan menjadi editor yang baik. “Jadi editor itu perlu ihklas. Karena jadi editor itu berat sekali, tapi tidak ada apa-apanya. Kita lihat, jika buku itu bagus yang puji pasti penulisnya, jika tulisannya jelek pasti yang salahkan editornya,” kata santri asal Bangkalan. Sementara itu, lanjutnya, menjadi editor selain harus ahli membaca (kutu buku) juga harus bisa menulis. Karena visi dari editor adalah menjadikan tulisan menjadi enak dibaca dan menarik minat baca. “Sekiranya pembaca bisa mencerna tulisan dengan mudah dan bagaimana tulisan bisa enak dibaca dan menarik.” Kata Ust. Dairobi diakhir acara. ======= Penulis: M. Afifur Rohman Editor: Isom...

Selengkapnya
Mas Syamsul Arifin Munawwir; Empat Hal yang Harus Dijaga Oleh Huffadz
Feb04

Mas Syamsul Arifin Munawwir; Empat Hal yang Harus Dijaga Oleh Huffadz

Memotivasi anggota Tahfidz al-Quran Daerah A, Pengurus Tahfidzul Quran mendatangkan Pengurus Pusat Asosiasi Psikologi Islam (API) asal Bondowoso, Mas Syamsul Arifin Munawwir sebagai motivator, Jumat (02/02). Bertempat di Aula Kantor Sekretariat Lt. III, acara ini dihadiri oleh 500 lebih anggota tahfidz al-Quran. Dalam penyampaiannnya, alumnus Unas Pasim Bandung ini menjelaskan beberapa hal terkait dengan keutamaan menghafal al-Quran. Sebagaimana yang dikutip beliau dari salah satu hadits, bahwa penghafal al-Quran semestinya diagungkan, “Mengagungkan penghafal al-Quran, berarti mengagungkan Allah,” ungkapnya. Selain itu, beliau juga menjelaskan beberapa hal yang harus dijaga para huffadz, antara lain menjaga tujuan, menjaga motivasi, mejaga perasaan, serta menjaga hubungan dengan orang lain. Menurut beliau empat kata ini yang akan menjadikan penghafal al-Quran terus semangat. “Seorang penghafal al-Quran, juga harus punya keistiqamahan dan harus banyak membaca shalawat, ” ungkap mahasiswa pascasarjana Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta ketika menjelaskan keharusan huffadz di samping menghafal al-Quran. Ketua Harakah Mahasiswa Alumni Santri Sidogiri (HMASS) ini, kemudian menganalogikan penghafal al-Quran dengan bayi yang baru belajar berjalan, “Terus semangat meskipun sering jatuh,” pesan beliau. ==== Penulis: Ach Mustaghfiri Soffan Editor  : N. Shalihin...

Selengkapnya
Gelar Motivasi Akbar Gelorakan Semangat Para Hafidz
Jan30

Gelar Motivasi Akbar Gelorakan Semangat Para Hafidz

Sabtu (27/01) Pengurus Daerah O menggelar motivasi akbar Tahfidzul Mutun yang bertempat di Aula Kantor Sekretariat lantai III. Hadir sebagai motivator Ust. Nahdhor Tsana’i, staf pengajar MMU Aliyah. Sebelum acara dimulai, beberapa warga Daerah O tampil membawakan beberapa bait nadzam. Awalnya, mereka membacakan nazam Alfiyah Ibnu Malik yang telah dihafal, kemudian sesi tanya jawab dengan Koordinator Tahfidz. Sebelum itu, sambutan disampaikan langsung oleh Koordinator Tahfidz, Ust. M. Rizal. “Saya berharap, dengan berakhirnya Imda II, warga Daerah O kembali semangat dalam mengahafalkan beberapa nadzam karya ulama salaf,” ungkap beliau penuh semangat. Pertengahan acara, beberapa video pendek ditayangkan. Mulai dari tayangan video penuh hikmah, renungan, profil Daerah O, hingga video dokumenter wisuda semester 1437-1438 H. Hal ini bertujuan menggelorakan semagat para huffadz. “Video itu saya buat untuk dijadikan penunjang semangat warga,” tutur Ust. Jihad Romadhon pembuat video tersebut. Dalam acara inti, Ust. Nahdhor Tsana’i, Narasumber acara tersebut, menerangkan filosofi mengenai Daerah O, “Huruf ‘O’ itu bulat, menandakan warga Daerah O ilmunya membulat. Fikih alim, Tauhid nyegoro, apalagi Nahwu.” Ujarnya diiringi tepuk tangan meriah dari para penonton. ==== Penulis: Muhammad ibnu Romli Editor  : Ach Mustaghfiri...

Selengkapnya
Pertama Kali, Konsulat Bondowoso Juarai Lomba FlaK
Jan27

Pertama Kali, Konsulat Bondowoso Juarai Lomba FlaK

Setelah vakum selama tiga tahun, Festival Lomba antar-Konsulat (FlaK) dan Festival Lomba antar-Pesantren (FlaP) kembali digelar, Rabu, (05/04). Lomba yang diselenggarakan oleh  Pimpinan Pusat Ikatan Santri Sidogiri (PP-ISS) mempertemukan 19 konsulat dan melibatkan 24 pesantren se-Jawa dan Madura. Lomba tersebut dilaksanakan selama satu hari dua malam, terhitung sejak malam Rabu hingga malam Kamis. Ada tujuh cabang lomba yang boleh diikuti dalam kategori konsulat dan empat kategori untuk pesantren. Untuk pertama kalinya ISS Konsulat Bondowoso keluar sebagai juara dalam perhelatan akbar tersebut. Dari tujuh kategori yang dilombakan, ISS Konsulat Bondowoso memperoleh poin terbanyak, sehingga pada perhelatan FLaK tahun ini, Bondowoso dinobatkan sebagai juara umum, pada malam Kamis, (08/04), bertempat di gedung Mabna al-Ghazali. Rekapitulasi nilai Festival Lomba antar Konsulat (FLaK) lima konsulat teratas, Juara Umum ISS Konsulat Bondowoso dengan memperoleh 31 nilai . Juara kedua, Konsulat Pasuruan dengan 30 nilai . Juara ketiga, ISS Konsulat Sampang dengan perolehan 27 nilai . Juara keempat Jabodetabek dengan perolehan 26 nilai , dan ISS Konsulat Lumajang dengan perolehan 23 nilai . Sementara itu, juru kunci dipegang oleh ISS Konsulat Probolinggo dan ISS Konsulat Istimewa pra-juru kunci. Sementara itu, dalam Festival Lomba Antar Pesantren (FLAP) ada empat kategori lomba, yakni; debat fiqih, baca kitab senior dan junior serta pidato bahasa Arab. Untuk lomba pidato bahasa Arab keluar sebagai juara pertama PP. Darul Lughah wa Da’wah Bangil, kedua PP. Karangdurin Sampang, dan ketiga PP. Bata-Bata, Pamekasan. Lomba baca kitab senior, juara I, PP. al-Isy’af, Sumenep, juara II PP. Karangdurin, Sampang, dan juara III PP. Raudlatul Ulum, Besuk. Untuk baca kitab junior, juara I PP. Tebuireng, juara II PP. Bata-Bata, juara III PP. Darul Lughah wa Da’wah. Sedangkan untuk lomba debat fiqih, PP. Darul Lughah wa Da’wah berhasil merebut juara II, juara III, PP. Karangdurin, PP. Raudlatul Ulum, Besuk, sebagai juara I. ==== Penulis: M. Afifur Rohman  Editor  : Isom...

Selengkapnya