Halakah Surau Siap Membantu LMF Membuat Buku
Pengurus Kuliyah Syariah Pondok Pesantren Sidogiri mengumpulkan semua anggota halakah surau di ruang istirahat guru mabna al-Ghazali, selasa pagi (11/2). Pertemuan semacam ini sudah menjadi agenda bulanan Kuliyah Syariah. Namun, ada yang berbeda pada pertemuan kali ini. Ust. Imam Hanfi, Ketua Lajnah Murajaah Fiqhiyah (LMF) meminta kerjasama dengan segenap anggota halakah untuk membantu pembuatan buku. Rencananya, LMF membuat buku antologi ibarat. Katua Halaqah Fathul-Wahhab mengimbau kepada segenap anggota untuk mencatat hasil halakahanya, baik taslim, mau pun tidak. “Khawatirnya, kalau yang dicatat hanya yang sudah taslim saja, ibarat yang masih mauquf, hilang begitu saja,” imbuhnya. Dari hasil kajian, nantinya akan dikumpulkan ke dalam buku antologi tersebut. Termasuk di dalamnya, anggota halakah akidah, yang menggunakan materi halakah Tuhfatul-Murid. Untuk akidah, selain halakah Tuhfatul-Murid yang dinaungi Annajah Center Sidogiri (ACS), juga ada halakah al-Ma’man minadh-Dhalalah yang diadakan setiap hari Rabu dan Kamis. Hal ini juga sangat berperan dalam melengkapi pembuatan buku dalam bidang akidah. Muhammad ibnu Romli |...
Pelantikan Redaksi Tamasya
Malam Senin (9/2) Sekretaris I Pondok Pesantren Sidogiri, Ust. Syamsul Huda Mahfudz bersama stafnya, Ust. Albilaluddin Albanjari melantik sekian personel Jurnal Tamasya. Bertempat di mushala kantor sekretariat. Pada awalnya, Ust. Syamsul Huda mengusulkan kepada Ust. Saifulloh Naji, Sekretaris Umum Pondok Pesantren Sidogiri agar melakukan digitalisasi jurnal, sehingga tidak perlu mencetak Tamasya versi klasik lagi. “Saya memang sudah mengusulkan, dan respon baik yang didapatkan, tetapi pesan beliau bisa jadi itu untuk Tamasya kedepannya. Untuk saat ini, menjadi media cetak saja,” terangnya. Namun, bukan berarti menggagalkan rencana semula untuk menerbitkan Tamasya via online, justru dengan tetap dicetak, tim Tamasya bisa menggabungkan Tamasya versi cetak dengan digital. Hal ini juga membuat Tamasya versi cetak lebih simpel dan tidak terlalu “gendut” dengan data yang tidak diperlukan. “Jadi, nanti ditamasya itu hanya pokok-pokonya saja. Untuk lebih lanjut bisa akses via website,” ujar salah-satu redaksi Tamasya. Muhammad ibnu Romli |...
Saya Punya Kompetensi Menafsirkan Pancasila
Dalam seminar bertajuk, “Agama, Pancasila, dan Politik Kebangsaan Perspektif Pesantren” Muhammad ibnu Romli, Pemimpin Redaksi Sidogiri.Net sempat mewawancarai Prof. Dr. Mohammad Baharun SH. MA, Ketua Komisi Hukum Majelis Ulama Indonesia (MUI) di ruang tamu kantor sekretariat lantai I Pondok Pesantren Sidogiri. Berikut laporannya! Apakah seminar perihal pancasila penting diadakan di pesantren? Tema pancasila tetap penting disosialisasikan, sebab yang membangun pancasila ialah ulama. Panitia sembilan yang merintis pancasila semuanya ulama dan cendikiawan muslim. Hanya satu yang non-muslim. Jadi, yang paling berhak menafsirkan pancasila, ya, kita, bukan mereka. Ulama kita sudah susah payah meletakkan sila-sila pancasila, masa mau kita biarkan begitu saja. Mengenai tujuh kata yang dihapus dalam sila pertama, bagaimana pandangan jenengan? Itu tidak terlepas dengan piagam Jakarta. Kalau bahasanya kiai As’ad, dalam sila pertama mengandung ruh tauhid. Qulhuwallahu ahad. Begitu kata beliau. Jadi, sila pertama itu ketuhanan. Orang Islam, yang tidak salat, jangan ngaku-ngaku pancasila. Kalau non-muslim, yang tidak taat bergama, tidak toleran, jangan ngaku-ngaku pancasila. Ingat, sila pertama adalah ketuhanan. Negara kita ini, negara yang berketuhanan. Yang tidak taat agama, sudah jelas tidak pancasila. Ada yang mengatakan, sila pertama melakukan kebaikan mengharap pahala dari “langit” sedangkan sila kedua kebaikan dengan dasar humanisme sehingga dianggap bertentangan, apakah benar demikian? Oh, tidak bertentangan. Apanya yang bertentangan? Kalau bahasa saya, sila pertama itu hablun minallah, yakni huquq ilahiyah. Sila kedua sampai kelima itu huquq insaniyah, hablun minannas. Tidak bertentangan. Namun, kita tidak perlu risau akan penafsiran pancasila yang beragam. Jangankan pancasila, al-Quran saja penafsirannya banyak. Yang melenceng pun juga banyak. Seperti tafsir Syiah, sangat melenceng. Akan tetapi, penyeragaman tafsir itu perlu ada. Saya menjadi saksi sejarah saat Nahdhatul Ulama dengan berani menerima pancasila. Saat itu digelar di Bondowoso. Saya dulu, kan, wartawan Tempo. Jadi, saya selalu hadir meliput acara, dan mendengar langsung orasi Kiai As’ad kala itu. Jadi, sebenarnya siapa yang berhak menafsirkan pancasila? Saya punya kompentensi menafsirkan pancasila. Dulu saya mengambil tema pancasila sebagai tema taskap saya. Taskap itu semacam tesis, tugas akhir. Tulisan itu mencapai 120 halaman, dan kini sudah dibukukan. Yang menguji saya sampai tujuh jenderal. Tapi hasilnya memuaskan, dan terbaik perwakilan dari sipil. Jadi, saya punya kompetensi menafsirkan...
Daurah Annajah Ramadan (DAR)
Daurah Annajah Ramadhan (DAR) adalah kegiatan pembinaan kader-kader Ahlusunah wal Jamaah untuk membendung dan menolak paham-paham menyimpang. Kegiatan ini dilaksanakan setiap tahun yang bertepatan pada bulan Ramadhan dengan tema-tema yang selalu berkembang, baik pemantapan akidah Ahlusunah wal Jamaah ataupun kajian kontra aliran menyimpang. Informasi selengkapnya bisa langsung menghubungi panitia Daurah Annajah Ramadhan. 082350634159,...
Launching Logo Event, Inovasi Milad 283
Inovasi Panitia Milenial Hadirkan Narasumber Milenial Realisasi event untuk pengumuman pemenang sayembara logo atau launching logo Milad yang dikemas dalam bentuk talkshow merupakan inovasi baru dari Panitia Milad Pondok Pesantren Sidogiri ke-283 dan Ikhtibar Madrasah Miftahul Ulum ke-84. Setelah menunggu lama, akhirnya malam Jumat ini (06/02), melalui serangkaian obrolan tentang Milad, kita akan tahu siapa pemenang sayembara logo dan seperti apa logo Milad Sidogiri ke 283 ini. Selamat membaca! Laporan : Musyafal Habib Acara ini menghadirkan Ust. Albilaluddin al-Banjari, Staf Sekretaris I PPS. Beliau bisa kita kenali suaranya di radio IASS 1455. Kali ini, beliau bertindak sebagai pembawa acara Launching Milad 283. Sebagai narasumber ada Ust. Alil Wafa (Pimred Sidogiri Media), Ust. Rifki al-Mahmudy (Ketua Panitia Milad Pondok Pesantren Sidogiri ke-283 dan Ikhtibar Madrasah Miftahul Ulum ke-84 ) dan Ust. Abd. Qadir Ghufron (Kepala MMU Aliyah). Dari kanan: Ust. Albilaluddin al-Banjari, Ust. Abd. Qadir Ghuron, Ust. Rifki al-Mahmudy, Ust. Alil Wafa Berlokasi di halaman utara Mabna al-Ghazali, acara ini hadirkan suasana baru di serangkaian acara Milad 283. Walaupun merupakan event baru, acara ini terbilang sukses menarik perhatian santri Sidogiri, khususnya bagi para pengirim sayembara logo. Ratusan santri terlihat memadati halaman al-Ghazali hingga lantai III. Baca juga : Pelantikan Redaksional Kabar Ikhtibar Milad ke-283 Namun, kesuksesan tidak terlepas dari pelajaran yang diambil dari para pendahulunya. Untuk itu, panitia acara hadirkan Ust. Alil Wafa, selaku eks. Wakil Ketua Panitia Inti Milad 282. Beliau menceritakan bagaimana dan seperti apa kesuksesan Milad 282 tahun lalu. Mulai dari logo yang menurut beliau paling keren, kemudian dengan kebanggaan akan sambutannya dalam acara Milad 282 yang ternyata pencapaiannya mencapai 17.000 viewer. “Jangan salah paham dulu, bukan saya membanggakan diri, tapi ini adalah bentuk upaya memanas-manasi panitia milad tahun ini agar bisa membuat acara yang lebih cetaran”, jelas beliau, yang kini masih menjabat Pimred Sidogiri Media dan terkenal sebagai sosok milenial santri Sidogiri. Tanggapan Balik Panitia Milad 283 Untuk menanggapi pernyataan dari panitia Milad 282, Ust. Rifki al-Mahmudy selaku Ketua Panitia Inti Milad 283 memberikan beberapa pencapaian Milad 283 yang lebih dari pendahulunya. “Milad 283 ada 3 pencapaian, pertama, kami telah berhasil membuat penasaran manusia sejagat, karena banyak yang bertanya tentang logo milad tahun ini seperti apa, dan kedua kami telah mengadakan lounching logo, dimana acara ini merupakan pertama kalinya sehingga harapan kami ini bisa dikenang sebagai moment yang tak terlupakan, dan ketiga, dalam masalah logo kami bertanya apakah milad 283 yang lambat ataukah milad sebelumnya yang terlalu tergesa-gesa”, kata Beliau yang masih aktif sebagai Kepala Madrasah Tarbiyah Idadiyah dan disambut tepuk tangan hadirin bahkan ust. Alil mengakui bahwa ia kalah 1-0. Baca juga: Milad Sidogiri 282; Hadiah Umrah di Malam Terakhir Akhirnya terjadilah perbandingan seru antara...
Nanti Malam, Logo Milad Diresmikan
Persiapan acara lauching logo milad Panitia Milad Pondok Pesantren Sidogiri ke-283 dan Madrasah Miftahu Ulum (MMU) ke-84 menyelenggarakan acara yang bertajuk, “Lauching Logo #MiladSidogiri283” yang rencananya akan diadakan di mabna al-Ghazali pada malam Jumat (6/2). Tujuan utama dama acara ini ialah meresmikan logo milad, yang selama ini masih dirahasiakan. “Sengaja, panitia mengakhirkan pengumuman. Tidak seperti biasanya,” siangkat Bachrul Widad, Sie. Kreatif sambil memaparkan manfaat mudharatnya. Mengenai apa saja yang akan dibocorkan panitia pada malam ini ialah: logo milad, filosofi logo, penjelasan tentang tema milad, pemenang sayembara logo dll. Sebelum lauching, tidak ada satu pun yang atribut milad yang menggunakan logo, termasuk jadwal pertandingan volly, yang tahun sebelumnya sudah memakai logo. Nampak jadwal pertandingan volly tanpa memakai logo milad. Uniknya, acara dalam rangka memeriahkan milad yang satu ini, bergaya talkshow, layaknya acara malam Jumat sebelum-sebelumnya. Jumat (23/1) lalu, Annajah Center Sidogiri menyelenggarakan talkshow yang dengan tema toleransi. Jumat sebelumnya (16/1), Kuliah Syariah mengadakan acara Ngobrol Bareng LPSI yang juga talkshow. Semua itu berada di tempat yang sama, yakni lantai dasar gedung bertingkat empat: mabna al-Ghazali. Talkshow yang diadakan di mabna al-Ghozali, saat malam Jumat. Perbedaan yang paling mencolok, pada acara peresmian logo milad ini mengedepankan informasi seputar milad. Narasumber yang diundang antara lain Ust. Rifqi al-Mahmudi, Ketua Milad Sidogiri ke-283, Ust. Alil Wafa, eks. Wakil Ketua Milad Sidogiri ke-282, dan Ust. Abd. Qadir Ghufron, Kepala Madrasah MMU Aliyah. “Nanti ada perbincangan mengenai milad tahun ini. Juga, nostalgia milad tahun lalu, dalam hal ini Ust. Alil. Untuk peneliti milad, dihadirkan Ust. Abd. Qadir Ghufron,” jelas Ust. Khoirul Anam, sie. Acara Milad Sidogiri ke-283. Untuk host, akan dihadirkan langsung dari pulau Kalimantan. “Panitia mengundang Ust. Albilaluddin Albanjari sebgai host. Pasti seru!” Pungkas Bachrul Widad. Muhammad ibnu Romli |...