Minyak Kejatuhan Najis
a. Deskripsi Masalah Dijelaskan dalam kitab fikih bahwa benda cair selain air yang terkena najis tidak bisa disucikan lagi. b. Pertanyaan Bisakah minyak goreng yang terkena najis itu disucikan, mengingat harga minyak yang relatif mahal dan kasihan kalau dibuang? Kalau bisa bagaimana caranya? c. Jawaban Tidak bisa. Tetapi ada pendapat yang mengatakan bisa disucikan. Caranya, tuangkan air ke dalam wadah yang berisi minyak yang terkena najis itu. Lalu aduk sampai merata. Setelah itu diamkan beberap menit agar minyaknya ke atas permukaan air. Kalau minyaknya sudah terapung, lubangi bagian bawah wadahnya. Setelah airnya keluar semua, tutuplah segera lubangnya, jangan biarkan minyaknya ikut keluar. Perlu diingat, jangan sampai minyaknya yang dituangkan ke dalam air itu, karena akan menajiskan air tersebut. d. Rujukan وَلَوْ تَنَجَّسَ مَاِئعٌ تَعَذَّرَ تَطْهِيْرُهُ وَقِيْلَ يَطْهُرُ الدُهْنُ بِغَسْلِهِ (وقيل يطهرالدهن بغسله) قِيَاسًا عَلَى الثَّوْبِ وَكَيْفِيَـةُ تَطْهِيْرِهِ كَمَا ذَكَرَهُ فِي المَجْمُوْعِ أَنْ يَصُبَّ المَاءَ عَلَيْهِ وَيُكَاثِرَهُ ثُمَّ يُحَرِّكَـُه بِخَشَبَةٍ وَنَحْوِهَا بِحَيْثُ يُظُنُّ وُصُوْلُهُ لِجَمِيْعِهِ ثُمَّ يُتْرَكَ لِيَعْلُو ثُمَّ يُثْقِبَ أَسْفَلُهُ فَإِذَا خَرَجَ المَاءُ سُدَّ إهـ (مغني المحتاج,...
Percikan Air Musta’mal
a. Deskripsi Masalah Biasanya kalau mandi di kamar mandi, bekas air yang telah digunakan memercik kemana-mana. b. Pertanyaan Bagaimana hukum percikan air tersebut bila mengena pada pakaian? c. Jawaban Ada dua pendapat, manurut pendapat yang lebih kuat hukumnya suci. d. Rujukan (قاعدة مهمة) وَهِيَ أَنَّ مَا أَصْلُهُ الطَّهَارَةُ وَغَلَبَ عَلَى الظَّنِ تَنَجُّسُهُ لِغَلَبَةِ النَّجَاسَةِ فِي مِثْلِهِ فِيْهِ قَوْلَانِ مَعْرُوْفَانِ بِقَوْلِي الأَصْلُ وَالظَّاهِرُ أوْ الغَالِبُ، أَرْجَحُهُمَا أَنَّهُ طَاهِرٌ عَمَلاً بِالأَصْلِ المُتَيَقَّنِ إهـ (فتح المعين بهامش إعانة الطالبين,...
Meragukan Najis di Lantai Masjid
a. Deskripsi Masalah Pada bagian telapak kaki seseorang terdapat najis yang masih basah. Ia baru mengetahuinya setelah turun dari Masjid dan ia yakin bahwa najisnya mengena pada lantai Masjid. b. Pertanyaan Apakah ia wajib membersihkan semua lantai Masjid? c. Jawaban Ia hanya wajib menyucikan tempat yang diyakini terkena najis saja, bukan yang masih ia ragukan. d. Rujukan قَطَرَاتُ بَوْلٍ مُتَفَرِّقَاتٍ وَقَعَتْ بِمَسْجِدٍ وَمَرَّ النَّاسُ فِي المَحَلِّ مَعَ تَرَطُبِ أَرْجُلِهِمْ لَمْ يَجِبْ إِلَّا مَحَلُّ البَوْلِ فَقَطْ لَا كُلُّ المَحَلِّ لِلشَّكِّ فِي تَنَجُّسِهِ إذْ يَحْتَمِلُ مُرُوْرُ المُتَوَضِّئِيْنَ عَلى النَّجَاسَةِ وَعَلى المَوْضِعِ الطَّاهِرِ وَالقَاعِدَةُ إِنَّا لَا نُنَجِّسُهُ لِلشَّكِّ إهـ (بغية المسترشدين,...
Menyentuh Anjing ketika Kering
a. Deskripsi Masalah Di Pulau Bali banyak sekali anjing berkeliaran seperti halnya kucing di sekitar kita, sehingga bersentuhan dengan anjing merupakan sesuatu yang jamak terjadi. b. Pertanyaan Bagaimana hukum menyentuh anjing dalam keadaan sama-sama kering? c. Jawaban Tidak najis, sebab yang menyebabkan najis itu kalau sama-sama basah atau salah satunya basah. d. Rujukan (المُغَلَّظَةُ) أي مَا تَنَجَّسَ مِنَ الطَّاهِرَاتِ بِلِعَابِهَا أَوْ بَوْلِهَا أَوْ عِرْقِهَا أَوْ بِمُلَاقَاةِ أَجْزَاءِ بَدَنِهَا مَعَ تَوَسُّطِ رُطُوْبَةٍ مِنْ أَحَدِ جَانِبَيْهِ اهـ (كاشفة السجا,...
Asap dari Benda Najis
a. Deskripsi Masalah Harga minyak tanah dan elpiji naik, sehingga banyak ibu rumah tangga yang kembali berpindah ke kayu bakar. Tapi ternyata kayu bakar pun sulit di dapat. Suatu hari ada seseorang yang menemukan bahan bakar alternatif berbentuk arang yang terbuat dari kotoran hewan. b. Pertanyaan Bagaimana hukum asap barang najis yang baunya melekat pada baju atau nasi? c. Jawaban Kalau asapnya merupakan hasil pembakaran, maka hukumnya najis, sedangkan baju dan nasi yang terkena asap tersebut adalah mutanajjis (benda yang terkena najis), hanya saja kalau sedikit masih di-ma’fû (ditoleransi). Kalau asap tersebut bukan hasil pembakaran, seperti asapnya kotoran yang disebabkan panas matahari, maka hukumnya tidak najis. d. Rujukan (فرع) دُخَانُ النَّجَاسَةِ نَجِسٌ يُعْفَى عَنْ قَلِيْلِهِ وَبُخَارُهَا كَذَلِكَ إِنْ تَصَاعَدَ بِوَاسِطَةِ نَارٍ لِأَنَّهُ جُزْءٌ مِنَ النَّجَاسَةِ تَفْصِلُهُ النَّارُ لِقُوَّتِهَا وَإِلَّا فَطَاهِرٌ وَعَلى هَذَا يُحْمَلُ إِطْلَاقُ مَنْ أَطْلَقَ بِنَجَاسَتِهِ أَوْ طَهَارَتِهِ إهـ (فتح الوهاب, 1/20). (مسئلة) الفَرْقُ بَيْنَ دُخَانُ النَّجَاسَةِ وَبُخَارِهَا اَنَّ اْلاَوَّلَ اِنْفَصَلَ بِوَاسِطَة ِناَرٍ وَالثَّانِى لَا بِوَاسِطَتِهَا قَالَهُ الشَّيْخُ زَكَرِيَّا وَقَالَ أَبُوْ مَخْرَمَةَ هُمَا مُتَرَادِفَانِ فَمَا اِنْفَصَلَ بِوَاسِطَةِ ناَرٍ فَنَجِسٌ وَمَالَا فَلاَ أَمَّا نَفْسُ الشُّعْلَةِ أى لِسَانِ النَّارِ فَطَاهِرٌ قَطْعًا حَتَّى لَوِ اقْتَبَسَ مِنْهَا فِى شُمْعَةٍ لَمْ يُحْكَمْ بِنَجَاسَتِهِ إهـ (بغية المسترشدين, 13). (فَرْعٌ) دُخَانُ النَّجَاسَةِ نَجِسٌ يُعْفَى عَنْ قَلِيْلِهِ وَعَنْ يَسِيْرِهِ عُرْفًا إلى أن قال-وَبُخَارُ النَّجَاسَةِ اِنْ تَصَاعَدَ بِوَاسِطَةِ نَارٍ نَجِسٌ لِأَنَّ أَجْزَاءَ النَّجَاسَةِ تَفْصِلُهَا النَّاُر بِقُوَّتِهَا فَيُعْفَى عَنْ قَلِيْلِهِ إهـ (مغنى المحتاج,...