Mengapa Air Liur Najis?
Sep01

Mengapa Air Liur Najis?

a. Deskripsi Masalah Aldo punya kebiasaan kalau tidur pasti mengeluarkan air liur. Hal itu membuat dia agak kerepotan, karena air liur tersebut pasti mengenai pakaiannya, sehingga dia harus gonta-ganti pakaian setiap bangun tidur. b. Pertanyaan Mengapa air liurnya orang yang tidur itu najis, padahal air ludah tidak najis? c. Jawaban Tidak semua air liur itu hukumnya najis, akan tetapi dilihat dulu; kalau keluarnya dari ma`iddah  (usus), maka hukumnya najis (seperti liur yang warnanya kuning dan bahunya basi) atau liur yang masih diragukan dari mana keluarnya. Kalau keluarnya bukan dari ma`iddah atau tidak diragukan lagi bahwa keluarnya bukan dari ma`iddah, maka hukumnya suci. Alasan najisnya sudah jelas, karena keluar dari usus. d. Rujukan وَالمَاءُ السَّائِلُ مِنْ فَمِ النَّائِمِ نَجِسٌ إِنْ كَانَ مِنَ المَعِدَّةِ كَأَنْ خَرَجَ نَتْنًا صُفْرَةً لَا إِنْ كَانَ مِنْ غَيْرِهَا أَوْ شُكَّ فِىْ أَنَّهُ مِنْهَا اَوْ لَا فَاِنَّهُ طَاِهٌر، نَعَمْ لَوْ ابْتُلِيَ بِهِ شَخْصٌ عُفِيَ عَنْهُ وَالمُرَادُ بِاْلاِبْتِلَاءِ  بِهِ اَنْ يِكْثُرَ وُجُوْدُهُ بِحَيْثُ يَقِلُّ خُلُوُّهُ مِنْهُ  إهـ (نهاية الزين, 40), وَكَذَا فِى (كَاشِفَةِ السَّجَا, 41), و (القليوبي,...

Selengkapnya
Kunjungan Kasat Humas Polresta Pasuruan
Sep01

Kunjungan Kasat Humas Polresta Pasuruan

Pengurus Pondok Pesantren Sidogiri berfoto bersama Kasat Humas Polresta Pasuruan Selasa pagi (09/01) Kasat (Kepala Satuan) Humas Polresta Pasuruan berkunjung ke Pondok Pesantren Sidogiri. Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan bahwa Sidogiri menerapkan protokol kesehatan. “Mereka ke sini untuk memastikan bahwa Sidogiri menerapkan protokol kesehatan. Kami diminta untuk menyetorkan foto kegiatan santri yang menerapkan protokol kesehatan,” papar Ust. Syamsul Huda Mahfudz, Sekretaris I Pondok Pesantren Sidogiri. Hadir dalam kunjungan, Bapak Setyo Budi dan Bapak Eko. A dari Polres dan Bapak Misran perwakilan dari Polsek. “Yang hadir 3 orang. Yang 2 dari Polres, yang 1 dari Polsek, mengantarkan,” jelas Ust. Samsul. Mereka ditemui langsung oleh Ust. Samsul Huda Mahfudz (Sekretaris I), Ust. Syukron (Staf Sekretaris II), dan Ust. Hadi (Pengurus CB3) di ruang lobi kantor sekretariat Pondok Pesantren Sidogiri. ___________ Penulis: Nur Hudarrohman Editor: Saeful Bahri bin...

Selengkapnya
Menengok Kesibukan Giri Laundry Sidogiri
Agu31

Menengok Kesibukan Giri Laundry Sidogiri

Giri Laundry Pondok Pesantren Sidogiri yang bertempat di utara lapangan baru merupakan kebijakan anyar dari pengurus untuk menyikapi aturan pemerintah di masa pagebluk yang mengharuskan ruang gerak santri terbatas. Petugas Giri Laundry melibatkan para alumni dan simpatisan. Jam kerja dimulai pukul 07:30 wis (sif-1) dan 13:00 wis (sif-2). Mesin cuci yang digunakan Giri Laundry Detergen kapsul dipilih sebagai bahan pembersih karena lebih efektif dalam membersihkan pakaian dalam jumlah banyak. Kemudian, sebanyak 60 kg (±150 potong) pakaian dimasukkan ke mesin cuci yang sudah ber-SNI. Di samping itu, ada mesin pemeras untuk pakaian yang telah dicuci, yaitu mesin Extractor. Setelah semua proses tadi rampung, semua pakaian dikeringkan melalui mesin pengering sebelum disetrika dan dilipat. Kerusakan mesin menjadi hambatan yang sering kali terjadi. “Jika satu mesin saja rusak, kami akan kewalahan dan akan lebih sulit lagi ketika baju kian menumpuk.” Tukas Bapak Hermanto selaku Kepala Giri Laundry. Kendala-kendala yang terjadi bermuara dari banyaknya pakaian santri yang harus dicuci. “Jadi, jika ada pakaian yang lama (tidak selesai) atau melebihi jangka waktu yang ditetapkan, itu karena ada masalah yang belum tertangani,” lanjutnya. Dari pihak Giri Laundryjuga memberi fasilitas tambahan, yaitu antar jemput pakaian dan jahit cepat. “Santri tidak perlu jauh-jauh datang dan pulang untuk mengambil pakaiannya, jika ada pakaian yang sobek kami akan menjahitnya.” Pungkas Bapak Hermanto, sambil menebar senyum. Penulis: Nur Hudarrohman Editor: Saeful Bahri bin...

Selengkapnya
Screening Tes Urin Narkotika Santri Pondok Pesantren Sidogiri
Agu29

Screening Tes Urin Narkotika Santri Pondok Pesantren Sidogiri

Sebagai bentuk pencegahan penyebaran narkoba di Pondok Pesantren Sidogiri, tim Cegah dan Berantas Barang Berbahaya (CB3) bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Pasuruan untuk mengadakan screening tes urin narkotika kepada santri Pondok Pesantren Sidogiri pada malam Sabtu (28/08) di kantor Sekretaiat lantai III. Sebanyak 7 orang dari tim BNN Kota Pasuruan hadir ke Pondok Pesantren Sidogiri. Peserta yang hadir adalah santri aktif Pondok Pesantren Sidogiri yang telah dites urin. “Kalau pesertanya adalah santri aktif,” papar Ust. Anshori Ali, Kepala Bagian CB3. Dalam screening tersebut santri diberi penjelasan oleh Kepala BNN Kabupaten Pasuruan AKBP Erlang Dwi Permata mengenai bahaya narkoba agar tidak mencoba untuk mengonsumsinya. Bapak Erlang menyampaikan bahwa akibat dari penyalahgunaan narkoba adalah saraf yang menyebabkan kelelahan akan terputus, sehingga pengguna narkoba tidak akan merasakan lelah, “Orang yang pakai sabu atau ganja itu gak ngerasa capek, karena saraf mereka terputus,” ujarnya. Ia juga menjelaskan bahwa seseorang tidak akan bisa berhenti setelah mengkonsumsi narkotika, “Gak ada penyabu yang bisa berenti dengan sendirinya,” ungkapnya. Menurut keterangan bapak Erlang, pada dasarnya narkotika itu dibutuhkan dalam ilmu pengetahuan dan kesehatan, “Narkotika itu boleh, yang tidak boleh adalah ketika disalahgunakan. Bahkan ada beberapa obat yang mengandung narkotika”. ia melanjutkan, “Ketika sunat itu kalian diberi narkoba oleh dokter sehingga tidak terasa ketika dipotong, kalau gak dikasih pasti kalian akan merasa sakit.” __________ Penulis: Kanzul Hikam Editor: Saeful Bahri bin...

Selengkapnya
Pembekalan Bagi Imam Salat
Agu29

Pembekalan Bagi Imam Salat

Untuk menyempurnakan dan menghindari kesalahan-kesalahan fatal dalam salat berjemaah. Pengurus Ubudiyah Pondok Pesantren Sidogiri mengadakan pembekalan pada Jum’at siang (28/08) bagi semua pengurus Ubudiyah Daerah (Ubda) dan seluruh imam salat di setiap daerah yang sebelumya sudah dilantik. Acara yang diagendakan satu tahun sekali ini bertempat di Auditorium lt.II. Setelah pembukaan dan sambutan dari Wakil I Ubudiyah, Ustaz Ach. Syaiful Furqon, acara dilanjutkan pada penyampaian materi oleh Ustaz Qusyairi Ismail, salah satu staf pengajar MMU Aliyah Pondok Pesantren Sidogiri. Sebagai pemateri dalam acara ini, beliau menjelaskan banyak hal mengenai sesuatu yang harus mendapat perhatian lebih dari Ubda dan imam salat, mulai dari sebelum takbir hingga salam. Salah satu yang sangat diwanti-wanti adalah gerakan yang rawan membatalkan salat, seperti tidak menekuk jari kaki ketika sujud dan memindah duduk iftirasy ke tawaruk, “Harus ditekuk, yang wajib itu buthûnul ashâbi` (jari bagian dalam) bukan ruûsul ashâbi`(ujung jari). Selain itu, harus hati-hati ketika memindah duduk dari iftirasy ke tawaruk, kalau kepalanya sampai melurusi bagian depannya lutut bisa batal karena terhitung menambah rukun,” jelas beliau sambil mempraktikkan. Kemudian, acara dilanjutkan dengan season tanya-jawab. Dari beberapa pertanyaan yang diajukan oleh audien, ada tiga titik kesimpulan yang disampaikan oleh pemateri menjelang akhir acara, yaitu; Imam disarankan tidak terlalu cepat untuk menghindari terjadinya makmum masbuk dalam setiap rakaatImam hendaknya menyempurnakan saf (makmum) sebelum takbîratul ihrâm Imam tidak boleh memanjangkan bacaan melebihi bacaan yang warid kecuali semua makmumnya rida. Beliau juga mengingatkan untuk tetap mengikuti pendapat yang muktamad ketika ada perbedaan antar ulama, “Sidogiri itu dari dulu mengikuti pendapat yang muktamad. Saya pernah dua kali ditegur oleh kiai,” imbuhnya. Sebelum acara ditutup dengan doa, beliau menghimbau pengurus Ubudiyah Daerah mencatat semua kejanggalan yang terjadi pada waktu pelaksanan salat berjemaah untuk kemudian ditanyakan dan dimusyawarahkan dengan pengurus Ubudiyah pusat. Penulis: Mohammad Iksan Editor: Saeful Bahri bin...

Selengkapnya