Ust. Ahmad Dayrobi: Modernitas, Jangan Abaikan Tatanan Hidup Ala Sufi
Nov26

Ust. Ahmad Dayrobi: Modernitas, Jangan Abaikan Tatanan Hidup Ala Sufi

Tatanan tasawuf (hidup ala sufi) di era digital ini sudah mulai redup. Dikalangan masyarakat modern hidup ala sufi sangat jarang kita jumpai. Kehidupan materialais betul-betul mengakar dengan kuat di tengah-tengah masyarakat kita, sehingga napak tilas hidup ala sufi tergantikan oleh hingar-bingarnya gaya hidup modern yang semakin beragam. Hal ini sebagaimana yang disampaikan Ust. Ahmad Dairobi Naji, pengamat tasawuf, dalam acara Konsultan Non-Reguler yang diadakan Perpustakaan Podok Pesantren Sidogiri, bertajuk ‘Membumikan Tasawuf di Era Modern, Sabtu malam (20/11). “Bahkan di lingkungan pesantren sendiri kehidupan sufistik tidak seramai dulu lagi. Ada, namun segelintir saja santri-santri yang betul-betul mempraktekkannya” ungkap penulis rubrik Khanikaq Sufi di majalah Sidogiri Media ini. Lebih lanjut mantan Kepala Perpustakaan Sidogiri ini bercerita geliat tirakat santri pada 15 tahunan yang lalu. “Dulu kerap kali saya temukan yang tidak sandalan karena takut terbiasa memakai sandal, sehingga nantinya akan menginjak sandal teman-temannya,”akunya. Bahkan apabila mau menanak, sisa kayu bakar milik temannya pasti dibersihkan terlebih dahulu, atau diminta halalnya. Saat menjemur pakaian, jika ada pakaian milik santri lain yang dijemur meski sudah kering serta tidak ada tempat lain, ia tidak akan memindahkan pakaian itu. “itu semua karena khawatir pemilik tidak rela. Inilah sikap warak yang menjadi bagian dari kehidupan para sufistik dalam ilmu tasawuf,” ujar Alumnus PPS itu, mengenang masa-masa mondoknya. Nah, di era modern ini kata Ahmad Dairobi, mengaplikasikan hidup ala sufi harus kita pertahankan. Modernitas jangan sampai mengabaikan tatanan hidup sufistik.  “Modernitas kita rangkul, tapi jangan lupakan tatanan hidup para sufi untuk kita aplikasikan,” tandasnya. [] === Penulis : Ilham Akbar Editor   : Muh Kurdi Arifin...

Selengkapnya
Buku Profil Sidogiri direncanakan Terbit Akhir Tahun
Nov25

Buku Profil Sidogiri direncanakan Terbit Akhir Tahun

Selasa Malam (24/15) bertempat di dalem syekh al-Mishry Sekretaris Umum (Sekum) Pondok Pesantren Sidogiri mengadakan koordinasi bersama Tim Penulis buku Profil Pondok Pesantren Sidogiri dan Sidogiri.Net. Tim penulis buku profil Sidogiri terdiri dari Ust Alil Wafa (Ketua Tim) Munjil Anam, Afifuddin, Moch Muhairil Yusuf, Muh Kurdi Arifin, Ilham Akbar dan Ramzi Khalik. “Buku profil PPS sekiranya akhir tahun sudah bisa terbit. Andaikan buku Profil PPS ini sudah jadi, maka sangat pas dijadikan ‘buah tangan’ untuk acara Silaturahim Ulama Sufi Sedunia dan Cendekiawan pada Rabu (25/15).” Terang Sekum PPS dalam sambutannya merujuk pada acara Silaturahim Ulama Sufi sedunia dan cendekiawan Islam yang akan dihelat di Sidogiri. Karena tim penulis buku Profil PPS baru dilantik, sampai sekarang penyusunan buku masih tahap observasi data dan referensi. “Kami masih belum menulis sama sekali, tapi masih fokus mencari sampel yang pas dari buku-buku Profil milik pondok-pondok yang besar seperti TebuIreng, Gontor, Lirboyo dan Al-Amin.” Ucap Ust. Alil ketua Tim Buku Profil Buku Profil PPS akan ditulis dengan sistematika seperti jurnal Tamasya. Namun lebih global dan hanya menampilkan agendan-agenda rutin PPS sesuai garis Koordinasi kepengurusan. Di dalamnya akan menampilkan gambar-gambar dan grafik. “Buku Profil akan kami susun secara urut, teratur dan simpel supaya bisa menjadi buku profil yang representatif.” Tutur Ust. Alil[] ==== Penulis: Moch. Muhairil Yusuf Editor  : Muh Kurdi...

Selengkapnya
Ubudiyah Datangkan Habib Husain bin Abdullah Sebagai Mujiz Ratib al-Haddad
Nov24

Ubudiyah Datangkan Habib Husain bin Abdullah Sebagai Mujiz Ratib al-Haddad

Sebagai instansi yang bergerak dalam bidang peningkatan spiritual, Ubudiyah Pondok Pesantren Sidogiri untuk kedua kalinya mengadakan ijazah akbar. Kali ini Ubudiyah mengadakan ijazah Ratib al-Haddad karya imam Abdullah bin Alawi al-Haddad, Kamis malam Jumat (08/02). Acara ijazah ini mengundang Habib Husain bin Abdullah as-Segaf, Gresik, salah satu murid wali al-Quthb Habib Abu Bakar bin Muhammad, Gresik, sebagai mujiz dalam acara yang digelar di lapangan olahraga Sidogiri barat mabna as-Suyuthi. Selain Ratib al-Haddad, Habib Husain juga memberikan ijazah kepada peserta meliputi zikir, wirid, kitab karangan shahibur Ratib yang sanadnya dipastikan sambung kepada Habib Abdullah bin Alawi al-Haddad. Juga, beliau memberikan shalawatnya Habib Abu Bakar bin Muhammad, Gresik. Sebelum acara selesai, Habib Husain bin Abdullah as-Segaf sempat bercerita tentang syeikh al-Baghdadi. Mulanya beliau bercerita tentang al-Baghdadi yang pernah bertemu dengan Nabi Muhammad lewat mimpi. Dalam mimpinya, Nabi Muhammad berkata kepada syeikh al-Baghdadi bahwasannya pada malam itu banyak orang mati dalam keadaan su’ul khatimah kecuali tiga orang. Agar tidak mati dalam keadaan su’ul khatimah, Nabi Muhammad menganjurkan membaca zikir tersebut kepada syeikh al-Baghdadi. “Zikir ini menjaga seseorang dari mati su’ul khatimah,” kata Habib Husain bin Abdullah as-Segaf setelah memberikan ijazah dzikir sebagaimana dzikir yang diberikan oleh Nabi kepada syeikh al-Baghdadi. Menurut koordinator acara, Ust. Saifuddin Ali menyatakan peserta yang telah mendaftar dalam acara ijazah ini mencapai 2500-an. Sementara peserta yang baru mendaftar di tempat tidak kebagian materi Ratib al-Haddad karena panitia hanya menyiapkan materi sebanyak 2500. Diperkirakan peserta yang tidak kebagian materi mencapai 500-an. “Kami hanya mencetak materi sebanyak 2500 exlemplar,” ungkap laki-laki asal Surabaya yang menjabat sebagai Tata Usaha Ubudiyah ini ketika dikonfirmasi oleh redaksi. === Penulis: Musaif Ali Editor  : Muh. Kurdi...

Selengkapnya
PPS Juara Umum dalam Festival Lomba se-Jawa
Nov23

PPS Juara Umum dalam Festival Lomba se-Jawa

Untuk kesekian kalinya delegasi Pondok Pesantren Sidogiri kembali menuaikan prestasi yang gemilang dalam ajang festival Zukhruf (Zain al-Ukhuwah wa at-Ta’aruf) Bahasa Arab se-Jawa yang diselengarakan oleh Fakultas Adab dan Humaniora di UIN Sunan Ampel Surabaya, pada Rabu-Jumat (19-21/11). Lembaga Pengajaran Bahasa Arab dan Asing (LPBAA) Pondok Pesantren Sidogiri mengirimkan delegasinya untuk mengikuti festival lomba. Ada lima kategori lomba yang diikuti delegasi PPS diantaranya lomba jidal berbahasa Arab, pidato berbahasa Arab, baca puisi berbahasa Arab, tahsin, dan olimpiade Nahwu Sharaf. Delegasi PPS berhasil keluar sebagai juara umum setelah memenangi tiga perlombaan dari lima kategori lomba, diantaranya lomba baca puisi juara ketiga, lomba jidal juara kedua, dan lomba pidato juara satu. “Kami tidak menyangka keluar sebagai juara umum karena persiapan kami sangat mepet, “ ungkap Abdurrahman, pendamping utusan PPS, ketika ditanya ekspresi setelah  berhasil menyabet juara umum. Ada sepuluh santri Pondok Pesantren Sidogiri yang dikirim untuk berpartisipasi dalam ajang tahunan tersebut. Di antanya, M. Zainul Kirom (pidato bahasa Arab), Haris Ghufroni, Dailami, Zaki Ghufron (debat bahasa Arab), M. Musyafak Abdulloh, Ishomuddin, M Nailurrohman (Syiir Arab), Aziz (lomba kaligrafi Arab), dan Zainul Lutfi dan Abdul Wahid (lomba olimpiade Nahwu Sharaf). === Penulis: Mu’tashimbillah Editor : Musaif Ali...

Selengkapnya
Desa sidogiri: Realisasikan Bantuan PPS Menjadi Tandon Air
Nov21

Desa sidogiri: Realisasikan Bantuan PPS Menjadi Tandon Air

Untuk kali kedua, pemerintah Desa Sidogiri merealisasikan bantuan dari Pondok Pesantren Sidogiri (PPS) menjadi barang jasa. Hal itu direalisasikan dengan membangun tandon air untuk masyarakat Desa Sidogiri. Hal ini sebagaimana disampaikan Bapak Khairil Masyayikh, Badan Pengawas Desa (BPD) Sidogiri saat dikonfirmasi, beberapa pekan yang lalu. Dia menambahkan, bahwa bantuan dari PPS itu akan diterus dimaksimalkan pemanfaatannya. Sehingga semua masyarakat sidogiri bisa sama-sama merasakan. “Tahun kemarin membangun di Kampung Wangkal, sekarang di Kampung Kelapa,” ungkap pria yang merupakan salah satu staf pengajar MMU tingkat Aliyah ini. Hal ini dipertegas oleh Ketua IV PPS, Mas Nur Hasan Ghazi, bahwa sumbangan PPS setiap tahunnya berkisar Rp. 10 Juta. Bantuan itu disalurkan via Bendahara Umum PPS dan Ketua IV PPS sendiri. Dengan harapan, bantuan ini dapan dirasakan manfaatnya. “Ini sudah lama diberikan oleh PPS, namun baru terlihat buahnya pada kurun dua tahun terakhir,” ungkap beliau saat ditemui di kediamannya. Dari tempat berbeda, Bapak Abadikun, Kepala Desa Sidogiri mengaku sangat senang dengan adanya bantuan ini. dia mengungkapkan, masyarakat cukup iuran 5000 rupiah/bulan untuk mendapatkan fasilitas air bersih. Selain itu, adanya tandon air juga bermanfaat pada lembaga pendidikan di Desa Sidogiri. “Dari hasil iuran warga, kami sumbangkan kepada Madrasah Al-Islah, Sidogiri,” ungkapnya memungkasi[] === Penulis : Muhsin Bahri Editor   : Muh Kurdi...

Selengkapnya