Ust. Qusyairi Ismail: Banggakan Kedua Orangtua dengan Wisuda Istimewa
Koordinator Madrasah Miftahul Ulum Tarbiyah Idadiyah memerintahkan kepada calon wisudawan istimewa untuk terus giat belajar mengejar target dan prestasi. Tidak hanya itu, koordinator Tarbiyah Idadiyah juga menghimbau murid Tarbiyah Idadiyah yang akan diwisuda di akhir tahun nanti untuk terus belajar dan mempejari kitab al-Miftah lil Ulum dengan sungguh-sungguh. “Banggakanlah kedua orangtua, guru, dan Majelis Keluarga dengan membuktikan wisuda istimewa ini. Namun perlu diketahui tujuan utama Tarbiyah Idadiyah ini dibentuk adalah bagaimana sekiranya santri itu mempunyai akhlak yang baik. Akhlak kepada guru, orangtua, kiai, dan orang yang lebih tua usianya,” ungkapnya, dalam sambutannya pada acara Semarak Idadiyah, Kamis malam (13/10). Satu bulan sebelum pelaksanaan tes wisuda digelar, para guru pembimbing dituntut mempersiapkan muridnya sebaik-baiknya. Karena menurutnya, rangkaian tes wisuda tersebut menyangkut mental calon wisuda ketika menjalani prosesi wisuda. Selain itu, laki-alaki asal Sampang ini juga mengungkapkan dengan adanya wisuda istimewa di bulan Rabiul Awal ini sebagai bukti bahwa metode baca kitab ala al-Miftah lil Ulum bisa ditempuh selama tiga bulan setengah. === Penulis: Musaif Ali Editor : Muh. Kurdi...
Terorisme, Ekses Politik Dunia
Selain menampakkan wajah yang mengerikan, isu terorisme di masa ini juga telah beralih dari makna sesungguhnya. Kata teroris tidak lagi disematkan pada setiap orang yang berusaha menciptakan ketakutan, kengerian, dan kekejaman, tapi mulai mengarah pada tuduhan dan fitnah terhadap agama tertentu. Hal ini dapat memicu konflik keagamaan pada tingkat yang lebih besar, karena arus tuduhan dan benih kecurigaan antar pemeluk agama sudah begitu mengakar. Selama ini, Islam adalah satu-satunya agama menjadi korban isu terorisme dunia. Saat aksi teror pecah, hampir pasti, Islam yang pertama kali dilirik sebagai biang keladi. Meskipun sebenarnya, terorisme tidak hanya dilakukan oleh sekelompok orang dalam Islam. Agama lain pun bisa melakukannya. Yahudi-Israel, misalnya. Namun demikian, mereka tidak pernah dicap sebagai teroris, meski telah membunuh puluhan ribu warga Palestina. Juga, negara-negara Barat yang telah membunuh puluhan ribu warga sipil dengan alasan untuk memburu teroris. Maka, patut diwaspadai adanya kemungkinan permainan isu terorisme sebagai sarana kepentingan negara-negara Barat, dan merupakan permainan intelijen tingkat tinggi dunia. Nyatanya, negara-negara Islam yang selama ini dituduh melindungi teroris, dengan serta merta diintervensi oleh Barat, khususnya Amerika Serikat yang memproklamirkan diri sebagai motor penggerak anti terorisme dunia. Di balik topeng “pemberantasan terorisme”, ada banyak pengamat meyakini ada misi-misi lain di balik itu, seperti penjajahan kekayaan alam, sentimen agama, dan lain sebagainya. Invasi terhadap negara-negara Islam seperti Iraq, Afghanistan, Palestina, Syria, dan Libya, sangatlah mungkin karena negara-negara tersebut memiliki kekayaan alam yang melimpah, terutama kandungan minyak yang menjadi kebutuhan paling pokok di dunia pada masa teknologi ini. Persatuan negara-negara Islam bisa menjadi ancaman terbesar bagi Barat, karena negara-negara Islam memiliki sumber minyak yang bisa memainkan dan mengendalikan gerak perekonomian dunia. Dan, kekuatan ekonomi—sebagaimana telah maklum—merupakan sumber utama kekuatan politik.Oleh karena itu, tidak heran jika ada yang berasumsi bahwa Barat sangat tidak menyukai persatuan negara-negara Islam, karena persatuan itu berpotensi besar memainkan politik minyak. Maka, mereka melakukan berbagai macam cara untuk itu, termasuk dengan melakukan invasi,intervensi dan aksi militer, dengan alasan yang dibuat-buat. Bukanlah sesuatu yang mengada-ada jika ada pihak yang menengarai bahwa runtuhnya Gedung WTC pada 11 September 2001 sengaja dibuat untuk menjadi modal AS dalam melegalkan segala penyerangan terhadap negara-negara Islam. Setelah tragedi itu, nyatanya AS memang menguasai dua negara Islam: Iraq dan Afghanistan. Lalu, berlanjut ke negara-negara Islam yang lain melalui pergolakan politik di Timur Tengah akhir-akhir ini, seperti di Libya, Mesir, Yaman dan Syria. Syahdan, warga Timur Tengah yang sudah babak belur oleh gempuran AS dan sekutunya lari ke beberapa negara, termasuk Indonesia. Bibit-bibit teror pun muncul dengan tujuan mengintimidasi warga AS dan sekutunya yang datang ke Indonesia. Mereka ingin menciptakan ketidaknyamanan bagi para musuh Islam itu. Dalam melakukan aksinya, mereka tidak hanya bergerak sendiri, tapi memanfaatkan warga negara yang...
Guru Orang Orang Pesantren
Judul Buku : Guru Orang Orang Pesantren Penyusun : LPSI FK Sejarah Pondok Pesantren Sidogiri Editor : Mohammad Achyat Ahmad Tata Letak : @-yat Perwajahan : alvaDesign Cetakan I : Rajab 1434 H. Tebal : 480 hlm. Ukuran : 22 x 15.5 cm. Harga : Rp 80.000 “Fikih Islam yang kita terapkan dan kita junjung tinggi hingga saat ini, memiliki mata-rantai yang jernih, bersih dan kuat, yang benar-benar terjaga kesinambungannya sejak periode Nabi Muhammad saw hingga saat ini. Kesinambungan matarantai dengan otoritas dan otentisitasnya yang terjamin kuat secara ilmiah ini, merupakan salah satu warisan paling berharga yang kita miliki, dan karenanya harus dijaga, dilestarikan dan dikembangkan, dengan segenap daya dan upaya yang kita miliki. Buku ini memberikan informasi yang sangat lugas kepada kita tentang kesinambungan mata rantai itu, dan sekaligus membuktikan otoritas serta otentisitasnya yang terjaga hingga kini. Hal demikian karena ilmu ini terus dilestarikan, ditransmisikan, dan dikembangkan oleh figur-figur terbaik yang dilahirkan oleh setiap generasi, hingga sampai pada generasi kita di hari...
Tarbiyah Idadiyah: Baru 3 Bulan, Sudah Ada 184 Calon Wisuda
Kamis malam (13/11), MMU Tarbiyah Idadiyah Pondok Pesantren Sidogiri menggelar acara yang bertajuk Semarak Idadiyah dan Pembagian Hadiah di lapangan olahraga barat mabna as-Syuyuti. Selain pembagaian hadiah untuk murid-murid yang berprestasi, acara ini, juga diisi dengan acara demontrasi. Ada dua demontrasi pertama yang ditampilkan oleh panitia. Demontrasi pertama melibatkan murid-murid Tarbiyah Idadiyah yang telah menyelesaikan proses belajar metode cepat baca kitab al-Miftah lil Ulum yang ditempuh kurang lebih dari tiga bulan setengah. Tercatat sebanyak 184 calon wisudawan Istimewa pada bulan maulid mendatang. Demontrasi kedua melibatkan murid Tarbiyah Idadiyah program lanjutan, Idadiyah Reguler. Pada demontrasi pertama, panitia mengacak nama murid yang akan diwisuda Istimewa di bulan Rabiul Awal. Sebanyak tiga anak yang dipanggil di depan pentas utama untuk didemontrasi oleh pengurus madrasah Tarbiyah Idadiyah. Salah satu nama murid yang didemontrasi itu bernama Muhammad Qinan (12) asal Besuk, Pasuruan. Ia langsung didemontrasi oleh Ketua Panitia Wisuda, Ust. Zaini Ali, dengan membaca kitab Fathul Qorib bab Najasah. Setelah aba-aba, anak dari KH. Muhibbun Aman Ali ini langsung membaca dengan santai dan benar. Sontak ketika itu peserta yang hadir dibuat kagum akan kelihaiannya membaca kitab kosongan. Setelah membaca kitab, Ust. Zaini Ali menanyakan setiap kedudukan lafad yang dibaca dan menanyakan dasar nazhamnya. Lagi-lagi murid yang berada di Taqrib C ini menjawab semua pertanyaan ketua panitia wisuda dengan benar dan tangkas. Setelah mendemontrasi, Ust. Zaini Ali menerangkan kepada peserta tentang tujuan digelarnya acara Semarak Idadiyah ini. Ia menyatakan, bahwa acara ini dimaksudkan agar para calon wisudawan istimewa yang berjumlah 184 ini bisa mengetahui teknis dan prosesi tes wisuda. Selain itu, pria asal Bangkalan ini juga menerangkan tujuan yang paling vital diadakannya acara ini adalah untuk melatih mental para calon wisudawan. “Biar mereka bisa tahu prosesi dan tekis tes wisuda seperti ini,” ungkap laki-laki yang menjadi wakil I MMU Tarbiyah Idadiyah ini ketika selesai mendemontrasi. Acara ini diikuti oleh 2500-an murid Tarbiyah Idadiyah baik di Idadiyah I maupun di Idadiyah II. == Penulis: Musaif Ali Editor : Muh. Kurdi...
Gus Ipul: Sidogiri, Pesantren Kebanggaan NU
Dalam lawatannya, Wakil Gubernur Jatim juga memberikan sambutannya kepada Syekher Mania ketika acara Sidogiri Bershalawat bersama Habib Syech bin Abdul Qodir as-Segaf, Kamis malam (04/11). Tidak banyak yang disampaikan orang nomor dua se-Jawa Timur ini kepada penonton. Ia hanya menjelaskan tentang efisiensi shalawat yang dilantunkan secara berjamaah. Menuruntya, jika seorang Muslim berkumpul dalam satu majelis dengan melantunkan puji-pujian kepada Nabi Muhammad, maka seberat apapun masalah akan terasa ringan. Karena menurutnya, ibarat orang banyak yang sedang memukul batu besar maka akan hancur juga, begitu juga dengan orang yang bershalawat. Niscaya apa yang dipinta akan langsung tembus ke langit. “Orang yang bershalawat itu tentram dan nyaman,” ungkap laki-laki kelahiran 1964 ini kepada Syekher Mania di lapangan olahraga Sidogiri beberapa hari yang lalu. Pria kelahiran Pasuruan ini juga mengungkapkan akan pentingnya sebuah pendidikan Islam yang sampai kini tetap eksis dalam mengkader umat yang produktif. Ia mengungkapkan pesantren Sidogiri adalah salah satu pesantren yang paling produktif dalam mencetak generasi-generasi Nahdliyin di berbagai lini. “Pesantren Sidogiri merupakan pesantren kebanggaan NU di Jawa Timur. Karena alumni-alumninya tersebar di berbagai organisasi NU mulai dari tingkatan kecil sampai ke tingkatan besar,” jelas Drs. H. Syaifullah Yusuf dibarengi tepuk tangan Syekher Mania. Tidak itu saja, Wakil Gubernur yang sejak 2009 ini juga berharap dari pesantren ini terus mencetak generasi-generasi yang berkompeten dalam bidang syiar agama. Karena ia melihat pengurus-pengurus NU di berbagai cabang tidak lepas dari kiprah alumni santri Sidogiri. “Bahkan di Malaysia juga ada alumni Sidogiri yang kiprahnya luar biasa,” terang laki-laki yang akrab disapa Gus Ipul ini. Di akhir sambutannya, ia berharap kepada Habib Syech bin Abdul Qodir as-Segaf untuk selalu mengunjungi Jawa Timur lewat tembang-tembang shalawatnya. === Penulis : Musaif Ali Editor : Muh. Kurdi Arifin...