Al-Mawhib Ar-Rabbani (Terj. Al Lujainid-Dani)
Nov08

Al-Mawhib Ar-Rabbani (Terj. Al Lujainid-Dani)

Judul           : al-Mawhib ar-Rabbani (terj. Al Lujainid-dani) Penulis        : Syech Abdul Qodir Al-Jilani Penerjemah : Ust. Qoimuddin Al-Bangili Editor         : Moh. Achyat Ahmad Corrertor    : A. Muntahal Hadi Cetakan      : Pertama 1436 H/ 2014 M. Tebal           : 68 Hal. Ukuran       : 15X21 cm Harga          : Rp. 20.000       “Membaca manakib sudah menjadi tradisi dikalangan umat islam, khususnya di indonesia, baik dengan membaca sendiri dirumah maupun membacanya secara berjamaah, disuatu perkampungan atau di perkotaan. Tradisi pembacaan ini terus mengakar karena mereka telah membuktikan kemujaraban manakib, dan yakin bahwa dengan bacaan manakib ini segala apa yang dicita-citakan dan dihajatkan akan dikabulkan oleh allah SWT, dengan keramat Syech Abdul Qodir al-Jilani RA, sebagai Quthbul-Ghaust, yang gemar menolong orang-orang mukmin yang bertawassul dengan beliau, walaupun beliau kini sudah berada di alam baka. Maka sangat dianjurkan, terutama bagi kaum santri untuk membacanya, setidaknya sebulan sekali, dan lebih baik dibaca pada setiap tanggal sebelas bulan hijriyah. Namun lebih sering membacanya tentu lebih...

Selengkapnya
Puluhan Ribu Syekher Mania Membludak Sampai ke Jalan Raya
Nov07

Puluhan Ribu Syekher Mania Membludak Sampai ke Jalan Raya

Sebelum Habib Syekh dan personil hadrah Ahbabul Musthofa tiba di lapangan olahraga Sidogiri (LOR), Kamis petang para pecinta Syekher Mania sudah memadati lokasi Sidogiri Bershalawat. Mereka datang dari penjuru tanah air untuk mengikuti acara Sidogiri Bershalawat, Kamis malam (6/11). Sebelum shalawat disenandungkan oleh Habib Syekh, para hadirin dihibur oleh tim hadrah al-Banjari yang dimotori oleh Ikatan Santri Sidogiri (ISS). Sekitar pukul 09.00 Wib Habib Syekh besarta rombongan tiba di lokasi acara. Menurut penuturan HM. Masykuri Abdurrahman, acara ini merupakan puncak dari serangkaian kegiatan semarak Muharram 1437 Hijriyah. LAZ Sidogiri sebagai eksekutor pelaksana seluruh rangkaian acara, sukses menggelar Sidogiri Bershalawat dengan penuh khidmad. “Alhamdulillah, lima kegiatan semarak Muharram yang secara estafet mulai tanggal 1-24 Muharram berjalan sukses. Kegiatan ini diantaranya donor darah, santunan 3000 anak yatim dan dhuafa, nikah massal, grand opening Pujantri (pusat jajanan santri) dan seminar Nasional LAZ Sidogiri dan L-Kaf Sidogiri. Untuk malam ini kami menghadirkan Habib Syekh bagi pecinta Syekher Mania. Semoga lewat Sidogiri Bershalawat cinta kita kepada Baginda Nabi semakin membuncah,” jelas Direktur LAZ Sidogiri itu dalam sambutannya di depan puluhan ribu Syekher Mania. Ketika Habib Syekh melantukan shalawat dengan suara khasnya disambut sorak-soria pecinta Syekher Mania. Dengan penuh ceria mereka mengikuti shalawat sang idola, Habib Syekh. “Saya ngefens banget ama Habib Syekh. Mendengar shalawat beliau saya merasa semakin dekat dengan Baginda Nabi,” ujar Kautsar Wibawa alumnus PPS pecinta Syekher Mania asal Sumbawa itu ketika dikonfirmasi. Acara ini dihadiri Wakil Gubernur Jatim, H. Saifullah Yusuf, Habib Abdullahbin Abdurrahman  (Yaman), Habib Taufiq bin Abdul Qadir Asseggaf (Pasuruan), KH. Nurul Huda (Ketua Umum MUI Pasuruan), KH. Fuad Noerhasan, dan KH. Abdullah Syaukat Siradj (Majelis Keluarga PPS). Di pertengahan shalawat Habib Syekh mempersilahkan Wagub Jatim untuk menyampaikan sambutannya. Kemudian al-Habib Taufiq bin Abdul Qodir Assegaf melanjutkannya dengan ceramah agama. Disusul al-Habib Abdullah bin Abdurrahman al-Muhdhor dari Yaman mengisi siraman rohani dengan memakai bahasa Arab sekitar 15 menit kemudian diterjemah oleh Habib Abdurrahman. Acara berakhir dengan pembacaan doa yang dipanjatkan oleh KH. Fuad bin Noerhasan. Kemudian menyanyikan lagu Indonesia raya bersama-sama. === Penulis: Ilham Akbar Editor: Musaif Ali  ...

Selengkapnya
Habib Taufik bin Abdul Qodir As-Segaf: Sandal Lafadz Allah, Skandal untuk Mericuhkan Indonesia
Nov06

Habib Taufik bin Abdul Qodir As-Segaf: Sandal Lafadz Allah, Skandal untuk Mericuhkan Indonesia

Sandal bertuliskan lafad Mua’adzam adalah penistaan agama dan pelakunya harus diganjar hukuman setimpal. Hal ini sebagaimana yang diungkapkan oleh Habib Taufik bin Abdul Qodir Assegaf, dalam acara Sidogiri Bershalawat bersama Habib Syech, Kamis malam (04/11). “Di negeri yang umat islamnya terbesar ini, ada pabrik di Gresik yang membuat sandal dengan menggunakan motif asma Allah. WaAllahi, ini adalah penghinaan yang luar biasa. Karena itu, kita tuntut untuk diproses secara hukum,” ungkapnya. Lebih lanjut beliau menuturkan, bahwa Kamis siang beliau bersama KH. Nawawi bin Abd. Djalil Sidogiri, Kiai Muzakki, Kiai Zubadar Besuk, ketua PBCNU (Pasuruan. red) dan beberapa orang berangkat ke PWNU Jatim, untuk mengklarifikasi dan menetralisir isu-isu bahwa NU memaafkan penistaan tersebut. “Sama sekali NU tidak memaafkan. NU hanya membantu orang ini untuk meminta maaf, tapi tidak memaafkan kesalahannya. Selain itu, NU juga tetap mengawal masalah ini dan memperhatikan proses hukum terhadap pabrik yang telah berani menghina asma Allah itu,” paparnya. Menurut beliau, penulisan asma Allah itu merupakan kesengajaan pihak pabrik. Bahkan, tidak hanya asma Allah yang dibuat motif sandal tersebut. Surat al-Ikhlas pun dijadikan motif pada sandal tersebut. Bukankah, lanjutnya, dalam hadis disebutkan bahwa Rasullulah pernah bersabda, pahala bagi orang yang membaca surat al-Ikhlas sama dengan orang yang membaca sepertiga al-Quran. “Malah dibuat motif sandal. Sangat kurang ajar orang ini. Maka itu,  kita tidak boleh diam dan wajib menuntut. Yang ridho dengan tulisan itu hukumnya murtad. Na’udzu Billahi min Dzalik,” tegasnya. Maka dari itu, kita tunggu bagaimana ketegasan pemerintah menuntut orang ini. kita tidak boleh main hukum sendiri. Jika memang ada keramaian karena orang kafir, itu adalah skandal yang ingin membuat umat Islam untuk ribut dan ricuh. Kita tidak boleh tawuran, namun kita langsung meminta pada pemerintah. “Hal ini dibuat untuk mengacaukan Indonesia agar indonesia ricuh, ramai-ramai, tidak kondusif, dan gaduh. Anda lihat negara di Timur Tengah semuanya gaduh. Di Syam tawur, di Libanon tawur, Palestina tawur, Irak tawur. Semua Negeri islam tawur. Indonesia durung. Mereka mencari-cari jalan untuk membuat Indonesia tawur. Monggo kita jaga bagaimana Indonesia tetep aman dan tentram,” tukasnya semangat. Di akhir penyampaiannya,Pengasuh PP. As-Suniyah Salafiyah ini menegaskan bahwa pihak pabrik harus diganjar dengan hukuman setimpal. Karena hal ini telah meresahkan hati umat Islam. “Mudah-mudahan Indonesia tetap aman. Islam tetap jaya. Ojok bermusuhan sesama orang Islam. Ojok ganyang sesama orang islam. Akan tetapi pemerintah dalam masalah agama. Siapa pun yang melanggar, maka wajib di hukum. Pemerintah ojok sek pakewuh pada orang karena uang,” tutupnya.[] === Penulis : Muktafi Kafi Editor   : Muh. Kurdi...

Selengkapnya
BMW ke 51: Bahsul Masail, Khazanah Pesantren yang Harus Dipertahankan
Nov05

BMW ke 51: Bahsul Masail, Khazanah Pesantren yang Harus Dipertahankan

Pondok Pesantren Sidogiri (PPS) kembali menggelar Bahtsul Masail Wustha (BMW) yang ke 51. Sekitar 71 pondok pesantren dan lembaga NU cabang yang tersebar di pulau Jawa dan Madura turut hadir dalam acara tersebut. Pembukaan BMW dilaksanakan di Mabna MMU As-Syuyuti, Rabu malam (04/11). Sholeh, ketua panitia pelaksana menuturkan, BMW dibagi menjadi 3 jalsah (sesi); Rabu malam pukul 21.00-24.00 WIB. Paginya pukul 09.00-12.00 untuk jalsah kedua. Sedangkan jalsah ketiga pukul 13.00-16.00. “BMW yang ke-51 ini bukan berarti sudah 51 tahun bergulir, namun setiap tahunnya PPS menggelar 2 kali BMW. Pada bulan Muharam dan Syaban. Jadi BMW PPS kali ini sudah memasuki usianya yang ke-25 tahun,” tukasnya. “Kami merasa bangga PPS kerawuhan (kedatangan) fuqaha muda dari 71 pondok pesantren dan lembaga NU cabang se-Jawa dan Madura. Mudah-mudahan BWM ini menjadi tali ukhuwah islamiyah bagi pondok pesantren dan lembaga NU cabang pada khususnya, dan para peserta pada umumnya,” papar H. A. Saifullah Naji, Sekretaris Umum Pondok Pesantren Sidogiri dalam sambutannya. Harapan kami, lanjutnya, dengan terealisasinya BMW ini, solusi atau pencerahan problem fiqhiyah yang terjadi di masyarakat segera mendapat jawaban. Karena problem fiqih di masyarakat terus berkembang seiring berjalannya waktu, maka kegiatan semacam ini perlu terus terealisasi. “Lebih dari itu, bahtsul masail juga menjadi ciri khas pesantren dalam mempertahankan warisan ulama salaf. Alhasil, khazanah pesantren yang masih dipertahangkan oleh para santri di seantero dunia salah satunya ada bahtsul masail ini,” ujar Saifullah Naji mengakhiri sambutannya. Biasanya penutupan BMW dilaksanakan setelah salat Isya keesokan harinya, namun dikarenakan setelah salat Isya besok malam ada acara ‘Sidogiri Bersholawat’ bersama Majelis Ahbabul Musthofa yang pimpin oleh Habib Syekh Abdul Qodir as-Segaf dari Solo, maka penutupan dimajukan setelah magrib. “Agar semua peserta BMW bisa mengikuti,” tambah Sholeh.[]   === Penulis : Ilham Akbar Editor   : Muh Kurdi...

Selengkapnya
Mengintip Persiapan Acara Sidogiri Bersholawat Bersama Habib Syech
Nov04

Mengintip Persiapan Acara Sidogiri Bersholawat Bersama Habib Syech

Untuk pertama kalinya, Panitia Semarak Muharam 1437 H. Menggelar acara Sidogiri Bershalawat bersama Majelis Ahbabul Musthofa yang pimpin oleh Habib Syekh Abdul Qodir as-Segaf, Kamis malam (05/10). “Rencana ini sudah dicanangkan sejak tahun kemarin. Akan tetapi baru terlaksana pada tahun ini,” ungkap H M. Masykuri Abdurrahman, Direktur URZ Laz Sidogiri. Acara ini merupakan rentetan kegiatan semarak muharram 1437 yang diadakan melalui kesepakatan Lembaga Amil Zakat Sidogiri (LAZS), Kopontren Sidogiri, BMT-UGT, BMT-Masalahah, Ikatan Alumi Santri Sidogiri (IASS) dan Sidogiri Excellent Center (SEC). “Kami sengaja mengundang Habib Syekh karena shalawat yang dibaca sudah terbiasa digunakan dalam majlis-majlis Nahdhatul Ulama”, ucapnya pria murah senyum yang pernah menjabat sebagai Sekretaris Umum PPS ini. Panitia juga, lanjut mantan Ketua III PPS ini, akan menghadirkan Habib Taufiq Bin Abdul Qodir as-Segaf untuk mengisi mauidzatul hasanah. Selain itu, Bapak Saifulloh Yusuf (Gus Ipul), Wakil Gubernur Jawa Timur juga akan memberikan sambutan mewakili pemerintah. Acara yang bertempat di Lapangan Sidogiri ini menelan biaya 250 juta yang meliputi akomodasi, konsumsi dan lain-lain. Konsep pelaksanannya pula tidak jauh berbeda dengan penampilan Habib Syekh yang biasa. Dalam acara akbar yang hanya diikuti non-santri termasuk para undangan, ulama dan aparat kepemerintahan dan Majlis Keluarga Sidogiri ini, panitia mengambil kebijakan dengan memisahkan antara tempat duduk laki-laki dan perempuan. Sedangkan untuk santri, akan ditempatkan di lapangan selatan barat mabna As-Syuyuti dengan menggunakan layar lebar yang live dari tempat acara.[] ==== Penulis : Saiful bin Ripit Editor   : Muh Kurdi...

Selengkapnya