Dinamika Kajian Kitab Kuning di Pesantren
Nov01

Dinamika Kajian Kitab Kuning di Pesantren

Judul                             : Dinamika Kajian Kitab Kuning di Pesantren Penulis                          : M. Masyhuri Mochtar Editor                            : Muhammad Yasir Zuhri Proofreader                  : Mohammad Achyat Ahmad Tata Letak                    : @_yat Sampul Muka              : AlvaDesign Cetakan Pertama        : Rabiu Tsani 1436 H. Tebal                             : 210 Halaman Ukuran                          : 15X21 cm ISBN                              : 978-979-26-0444-3 Harga                            : 45.000         “Secara keseluruha, lima bahasan pokok dalam buku ini diharapkan dapat menjelaskan sisi historis dan subtansi kitab kuning, baik dari sudut keilmuan, kepenulisan, dan karakter khusus dalam kaitannya dengan dinamika kajian kitab kuning di pesantren. Di sini, kita tidak hanya bisa berkenalan dengan dunia kitab kuning secara umum, namun lebih dari itu, kita akan dibawa masuk berkenalan ke dalam khazanah dunia kitab kuning secara detail, menelisik masuk ke dalam sub-sub ilmu-ilmu keislaman yang jarang dijangkau oleh buku-buku...

Selengkapnya
Ubudiyah Gelar Ijazah Kubro Dalail Khairat
Okt30

Ubudiyah Gelar Ijazah Kubro Dalail Khairat

Kamis malam (30/10), Pengurus Ubudiyah Pondok Pesantren Sidogiri menghelat acara ijazah Dalailul Khairat dan Qosidah Burdah di lapangan barat mabna Al-Ghazali. Acara ijazah ini menghadirkan KH. Fuad bin Nurhasan bin Nurkhotimm, Majelis Keluarga Pondok Pesantren Sidogiri, sebagai mujiz dalam acara ijazah tersebut. Menurut penuturan Ust. Syaikho, Kepala Bagian Ubudiyah mengatakan bahwa, tujuan utama digelarnya acara ijazah ini adalah agar kualitas ibadah santri bertambah baik. Sehingga dengan adanya ijazah ini  mereka bisa konsisten dalam mengamalkannya. “Dalail Khairat ini merupakan suatu amalan para ulama salaf,” terangnya. Ijazah yang diikuti oleh semua santri kecuali murid Idadiyah ini berlangsung dengan khidmat dan lancar. Sebanyak 1200-an peserta memenuhi lapangan barat mabna Al-Ghazali dengan mengenakan baju dan songkok putih. Selain ijazah Dalail Khairat, KH. Fuad bin Nurhasan bin Nurkhotim juga memberi ijazah Qasidah Burdah kepada peserta. == Penulis: Musaif Ali Editor  : Muh. Kurdi...

Selengkapnya
Jumlah Murid Tarbiyah Idadiyah Samai Angka Tahun Baru Islam 1437 H
Okt26

Jumlah Murid Tarbiyah Idadiyah Samai Angka Tahun Baru Islam 1437 H

Murid Madrasah Miftahul Ulum Tarbiyah Idadiyah untuk tahun ini berjumlah 1437 murid. Hal ini bertepatan dengan moment tahun baru Hijriah, yakni 1437 H. Menurut Kepala Madrasah Tarbiyah Idadiyah menerangkan, bahwa Tarbiyah Idadiyah untuk tahun ini merupakan tahun yang sangat istimewa dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Menurutnya, keistimewaan ini berada pada jumlah murid Tarbiyah Idadiyah yang kebetulan sama dengan angka tahun baru Hijriah. Keistimewaan yang lainnya adalah sebanyak 450-an murid Tarbiyah Idadiyah sudah mengkhatam materi al-Miftah lil Ulum mulai dari jilid satu, dua, tiga, empat, dan mereka dibina di kelas Taqrib. Kelas Taqrib adalah kelas yang difokuskan dalam mempraktekkan baca kitab sesuai materi yang dipelajari. Adapun materi kitab yang dibuat praktek belajar membaca kitab adalah kitab Fathul Qorib. “Alhamdulillah, pada tahun ini jumlah murid Idadiyah yang berada di kelas Taqrib mengalami peningkatan yang signifikan,” ungkap pria asal Bangkalan ini pada Jumat malam, (15/10), saat dikonfirmasi di kantornya. “Maka dengan itu, Insya Allah, jumlah murid yang akan diwisuda di bulan Maulid nanti akan bertambah banyak dibanding tahun kemaren yang hanya berjumlah sebelas orang,” imbuhnya lagi. Sementara itu Pengurus Madrasah Tarbiyah Idadiyah memberi kebijakan jam belajar murid Tarbiyah Idadiyah selama tiga jam, dimulai pukul 09.00 Wis malam sampai dengan pukul 12.00 Wis. Dalam waktu tiga jam ini murid-murid Tarbiyah Idadiyah difokuskan pada pemahaman materi sekaligus mempraktekkan apa yang telah dipelajari ketika Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di pagi harinya. == Penulis: Musaif Ali Editor: Muh. Kurdi...

Selengkapnya
Ust. Ahmad Dairobi: Editor itu Lahir dari Sebuah Kepercayaan Obyektif
Okt18

Ust. Ahmad Dairobi: Editor itu Lahir dari Sebuah Kepercayaan Obyektif

Badan Pers Pesantren (BPP) kembali menggelar pelatihan editing bagi redaksi-redaksi media Pondok Pesantren Sidogiri pada Jumat malam (16/10). Pelatihan yang digelar di ruang auditorium Lt.II Kantor Sekretariat ini mendatangkan Ust. Ahmad Dairobi sebagai narasumber. Beliau dalam makalahnya yang berjudul Akhirnya jadi Editor, banyak menjelaskan tentang tata cara menjadi editor yang baik. Menurutnya, pekerjaan editor merupakan suatu profesi yang tidak disengaja. Pekerjaan editor itu lebih sering didapat melalui kepercayaan obyektif sebuah jajaran terhadap pengalaman dan jam terbang seseorang di dunia tulis menulis. “Pekerjaan editor itu selalu berada di belakang layar. Jika suatu tulisan itu bagus, yang terkenal adalah penulisnya. Bukan editornya. Namun sebaliknya, jika tulisan itu jelek, yang menjadi pusat perhatian adalah editor,” jelas laki-laki asal Jember ini kepada 40-an redaksi media PPS. Ia menambahkan, seorang editor harus punya dzauq (naluri) editor terhadap naskah tulisan redaksi ataupun pengirim. Kuncinya hanya satu agar dzauq editor itu peka terhadap tulisan, yakni banyak membaca dan mengamati koran, buletin, ataupun majalah yang profesional. Ada yang lebih penting daripada sekadar menjadi editor, yaitu karisma editor kepada redaksi yang menjadi bawahannya. “Jika ia tidak punya wibawa, maka editor akan merasa terkekang, dibayang-bayangi oleh ketidakkepercayaan, ketakutan, dan keraguan,” pungkasnya. == Penulis: Musaif Ali Editor  : Muh. Kurdi...

Selengkapnya
Jamiyah Muballighin Menggelar Pelatihan Menjadi Mubaligh Profesional
Okt17

Jamiyah Muballighin Menggelar Pelatihan Menjadi Mubaligh Profesional

Pengurus Pimpinan Pusat Ikatan Santri Sidogiri (PP-ISS) melalui Jamiyah Al-Mubalighin mengadakan pelatihan, Kamis malam (15/10). Acara yang bertempat di Aula Kantor Sekretariat ini mengusung tema Teknik Menjadi Mubaligh Profesional dengan menghadirkan Ustadz Abdul Qadir Mahrus S.Sos dari Surabaya, sebagai pemateri. Dalam penyampaiannya, Staf pengajar Ilmu Sosiologi di Madrasah Aliyah Miftahul Ulum Pondok Pesantren Sidogiri yang juga aktif mengisi salah satu acara di TV9 ini banyak menjelaskan berbagai bekal yang harus dimiliki oleh seorang dai. ”Kalau anda memilih menjadi seorang dai vokal harus bagus, harus memiliki power suara yang yang bagus sebagai daya tarik,” ungkapnya. Lebih Lanjut pria berdarah Madura ini, juga menekankan seorang dai harus bisa membaca Al-Quran dengan baik dan tartil. Karena menurutnya hal tersebut memberi daya tarik tersendiri bagi para audien. “Bacaan Al-Qurannya harus tartil tidak sekedar melagukan Al-Quran tapi tajuwidnya tidak diperhatikan,” tandasnya di hadapan ratusan peserta yang hadir. Ustdz Sulaiman, Ketua Jamub berharap adanya acara ini bisa melecutkan semangat dan meningkat skil para peserta. ”Bukan Sekedar Berpidato tapi tehnik-tehnik dalam berpidato bisa mereka kuasai dan memupuk mental teman-teman,” harapnya dalam sambutannya. [] === Penulis : Ahmad Muqtafin Editor   : Muh. Kurdi...

Selengkapnya