Putra Keluarga PPS Unjuk Kebolehan pada Demonstrasi Istimewa
Ada dua sesi demonstrasi yang ditampilkan oleh panitia wisudawan Idadiyah yang ke-3 di lapangan olahraga Sidogiri pada Kamis siang (04/06). Sesi pertama demontrasi istimewa. Demontrasi istimewa ini merupakan wisudawan yang terdiri dari putra-putra keluarga Sidogiri. Nama-nama putra tersebut antara lain, Muhammad Musthofa, Ahmad Muzayyin, Muhammad Jirjis, Muhammad Alfan, M. Sholeh Muqaffal, dan M. Mujib Ahmad. Keenam wisudawan istimewa tersebut didomenstrasi oleh asatidz Tarbiyah Idadiyah. Kitab yang dibaca adalah kitab Fathul Qorib dari bab Ubudiyah sampai bab Jinayat. Selain demontrasi istimewa, ada juga demontrasi dengan sistem countdown. Yakni demontrasi dengan sistem acak nomer urut peserta wisudawan. Ketika demonstrasi dengan sistem countdown ini tidak banyak wali santri yang ikut berpartisipasi untuk mendemonstrasi peserta wisudawan. Lagi-lagi mereka banyak yang salut dan kagum sekalus terharu ketika semua pertanyaan nahwiah dan shorfiah yang mereka lontarkan kepada wisudawan dijawab dengan benar dan tepat. “Subhanallah, saya terharu dengan anak usia sebelas tahun ini,” ungkap wali santri yang bernama H. Hasan ketika selesai mendemontrasi salah satu wisudawan Idadiyah di depan pentas utama. (SEF) ...
Pengurus Harapkan Partisipasi Orang Tua Wisudawan Idadiyah Saat Liburan
Proses menuju wisuda bukan suatu yang instan, butuh banyak pengorbanan untuk mewujudkan hal ini. Begitulah pesan yang disampaikan oleh Ust. Qusyairi Ismail, Koordinator Tarbiyah Idadiyah dalam acara prosesi wisuda, Kamis (17/08). “Gurunya kami latih tiap malam, sementara murid kami didik mulai bangun tidur sampai tidur lagi. Maka dari itu menjelang libur Ramadhan ini, kami pasrahkan kepada orang tuanya. Jangan sampai hasil yang sudah didapat ini hilang kembali,” harap beliau kepada wali wisudawan. Untuk itu, dalam pertemuan yang bertempat di lapangan barat Mabna as-Suyuthi ini, pengurus memberi buku panduan sebagai bahan pertanyaan terkait materi al-Miftah Lil Ulum kepada wali wisudawan. Agar libur Ramadhan nanti mereka tetap belajar dan berusaha untuk meningkatkan pengetahuannya dalam memahami kitab kuning. Sementara HM. Aminullah Bq, Ketua I PPS, banyak menjelaskan kelanjutan progam Idadiyah. Di antaranya, bagi murid yang lulus wisuda, tahun depan akan ditempa lagi pemahaman kitabnya di kelas takhasshus. Bagi yang lulus takhasshus bisa langsung masuk kelas VI Ibtidaiyah. “Namun tidak menutup kemungkinan lulusan takhasshus bisa naik ke tingkat Tsanawiyah asal bisa lulus tes lanjutan. Sementara bagi yang tidak lulus akan ditetapkan di kelas lima atau empat Ibtidaiyah,” tandasnya di hadapan para wisudawan beserta walinya. Lebih lanjut beliau sangat mengharap dukungan dari para wali santri untuk tetap membimbing putranya saat pulangan nanti. Karena menurutnya anak Idadiyah sudah dianggap mampu dalam memahami kitab walau hanya sebatas tingkat dasar, namun apabila terus diasah akan mengalami perkembangan. “Terbukti, kelas takhasshus di tahun ini sudah ada yang bisa menjuarai lomba baca kitab tingkat Jawa Timur. Bahkan ada juga yang bisa mensyarahi kitab karya Syaikhona Cholil Bangkalan,” ungkapnya menyebut prestasi yang ditorehkan murid Tarbiyah...
Lomba Baris-Berbaris: 3-H Tampilkan Atraksi Angka 278
Lomba baris-berbaris dihelat Rabu (15/08) kemarin. Lomba yang merupakan salah satu kejuaraan bergengsi di Sidogiri itu diikuti oleh delapan regu dari tingkat Idadiyah sampai Tsanawiyah. Di tiap tingkatan berhak mengirimkan dua utusan kecuali tingkat Ibtidaiyah hanya mengirimkan satu utusan. Di antaranya kelas 3-H dan 3-K Tsanawiyah, Takhassus M Idadiyah, 5-B Istidadiyah dan 6-D Ibtidaiyah. Dari delapan kelompok yang berpartisipasi di lomba ini, hanya kelas 3-H Tsanawiyah yang diiringi oleh para suporternya. Rute yang harus dilalui oleh para peserta lomba ini yaitu start di depan depan gapura utama ke arah timur dengan posisi langkah tegap. Sampai di depan Klinik Sidogiri bagian barat, perserta harus menggunakan jalan biasa sampai di depan kontor LAZ Sidogiri yang baru. Kemudian menggunakan jalan di tempat plus hormat dan dilanjutkan dengan langkah tegap. Sedangkan finisnya berada di selatan Gedung MMU as-Syuyuthi. Setelah semua peserta sampai di garis finis, dilanjutkan ke sesi atraksi di depan panggung utama. Waktu yang diberikan untuk sesi atraksi maksimal 1o menit untuk setiap kelompok. Kelompok pertama yang melakukan atraksi adalah kelas Takhassus M Idadiyah. Dengan atraksi andalannya, Takhassus-M berhasil menghipnotis ratusan penonton yang hadir lokasi lomba. Berbeda dengan kelas 3-H Tsanawiyah. Kelas asuhan Ustadz Abdul Qadir Musthofa ini juga berhasil memikat perhatian penonton dengan atraksi membentuk angka 278 yang membuat para penonton bersorak-sorai. “Kami sangat senang bisa memberikan penampilan terbaik di depan para penonton,” komentar Aminullah, Danton kelas 3-H usai menampilkan...
Lomba Debat Fikih Berjalan Panas dan Seru
Seru dan panas, itulah ungkapan yang disampaikan penonton ketika menyaksikan lomba debat fikih yang diselenggarakan oleh panitia Milad PPS, di depan asrama K pada Selasa malam (02/06) kemaren. Lomba yang cukup seru ini diikuti oleh murid Aliyah dari setiap delegasi asrama di Pondok Pesantren Sidogiri. Selain diikuti delegasi dari asrama, lomba ini juga diikuti oleh anggota Kaffah III dari murid Tsanawiyah. Asrama berhak mengirimkan dua peserta untuk diikutsertakan dalam lomba debat fikih. Ustad Rokib Saki bertingdak sebagai juri tunggal dalam menilai debat ilmiyah ini. Walau lomba ini hanya diikuti oleh tujuh regu saja, tapi lomba ini tetap berlangsung seru dan panas karena pesertanya terbilang orang-orang pilihan dari setiap asrama yang memang mempunyai kredibilitas tinggi dalam memahami ibarat fikih yang terkandung dalam kitab turas. Tema yang dibuat debat diambilkan dari permasalahan fikih di buku Santri Salaf Menjawab II terbitan Pustaka Sidogiri. Pada sesi pertama, Idris Mubarak, selaku moderator lomba, menentukan pro dan kontra kepada peserta sebelum mereka berdua berdebat lebih lanjut. Sedangkan sesi kedua, peserta hanya meringkas apa yang mereka sampaikan dengan bahasa yang lugas dan tegas. Delegasi dari asrama E dan I berhasil maju pada babak final. Asrama E yang beranggotakan Thomi Hermanto dan Abdul Hamid ini berhasil membuat decak jantung peserta deg-degan. Pasalnya mereka merupakan salah satu anggota Lembaga Murajaah Fiqhiyah (FLM) Kuliah Syariah yang selalu diutus oleh PPS untuk bahtsul masail ke luar PPS. Sehingga dalam menyampaikan pendapatnya terlihat piawai dan lihai. Asrama I mengutus dua orang terbaiknya. Mereka berdua adalah Fatah Yasin dan Jakfar Shodiq. Tema yang dibuat debat pada babak final ini tidak diambil dari buku Santri Salaf Menjawab II. Namun panitia yang langsung menentukan tema tersebut. Temanya adalah Pembunuhan Pengedar Narkoba....
Ringankan Beban Masyarakat di Perayaan Milad PPS dengan Khitan Massal
Khitan massal gratis, merupakan salah satu agenda bakti sosial yang diselenggarakan oleh panitia Milad PPS. Kegiatan yang dihelat di halaman mabna as-Suyuthi pada Selasa pagi (02/06) ini, diikuti 180-an anak usia dini yang berasal dari madrasah ranting dan warga desa Sidogiri. Kegiatan khitan massal ini bekerja sama dengan pihak Klinik Sidogiri dengan mendatangkan 35 dokter untuk mengkhitan peserta khitan yang rutin diselenggarakan untuk memeriahkan Milad PPS ini. Tidak banyak peserta yang terbilang masih kanak-kanak menjerit histeris ketika hendak dikhitan oleh dokter. Untuk menenangkan suasana ini, pihak ayah dari sang anak yang hendak dikhitan terpaksa mendampingi anaknya ketika prosesi khitan berlangsung. Panitia berharapkan dengan adanya kegiatan khitan massal gratis ini beban masyarakat dapat berkurang meski tidak sepenuhnya. “Untuk memberikan pelayanan yang mumpuni kepada masyarakat dengan adanya khitan massal ini,” papar M. Fadhil ketua pelaksana khitan massal saat ditemui di sela-sela kesibukannya. Setelah khitan, peserta mendapatkan bingkisan dari panitia berupa sarung seragam dan baju seragam madrasah, sandal, songkok, dan uang saku....