Juara Lomba Mensyarahi Kitab akan Dianugerahi Surban oleh Pengasuh PPS
Rabu pagi (03/06), untuk pertama kalinya panitia Milad PPS menghelat lomba mensyarahi kitab Matnus Syarif karya Syaikona Muhammad Cholil bin Lathif al-Bankalani di depan asrama K. Ada enam dominasi yang berhasil diseleksi oleh panitia lomba Milad PPS. Keenam dominasi tersebut mensyarahi kitab Matnus Syarif sesuai pakar keilmuan masing-masing. Keenam finalis tersebut sebagaimana berikut beserta judul karyanya; Fawaid Sholihin (Minhatul Jalil bi Syarhi Matni Syaikhina Muhammad Kholil), Zaki Ghufron (Minahul Munif bi Syarhil Matnis Syarif), M. Makin (al-Qaulul Hanif alal Matnis Syarif), Falahul Asror (Ibnu Syarif fi Syarhi Matnis Syarif), Ahmad Ghufron (Hidayatut Tullab ala Syarhi Matnis Syarif), dan Abdul Hamid (al-Mustain fi Syarhi Matnis Syarif). Untuk memulai lomba ini, peserta diberi waktu 12 menit untuk mempresentasikan hasil karyanya di depan juri dan penonton. Setelah itu peserta akan masuk pada sesi interview dari juri selama kurang lebih dari 15 menit. Lomba ini mendatangkan guru senior madrasah Aliyah, Ust. Qoimuddin, Bangil, dan Ust. Qusyairi Ismail. Menurut ketua seksi lomba Milad PPS, Hasan Basri, mengatakan bahwa pemenang dalam lomba ini akan mendapatkan surban yang akan dikalungkan oleh Pengasuh PPS, KH. Achmad Nawawi bin Abdil Jalil, pada acara malam puncak Milad PPS. Selain itu, karya jawara satu akan dicetak dan diterbitkan oleh Pustaka Sidogiri jika memang memenuhi standar penerbitan buku dan disetujui oleh pihak penerbit. “Dari keenam finalis ini hanya memperebutkan juara 1, 2, dan 3. Semua juarawan ini akan mendapatkan surban khusus dari pengasuh PPS di acara malam puncak,” tegas pria asal Sampang yang menjadi MC acara ini....
LED Kembali Memeriahkan Panggung Milad PPS
Bila tahun Milad PPS ke-277 dan Ikhtibar MMU ke-78 panitia menerapkan konsep maping screen dalam perancangan panggungnya, kali ini panitia menggunakan LED untuk memperindah panggung. Teknologi maping screen atau Video mapping merupakan sebuah teknik yang menggunakan pencahayaan dan proyeksi sehingga dapat menciptakan ilusi optispada obyek-obyek. Obyek-obyek tersebut secara visual akan berubah dari bentuk biasanya menjadi bentuk baru yang berbeda dan sangat fantastis. Perubahan visual tersebut terjadi dari sebuah proyeksi yang menampilkan grafis video digital kepada suatu obyek, benda, atau bidang. Berbeda dengan LED atau Light Emitting Diode yang mengandalkan pencahayaan sehingga memancarkan efek visual yang dramatis. LED ini juga menampilkan thriler kegiatan di PPS yang berhubungan dengan kitab kuning, sesuai dengan tema. Teknologi inilah yang digunakan pada pembukaan Milad PPS ke-278 dan Ikhtibar MMU ke-79 kemarin dan penutupan besok malam (04/06). Rumornya biaya yang harus dikeluar oleh panitia sebesar 34 juta dengan rincian 17 juta permalam. Menurut Abd. Faqih M.R., Ketua Tim Kreatif yang menangani tata rias panggung, konsep yang akan diusungnya adalah menciptakan panggung yang minimalis namun gahar dan memukau. Ini juga yang mendorongnya untuk menggunakan LED yang lebih lebar dari sebelumnya. “LED yang akan dipakai sekarang itu lebih halus hasil gambarnya daripada LED yang dipakai dua tahun kemarin,” jelasnya ketika ditemui di sela-sela aktifitasnya yang berada di belakang panggung. Hal itu berbeda dengan biaya yang digelontorkan untuk keperluan untuk tata rias panggung yang menghabiskan dana sebesar 6 juta rupiah. “Kalau dana yang diberikan kepada Tim Kreatif untuk keperluan hiasan panggung dan lain sebagainya itu, sebesar 6 juta. Jadi kalau dana secara keseluruhan yang dianggarkan panitia untuk panggung ini saya tidak tahu, karena yang mengurusi hal itu adalah panitia inti,” tambah desainer majalah Sidogiri Media ini. Begitu juga dengan pentas yang masih menggunakan even organizer SWA Production Malang. Even Organizer & Rental Equipment Show ini sudah beberapa kali memeriahkan even tahunan di PPS ini. Menurut Ust. Khoirul Waro, Ketua Tim Akomodasi, biaya yang dianggarakan sebesar 10 juta rupiah. “Kami, panitia masih percaya kepada pihak SWA Production dalam pengadaan terop panggung utama, seperti tahun kemarin,” jelas pria yang juga menjabat sebagai Kabag Sihli tersebut. “Selain panggung yang kami sewa dari SWA Production, kami juga memanfaatkan milik PPS sendiri,” lanjutnya....
PJGT Tidak Perlu Khawatir Tidak Kebagian Guru Tugas
Untuk tahun ini ada sekitar 597 Guru Tugas Pondok Pesantren dinyatakan lulus dari jumlah semula sebanyak 603 Guru Tugas. Sebagaimana yang dinyatakan oleh Mas. H. Sholeh Abdul Haqq, Kepala Urusan Tugas Mengajar Tugas Belajar dan Dai (TMTB) pada acara penyerahan dari (PJGT) Penanggung Jawab Guru Tugas, Selasa (02/06) yang bertempat di Aula Kantor Seketariat. “Ada 17 anak yang kesandung problem di tempat tugas, yang 11 anak bisa masih ditoleransi, sementara yang 6 orang menurut raport Guru Tugas tidak diluluskan,” terangnya di hadapan ratusan PJGT. Menurutnya, Ada banyak faktor terkait 17 anak yang mendapat masalah di tempat tugas diantaranya, menyalahi undang-undang TMTB; menikah ketika menjalani tugas mengajar, tidak kerasan atau sakit kemudian memilih tidak kambali ke tempat tugas, kasus wanita, dan tidak bisa menjadi uswatun hasanah. Ada juga karena kurangnya perhatian dari PJGT atau tidak adanya kegiatan yang tidak mencapai standar di tempat tugas. Selanjutnya, mantan kepala Aliyah ini menjelaskan rencana pengalihan Guru Tugas dari tingkat Tsanawiyah ke tingkat Aliyah. Mulai tahun ini pengurus akan menerapkan pembatasan usia tugas bagi murid Tsanawiyah. “Pengurus bersama Majelis Kelaurga menetapkan murid Tsanawiyah yang bisa tugas harus berumur 19 tahun. Sementara jumlah saat ini yang memenuhi kriteria ini hanya 388 orang. Padahal jumlah pemohon pada pagi ini saja sudah mencapai 574 PJGT, mudah-mudahan banyaknya permohonan ini dapat ditutupi oleh tugas tatowwuk,” harapnya. Masih menurut beliau, dengan pengalihan ini akan ada banyak PJGT yang tidak kebagian Guru Tugas. Maka dari itu Pengurus TMTB akan melihat prosentase di masing-masing wilayah dari tahun sebelumnya. Dalam hal ini PJGT yang lebih loyal dan memperhatikan pada aturan pengurus akan lebih didahulukan. “Sebagaimana pesan Almarhum KH. Sirojul Millah Waddin Seng gati, gatino,” unkap pria yang juga menjabat sebagai Kepala IASS Pusat ini, menirukan dawuh masyayikh. Mas. d. Nawawi Sa’dullah, Katib Majelis Keluarga menjelaskan tujuan dari pengalihan ini, tiada lain hanyalah demi kemaslahatan bersama. Agar guru murid yang tugaskan benar-benar dewasa. Pasalnya meninjau usia lulusan Tsanawiyah saat ini, semakin muda, dikhawatirkan tidak bisa memberi uswah bagi masyarakat di tempat tugas. “Ini adalah proses yang harus dilalui, ibarat membenahi rumah, tempat yang nyaman itu harus ditinggalkan untuk sementara waktu,” harapnya. Maka dari itu, beliua berharap adanya pengalihan ini tidak membuat kecewa para PJGT yang tidak kebagian Guru Tugas dan menyalahkan koordinator wilayah ataupun pusat, karena ini untuk meningkatkan kualitas Guru Tugas. “Kita ini makan nasi, bukan makan beras. Maka tunggu dulu sampai matang. Anda saat ini sedang berkurban. Bukan menjadi korban kebijakan,” tegas ayahanda Mas Jibril ini....
Koran Kabar Ikhtibar Semarakkan Milad PPS dengan Tampil Full Color
Jumat siang (29/05), Badan Pers Pesantren (BPP) Pondok Pesantren Sidogiri menerbitkan koran Kabar Ikhtibar. Koran ini berafiliasi untuk memberitakan seputar kegiatan Milad PPS yang ke-278 dan Haflatul Imtihan MMU yang ke-78. Koran yang berukuran 594 x 420 mm ini terbit di edisi pertama dengan mengangkat berita utama seminar Milad PPS yang berjudul “Pentingnya Sanad Talaqqi dalam Keilmuan Islam.” Seminar yang dinarasumberi oleh Syekh Muhammad Husni Ginting al-Besitani asal Medan dilaksanakan di ruang Auditorium kantor Sekretariat PPS. Dengan bertujuan mengkader jurnalistik muda pesantren dan memberikan hal ihwal seputar Milad PPS yang ke-278 dan Haflatul Imtihan yang ke-77, koran Kabar Ikhtibar terbit setiap hari selama delapan hari, terhitung hari Jumat (29/05) s.d. Jumat mendatang (5/06). “Kami ingin mengkader para jurnalistik pesantren yang kompetitif,” terang M. Kurdi Kurniawan selaku pemimpin perusahaan Kabar Ikhtibar pada Jumat (29/05). Konten yang disajikan oleh koran Kabar Ikhtibar bermacam-macam. Ada konten khusus yang meliput proses Milad PPS. Misalnya lomba seleksi perdaerah, lomba bola, dll. Ada juga konten yang secara khusus meliput perkembangan pameran bazar milik kopontren Sidogiri yang bernama Pasar Santri. Selain itu, koran Kabar Ikhtibar juga memberikan doorprize kepada pelanggan koran yang beruntung dengan cara diundi di akhir edisi berupa laptop Toshiba dan Hp Zenfone. Tidak hanya itu, koran Kabar Ikhtibar juga memberikan banyak hadiah menarik untuk pelanggan koran. Koran yang beroplah 1500 exlemper dan 8 halaman full color ini cuma dipatok setiap exlemper Rp. 3000. (SEF) ...
Urusan TMTB dan Dai : PJGT Merasa Sangat Terbantu dengan Adanya Guru Tugas
Segenap Penanggung Jawab Guru Tugas, Selasa (02/06) menyerahkan kembali Guru Tugas Pondok Pesantren Sidogiri yang telah membantu mengajar kurang lebih setahun di daerahnya. Ada 603 tenaga pengajar yang telah diberangkatkan semenjak 14 Syawal 1435, sepuluh bulan yang lalu. Para PJGT selaku tuan rumah yang ditempati, merasa sangat terbantu dengan adanya Guru Tugas. Hal ini sebagaimana yang disampaikan oleh KH. Jauhari Hikam, Sub-Koordinator Guru Tugas Perwakilan U-2/B untuk daerah Sampang. “Kami sangat berterima kasih kepada Pondok Pesantren Sidogiri yang telah memberikan bantuan Guru Tugas, karena orang-orang saat sudah banyak berebut pendidik formal melupakan madrasah diniyahnya. Dengan bantuan guru tugas ini, madrasah diniyah di kampung-kampung kami tetap semarak,” ungkapnya dalam sambutannya. Lebih lanjut pengasuh Madrasah Roudotul Ulum Tambilangan Sampang ini, mengharap kepada para PJGT yang lain agar berpartisipasi dalam meningkatkan jumlah Guru Tugas dengan memondokkan santri-santrinya ke Pondok Pesantren Sidogiri. Karena pendidikan PPS sangat efektif utamanya Tarbiyah Idadiyah “Saya sudah dikalahkan. Padahal anak saya masih baru mondok setengah tahun. Pertengahan Maulid kemaren sudah diwisuda. Anak-anak Idadiyah yang sudah dari saking lancarnya membaca kitab kuning (tanpa harkat. red) ibarat membaca al-Quran,” ungkapnya mengagumi pendidikan Idadiyah. Sementara penerimaan dari pengurus TMTB disampaikan langsung oleh Mas H. Sholeh Abdul Haqq. Beliau sangat berterima kasih atas kerja sama PJGT karena ikut mensukseskan program Pondok Pesantren Sidogiri. “Terima kasih telah memberikan kesempatan dan tempat untuk bisa berlatih kepada santri Sidogiri, Mereka di sana bisa belajar mengajar dan bermasyarakat,” ungkapnya....