Tsanawiyah

Tsanawiyah merupakan pendidikan klasikal setelah tingkat Ibtidaiyah yang terdiri atas tiga kelas. Dibagi menjadi beberapa ruang kelas sesuai dengan kebutuhan. Jenjang ini didirikan 83 tahun setelah Ibtidaiyah, yaitu pada Dzul Hijjah 1376 H atau Juli 1957 M. Sejak tahun 1961 M, atas inisiatif KH. Cholil Nawawie dan Kiai Sa’doellah Nawawie, lulusan Tsanawiyah diwajibkan melaksanakan tugas mengajar selama satu tahun di lembaga pendidikan yang membutuhkan, dan ini merupakan persyaratan untuk memperoleh ijazah. Mulai tahun ajarah 1438-1439 H ijazah Madrasah Miftahul Ulum Tsanawiyah berstatus muadalah atau setara dengan ijazah formal. Status muadalah ini sama sekali tidak mengubah sistem pendidikan, materi, kurikulum, serta metode evaluasi. Program dan Kegiatan             Selain Kegiatan Belajar-Mengajar (KBM) yang rutin dilaksanakan setiap hari (selain Jumat) dari pukul 12:10 s.d 17:00 Wis, Madrasah Miftahul Ulum Tsanawiyah memiliki beberapa program dan kegiatan penunjang; Annajah Kegiatan Annajah adalah penambahan wawasan dan pendalaman akidah Ahlussunnah wal Jamaah serta ilmu-ilmu kemasyarakatan. Kegiatan ini dilaksanakan pada pukul 21:00 s.d 22:00 Wis dengan mendatangkan pakar ahli. Dalam menjalankannya, Pimpinan Tsanawiyah (Wakil III) mengangkat staf Annajah dari masing-masing jenjang kelas. Musyawarah Kegiatan ini wajib diikuti oleh semua murid Tsanawiyah ini bertujuan untuk pendalaman materi yang sudah diajarkan di kelas. Metode yang dipakai berbeda-beda sesuai kebijakan wali kelas. Untuk memaksimalkan kegiatan yang berlangsung mulai pukul 22:10 s.d 23:10 WIS ini, Pimpinan Tsanawiyah melantik para pembina musyawarah yang diambilkan dari santri-santri berkompeten tingkat Aliyah. MADINAH (Majalah Dinding Annajah) MadinahMerupakan Media yang berorientasi pada pemahaman akidah Ahlussunah wal Jamaah. Madinah terbit dua kali dalam satu bulan dan dikelola oleh murid-murid Tsanawiyah yang terpilih sebagai awak redaksi. Olahraga Sebagaimana di tingkat Ibtidaiyah, olahraga bola kasti di Tsanawiyah juga diadakan sepekan...

Selengkapnya

Tarbiyah Idadiyah

Adalah program baca kitab cepat dengan model klasikal dan menggunakan metode buatan sendiri, al-Miftah lil-Ulum, sebagai persiapan bagi santri-santri usia dini. Tarbiyah Idadiyah menggunakan sistem modul perjilid dengan satu pembimbing untuk maksimal 15 murid. Dengan metode ini, santri usia dini –yang telah bisa membaca al-Quran tapi belum bisa membaca kitab– dalam waktu satu tahun diharapkan sudah mampu membaca kitab Fathul-Qarîb dengan baik. Untuk anak yang masih belum bisa membaca dan menulis Arab dimasukkan di kelas shifir terlebih dahulu. Jenjang Pendidikan Tarbiyah Idadiyah memiliki 2 tingkatan, yakni Idadiyah I dan Idadiyah II. Selain itu, Tarbiyah Idadiyah juga menyediakan 2 jenjang yang lain, yaitu Idadiyah Reguler dan Program Khusus (PK) Idadiyah. Idadiyah I ; adalah tingkatan bagi santri baru. Tarbiyah Idadiyah I dibagi menjadi tiga jenjang. Pertama, kelas shifir, yaitu kelas khusus bagi santri yang masih belum bisa baca-tulis Arab pego. Kedua, kelas jilid, yaitu kelas yang langsung mempelajari teori baca kitab melalui materi khusus al-Miftah lil-Ulum jilid I sampai IV, Nadzam, dan Tashrif. Ketiga, kelas Taqrib, yaitu kelas yang secara khusus mempelajari kitab Fathul Qarib untuk bahan praktek baca kitab. Setiap jilid ditarget selesai dalam waktu minimal 25 hari, sehingga semua jilid bisa ditempuh dalam waktu 100 hari atau 3 bulan 10 hari. Sistem evaluasi Idadiyah I dilaksanakan setiap malam, melalui tes tulis dan tes lisan. Pembelajaran di Idadiyah I disesuaikan dengan dunia anak. Metode yang dipakai diperkaya dengan lagu anak-anak, tebak-tebakan, kompetisi, demonstrasi, dsb. Kitab pelajaran didesain khusus dengan aneka warna yang menarik, disertai gambar dan kolom latihan. Tempat belajar juga tidak selalu di ruang kelas, tapi berpindah-pindah. Mereka bisa belajar di kamar, jerambah, perpustakaan, masjid bahkan di taman-taman halaman pesantren. Sehingga, proses belajar berlangsung efektif dan menyenangkan. Santri yang mengikuti program ini ditempatkan di asrama khusus, Daerah J khusus santri Idadiyah I usia 13 tahun ke bawah, Daerah L khusus santri Idadiyah I usia 13 tahun ke atas. Selama 24 jam mereka berada di bawah pengawasan kepala kamar dan guru pembina. Dengan demikian, anak didik lebih terkontrol dan perkembangan keilmuan mereka dapat dipantau dengan mudah. Setelah menyelesaikan semua jilid dan pendalaman materi Fathul-Qarîb, murid Idadiyah I menjalani tes wisuda. Idadiyah Lanjutan ; Idadiyah Lanjutan dibagi menjadi dua, kelas Takhassus dan Taqrib II. Kelas Takhassus adalah santri yang telah diwisuda pada tahun sebelumnya. Materi pelajarannya adalah Fathul-Qarîb, Matan Taqrîb, Tauhid –yang ditempuh selama 2 bulan– dan Nadzam Maqsûd yang dipelajari setelah menghatamkan materi Tauhid. Target kelas Takhassus adalah santri bisa membaca Fathul-Qarîb meliputi lafal, makna, terjemah, dan pemahaman secara sempurna. Sistem evaluasi Takhassus dilaksanakan tiap bulan, tes tulis fan Fikih dan Shorrof, dan tes lisan membaca Fathul-Qarîb yang mencakup lafal, makna, kedudukan, terjemah, dan nadzam. Untuk tahun berikutnya, santri...

Selengkapnya

Madrasah Miftahul Ulum

Adalah pendidikan klasikal atau pendidikan madrasiyah yang ada di Pondok Pesantren Sidogiri. Semua kegiatan madrasiyah terpusat di sini. Madrasah Miftahul Ulum terbagi menjadi empat jenjang pendidikan, yakni tingkat Idadiyah, Ibtidaiyah, Tsanawiyah, dan Aliyah. Visi Terwujudnya peserta didik yang aliman, amilan, mukhlishan bi amalihi. Misi 1. Mewujudkan murid yang mempunyai wawasan keagamaan yang mendalam ala Ahlussunah wal Jamaah. 2. Mewujudkan murid yang inovatif dan kreatif dalam menerapkan ilmu pengetahuannya. 3. Membiasakan perilaku dan amaliyah keagamaan yang berlandaskan al-Quran, Hadis, dan perilaku Salafus-shaleh. 4. Mencetak murid yang memiliki kepekaan sosial dan budaya. 5. Mewujudkan murid yang memiliki keteladanan bagi kemaslahatan umat. Materi Pelajaran Materi yang diajarkan di Madrasah Miftahul Ulum adalah pelajaran ilmu agama dengan menggunakan kitab-kitab karangan ulama salaf sebagai materi utama. Di kelas-kelas tertentu, ilmu sosial dan eksak tetap diajarkan sebagai pendukung ilmu-ilmu agama. Kompetensi Guru Rekrutmen guru diambilkan dari santri senior lulusan MMU Aliyah, serta dari unsur alumni PPS yang masih bersedia berkhidmah di PPS. Beberapa di antaranya ada yang menjadi pengasuh pesantren dan dosen di perguruan tinggi. Kedisiplinan Guru Pengurus manargetkan jam kosong madrasah tidak lebih dari 1% dan presensi guru tidak kurang dari 95%. Hal ini diupayakan melalui pengawasan KBM, pembentukan guru piket, program komunikasi, dan motivasi guru, serta penghargaan terhadap guru yang dinilai memiliki kedisiplinan tinggi. Kedisiplinan Murid Setiap bulan, pengurus menargetkan presensi murid tidak kurang dari 95%. Untuk mencapainya, pimpinan madrasah melakukan upaya-upaya berikut: 1. Program bimbingan dan konseling 2. Laporan murid indisipliner kepada Kepala Daerah (asrama) setiap akhir pekan 3. Komunikasi dengan Wali Murid Kilas Balik Awalnya, sistem pendidikan di Pondok Pesantren Sidogiri hanya terbatas pada pengajian kitab kepada pengasuh. Pendidikan klasikal baru dibentuk pada era kepengasuhan KH. Abdul Djalil pada 14 Safar 1357 H atau 15 April 1938 M. Pemikiran ini didorong oleh kondisi santri yang mondok pada saat itu tidak semuanya bisa mengikuti pengajian kitab yang dibacakan langsung oleh pengasuh. Sebagian dari mereka ada yang harus diberi pendidikan dasar agar bisa mengikuti pengajian kitab tersebut. Karena itu didirikanlah madrasah Ibtidaiyah dengan nama Madrasah Miftahul Ulum (MMU). Seiring bertambah banyaknya murid, secara bertahap Madrasah Miftahul Ulum (MMU) terus melakukan pengembangan dari hari ke hari, terutama yang berkenaan dengan sistem. Hal ini sesuai dengan prinsip al-muhâfazhah ‘alal-qadîm ash-shâlih wal-akhdzu bil-jadîd al-ashlah. Pada Dzul Hijjah 1376 H atau Juli 1957 M, Madrasah Miftahul Ulum (MMU) menambah jenjang pendidikan tingkat Tsanawiyah dan pada 3 Muharam 1403 H atau 21 Oktober 1982 M menambah satu jenjang lagi, yaitu Aliyah. Untuk tingkat Istidadiyah (persiapan) berdiri pada 14 Syawal 1409 H atau 21 Mei 1989 M, dan tingkat Idadiyah berdiri pada tahun ajaran 1433-1434 H. Pada tahun ajaran 1435-1436 H, pengurus memusatkan pendidikan madrasiyah santri baru dalam satu...

Selengkapnya

Kopontren Sidogiri

Sikap kemandirian sebagai prinsip dasar Pondok Pesantren Sidogiri (PPS) perlu didukung kekuatan finansial yang kuat. Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren) Sidogiri, sejak kali pertama dirintis oleh KA. Sadoellah Nawawie pada tahun 1961 M., dapat mengambil peran sebagai sumber penyokong keuangan utama di PPS. Dengan adanya institusi ini memiliki manfaat besar bagi pesantren, santri dan masyarakat. Di samping sebagai salah satu sumber pendapatan pesantren dan penyedia kebutuhan sehari–hari bagi santri dan masyarakat, Kopontren Sidogiri adalah salah satu sarana bagi para santri untuk mengamalkan pengetahuan fikih muamalah yang mereka pelajari dari Kutub at-Turats para ulama. Anak Perusahaan Kopontren Pondok Pesantren Sidogiri PT. Sidogiri Mitra Utama PT. Sidogiri Mitra Utama merupakan salah satu anak perusahaan Kopotren Sidogiri dengan brending Toko Basmalah. Toko Basmalah bergerak di bidang sektor riel yang tersebar di Pulau Jawa dan Kalimantan sebanyak 125 Unit. Basmalah adalah konsep dari Barakah, Syariah, Maslahah. Berbeda dengan ritel modern lainya. Dalam pengemasan, Toko Basmalah berkerjasama Penyerapan UKM (Usaha Kecil dan Menengah), seperti busana muslim bermerek Sidogiri, Sarung, Songkok, makanan bermerek Sidogiri seperti beras, kecap, Saos, minyah goreng dan beberapa hal lainnya dengan merek santri. Selain Toko Basmalah Kopontren Sidogiri memilki badan usaha lainnya, semisal: Giri Tronik, Giri Grafika, Giri Printing, Giri Motor, Giri Tech, dan  Giri Trans. PT. Sidogiri Mandiri Utama PT. Sidogiri Mandiri Utama merupakan anak perusahaan Kopontren Sidogiri yang memproduksi Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) dengan merk Santri. Parbrik AMDK yang semula berada di Desa Pakoren Rembang Pasuruan, sejak 11 Safar 1431 H. lalu, telah berpindah ke desa Umbulan Winongan Pasuruan. Kepindahan ini terkait keinginan pihak kopontren untuk meningkatkan kapasitas produksi. Daerah umbulan terkenal dengan sumber air alaminya yang bersih dan segar, dengan kualitas nomor satu. Seperti dikutip di Radar Bromo, kualitas air kategori satu semacam di Umbulan hanya ada dua di dunia. Satu di Umbulan dan satu lagi di Paris Prancis. (Radar Bromo, 27/1/2010). Air Santri yang diproses dari mata air Umbulan ini telah lolos Uji Standarisasi dengan sertifikat Lolos Uji Air Baku dari Laboratorium Beristand Departemen Perisdustrian RI. dengan nomor SNI  01 – 3553 – 2006. PT. Sidogiri Pandu Utama Pada tahun 2015 didirikan PT. Sidogiri Pandu Utama yang bergerak di bidang pendampingan jasa bisnis syariah, menejemen dan konsultasi bisnis dengan nama SEC (Sidogiri Excelent Center). Sidogiri Excelent Center memiliki unit layanan di antaranya; Outsourcing Provider,Training end Learning Center, Software House, Sharia Bunisiness Assisting, Preparing ISO Certification, Taxation and Finace Assisting, Research and Development, CSR Distribution Assisting, dan  Advertising and Event...

Selengkapnya

Kebendaharaan

Dalam tiap tahunnya diatur Anggaran Pendapatan dan Belanja (APB) oleh bagian Kebendaharaan Pondok Pesantren Sidogiri sebagai lembaga pengelola keuangan dan aset Pondok Pesantren Sidogiri. Sementara ini, selain dari I’anah Maslahah, anggaran pendapatan Pondok Pesantren Sidogiri didapatkan dari beberapa sektor. Antara lain, SHU Kopontren Sidogiri, herregistrasi MMU, pangkal masuk murid LPBAA, santri baru, retribusi Ikhtibar, SHU Sidogiri Penerbit dan Sidogiri Media, pendapatan pengobatan umum Klinik Sidogiri, hasil penjualan kalender dan hasil usaha pertanian. Hasil pendapatan ini kemudian digunakan untuk segala macam keperluan Pondok Pesantren Sidogiri, baik pelaksanaan program pendidikan, administrasi, dana pembangunan, atau pun yang lain. 3 Tugas Utama Kebendaharaan Bertanggung jawab atas semua aktivitas keuangan dan pengelolaan aset Pondok Pesantren Sidogiri.Mengusahakan terpenuhinya biaya operasional Pondok Pesantren Sidogiri.Mengusahakan kemandirian pesantren, khususnya dalam bidang pendanaan. Tugas Bendahara I: Mencatat dan membukukan semua penerimaan & pengeluaran keuangan Pondok Pesantren Sidogiri.Mendokumentasikan tanda bukti penerimaan & pembayaran.Melayani dan menangani pengeluaran dana belanja Pondok Pesantren Sidogiri sesuai dengan Surat Perintah Mengeluarkan Uang (SPMU) yang disahkan oleh Ketua Umum.Menangani pemasukan keuangan Pondok Pesantren Sidogiri dari sumber-sumber yang ditetapkan dan sumber lain yang sah dan halal, antara lain; dana hasil ijazah/sertifikat MMU, al-Qur’an, Diklat, dll; uang pendaftaran masuk MMU dan LPBAA; hasil penjualan kalender; lencana, dll; hasil Klinik Sidogiri, hasil sewa parkir kendaraan; dan iuran pembangunan. Tugas Bendahara II: Menangani pemasukan keuangan dari sumber-sumber yang ditetapkan, yaitu: iuran i’anah maslahah tahunan; biaya pendaftaran santri/murid baru; layanan administrasi; hasil pemotongan wesel pos dan kiriman via bank; dan hasil pendapatan sewa mobil Pondok Pesantren Sidogiri.Menangani pembagian bisyarah pengurus, petugas dan guru MMU. Tugas Bendahara III: Mengatur dan mengkoordinir pendataan, pengelolaan, penilaian, penyusutan inventaris dan aset Pondok Pesantren Sidogiri.Mengatur prosedur pengadaan dan penghapusan inventaris dan aset Pondok Pesantren Sidogiri.Mengatur kodefikasi dan penggolongan aset dan inventaris Pondok Pesantren Sidogiri.Mengusahakan kelengkapan legalitas dokumen aset Pondok Pesantren...

Selengkapnya