SigiGym Dorong Santri untuk Hidup Sehat
Feb17

SigiGym Dorong Santri untuk Hidup Sehat

SigiGym yang memiliki slogan Sehat itu Pilihan, mengadakan acara bertajuk Ngobrol Sehat Jilid 4 Sabtu (14/02) kemarin. Acara yang digelar di ruang Auditorium Kantor Seketariat Pondok Pesantren Sidogiri ini, sebagai bentuk sosialisasi dan komunikasi antar pengurus dan anggota SigiGym. Mas d. Nawawy Sadoellah, Wakil Ketua Umum Pondok Pesantren Sidogiri, hadir sebagai pembicara tunggal, dengan didampingi oleh Mas As Mikail. Sementara Ust. Moh. Achyat Ahmad bertindak sebagai pembawa acara. Sejak awal acara, suasana terasa cair. Sesekali diselingi derai tawa audien. Mas Dwy, begitu sapaan akrab beliau, memaparkan perihal gym dan kesehatan dengan ungkapan-ungkapan segar. Sehingga acara tidak kaku dan tegang. Beliau juga menjelaskan secara gamblang bagaimana seharusnya santri sadar sehat, menjadikan olahraga sebagai kebutuhan dan bukan hanya iseng belaka. “Apa yang kita masukkan, harus seimbang dengan apa yang kita keluarkan,” terangnya. Hal ini beliau kemukakan, karena melihat kenyataan yang ada, rata-rata tubuh kita lebih banyak menerima energi dan sedikit yang dikeluarkan. Mestinya, energi yang masuk ke dalam tubuh, harus dikeluarkan sehingga menjadi keringat. Salah satu caranya dengan berolahraga. “Habis makan jangan tidur atau melamun!” tandasnya. Orang sehat, menurut Mas Dwy, pengeluaran keuangannya lebih murah, sebab jarang terkena masalah kesehatan. Beliau lalu mencontohkan pengeluaran Klinik Sidogiri dengan SigiGym. Setiap tahun, Klinik Sidogiri mengeluarkan anggaran sebesar Rp 300 juta, sedangkan SigiGym sejak didirikan hingga kini hanya menghabiskan dana sekitar Rp 400 juta. Dengan demikian, Klinik Sidogiri bisa mengirit anggaran seandainya kesadaran sehat santri sangat tinggi. “Pikiran yang harus mengatur selera, bukan selera yang mengatur pikiran,” terang Mas Dwy. Apa yang dibahas Mas Dwy pada acara Ngobrol Sehat Jilid 4 kali ini, memang lebih banyak menyinggung gaya hidup santri yang cenderung kurang memperhatikan kesehatan. Beliau juga sangat menyayangkan kebiasaan buruk santri, seperti makan gorengan di waktu pagi dan merokok. Mas Dwy berharap, olahraga bisa menjadi kebutuhan dan gaya hidup sehat santri. Dengan berolahraga, setidaknya tubuh bisa lebih bugar dan tidak gampang sakit. Dengan demikian hidup menjadi lebih murah sebab jarang berobat. Beliau juga berharap, suatu hari akan ada kegiatan positif bagi santri, misalnya jalan kaki bersama di pagi hari. Rencana ini juga diamini oleh Kepala Klinik Sidogiri, Ust. Ahyan Fadli yang juga hadir di tempat acara. “Ya sudah kami anggarkan untuk mengadakan jalan kaki dengan jarak tempuh sampai 3 km,” ungkapnya. Sementara itu, Mas As Mikail lebih banyak bercerita proses pembentukan tubuh. Beliau mengaku butuh waktu selama kurang lebih 6 tahun untuk mendapatkan tubuh ideal dan bisa tahan sakit. Di akhir acara, diadakan sesi tanya-jawab dan kritik-saran, sebagai bahan perbaikan SigiGym ke depannya. Lucunya dalam sesi tanya-jawab ada salah satu santri yang bertanya bagaimana cara memulai semangat ikut gym lagi yang semula memang tidak aktif. Mas Dwy menganggap pertanyaan semacam itu sudah sangat...

Selengkapnya
SHAF  WANITA BERADA DI SAMPING
Feb15

SHAF WANITA BERADA DI SAMPING

Deskripsi masalah Entah siapa yang memulai dulu dan sejak kapan terjadi, sudah umum terjadi, baik di masjid atau musala, bahwa shaf jamaah wanita berada di samping shaf jamaah pria, dan hanya dipisah satir selambu atau triplek, padahal kemakruhan jamaah dapat menghanguskan fadilah jamaah. Sedangkan yang benar menurut hadis, bahwa shaf jamaah wanita berada di belakang shaf jama’ah pria, sebagaimana yang telah diterangkan dalam kitab-kitab fikih.             1 Pertanyaan Apakah shaf perempuan yang tidak sesuai dengan Hadis sebagimana dalam deskripsi termasuk makruh yang dapat menghapus fadilah jamaah? Jawaban Dapat manghapus fadilah jamaah secara keseluruhan, menurut Imam Ibnu Hajar. Sedangkan menurut Imam Ramli hanya mengahapus pahala yang berkaitan dengan shaf/penataan barisan saja (tidak semua fadilah jamaah hilang). Rujukan (قَوْلُهُ أَيْضًا وَأَنْ يَقِفَ خَلْفَهُ رِجَالٌ إلَخْ) وَأَفْضَلُ صُفُوفِ الرِّجَالِ الْخُلَّصِ أَوَّلُهَا ثُمَّ الَّذِي يَلِيه، وَهَكَذَا، وَأَفْضَلُ كُلِّ صَفٍّ يَمِينُهُ، وَإِنْ كَانَ الثَّانِي، وَمَنْ بِالْيَسَارِ يَسْمَعُ الْإِمَامَ، وَيَرَى أَفْعَالَهُ خِلَافًا لِبَعْضِهِمْ حَيْثُ ذَهَبَ إلَى إنَّهُ أَفْضَلُ حِينَئِذٍ مِنْ الْأَوَّلِ، وَمِنْ الْيَمِينِ الْخَالِي مِنْ ذَلِكَ مُعَلِّلًا لَهُ بِأَنَّ الْفَضِيلَةَ الْمُتَعَلِّقَةَ بِذَاتِ الْعِبَادَةِ مُقَدَّمَةٌ عَلَى الْمُتَعَلِّقَةِ بِمَكَانِهَا، وَيَرُدُّهُ أَنَّ فِي كُلٍّ مِنْ الصَّفِّ الْأَوَّلِ، وَمِنْ جِهَةِ الْيَمِينِ مِنْ صَلَاةِ اللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ عَلَى أَهْلِهِمَا مَا يَفُوقُ سَمَاعَ الْقِرَاءَةِ وَغَيْرِهِ، وَلِمَا فِي الْأَوَّلِ أَخْذًا مِمَّا مَرَّ مِنْ تَوَفُّرِ الْخُشُوعِ مَا لَيْسَ فِي الثَّانِي لِاشْتِغَالِهِمْ عَنْ إمَامِهِمْ، وَالْخُشُوعُ رُوحُ الصَّلَاةِ فَيَفُوقُ سَمَاعَ الْقِرَاءَةِ، وَغَيْرَهُ أَيْضًا فَمَا فِيهِ مُتَعَلِّقٌ بِذَاتِ الْعِبَادَةِ أَيْضًا، وَيُسَنُّ سَدُّ فُرَجِ الصُّفُوفِ، وَأَنْ لَا يَشْرَعَ فِي صَفٍّ حَتَّى يَتِمَّ الْأَوَّلُ، وَأَنْ يُفْسِحَ لِمَنْ يُرِيدُهُ، وَجَمِيعُ ذَلِكَ سُنَّةٌ لَا شَرْطٌ فَلَوْ خَالَفُوا صَحَّتْ صَلَاتُهُمْ مَعَ الْكَرَاهَةِ –الى ان قال–وَقَوْلُهُ وَأَفْضَلُ صُفُوفِ الرِّجَالِ إلَخْ، وَأَمَّا صُفُوفُ النِّسَاءِ فَأَفْضَلُهَا آخِرُهَا لِبُعْدِهِ عَنْ الرِّجَالِ، وَإِنْ لَمْ يَكُنْ فِيهِمْ رَجُلٌ غَيْرُ الْإِمَامِ سَوَاءٌ كُنَّ إنَاثًا فَقَطْ أَوْ خَنَاثَى فَقَطْ أَوْ الْبَعْضُ مِنْ هَؤُلَاءِ، وَالْبَعْضُ مِنْ هَؤُلَاءِ فَالْأَخِيرُ مِنْ الْخَنَاثَى أَفْضَلُهُمْ، وَالْأَخِيرُ مِنْ النِّسَاءِ أَفْضَلُهُنَّ، وَقَوْلُهُ صَحَّتْ صَلَاتُهُمْ مَعَ الْكَرَاهَةِ أَيْ وَمُقْتَضَى الْكَرَاهَةِ فَوَاتُ فَضِيلَةِ الْجَمَاعَةِ كَمَا يُصَرِّحُ بِهِ قَوْلُهُ قَبْلُ، وَيَجْرِي ذَلِكَ فِي كُلِّ مَكْرُوهٍ مِنْ حَيْثُ الْجَمَاعَةُ الْمَطْلُوبَةُ. (حاشية الجمل على المنهج، 1/544) و (الترمسي، 3/62) و (إعانة الطالبين،...

Selengkapnya
LPBAA Kembali Gelar Musyawarah Berbahasa Arab
Feb13

LPBAA Kembali Gelar Musyawarah Berbahasa Arab

Jumat (5/2), Lembaga Pengajaran Bahasa Arab dan Asing (LPBAA) kembali menggelar musyawarah fiqhiyah berbahasa Arab untuk semester kedua di depan kantor Taklimiyah wa Tahfizh al-Q`uran (TTQ). Sistem panitia acara musyawarah berbahasa Arab ini bergantian sesuai jadwal yang telah ditentukan pengurus LPBAA. Pada semester satu kegiatan musyawarah ini dilimpahkan kepada pengurus Asrama E, sedangkan yang menjadi panitia pelaksana musyawarah kali ini pengurus Asrama K. Musyawarah ini hanya diikuti delegasi dari asrama E dan K, dua asrama khusus bahasa Arab dan Asing. Diselenggarakannya acara ini tidak lain untuk memotivasi penghuni asrama berbahasa Arab serta sebagai syiar kebahasaan. “Selain memberikan pengalaman bagi peserta, kami juga mengharapkan dengan adanya acara tersebut bisa menumbuhkan gairah kebahasaan santri Pondok Pesantren Sidogiri dalam mempelajari bahasa Arab,” terang M. Saifuddin Ali, selaku sektretaris musyawarah berbahasa Arab. Musyawarah yang dimulai setelah kegiatan pembacaan maulid Nabi saw ini diikuiti 24 peserta dari asrama K dan E. Yang menjadi mushahih dalam musyawarah kali ini adalah Ust. Maliji Ismail, salah staf pengajar di Madrasah Miftahul Ulum tingkat Aliyah. Sedangkan yang menjadi moderator adalah Muhammad Idris Mubarak, salah staf pengajar di Madrasah Miftahul Ulum tingkat Ibitdaiyah....

Selengkapnya
Klinik Sidogiri Gelar Rapat untuk Tingkatkan Pelayanan
Feb11

Klinik Sidogiri Gelar Rapat untuk Tingkatkan Pelayanan

Sabtu (7/2), segenap para medis dan dokter klinik Sidogiri mengadakan rapat untuk mengevaluasi kinerja pada semester pertama yang bertempat di klinik klinik Sidogiri bagian timur. Sebanyak 9 medis dan 1 dokter speasialis gigi, Dr. Suhyono, berkumpul di klinik Sidogiri untuk membahas dan menetapkan kebijakan-kebijakan baru terkait pelayanan di klinik Sidogiri. “Kami merencanakan untuk mendirikan klinik Sidogiri mandiri tanpa bantuan dari pondok dengan meningkatkan kualitas service excellent,” terang Ahyan Fadli selaku Kepala BPS. Ia menambahkan, “Harapan kami untuk orangtua agar tidak mengizinkan putranya pulang ke rumah jika putranya tidak menderita penyakit yang dianggap parah oleh dokter klinik Sidogiri,” ungkap pria yang murah senyum ini. Pada rapat yang digelar di siang hari ini setidaknya menetapkan tiga butir hasil rapat. Pertama, peningkatan pelayanan medis di klinik Sidogiri bagian barat dengan menambah 2 medis. Kedua, memperketat santri sakit yang hendak dibawa pulang ke rumahnya kecuali sakit parah. Ketiga, mempertegas jam pelayanan. Pagi untuk tingkatan Aliyah dan Tsanawiyah. Sore untuk tingkatan Ibtidaiyah, Isti’dadiyah, dan I’dadiyah....

Selengkapnya
LMF dan Tim Tashhih Soroti Penggantian Paving di Pesarean PPS
Feb09

LMF dan Tim Tashhih Soroti Penggantian Paving di Pesarean PPS

Kamis (6/2), Lembaga Murajaah Fiqhiyah (LMF) menggadakan muraja’ah akbar bersama Tim Tashhih Sidogiri di Perpustakaan Pondok Pesantren Sidogiri (PPS) ruang fikih. LMF adalah lembaga di bawah kendali Instansi Kuliyah Syariah yang khusus mendiskusikan masalah-masalah seputar fikih yang sering terjadi di masyarakat, khususnya masalah aktual yang tengah terjadi. Saat ini yang menjabat sebagai Ketua LMF adalah Ust. A. Shonhaji, Lc. Sedangkan Tim Tashhih itu diketuai oleh Ust. Rakib Saki, sedangkan anggotanya adalah KH. Musyaffa’ Bishri, Ust. Soleh Romli, dan Ust. A. Baihaqi Juri. Kali ini yang dibahas adalah masalah status paving yang ada di komplek pemakaman atau pesarean Pondok Pesantren Sidogiri. Menurut kejadian di lapangan, paving yang ada di pesarean PPS diganti oleh pihak Ubudiyah dengan paving yang baru. Tersebab, paving yang lama telah rusak maka pihak Ubudiyah menggantinya dengan paving yang baru. Hal ini disoroti langsung oleh anggota LMF dan tim Tashhih Sidogiri pada Kamis malam di Perpustakaan PPS ruang fikih. Diskusi tampak berlangsung alot dan serius. Pasalnya untuk memutuskan masalah ini diskusi memakan waktu empat jam. Akhirnya setelah disepakati Tim Tashhih, menghasilkan hukum bahwa tidak boleh mengganti paving yang pertama dengan yang baru. Karena status paving yang dulu itu wakaf. “Jika statusnya masih wakaf maka pihak tersebut tidak diperkenankan mengganti paving tersebut,” terang KH. Musyaffa’ Bishri selaku anggota Tim....

Selengkapnya