BPP Adakan Orientasi Insan Pers dengan Tema Wawasan Jurnalistik Islam
Des05

BPP Adakan Orientasi Insan Pers dengan Tema Wawasan Jurnalistik Islam

  Badan Pers Pesantren (BPP) Pondok Pesantren Sidogiri kembali menggelar acara Orientasi Insan Pers Pesantren dengan tema, “Wawasan Jurnalistik Islam” Selasa (24/11). Acara yang bertempat di Ruang Auditorium Sekretariat Pondok Pesantren Sidogiri ini diikuti oleh santri yang aktif menjadi redaksi di media-media yang dimiliki oleh Pondok Pesantren Sidogiri. Hadir sebagai pemateri Ustadz Faris Khoirul Anam dari Malang. Ustdaz muda yang juga dosen di UIN Sunan Ampel Surabaya ini menjelaskan berbagai hal yang berhubungan dengan wawasan jurnalistik Islam, terutama dalam konteks keindonesiaan. Dalam pemaparannya Ustadz Faris menuturkan, “Tradisi tulis-menulis tidak hanya terjadi semenjak maraknya media cetak, melainkan jauh sebelum itu. Bahkan terjadi semenjak masa Rasulullah. Bayangkan jika para shahabat Rasulullah tidak mencatat ayat al-Quran yang turun kepada beliau, tentu umat Islam tak akan mengenal al-Quran seperti saat ini,” jelas penulis buku, “Fikih Jurnalistik” ini. Beliau juga menuturkan, “kegiatan jurnalistik, baik berupa berita, opini, artikel atau pun features bertujuan sebagai alat dakwah dan amar makruf nahi munkar. Seorang jurnalis jika ingin menjadi jurnalis Islam yang handal adalah dengan memiliki motivasi ibadah, memperhatikan konsep dasar pers, dan menjauhi segala larangan agama dalam proses pemberitaaan,” imbuhnya. Acara ini merupakan agenda rutin yang digelar oleh BPP sebagai badan yang menaungi semua media dan kegiatan jurnalistik yang ada di Pondok Pesantren Sidogiri. Setelah acara ini, BPP melanjutkan program pembinaan kepada semua redaksi media di Pondok Pesantren Sidogiri tiap minggu dengan berbagai macam tema.   _____________________ Penulis : Akbar Junaedi Editor: Zainuddin...

Selengkapnya
Delegasi PPS Sabet Juara Umum Semarak Tiga Bahasa se-Jatim
Des04

Delegasi PPS Sabet Juara Umum Semarak Tiga Bahasa se-Jatim

Delegasi Pondok Pesantren Sidogiri kembali berprestasi dalam ajang Semarak Tiga Bahasa se-Jawa Timur yang diselengarakan oleh Tarbiyatul Mu’allimien Al-Islami (TMA) Pondok Pesantren Al-Amin Prenduen Sumenep, pada Rabu-Jumat (10-12/11). Lembaga Pengajaran Bahasa Arab dan Asing (LPBAA) Pondok Pesantren Sidogiri yang mengirimkan delegasinya dinobatkan sebagai Juara Umum, berkat dua delegasi yang direkrut dari Murid MMU Aliyah Pondok Pesantren Sidogiri berhasil menggondol juara satu. Haris Ghufroni sebagai juara I dalam lomba Cerita Bahasa Arab, dan Azkiyak juara I Tahsinul Khot. “Juara umum ini, karena PPS (Pondok Pesantren Sidogiri.red) berhasil membawa dua Piala Emas berkat juara semua, dan para peserta yang lain mendapatkan nilai memuaskan meski tidak juara, sehingga nilai para delegasi secara keseluruhan tinggi. Andai ada juara harapan mungkin yang lain, meraih juara harapan,” jelas Syamsul Anam, pendamping delegasi PPS. Ada berbagai macam lomba yang digelar dalam ajang Semarak Tiga Bahasa 1436 H ini. Di antaranya Pidato Tiga Bahasa, Debat(Arab-Inggris), Kaligrafi Arab,dan Bercerita (Arab-Inggris). “Namun pada kesempatan itu, LPBAA tidak bisa mengikuti lomba debat, karena tidak mendapat izin dari Sekretaris Umum PPS, sehubungan dengan tema yang ditentukan panitia,” jelas Ust. Mahbub Shonhaji, Kepala LPBAA yang juga ikut serta mendampingi peserta. Ada tujuh santri Pondok Pesantren Sidogiri yang dikirim untuk berpartisipasi dalam ajang tahunan tersebut. Di antanya, Salaman (Pidato Bahas Arab), Badrus Mamad (Pidato Bahas Arab), Mu’tasim Billah (Pidato Bahas Inggris), Ghufron Ali Raka (Pidato Bahas Inggris), Haris Ghufroni (Cerita Bahasa Arab), Fathur Rahman (Cerita Bahasa Inggris) dan Azkiyak (Tahsnul Khot). ——————————————- Penulis : Muh. Kurdi Arifin Editor    : Zainuddin Rusydi...

Selengkapnya
Bedah Kitab Badai’ as-Shanai’ sebagai Jawaban atas Kemuskilan Ilmu Nahwu
Des04

Bedah Kitab Badai’ as-Shanai’ sebagai Jawaban atas Kemuskilan Ilmu Nahwu

Malam Kamis (27/01) kemarin, instansi Kuliah Syariah Pondok Pesantren Sidogiri melalui Lembaga Penelitian dan Studi Islam (LPSI), menggelar acara bedah kitab Badâi’ as-Shanâî’ di Aula Kantor Sekretariat Lt. III. Kitab Badâi’ as-Shanâî’ adalah kitab Nahwu atau gramatika Arab yang menjelaskan kalimat-kalimat asing yang jarang ditemukan padanan hukumnya. Kitab ini ditulis oleh Tim Forum Kajian Adab di LPSI dan diterbitkan oleh Pustaka Sidogiri. Acara ini hanya diikuti oleh sekitar 150-an santri. Hal ini dapat dimaklumi karena acara bedah kitab ini berbenturan dengan berbagai kegiatan yang dilaksanakan pada waktu yang bersamaan. Terlebih, acara yang semestinya dijadwalkan pada malam Senin (24/01) tersebut harus dioperalihkan pada malam Kamis (27/01) karena padatnya acara. “Karena ada suatu hal, maka jadwal yang mestinya malam Senin diundur pada malam ini (Kamis, red),” Kata Ust. Muhammad Musleh Misbah, Ketua Kuliyah Syariah, dalam sambutannya. Meski demikian, acara bedah kitab yang dinarasumberi oleh Ust. Musyaffak Siraj, mantan Ketua FK Adab, ini disambut antusias oleh peserta. Beliau memaparkan segi nahwiyah dari berbagai kata-kata asing yang jarang ditemukan di kitab-kitab, nadzam-nadzam dan al-Quran. Selain itu, sebagai informasi tambahan, Kuliah Syariah akan menerbitkan buku Santri Salaf Menjawab jilid III dan buku mengenai Tafsir al-Quran yang sesuai Ahlusunnah wal Jamaah. Hal ini didasari oleh mulai maraknya tafsir ala Syiah dan Wahabi yang meresahkan masyarakat. Di dalamnya juga akan dibahas tafsir ala dua aliran menyimpang tersebut. —————————————— Penulis  : N. Shalihin Damiri Editor    : Zainuddin Rusdy...

Selengkapnya
Pustaka Sidogiri Gelar Bedah Buku Sejarah Hitam Sekte Syiah
Nov26

Pustaka Sidogiri Gelar Bedah Buku Sejarah Hitam Sekte Syiah

Pustaka Sidogiri kembali mengelar bedah buku terbaru terbitannya, yaitu Sejarah Hitam Sekte Syiah karya Muhammad Achyat Ahmad dan launching terjemah manakib Syaih Abdul Qodir Jailani yang ditulis oleh Ust. Qoimudin al-Banggili. Acara berlangsung pada malam Jumat (21/11) bertempat di Aula Kantor Seketariat lantai III dan dibuka oleh Ust. Ismail Sh. Arief, selaku Kepala Pustaka Sidogiri. Hadir Mohammad Achyat Ahmad penulis buku Sejarah Hitam Sekte Syiah sebagai pembicara. Dalam sambutannya Ust. Ismail mengungkapkan buku ini merupakan buku ketiga Mohammad Achyat Ahmad yang membahas kesesatan aliran Syiah baik yang ditulis sendiri atau bersama Tim Penulis Pustaka Sidogiri. Mohammad Achyat Ahmad Achyat mengaku sebenarnya ia tidak terlaku suka menulis kajian Syiah, karena menurutnya membahas kesesatan Syiah sudah lagu lama dan sangat membosankan. Hanya saja melihat maraknya aliran yang dibangun atas dendam kesumat Abdulloh bin Saba’ ini yang kian marak, perlu untuk direspon juga. “Para kiai sangat khawatir dan terus berupaya melakukan counter terhadap gerakan ini. Karena jika tidak kita dibendung, Syiah akan semakin membesar. Jika ini terjadi tidak mustahil umat Islam Indonesia akan dibantai sebagaimana yang terjadi di Timur Tengah. Iya sekarang Syiah masih sedikit, masih secara sembunyi-bunyi,” katanya. Namun walau di Indonesia Syiah sedikit, mereka memiliki lobi yang kuat terhadap jajaran pemerintahan dan didukung oleh publikasi media yang massif. Sebut saja kasus Syiah Sampang dua tahun yang lalu, bisa mencuat begitu hebohnya. Jadi menurutnya cara jitu melawan adalah pahami letak kesesatan mereka dan perangi dengan opini di media massa. “Dalam buku ini telah kami tuliskan berbagai kesesatan Syiah dari akar-akarnya,” akunya. Jika Syiah kita lawan dengan melakukan tindakan fisik, maka hal itu akan dijadikan tameng oleh Syiah dan senjata untuk menarik simpati dari berbagai pihak. ————————————– Penulis : Muh. Kurdi Arifin Editor    : Zainuddin Rusdy...

Selengkapnya
Staf Pengajar Tsanawiyah Dapatkan Pendalaman Fan Balaghah
Nov26

Staf Pengajar Tsanawiyah Dapatkan Pendalaman Fan Balaghah

Demi meningkatkan kualitas pengajaran pelajaran balaghah di Madrasah Miftahul Ulum Pondok Pesantren Sidogiri, Badan Tarbiyah wa Taklim Madrasi (Batartama), mengadakan pendalaman pelajaran balaghah bagi seluruh wali kelas tingkat Tsanawiyah pada malam Kamis (20/11). Acara yang bertempat di Kantor Sekretariat lantai II tersebut mendatangkan Prof. Dr. Husein Aziz, Guru Besar Ilmu Balaghah Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya sekaligus mantan staf pengajar di MMU Aliyah Pondok Pesantren Sidogiri. Dalam pemaparannya, alumnus PPS tersebut memberikan metode pengajaran ilmu balaghah yang selama ini beliau terapkan. “Dalam mengajar saya tidak pernah menggunakan syair sebagai contoh, saya menggunakan al-Quran dan Hadis agar peserta didik biasa dengannya,”  katanya memulai acara yang dipimpin oleh Ust. Mujiono, staf pengajar MMU Aliyah. Lebih lanjut lagi, beliau menitikberatkan pada penggunaan fan tersebut untuk memahami al-Quran. “Suatu aib besar bila kita membaca al-Quran tanpa mengetahui maknanya,” tegasnya. Karena menurut beliau, balaghah adalah keindahan dan keindahan tersebut semakin terasa ketika diaplikasikan di dalam membaca al-Quran. Selanjutnya acara diisi dengan sesi tanya-jawab seputar problematika yang kerap menjadi masalah di dalam proses pengajaran ilmu balaghah. _____________________ Penulis : Isomudin Editor  : Zainuddin Rusdy...

Selengkapnya