SAYEMBARA MENULIS PUISI dengan Tema “SIDOGIRI”
Nov26

SAYEMBARA MENULIS PUISI dengan Tema “SIDOGIRI”

Ikutilah sayembara menulis puisi, dalam rangka menyambut Buletin Sidogiri edisi yang ke 100 dengan tema “SIDOGIRI” dan yang terpilih akan dimuat pada edisi 100 mendatang. KETENTUAN LOMBA Sayembara menulis puisi dibagi menjadi dua kategori peserta: Santri Umum Tema Lomba: Sidogiri Setiap peserta diperkenankan mengirim lebih dari satu puisi. Naskah harus karya asli, bukan jiplakan dan belum pernah dipublikasikan. Naskah tidak sedang dipublikasikan di media cetak, elektronik, dan online dan tidak sedang diikutsertakan sayembara lain Naskah puisi yang dikirimkan menjadi hak milik panitia lomba. Naskah puisi dikirim ke alamat panitia via pos atau via email buletinsidogiri@gmail.com dengan menyertakan foto kopi atau file scan kartu identitas & no telpon/hp yang bisa dihubungi, selambat-selambatnya tanggal 29 Shafar 1436 H | 22 Desember 2014 M. Pada amplop kiri atas/ file kiri atas jika via email ditulis : “Sayembara Menulis Puisi Sidogiri” Kategori Santri/ Umum KRITERIA PENILAIAN DAN HADIAH Setiap kategori peserta akan diseleksi dan dipilih 3 puisi terbaik oleh dewan juri dan akan  diumumkan pada Buletin Sidogiri edisi 1oo Panitia akan mengambil 3 pemenang di setiap kategori peserta (6 orang di semua kategori) Hadiah Lomba untuk masing-masing kategori peserta: Juara I : Rp 500.000 + Sertifikat + Gratis Berlangganan Buletin SIDOGIRI 1 tahun. Juara II : Rp 350.000 + Sertifikat + Gratis Berlangganan Buletin SIDOGIRI 1 tahun. Juara III : Rp 200.000+ Sertifikat + Gratis Berlangganan Buletin SIDOGIRI 1 tahun. Enam puisi terbaik akan dimuat di Buletin Sidogiri Edisi 100 Keputusan dewan juri tidak dapat diganggu gugat. PANITIA PELAKSANA Buletin SIDOGIRI, Pondok Pesantren Sidogiri, Sidogiri Kraton Pasuruan, PO BOX 22 Pasuruan 67101 Jawa...

Selengkapnya
Diskusi LPSI Soroti Gerakan Radikalisme Islam
Nov22

Diskusi LPSI Soroti Gerakan Radikalisme Islam

Untuk kesekian kalinya instansi Kuliah Syariah Pondok Pesantren Sidogiri melalui Lembaga Penelitian dan Studi Islam (LPSI) menghelat diskusi panel dengan tema, “Radikalisme dalam Islam” Rabu (19/11). Dalam diskusi yang digagas oleh Forum Kajian Akidah ini KH. Lutfi Bashori dan KH. Yusuf dari Singosari Malang hadir sebagai pemateri. Acara yang bertempat di Gedung Sekretariat Pondok Pesantren Sidogiri Lt. III ini dihadiri oleh semua anggota Kuliah Syariah, murid MMU Aliyah, dan delegasi murid MMU Tsanawiyah.     KH. Lutfi menjelaskan paham radikalisme merupakan perlawanan dari paham liberalisme. “Liberalisme itu KTP nya Islam tapi mereka mau menjalani agama semaunya sendiri, tidak mau mengikuti peraturan syariat,” ungkapnya. Sementara yang seharusnya dilakukan adalah mengambil jalan tengah di antara radikalisme dan liberalisme, yang kita arti sebagai konsisten (istikamah) pada ajaran syariat. “Jalan tengah ini jangan diartikan sebagai paham moderat karena moderat di zaman sekarang sudah sangat mendekati paham liberal,”tambahnya. “Namun perlu diketahui tidak semua tindakan fisik itu bisa dikatan radikal. Rasullulah pun pernah berduel melawan kafir. Bahkan beliau melakukan peperangan. Apakah Rasulullah juga dikatakan radikal? Tidak. Karena radikal dilegalkan oleh syariat apabila berada pada darul harbi (daerah konflik.red),” jelas putra dari Pengasuh Pesantren Ilmu al-Quran (PIQ), KH Bashori ini.  “Orang yang melakukan langkah fisik karena ingin menjaga kehormatan dan hartanya, tidak dapat dikatakan radikal,” ungkap beliau. Menurut beliau hal itu tidak bisa dikatakan tindakan radikal, tersebab semua orang berhak melindungi diri dan hartanya. Dalam ajaran agama Islam, seseorang itu boleh melalukan tindakan fisik bahkan membunuh untuk melindungi harga diri, dan harta bendanya. “Kita kan (umat Islam-red) diwajibkan menjaga yang lima, yaitu harta, harga diri, agama, akal, dan keturunan,” tambah Pengusuh Pondok Pesantren Ar-Ribath, Singosari Malang itu. Selain itu, putra KH. Bashori Alwi ini juga menjelaskan radikalisme pemikiran. Menurut beliau radikal itu ada dua, radikalisme fisik dan radikalisme pemikiran. Radikalisme pemikiran, menurut KH. Luthfi Bashori, seperti pemikiran kelompok Wahabi yang sering melontarkan statemen kafir pada kelompok di luar mereka. “Radikalisme pemikiran itu seperti yang dilakukan kelompok Wahabi. Mereka sering menuduh dan memfonis suatau tradisi tertentu sebagai bid’ah dan orang yang melukannya dianggap kafir, padahal mereka tidak mempunyai dalil kuat,” ungkap KH. Luthfi Bashori memberi contoh  radikalisme pemikiran Dalam pembukan sambutannya ia menjelaskan syariat Islam melarang ada peperangan di daerah aman seperti di Indonesia ini. Syariat juga melarang membunuh anak kecil, perempuan, menghancurkan fasilitas umum, dan menebang pohon dalam peperangan. Dalam sesi tanya jawab diskusi tampak lebih hidup dan memanas dengan beberapa pertanyaan yang dilontarkan oleh anggota LPSI terkait dengan gerakan FPI yang selalu diisukan sebagai kolompok radikal. Menurutnya FPI tidaklah bertentangan dengan syariat Islam. Karena Islam menyerukan amar makruf nahi mungkar ini merupakan dua tugas yang dibebankan kepada umat Islam. Hanya saja golongan NU lebih banyak berdakwah di amar...

Selengkapnya
Pelatihan Desain Grafis, Datangkan CEO PetakUmpet Yogyakarta
Nov21

Pelatihan Desain Grafis, Datangkan CEO PetakUmpet Yogyakarta

Sejak Ahad (23/01) kemarin, untuk yang ketiga kalinya Pengurus Pondok Pesantren Sidogiri menggelar pelatihan Desain Grafis untuk para Tim Desain Pondok Pesantren Sidogiri dan para Desainer Media di Pondok Pesantren Sidogiri. Acara yang dilaksanakan selama dua hari ini mendatangkan Bapak M. Arief Budiman, CO FOUNDER dan CEO Petak Umpet dari Yogyakarta. Acara yang merupakan program tahunan Sekretaris Umum Pondok Pesantren Sidogiri ini, diharapkan dapat menjadikan para desainer Pondok Pesantren Sidogiri sebagai desainer yang handal dan profesional, sehingga memunculkan karya-karya yang bagus, tapi juga berkesan bagi yang melihatnya. “Pelatihan ini adalah program tahunan, dan diharapkan mengikuti pelatihan dengan baik, sehingga dapat menghasilkan karya yang lebih baik dari sebelumnya,” tutur Ust. A. Fadoil Kholik, Sekretaris V PPS, saat memberikan sambutan di pembukaan acara. Pelatihan yang bertempat di Aula Sekretariat Lt. III ini, dibagi menjadi tiga sesi; Pertama, pengenalan tools yang sering digunakan di dalam mendesain. Kedua, penjelasan-penjelasan mengenai teknik dasar desain. Ketiga, praktik. Dalam praktik ini, karya Mohammad Anwar, desainer Buletin SIDOGIRI, dinobatkan sebagai karya terbaik oleh Bapak Arif Budiman. Good is not enough! ______________________ Penulis : Ali Ridho Editor    : Zainuddin...

Selengkapnya
Bmw Ke-49 Bahas Sedekah Kouta dari Operator Seluler
Nov21

Bmw Ke-49 Bahas Sedekah Kouta dari Operator Seluler

Minggu (23/01/1436) Kuliah Syariah menggelar Bahtsul Masail Wustho (BMW) ke-49. Di acara yang menghabiskan total dana 20 juta ini berhasil membahas sembilan permasalahan fikih aktual. Komisi A membahas kasus pengobatan alternatif yang menggunakan media cacing tanah, alih fungsi tanah wakaf menjadi madrasah, sedekah kouta dari operator seluler, problematika rumah tangga, dan menjadikan air sebagai komoditi bisnis. Di komisi B membahas kasus larangan pemotongan hewan kurban di tempat umum, bisnis air bor, dan problematika remaja. Selengkapnya hasil keputusan BMW ke 49 Komisi A bisa di download di sini. Hasil keputusan BMW ke 49 Komisi B bisa di download di sini. Selain itu, waktu BMW kali ini juga berbeda dengan BMW sebelumnya. Jika pada BMW yang telah lalu selalu digelar di pagi hari dengan format dua jalsah (dua sesi diskusi), untuk sekarang ini BMW digelar pada malam hari dengan fomat tiga jalsah. Jalsah pertama di mulai malam Ahad, pukul 19.30 s/d 12.00, jalsah kedua digelar  pada hari Ahad pagi pukul 08.00 s/d 12.00, dan untuk jalsah ketiga dimulai pukul 01.00 s/d 05.00 Wis. “BMW ke-49 ini sengaja kami laksanakan mulai malam Ahad guna memaksimalkan waktu dan anggaran,” ujar Ust. Hasan Bashri, selaku Ketua Panitia BMW ke-49. _________ Penulis: M Nadi el_Madani Editor: Zainuddin Rusdy...

Selengkapnya
Bahtsul Masail Wustha (BMW) ke 49 Diikuti 110 Pesantren se Jawa dan Madura
Nov21

Bahtsul Masail Wustha (BMW) ke 49 Diikuti 110 Pesantren se Jawa dan Madura

Untuk yang ke 49 kalinya instansi Kuliah Syariah Pondok Pesantren Sidogiri kembali mengelar Bahtsul Masail Wustha (BMW) pada Ahad-Senin (16-17/11). Acara pembahasan hukum fikih kasus-kasus kekinian ini ini diikuti oleh 110 deegasi dari berbagai Pondok Pesantren se Jawa dan Madura. Ada sekitar 110 delegasi pesantren yang hadir dalam bahsul masail yang bertempat di di Mabna MMU as-Syuyuti ini. Peserta dibagi menjadi dua komisi, komisi A dan B dengan pelaksanaan sebanyak tiga jalsah, jalsah pertama 20-00 s.d 24.00, jalsah kedua 08.00 s.d 12.00 dan jalsah ketiga 14.00 s.d 16.30. BMW ke-49 resmi dibuka pada malam Ahad (16/11) oleh Ketua Panitia, Ust. Hasan Bashri dengan pembacaan Surat al-Fatihah. Dalam sambutannya, beliau mengaharapkan perhelatan BMW ini bisa mempererat tali ukhuwah antar pesantren. “Semoga acara ini bisa membangun integritas pesantren dan menambah jalinan silaturrahmi di antara kita, bukan hanya berkumpul sebatas di sini, juga mungkin di event-event yang lain. Atau bahkan di akhirat kelak. Salam ukhuwah antar pesantren, ” ucapnya. Bertindak sebagai perumus di Komisi A, Ust. Maliji Ismail (Guru MMU Aliyah) dan Ust. Sholih Romli (Guru MMU Aliyah), sementara yang menjadi mushohih KH. Muhibbul Aman Ali dan KH. Nuril Huda (Ketua MUI Pasuruan). Sedangkan di Komisi B, Ust. Samsyul Abu (Guru MMU Aliyah) dan KH. Abdulloh Bahar sebagai perumus. Sementara yang bertindak sebagai Mushohih adalah Ust. Musaffak Bisri dan Ust. Baihaqi Juri. Acara ini resmi ditutup pada malam Senin pukul 21.00 Wis. ____________________ Penulis : Muh Kurdi Arifin Editor : Zainuddin...

Selengkapnya