Pagelaran Tiga Muammar Pasca Imda IIPegelaran Tiga Muammar Pasca Imda IIPegelaran Tiga Muammar Pasca Imda II
Apr01

Pagelaran Tiga Muammar Pasca Imda IIPegelaran Tiga Muammar Pasca Imda IIPegelaran Tiga Muammar Pasca Imda II

Sebanyak tiga kali pelaksanaan Pimpinan Madrasah Miftahul Ulum (MMU) Ibtidaiyah menggelar Musabaqah antar Murid Madrasah Ranting (MUAMMAR) pasca IMDA II. Bertempat di MMU A-31, Tidu Pohjentrek, Pasuruan, Sabtu (29/3) malam kemarin, merupakan Muammar ranting tipe A seri A. Sedangkan seri B diselenggarakan di MMU A-30 Rembang, Rembang Pasuruan pada Sabtu (15/3) malam yang lalu. Untuk MMU tipe B (madrasah ranting di luar Pasuruan) digelar di MMU B-13 Rompeng, Sumber Tancak Paterongan Galis Bangkalan, Ahad (23/3) siang. Adapun daftar juara umum pada Muammar pasca Imda II ini adalah; MMU A-62, Karangpanas Pasrepan Pasuruan sebagai juara umum pada Muammar di ranting tipe A seri A, dan di seri  B digondol oleh  MMU A-27 Madurejo Wonorejo Pasuruan. Sedang di tipe B, juara umum disabet oleh MMU B-01 Tarate Pandean Sumenep. Hadiah diberikan oleh Baihaqi Juri, Kepala Madrasah Ibtidaiyah Pondok Pesantren Sidogiri, berupa piala bergilir, piala tetap, permadani dan uang tunai senilai Rp 600 ribu serta hadiah-hadiah yang lain. Pada Muammar pasca Imda II ini ada penambahan lomba baru, yaitu kuis tebak kata. Sebelum lomba dimulai, terlebih dahulu Pimpinan MMU Ibtidaiyah menampilkan dua murid I’dadiyah Pondok Pesantren Sidogiri mendemonstrasikan kuis tebak kata ini. Ini dimaksudkan agar peserta lomba mengetahui mekanismenya. Tujan di gelarnya Muammar ini, selain untuk merangkul semua ranting MMU Ibtidaiyah juga untuk memotivasi semangat belajar mereka. “Lomba ini untuk menyuntikkkan semangat belajar murid-murid ranting yang berada di berbagi daerah di Jawa Timur,” tutur As’ad, TU MMU Ibtidaiyah PPS. == Penulis: Suaib Hasan Editor: Zainuddin...

Selengkapnya
Agenda Bulan Jumadats TsaniyahAgenda Bulan Jumadats TsaniyahAgenda Bulan Jumadats Tsaniyah
Mar31

Agenda Bulan Jumadats TsaniyahAgenda Bulan Jumadats TsaniyahAgenda Bulan Jumadats Tsaniyah

Agenda Kegiatan PPS Bulan Jumadats Tsaniyah 1435 H 5          : Musamma* Wilayah T-2  Probolinggo 13         : Musamma Wilayah U-4 Pamekasan Sumenep 13         : Musamma Wilayah T-1 Pasuruan 20        : Musamma Wilayah T-7 Situbondo (di PP Azzikro Arjoso) 27        : Musamma Wilayah U-2 Sampang * Musamma adalah ajang musabaqah antarmadrasah yang mengambil guru tugas dar Pondok Pesantren...

Selengkapnya
PPS Akan Terbitkan Tamassya XII
Mar31

PPS Akan Terbitkan Tamassya XII

Secara tidak langsung Pengurus Pondok Pesantren Sidogiri (PPS) mempunyai tanggungjawab kepada wali santri untuk melaporkan kegiatan internal maupun eksternal program PPS. Kegiatan ini dihitung semenjak Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di Madrasah Miftahul Ulum baru dimulai sampai akhir bulan Jumadats Tsani 1435. Laporan ini diaplikasikan menjadi buku yang bernama Tamassya (Taqriru Masulil Mahad Sanawiyan). Kemudian buku yang rencananya setebal 118 Halaman ini didistribusikan kepada wali santri Pondok Pesantren Sidogiri secara cuma-cuma. “Rencananya kami akan menambah event-event penting di PPS yang sebelumnya belum dimuat di Tamassya, seperti event Hari Jadi Pondok Pesantren Sidogiri dan Haflah Ikhtibar Madrasah Miftahul Ulum PPS,” ungkap Pimpinan Redaksi Tamassya, Fadoil Khalik. Menurut HA. Saifulloh Naji, Sekretaris Umum PPS menjelaskan bahwa Pengurus PPS mempunyai program menerbitkan buku Tamassya untuk dijadikan bahan laporan kepada wali santri.  “Dengan adanya buku Tamassya wali santri akan tahu betul perkembangan-perkembangan di PPS,” katanya saat pelantikan tim Tamassya XII di ruang istirahat Kantor Sekretariat Lt. II PPS, Sabtu (29/04). Ia menambahkan, selain menjadi bahan laporan, buku Tamassya juga berfungsi sebagai profile Pondok Pesantren Sidogiri. “sekaligus majalah ini menjadi bagian terpenting dari Pondok Pesantren Sidogiri,” jelasnya. Untuk mendukung hal itu, maka Sekretaris Umum melantik tim khusus untuk menyusun dan menerbitkan Majalah Tamassya ini. Ada sekitar 12 orang yang dilantik menjadi Tim Tamassya. Pelantikan ini dilaksanakan di ruang istirahat Kantor Sekretariat PPS. Dengan pembacaan al-Fatehah Tim Tamassya resmi dilantik oleh Sekretaris Umum PPS, H. Saifulloh Naji. Rencananya buku Tamassya ini akan terbit pada awal Bulan Sya’ban 1435 H. “InsyaAllah kami akan berusaha sekuat tenaga untuk menerbitkannya sesuai deadline,” kata Fadoil Khalik, Pimred Tamassya XII itu. == Penulis : M. Saifuddin Ali Editor : Zainuddin...

Selengkapnya
Sosialisasi Panitia dan Pelaksanaan Imni Sosialisasi Panitia dan Pelaksanaan Imni Sosialisasi Panitia dan Pelaksanaan Imni
Mar28

Sosialisasi Panitia dan Pelaksanaan Imni Sosialisasi Panitia dan Pelaksanaan Imni Sosialisasi Panitia dan Pelaksanaan Imni

Setelah diresmikannya Panitia Imni (imtihan niha’i; ujian akhir, red) priode 1434-1435 di masing-masing tingkatan pada Ahad (13/4) lalu, Pimpinan MMU Tsanawiyah mengadakan perkenalan panitia kepada calon peserta Imni, pada Kamis (25/4) malam di Gedung MMU Ar-Rafi’I Lt. II. Acara serupa juga dilakukan oleh Pimpinan MMU Ibtidaiyah. Pada Jumat (26/4) malam tadi, diadakan Motivasi dan Pengenalan Panitia Imni Ibidaiyah bertempat di Gedung MMU An-Nawawi. Ust. H. Nahdlor Tsana’i (staf pengajar MMU Aliyah) hadir sebagai motivatornya. Selain motivasi dan pengenalan panitia imni, acara itu juga diisi dengan sosialisasi persyaratan dan tata tertib pelaksanaan Imni. Pada tahun ini, calon peserta Imni Ibtidaiyah MMU induk sebanyak 481 murid. Sedang, untuk tingkat Tsanawiyah sebanyak 570 murid. Adapun pelaksanaan Imni Tsanawiyah dimulai dari tanggal 3 s.d 26 Mei 2014. Sedang untuk Imni Ibtidaiyah pada tanggal 10 s.d 26 Mei 2014. Kemudian, mulai tanggal 5 s.d 26 Mei 2014 untuk pelaksanaan Imni Aliyah. == Penulis: Suaib Hasan Editor: Zainuddin...

Selengkapnya
Partai Politik Kuda Lumping
Mar26

Partai Politik Kuda Lumping

Berbicara mengenai pentingnya partai politik di masa modern ini sama halnya dengan berbicara mengenai peran militer di masa lalu. Di masa-masa Abad Pertengahan, kegiatan militer merupakan cara yang paling banyak ditempuh untuk mendapatkan dan menjaga kekuasaan. Saat ini, peran aksi militer dalam perebutan kekuasaan sudah jauh berkurang, bahkan nyaris tidak pernah terjadi. Kekuasaan hampir selalu didapat melalui cara-cara demokratis, melalui pilihan rakyat, melalui partai politik. Oleh karena itu, jika seseorang bermaksud mewujudkan gagasannya melalui perangkat kekuasaan, maka sudah seharusnya dia berkecimpung di politik, tentunya melalui partai politik. Kalaupun tidak berkecimpung secara penuh, minimal dia harus bersentuhan. Tidak boleh tidak. Menafikan partai politik dalam kondisi seperti saat ini, sama halnya dengan menafikan perjuangan melalui medan kekuasaan. Padahal, kekuasaan merupakan tunggangan yang paling cepat dan taktis untuk membangun sebuah tujuan secara massif, termasuk tujuan-tujuan yang berkaitan dengan ajaran agama. Dakwah dan perjuangan yang dilancarkan melalui jalur struktural-kekuasaan, ibarat menunggang kuda. Memang cukup sulit untuk bisa menguasai tunggangan itu dengan baik, namun jika sudah berhasil dikuasai maka akan mempermudah dan mempercepat dia sampai ke tujuan. Menguasai politik sebagai tunggangan dakwah memang sangatlah sulit. Namun, jika sudah benar-benar kena, maka kekuasaan politik akan sangat mempermudah jalan dakwah. Jadi, pada tataran ideal, di tengah-tengah negara yang menganut sistem demokrasi, partai politik memiliki peran yang sangat signifikan bagi kemaslahatan masyarakat dan umat. Sebab, partai politik merupakan tunggangan yang paling mungkin dan paling realistis untuk bisa membuka akses menuju kekuasaan, jabatan publik, otoritas legislatif, penetapan anggaran, dan lain sebagainya. Sudah sangat maklum, bahwa ranah-ranah tersebut sangatlah menentukan nasib jutaan rakyat yang berada di sebuah negara. Itu pada tataran idealnya. Akan tetapi, realitas partai politik, terutama yang terjadi di Indonesia saat ini, masih sangat jauh panggang dari api. Sejak era reformasi bergulir, sepertinya partai politik justru lebih banyak melahirkan petaka sosial-politik di masyarakat, ketimbang memperjuangkan aspirasi mereka. Partai politik, setidaknya, telah membawa masyarakat semakin terbiasa terlibat ke dalam intrik-intrik politik yang kurang baik. Para kader dan para calon yang diusung partai seringkali mempertontonkan langkah-langkah politis jalan pintas yang benar-benar tidak mendidik. Partai politik juga telah banyak memanfaatkan karisma yang dimiliki oleh para tokoh kultural untuk memperoleh dukungan. Terjunnya tokoh-tokoh karismatik ke dalam politik praktis, lambat laun menyebabkan pudarnya aura panutan pada diri mereka. Dapat dirasakan dengan mudah, bahwa persepsi masyarakat mengenai partai politik sudah jauh berbeda dibanding zaman Orde Baru dahulu. Kala itu, kaum pesantren misalnya, masih memiliki kepercayaan kuat bahwa partai yang mereka pilih di waktu itu (PPP) merupakan gerbong perjuangan dan perlawanan terhadap kesewenang-wenangan. Sehingga, keterlibatan tokoh-tokoh masyarakat dalam politik praktis tidak mengurangi karisma mereka di mata umat. Justru, umat menganggap urusan partai sebagai bagian dari perjuangan. Beberapa tahun setelah era reformasi bergulir, persepsi simpatik...

Selengkapnya