Bersyukurlah Saat Tertimpa Masalah!
Des23

Bersyukurlah Saat Tertimpa Masalah!

Berani kukatakan, bahwa di dunia ini tak ada masalah besar. Yang ada hanyalah masalah yang dibesar-besarkan. Sebab, besar-tidaknya sebuah masalah, diukur seberat manakah maslah itu membebani pikiran seorang. Bukan karena sulitnya jawaban; bukan pula karena rumitnya persoalan. Dari itu, memikirkan masalah hanya akan dilakukan oleh orang tolol.Pekerjaan bijak saat kita dilanda masalah adalah menyelesaikannya, bukan memikirkannya. Dengan menjawab persoalan, lepaslah beban yang mengikat otak. Akan tetapi dengan memikirkannya, ikatan masalah bertambah erat. Dan, yang perlu digarisbawahi, perbedaan antara keduanya sangatah sempit. Bahkan ada seseorang yang inginnya menyelesaikan masalah, tapi dengan memikirkannya secara continue, tanpa berusaha mencari jalan keluar. Hal itu disebabkan pikirannya hanya tertuju mengapa masalah itu ada. Bahkan, jika ditinjau oleh orang waras (lebih tepatnya: orang yang lagi tenang) dia seakan ingkar kepada Tuhan yang telah memberinya masalah. Padahal satu-satunya sikap yang pas saat berhadapan dengan masalah adalah: menerimanya, bukan menolaknya. Bahkan kita harus bersyukur. Sebab, masalah adalah sebuah isyarat akan kebesarannya. Dengan masalah, dia akan berusaha mencari solusinya; memikirkan sesuatu yang tidak terpikir oleh orang lain (baca: orang yang tidak tertimpa masalah). Dari itulah, dia lebih unggul dari yang lain. Bersukurah wahai kau yang lagi tertimbun masalah! Muhammad ibnu...

Selengkapnya
Tayammum Dua Kali
Des23

Tayammum Dua Kali

a. Deskripsi Masalah Dalam kitab al-Baijûrî diterangkan bahwa, bila seseorang yang sebagian anggota wudhunya (seperti tangan) terluka dan tidak bisa/tidak diperkenankan menyentuh air, maka cara wudhunya adalah sebagai berikut: setelah membasuh muka, orang tersebut wajib tayamum sebagai ganti dari anggota yang tidak dibasuh, selanjutnya ia meneruskan pembasuhan anggota wudhu yang wajib dibasuh setelahnya. b. Pertanyaan Apakah orang yang anggota wudhunya terluka di dua tempat, seperti tangan dan kaki, wajib tayamum dua kalim, sebagai ganti dari kedua anggota wudhu yang tidak dibasuh tersebut? c. Jawaban Jawaban ada pemilahan: kalau kedua luka itu terdapat di anggota wudhu yang wajib dibasuh secara tertib, seperti tangan dan kaki, maka orang tersebut wajib tayamum dua kali. Namun jika kedua luka itu terdapat di satu anggota yang tidak wajib dibasuh secara tartib, seperti kedua tangan, maka tidak wajib tayamum dua kali, melainkan sunah. Adapun jawaban dari kasus yang ada dalam pertanyaan adalah wajib melakukan dua kali tayamum. d. Rujukan وَيَجِبُ تَعَدُدُ التَّيَمُّمِ بِتَعَدُّدِ الأَعْضَاءِ إِنْ وَجَبَ فِيْهَا التَّرْتِيْبُ وَلَمْ تَعُمَّهَا الجَرَاحَةُ-إلى أن قال-فإِنْ لَمْ يَجِبِ التَّرْتِيْبُ فِيْهَا كاليَدَيْنِ أوالرِّجْلَيْنِ لَمْ يَجِبْ تَعَدُّدُهَا بَلْ يُنْدَبُ فَقَطْ اهـ (البيجوري, 1/96). وَيَتَعَدَّدُ التَّيَمُّمُ بِتَعَدُّدِ العَلِيْلِ، فَإِنْ جَرِحَ وَجْهُهُ وَيَدَاهُ وَلَمْ تَعُمَّهَا الجَرَاحَةُ وَجَبَ تَيَمُّمَانِ وَإِنْ عَمَّتِ اْلوَجْهَ وَاليَدَيْنِ مِنْ كَفَّاهُ تَيَمَّمَ وَاحِدًا عَنْهُمَا اهـ (الشرقاوي, 1/98). Disadur dari buku: Santri Salaf Menjawab untuk mendapatkannya, klik tombol di bawah ini Pesan...

Selengkapnya
Wudhu di WC
Des23

Wudhu di WC

a. Deskripsi Masalah Sebagaimana banyak terjadi di kalangan masyarakat, mereka seringkali berwudhu di dalam WC. b. Pertanyaan Bagaimana hukum wudhu di dalam WC? c. Jawaban Hukumnya makruh. d. Rujukan وَأَمَّا مَكْرُوْهَاتُهُ فَإنَّهَا عَشْرٌ: الِإسْرَافُ فِى المَاءِ-إلى أن قال-ومَسْحُ الرَّقَبَةِ والوُضُوْءِ فِى بَيْتِ الْخَلَاءِ اهـ (تنويرالقلوب, 110). Disadur dari buku: Santri Salaf Menjawab untuk mendapatkannya, klik tombol di bawah ini Pesan...

Selengkapnya
Pertemuan Pengurus dan Wali Santri Wilayah Kalbar
Des22

Pertemuan Pengurus dan Wali Santri Wilayah Kalbar

  Ahad (22/12) Pengurus Pondok Pesantren Sidogiri menyelenggarakan acara Pertemuan Pengurus dan Wali Santri se Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar). Pertemuan ini bertempat di Ponpes Husnul Yaqin, Siantan Tengah, Pontianak, Kalbar. Hadir dalam acara ini Ketua I, M. Aminulloh Bq dan Ketua II. H. Abdul Jalil Kamil. Dalam acara rutin 3 tahunan di setiap wilayah ini, Pengurus menjelaskan berbagai hal tentang perkembangan dan program baru kepada wali santri. Selain itu, dalam sesi ramah tamah, wali santri menyampaikan berbagai masukan, saran, dan kritik untuk kebaikan pesantren. Salah satu usulan wali santri adalah menambah fasilitas komunikasi di asrama santri agar wali santri lebih mudah menghubungi putranya. Terlebih untuk wali santri yang berasal dari luar Jawa. Acara ini diselenggarakan bekerjasama dengan Ikatan Pengurus Alumni Santri Sidogiri (IASS) Wilayah Kalimantan Barat...

Selengkapnya
Perpustakaan; Bukan Sembarang Tempat
Des22

Perpustakaan; Bukan Sembarang Tempat

“Perpustakaan bukan sekedar tempat menginterpretasikan peradaban dan kebudayaan yang ada, melainkan juga pengusung peradaban baru. Bisa dibayangkan bila hidup tanpa buku, tentu sejarah diam, sastra bungkam, sains lumpuh, dan pemikiran macet. Buku adalah mesin perubahan, jendela dunia, mercusuar yang dipancangkan di samudera waktu”. Itulah pepatah Barbara Tuchman dalam buku Dasar-Dasar Ilmu Perpustakaan (027.802/Suw/D/C.02). Sangat salah jika perpustakaan—hanya—dianggap sebagai penampungan buku-buku lusuh. Sebab, satu satunya power kemajuan dalam segala bidang adalah perpustakaan. Perpustakaanlah yang membuat sejara bercerita; yang memaksa pemikiran berkembang dan sains bangkit. Tanpa ada perpustakaan takkan ada pembangunan apapun. Sebab “pondasi” pembangunan—dari berbagai aspek—hanyalah perpustakaan. Sebagaimana kata Drs. Peter Surya dalam bukunya Membina Perpustakaan Sekolah (028/Mil/M/C.01), “Pembangunan di segala bidang membutuhkan orang yang berpandangan maju dan berilmu cukup. Untuk mencapai itu perlu pengembangan diri dan ilmu, kecuali lewat pendidikan formal dan latihan-latihan, perpustakaan memegang peranan penting dalam maksud tersebut”. Perpustakaaan adalah learning centre yang paling efisien. Karena perpustakaan—menurut Barbara Tuchman—adalah mercusuar tinggi yang ada di tengah samudera. Semua hal yang tak jelas menjadi jelas. Sebab di perpustakaan tersedia ribuan koleksi kitab dan buku; konsultan ahli dari berbagai bidang; pustakawan yang menjadi sumber refrensi. Dan semua itu gratis Mengingat, perpustakaan bukanlah toko buku. Hal ini bisa diserap dari antologi esai Catatan Tidur dan Hal Lain (808.80/Sad/C/C.02), dengan judul Membaca dan Membaca, Mas d. Nawawy Sadoellah mengungkapkan kemuliaan perpustakaan, “Membaca tetaplah sesuatu yang mulia dalam bentuk sejatinya. Sebuah perpustakaan yang mulia karena buku-bukunya yang lusuh dibaca. Sebab, perpustakaan bukanlah toko buku; bukanlah etalase di Gramedia atau toko buku kumuh di pinggiran jalan Kwitang, Jakarta”. Karena itulah, perpustakaan termasuk lokasi sakral pesantren. Saking mulianya perpustakaan, buku-buku lusuh yang seharusnya menjadi sampah di luar, malah—di dalam perpustakaan—menjadi bukti kemuliaannya. Muhammad ibnu...

Selengkapnya