Tadarus al-Qur’an Hingga Larut Malam
Des21

Tadarus al-Qur’an Hingga Larut Malam

a. Deskripsi Masalah Ketika memasuki bulan Ramadhan, hampir semua masjid dan surau mengadakan kegiatan tadarus al-Qur’an menggunakan pengeras suara. Biasanya, kegiatan tersebut berlangsung hingga larut malam. b. Pertanyaan Bagaiamana hukum tadarus al-Qur’an dengan memakai pengeras suara sampai larut malam? c. Jawaban Jika tidak mengganggu orang tidur dan tidak menyakiti orang mukmin, tidak apa-apa. Tapi jika mengganggu maka hukumnya haram. d. Rujukan لاَ يُكْرَهُ فِيْ الْمَسْجِدِ الْجَهْرُ بِالذِّكْرِ بِأَنْوَاعِهِ، وَمِنْهُ قِرَاءَةُ الْقُرْآنِ, إِلاَّ إِنْ شَوَّشَ عَلىَ مُصَلٍّ، أَوْ آذَى نَائِمًا, بَلْ إِنْ كَثُرَ التَّأَذِّيْ حَرُمَ فَيُمْنَعُ مِنْهُ حِيْنَئِذٍ اهـ …… بغية المسترشدين، 66 Disadur dari buku: Santri Salaf Menjawab untuk mendapatkannya, klik tombol di bawah ini Pesan...

Selengkapnya
Surat al-Ikhlas Dibaca 3 Kali
Des21

Surat al-Ikhlas Dibaca 3 Kali

a. Deskripsi Masalah Dalam khataman al-Qur’an, sudah menjadi kebiasaan, apabila sudah sampai pada surat al-Ikhlash maka dibaca tiga kali. b. Pertanyaan Apakah praktik tersebut tidak termasuk menambah al-Qur’an? c. Jawaban Tidak termasuk menambah al-Qur’an, bahkan dianggap baik melakukannya. d. Rujukan مِمَّا جَرَتْ بِهِ الْعَادَةُ مِنْ تَكْرِيْرِ سُوْرَةِ الإِخْلاصِ عِنْدَ الْخَتْمِ نَصَّ اْلإِمَامُ أَحْمَدُ عَلَى الْمَنْعِ وَلَكِنْ عَمَلُ النَّاسِ عَلَى خِلافِهِ، قَالَ بَعْضُهُمْ وَالْحِكْمَةُ مَا وَرَدَ أَنَّها تَعْدِلُ ثُلُثَ الْقُرْآنِ فَيَحْصُلُ بِذَلِكَ خَتْمَةٌ فَإِنْ قِيْلَ فَعَلَى هَذَا كَانَ يَنْبَغِيْ أَنْ يَقْرَأَ ثَلاثاً بَعْدَ الواحِدَةِ الَّذِيْ تَضَمَّنَتْهَا الخَتْمَةُ فَيَحْصُل الخَتْمَانِ فَقُلْنَا مَقْصُوْدُ النَّاسِ خَتْمَةٌ واحِدةٌ فَإِنَّ الْقَارِئَ إِذَا قَرَأَهَا ثُمَّ أَعَادَهَا مَرَّتَيْنِ كَانَ عَلَى يَقِيْنٍ مِنْ حُصُوْلِ خَتْمَةٍ إِمَّا الَّتِيْ قَرَأَهَا مِنَ الْفاتِحَةِ إِلَى آخِرِ القُرْآنِ وَإِمَّا الَّتِيْ حَصَلَ ثَوابُهَا بِقِراءَةِ سُوْرَةِ الإِخْلاصِ ثَلاثاً وَلَيْسَ الْمَقْصُوْدُ خَتْمَةً أُخْرَى اهـ (البرهان في علوم القرآن, 1/473-474)، وهذه العبارة بعينها موجودة في …….. الإتقان في علوم القرآن, 1/295 Disadur dari buku: Santri Salaf Menjawab untuk mendapatkannya, klik tombol di bawah ini Pesan...

Selengkapnya
Wanita Baca al-Qur’an Pakai Pengeras Suara
Des21

Wanita Baca al-Qur’an Pakai Pengeras Suara

a. Deskripsi Masalah Ada sebuah acara tadarus al-Qur’an mengundang seorang Hafizah (wanita hafal al-Qur’an) dengan memakai pengeras suara. b. Pertanyaan Bagaimana hukum praktik tadarus al-Qur’an di atas? c. Jawaban Terdapat perbedaan ulama. Sebagian ulama berpendapat haram, disamakan dengan azan. Sebagian lagi memperboleh-kan kalau tidak menimbulkan fitnah. d. Rujukan قِرَاءَةُ المَرْأَةِ بِحَضْرَةِ أَجْنَبِيٍّ قَالَ فِي المُغْنِي كَأَذَانِهَا حَرَامٌ وَقَالَ فِي النِّهَايَةِ لاَ يَحْرُمُ اه (إثمد العينين, 15). يُؤْخَذُ مِنْ هَذَا جَوَازُ رَفْعِ صَوْتِهَا بِالقِرَاءَةِ فِي الصَّلاَةِ وَخَارِجِهَا اهـ (الشرقاوي, 1/230). وَمِنْ أَقْبَحِ البِدَعِ المَذْمُوْمَةِ قِرَاءَةُ النِّسَاءِ وَالأَذْكَارِ وَقِصَّةُ المَوْلِدِ بِالجَهْرِ بِحَيْثُ يَسْمَعُهُ الرِّجاَلُ مِنْ خَارِجِ البَيْتِ خُصُوْصًا لِذَوَاتِ الأَزْوَاجِ وَالشَّوَابِ مَعَ الزِّيْنَةِ وَالطِّيْبِ اهـ (البريقة المحمودية شرح الطريقة المحمدية, 88). وَقَالَ بَعْضُهُمْ إِنَّ صَوْتَهَا عَوْرَةٌ وَهِيَ مَنْهِيَّةٌ عَنْ رَفْعِهِ بِالكَلاَمِ بِحَيْثُ يَسْمَعُهُ ذَلِكَ الأَجَانِبُ إِذَا كَانَ صَوْتُهَا أَقْرَبَ إِلَى الفِتْنَةِ اهـ …… الفقه على المذاهب الأربعة, 5/55 Disadur dari buku: Santri Salaf Menjawab untuk mendapatkannya, klik tombol di bawah ini Pesan...

Selengkapnya
Perubahan Sistem Absensi Muallim TTQ
Des20

Perubahan Sistem Absensi Muallim TTQ

Pengurus TTQ (Taklimiyah Wa Tahfiz al-Qur’an) merubah sistem absensi muallim di tahun ini. Muallim yang absen sampai 3 kali akan dilaporkan kepada pihak TIBKAM (ketertiban dan keamanan) untuk ditindak lanjuti, memandang dibiarkannya santri-santri kiayi yang tidak melakukan kegiatan di saat itu, dikarenakan tidak hadirnya muallim MTQ, qori’ kitab atau muallim piket. Adanya sIstem baru yang ditetapkan oleh pengurus TTQ tidak serta merta dari pengurus TTQ sendiri, melainkan karena ada perintah langsung dari pengurus harian kepada pengurus TTQ tentang kegiatan makhadiyah Pondok Pesantren Sidogiri di saat rapat bulanan bersama pengurus harian. Pembaruan indisipliner bagi muta’allim MTQ atau kitab. MTQ dan kitab pada tahun ini di samakan dengan madrasah yaitu bagi mutallim yang tidak hadir atau alpa baik dalam kegiatan ngaji Al-Qur’an MTQ atau pengajian kitab di ruang masing-masing dalam jangka waktu yang telah ditentukan oleh pengurus TTQ, maka akan dicoret namanya dari absensi ngaji Al-Qur’an atau ngaji kitab dan tidak dianggap sebagai mutallim MTQ atau kitab, bahkan sebagai santri Sidogiri lagi, alias dicoret dari data santri. Sebelum sistem itu dilaksanakan dengan baik, pengurus TTQ akan mengadakan koordinator kepala daerah atau wakil koordinator antara taklim di setiap daerah dan pengurus bagian pengajian kitab untuk menanggulangi anak-anak yang tidak hadir pada saat pengajian kitab atau pengajian MTQ, membenarkan izin yang telah diterima oleh qori’ kitab atau Muallim MTQ dengan bertanya langsung kepada anak yang izin .[Wahab|ATTAHQIQ]...

Selengkapnya
Ketika Jurnalis Bungkam, Sastrawan Enggan Diam!
Des20

Ketika Jurnalis Bungkam, Sastrawan Enggan Diam!

Kekuatan sastra—dibanding jenis tulisan lainnya—adalah jalur pemahaman dari “bawah tanah”. Kecepatan pencernaan, memang bisa dianggap kalah. Tapi, dari situlah keunggulan sebenarnya. Jurnalis, dari saking lugasnya, ancap kali dicampakkan, serta dilarang untuk menyuarakan kebenaran. Sehingga, hak-hak seringkali terkurung. Dari sanalah, jika jalur atas ditutup, maka—sebagaimana taktik militer—gunakanlah jalur bawah tanah. Dari halusnya penyampaian, dari sana pula pena sastrawan berjalan lancar. Entah itu penyair, cerpenis, esais, novelis atau sastrawan genre lainnya. Itulah juga, penyebab lahirnya Sanggar Iqra’, dari naungan Ihya’ Ulumiddin Community (IC). Sebab—sebagaimana judul di atas—ketika jurnalis bungkam, sastrawan enggan diam. Atau lebih jelasnya, ketika Buletin Bangkit (buletinnya IC) dikekang, maka Garis Kata (majalahnya Sanggar Iqra’) tak akan pernah diam. Sampai kapan pun, kebenaran haruslah diserukan. Dan, dari itu pula, kebenaran membutuhkan kita untuk tetap siaga membela perkara hak, dan membongkar perkara batil. Tak ada jurnalis, sastrawan pun jadi. Dengan begitu, jika seandainya media-media mulai mempersempit kemerdekaan pribadi (‘Idzatun-Nasyi’în juga menyebut kebebasan wacana), maka, kitalah sebagai sastrawan yang berhak maju, untuk menjadi pembeda antara yang hak dan yang batil. Yang pastinya, maju melalui jalur bawah tanah. Sekian! Muhammad ibnu...

Selengkapnya