Dari Pesantren Kita Berjuang Melawan Covid-19
Sep21

Dari Pesantren Kita Berjuang Melawan Covid-19

Sudah hampir setahun virus corona melanda. Puluhan juta orang di seluruh dunia sudah terpapar. Virus ini tidak memandang bulu. Semua kalangan ia hinggapi. Orang miskin, orang kaya, artis, atlet, dokter hingga aparat pemerintah. Lalu, muncul sebuah penemuan probiotik anak bangsa yang diyakini dapat mencegah penularan Covid-19 dan menyembuhkan pasien yang terjangkit Covid-19. Apa itu probiotik dan bagaimana kisah di balik penemuannya? Simak hasil wawancara Muhammad Ilyas dari sidogiri.net bersama Prof. Dr. Sukardi alias Ainul Fatah asal Pandaan, Pasuruan, seorang ahli mikrobiologi dunia yang menemukan herbal probiotik saat berkunjung ke Sidogiri beberapa hari lalu. Tentang penemuan probiotik? Probiotik itu tidak ditemukan, tetapi dikondisikan, dikolonikan, disikluskan, karena probiotik sendiri asalnya dari Tuhan. Probiotik adalah jasad renik hewan yang sangat kecil sehingga bisa berdampingan dengan sel, organ tubuh dan lambung. Selain itu, juga dapat memecah dan merubah nutrisi-nutrisi dalam tubuh kita menjadi nutrisi yang baik sehingga dapat menghasilkan sebuah enzim atau hormon yang sangat bisa membantu meningkatkan imunitas antibodi tubuh manusia. Maka dari itu, probiotik sangat berguna pada tubuh, karena tubuh kita tidak bisa menerima protein yang langsung diserap tubuh, harus ada bakteri yang merubahnya menjadi asam amino yang bisa diserap oleh sel. Kisah di balik penemuan ini? Semua bermula dari riset yang saya lakukan pada tahun 2004 serta pengalaman berkeliling dunia selama 19 tahun sebagai guru besar. Tujuan awal, probiotik ini saya pakai untuk menyeimbangkan bakteri dalam tanah, tetapi ternyata juga bisa digunakan untuk melawan virus corona. Sebelumnya, saya adalah lulusan S1 Elektronika yang kecewa, sebab anak saya terkena hidrosefalus. Akhirnya, saya mencari tentang penyakit anak saya. Ternyata, hidrosefalus adalah penumpukan cairan di dalam otak disebabkan oleh parasit bernama Toxoplasma Gondii. yang membuat otak membesar. Baca Juga: Prof Ainul Fatah: Islam Tidak Boleh Kalah dengan Corona Pro-Kontra? Kehadiran probiotik yang mampu meminimalisir virus corona tentu menimbulkan banyak pertentangan karena adanya kepentingan di dalamnya. Saya tidak mau ini dianggap obat karena akan melawan regulasi dan kepentingan tadi. Lebih baik saya berjemaah dengan orang-orang yang beriman dalam menghadapi corona ini. Anggap saja saya hanya kebetulan menemukan suatu riset yang bisa melawan corona. Prediksi pandemi Covid-19 berakhir? Saya tidak bisa memprediksi. Tetapi statement dari PBB, virus corona ini diprediksikan akan berhenti dua tahun. Sebab itu, kita harus bekerja keras, saling mendukung mencari cara untuk melawan corona, karena dengan waktu dua tahun itu ekonomi pasti hancur, orang miskin yang terdampak pertama kali. Harapan saya, dari pondoklah kita berjuang. Baca Juga: Bahaya Demam...

Selengkapnya
Maklumat Pondok Pesantren Sidogiri
Sep20

Maklumat Pondok Pesantren Sidogiri

Hasil keputusan Rapat Majelis Keluarga bersama Pengurus Harian pada Jumat Pon tanggal 16 Muharam 1442...

Selengkapnya
Atasi Antrean Makan, Kopontren Tambah Stan
Sep17

Atasi Antrean Makan, Kopontren Tambah Stan

Pengurai antre: stan makan baru yang tampilannya terbilang unik ini diharapkan bisa mengatasi antrean panjang. Bulan ini, pembangunan unit pelayanan makan kembali dilakukan Kopontren Sidogiri untuk menanggulangi antrean yang kerap terjadi. Kali ini, halaman Daerah J-II bagian timur yang dipilih sebagai lokasi baru. Intruksi social distancing dari pemerintah diterapkan betul oleh Pondok Pesantren Sidogiri, semua santri tidak diperkenankan membeli dan mengonsumsi makanan dari luar pesantren. Dengan jumlah santri yang begitu banyak, tentu potensi antre sangatlah tinggi. Di awal tahun, Kopontren Sidogiri sudah menyiapkan 4 Unit guna melayani pengambilan jatah makan santri. Namun, antrean panjang masih sering terjadi, utamanya pada jam istirahat sekolah dan malam hari setelah kegiatan pengajian kitab. Baca Juga: Prof Ainul Fatah: Islam Tidak Boleh Kalah dengan Corona Untuk mengurai antrean tersebut, dibangunlah satu unit yang terbilang unik. Bertempat di bagian timur halaman daerah J-II, unit yang luasnya hanya 15×2,8 M². Ini terdiri dari lima gerai berjejer dan masing-masing gerai memiliki 2 pintu untuk akses keluar masuk. Berbeda dengan unit lain yang hanya memiliki satu pintu utama. Proyek ini diperkirakan menelan biaya 20-25 juta. Unit baru ini diharapkan segera selesai. “Sudah tahap penyempurnaan. Target sabtu (19/09) depan rampung,” jelas Bapak Husain, Kepala Tukang. Penulis: Mohammad Iksan Editor: Saeful Bahri bin...

Selengkapnya
Bagaimana Menyikapi Kisah Gharâniq?
Sep15

Bagaimana Menyikapi Kisah Gharâniq?

Kuliah Syariah mengadakan acara diskusi panel dengan tema “Qisshah al-Gharâniq”. Acara yang bertempat di Perpustakaan Pondok Pesantren Sidogiri dihadiri oleh Ust Muntahal Hadi dan Ust Afifuddin selaku narasumber serta segenap anggota LPSI. Dalam acara, narasumber pertama, Ust Muntahal Hadi menjelaskan bahwa, “Jika ada Hadis yang secara riwayat diterima (maqbul) tetapi isinya bertolak belakang dengan nash sharih, seperti mengurangi sifat ishmah kenabian, maka perlu ditakwil,” tutur beliau ketika menjelaskan mengenai hadist qisshah al-gharâniq. “Terlebih cerita mengenai Gharâniq, sebabjika tidak ditakwil maka akan membahayakan pada akidah kita.” Sambung beliau. Ust Afifuddin selaku narasumber kedua juga turut menjelaskan pengertian dari qisshah al-gharâniq. Beliau juga mewanti-wanti agar tidak mudah mengambil tekstualis ayat atau hadis saja, jika hal itu bertentangan. “Sebagaimana penuturan dari Ust Muntahal Hadi, Kita harus mentakwilnya dan kalau bisa kita rujuk pada kitab-kitab mu’tabarah yang lain,” tukas kepala BPP ini. Penulis: Nur Hudarrohman Editor: Saeful Bahri bin...

Selengkapnya
Prof Ainul Fatah: Islam Tidak Boleh Kalah dengan Corona
Sep14

Prof Ainul Fatah: Islam Tidak Boleh Kalah dengan Corona

Sebagai bentuk pengenalan gejala awal penyebaran dan penularan corona virus disease 2019, Pengurus Pondok Pesantren Sidogiri mengadakan acara “Sosialisasi Penanganan Covid-19”. Adalah Prof Sukardi alias Ainul Fatah, Ph.D, yang diundang sebagai narasumber pada acara yang bertempat di ruang rapat Sekretariat lt 2 ini. Sebelum narasumber memaparkan penjelasannya, Ust Samsul Huda Mahfudh, Sekretaris I Pondok Pesantren Sidogiri, memberi sambutan atas nama pengurus. “Semoga apa yang profesor sampaikan pada malam bisa bermanfaat dan bisa kita terapkan di Sidogiri,” sambut penemu ide kaligrafi bakar ini. Dalam penyampaian yang berdurasi 15 menit, Prof Ainul Fatah membuka dengan mengenalkan kembali hakikat virus corona. “Virus novel corona adalah virus yang membentuk lendir atau mukosa. Nah, pada sat virus itu masuk pada tubuh kita, mukosa akan dibuat banyak di dalam paru-paru sehinga paru-paru tidak bisa menyerap dan memompa oksigen ke organ tubuh lain, akhirnya hal ini menyebabkan kematian karena kekurangan oksigen. Jadi yang diserang virus ini adalah paru-paru.” Baca juga: Kekejaman Media Pada Islam Pemilik gelar profesor di 22 negara ini melanjutkan, “PBB mengatakan corona tidak ada obatnya. Vaksin corona akan gagal, tetapi bagi saya, seorang muslim yang sudah kuliah 15 tahun di luar negeri, saya yakin ada obatnya. Kalian juga harus yakin bahwa Allah ada. Setiap ada masalah pasti ada Allah.” “Kalian santri. Islam harus pintar. Islam tidak boleh kalah dengan corona. Islam harus melawan dan menang atas corona,” “Saya tidak mau pesantren dijadikan tuduhan episentrum baru tempat penyebaran corona. Hal ini termasuk menjatuhkan Islam,” tambah penemu formula probiotik ini. Sosialisasi ini dilanjutkan dengan tanya-jawab, di mana para audien yang terdiri dari segenap pengurus pelaksana antusias dalam menanyakan seputar tema yang dibahas. Acara akhirnya selesai pada pukul 21:55 Istiwa. Penulis: Muhammad Ilyas Editor: Saeful Bahri bin...

Selengkapnya