Istri Rewel yang Membawa Barakah
Mar15

Istri Rewel yang Membawa Barakah

Suatu hari, seorang pemuda berkunjung ke rumah kakaknya yang berada di luar kota. Ketika sampai, sang kakak ternyata belum pulang dari mencari kayu bakar di hutansebagai mata  pencahariannya. Sambil menunggu kedatangannya, pemuda itu didatangi seorang perempuan yang mengaku sebagai istri sang kakak. Dia cerewet setengah mati. Dia menceritakan kekurangan-kekurangan kakaknya, menjelek-jelekannya, bahkan pemuda itu dijamu dengan makanan sisa sisa. Beberapa lama kemudian, sang kakak datang tanpa membawa kayu bakar. Syahdan, betapa pemuda itu terperanjat ketika melihat seekor harimau mengikuti di belakang kakaknya dengan membawa kayu bakar yang banyak. Setelah kayu bakar diletakkan, harimau itupun kembali lagi ke hutan. Dengan sisa keheranan yang menyeruak di dada, dia bertanya kepada kakaknya, “Apa gerangan yang menyebabkan dirinya mempunyai pembantu seekor harimau yang membawakan kayu bakar untuknya?” Sang kakak menjawab bahwa “Allah Swt telah memberikan kemuliaan atas kesabaran yang dimilikinya dalam menghadapi istri yang super rewel itu.” Setelah beberapa lama dan berbincang cukup lama, kemudian pemuda itu kembali lagi mengunjungi kakaknya untuk kedua kalinya. Kedatangannya itu disambut oleh perempuan yang ramah. Ia masih dikuasai oleh perasaan aneh. Bukankah sebelumnya ia berkunjung langsung disuguhi omelan dan disajikan makanan sisa? Kali ini ia disambut perempuan yang ramah dan memuliakannya dengan hidangan istimewa. Tidak hanya itu, perempuan itu menceritakan kebaikan kebaikan suaminya yang saat itu mencari kayu bakar di hutan. Tak lama kemudian, datanglah sang kakak dengan memanggul kayu bakar sendiri dengan keringat yang membasahi tubuhnya. Pemuda itu terkejut mengingat beberapa tahun yang lalu ada seekor harimau yang sudi membawakan kayu bakar kakaknya. Ketika ditanya, ternyata sang kakak menjawab bahwa harimau itu telah diganti oleh Allah Swt. dengan seorang istri salihah yang selalu mengerti keadaanya. Dari cerita ini bisa ditarik hikmah, bahwa cobaan dari seorang istri pasti terjadi pada diri setiap suami. Sikap suami dalam menyikapi perilaku istri adalah senantiasa bersabar. Bukan malah mencerai dan mengusirnya sebab tidak betah tinggal dengannya. Dari setiap kesabaran yang dilakukan pasti suatu saat akan dibalas oleh Allah Swt. Karena bersabar itu pangkal dari segala keberuntungan. Buletin...

Selengkapnya
Terjadilah Apa yang Terjadi: Basmalah Vs Indomaret?
Mar12

Terjadilah Apa yang Terjadi: Basmalah Vs Indomaret?

Indomaret milik pengusaha besar, sedangkan Toko Basmalah milik masyarakat yang tergabung dalam Koperasi Pondok Pesantren Sidogiri Pasuruan. Keduanya diberi ruang usaha yang sama dan kesempatan yang sama. Indomaret mempunyai 14. 000 di tahun 2016 dan menargetkan paling tidak tahun 2017 menambah sekitar 1.600 outlet yang tersebar di seluruh Indonesia. Sedangkan Toko Basmalah mempunyai di kisaran 80 outlet yang hanya tersebar di Jawa Timur. Selanjutnya kembali ke masyarakat untuk menentukan kemana dia berbelanja. Banyak faktor yang membuat seseorang memilih tempat berbelanja. Harga adalah salah satu faktor diantara sekian banyak pertimbangan. Banyak orang memburu harga murah. Namun tidak sedikit pula memburu kenyamanan berbelanja. Maka dunia usahapun bukan sesuatu yang didominasi oleh profit an sich, unsur kemanusiaan juga mempengaruhinya. Bisnis di era kini tidak lagi hanya mengeruk keuntungan tapi juga harus memperhatikan faktor kemanusiaan. Karena itu tempat belanja yang makin varian seperti Indomaret dan Toko Basmalah  bukan berarti keduanya bersiap saling tikam. Trend bisnis di era globalisasi justru antar institusi bisnis disatukan oleh etika bisnis yang tunggal, disatukan oleh sistem informasi, diseragamkan oleh aturan formal. Serba tunggal dan global. Maka tidak heran jika kita melihat sekian banyak toko berjejer tampak tenang dan terwujud dunia usaha yang harmonis. Logika usaha konglomerat dengan sekelompok orang di koperasi nyaris sama. Keduanya menggenjot pendapatan setinggi-tingginya. Keduanya juga harus terus berinovasi. Tak ketinggalan pula keduanya harus menerapkan manajemen yang efisiensi. Tujuannya sama yaitu meraih keuntungan. Bedanya, konglomerat menggunakan konsep usaha yang menumpuk keuntungan pada segelintir orang. Setelah akumulasi keuntungan diraih biasanya menyisihkan sekian persen dari keuntungan tersebut untuk Corporate Social Responsibility  (CSR). Artinya, orientasi individu adalah tahapan untuk menuju kepentingan publik yang oleh Adam Smith disebut the invisible hands. Sedangkan para penggerak koperasi membagi keuntungan usaha kepada sekian banyak orang yang menjadi anggotanya. Konglomerasi identik dengan pertumbuhan ekonomi sedangkan sistem koperasi identik dengan pemerataan ekonomi. Keduanya tentu melibatkan modal yang terus berputar, kompetisi dan sama-sama mengandung kepentingan individu atau kelompok di satu pihak dan kepentingan publik di pihak yang lain. Begitu juga masing-masing dari keduanya pada saat tertentu mempunyai social welfare. Tidak terkecuali Toko Basmalah mengusung sistem syariah, sedangkan Indomaret mendasar pada logika dagang. Bismillah, selamat berbelanja. Sumber...

Selengkapnya
Indahnya Islam; Sikap Kita Terhadap Perlakuan Mereka
Mar09

Indahnya Islam; Sikap Kita Terhadap Perlakuan Mereka

Dahulu kala, saat pasukan Islam dapat menaklukkan negara Spanyol, banyak orang-orang Islam dari Arab hidup membaur dengan penduduk Spanyol. Mereka saling menghargai satu sama lain hingga seakan-akan mereka satu saudara meski beda Agama. Suatu hari seorang pemuda dari Spanyol terlibat percekcokan dengan pemuda dari Arab. Percekcokan kian sengit sampai-sampai beradu kekuatan. Saat pemuda Arab lengah, pemuda Spanyol menarik belati dari pinggangnya dan dihunuslah pemudahingga membuatnya jatuh terkulai. Saat menyadari apa yang dia perbuat, pemuda Spanyol ketakutan. Dia pun berlari menjauh hingga tanpa terasa dirinya masuk kedalam pelataran rumah yang megah. “Ada apa wahai anak muda, kelihatannya wajahmu pucat”, pemuda Spanyol kaget. “Tolonglah aku tuan, nyawaku dalam keadaan terancam, tadi aku  membunuh seseorag di hulu sana” pinta pemuda Spanyol memelas. “Masuklah wahai anak muda, insyaallah kamu akan aman di sini” jawab tuan rumah. Dia pun mengantarkannya ke dalam kamar. “Berada di sinilah dulu, tunggu keadaan membaik. Jika kamu membutuhkan sesuatu mintalah kepada pelayan”. kemudian sang tuan rumah keluar dari kamar. Tak lama kemudian, terdengar keributan di depan rumah. Ketika pemuda Spanyol mengintip dari cendela, dia terperanjat. Terlihat banyak orang disana sedang berduyun-duyun mengangkat mayat. Terdengar tangisan-tangisan yang menyayat hati. Sang pemuda Spanyol bertanya pada salah satu pelayan yang kebetulan melintas perihal yang terjadi di luar. “Putra majikan saya dibunuh oleh pemuda Spanyol, meraka datang untuk mengantarkan jasadnya. Sedangkan orang-orang yang menangis adalah istri putra majikan saya dan putra-putranya”. Dada pemuda Spanyol kian bergemuruh, dengan setengah gemetar dia bertanya tentang ciri-ciri putra tuan rumah. Pelayan tadi menjelaskan  ciri-cirinya dengan secara lengkap. Sontak semua badannya melemas. Dia lalu menyuruh pelayan itu untuk meneruskan pekerjaannya. Saat semua sudah jelas, pemuda Spanyol pasrah tantang apa yang akan di hadapinya. Badannya semakin gemetar tatkala dia mendengar suara kaki melangkah mendekati kamar yang dia tempati. Ketika pintu di buka, pemuda Sepayol bersujud di kaki sang tuan rumah sambil memohon belas kasihnya. “Berdirilah wahai anak muda. Aku sudah mengetahui bahwa engkau yang telah membunuh putraku. Tapi kamu adalah tamuku, apalagi aku sudah memberi jaminan keselamatan padamu. Wahai anak muda aku telah menyiapkan kendaraan lengkap dengan perbekalannya, pergilah kamu sejauh mungkin dari sini sebelum ada yang mengetahuimu”. Lalu diantarnya pemuda Spanyol tadi melewati jalan rahasia. Pemuda Spanyol mengendarai kendaraannya dengan cepat. Dia sangat menyesali segala perbuatannya. “Sungguh, betapa mulianya hati orang Islam” renungnya. “Mereka pantang menghianati janji, di depan keadilannya mereka tidak pernah menganiaya siapapun termasuk yang tidak seiman”. tak terasa air matanya mengalir membasahi seluruh isi hatinya....

Selengkapnya
Pesantren, Tempat Kaum Sufi
Mar04

Pesantren, Tempat Kaum Sufi

    Pernahkah kita berpikir bahwa kita termasuk bagian dari kaum sufi? Diakui atau tidak sejatinya dalam keseharian, kita selalu menjalani hal- hal yang yang terikat dengan kesufian, bahkan setiap nafas kita gerakan dan lambaian anggota tubuh kita mengalir aura tasawuf. Hal sedemikian sangatlah terkait dengan maqalah-maqalah guru kita disetiap wejangan mereka dalam memaknai cara mendapat ilmu yang barokah serta ridho dari pada masyayikh Sidogiri, yakni untuk selalu berbuat taat, warak, sabar, tawakal dan istikamah. Hal ini sangatlah berkaitan dengan amaliah- amalihah para kaum sufi dan tentunya merupakan kewajiban pokok bagi mereka sebagai maqam dalam suluk mereka kepada Allah Swt. Imam at-Tirmidzi mendefinisikan kata maqam sebagai tingkatan seorang hamba dalam suluk , dimana setiap maqam tersebut memiliki tingkatan yang sesuai dengan derajat mereka masing- masing seperti maqam Taubat, warak, Sabar, Tawakal, mahabbah dan makrifat. Maqam ini tak ubahya seperti sebuah tangga dengan artian setiap anak tangga harus dilewati terlebih dahulu baru bisa naik menuju tangga berikutnya sebagaimana rincian berikut; Maqam taubat merupakan jalan untuk menyucikan diri dari berbagai maksiat yang telah dilakukan dan tentunya tidak akan mengulangiya kembali serta sebalikya. Allah Swt berfirman; “Bertaubatlah kamu sekalian pada Allah Swt wahai orang orang mukmin agar kamu bahagia”. (QS.an-Nur;[24]:31) Maqam warak yakni menjauhi segala kenikmatan dunia serta barang-barang syubhat sebagai bentuk menjaga diri dari keburukan jiwa atas penyakit hati (afat) dari suatu pekerjaan, sebagaiman sabda Nabi; “Diantara baiknya keislaman seseorang adalah dia yang meningalkan sesuatu yang tak bergua (barang yang melebihi kebutuhan). (HR. Bukhari Muslim) Maqam sabar merupakan metode terpenting dalam menjalani kehidupan, seperti halnya kita dalam menjalani aktifitas pesantren yang begitu padat. Maqam tawakal yaitu memasrahkan segala sesuatu pada Allah Swt, sembari telah melakukan riadhah atasnya. Hal ini dapat menenangkan hati, kestabilan, serta keheningan jiwa bagi orang mukmin. Dari sinilah akar sufi itu tumbuh disetiap jiwa para santri khususnya bagi kita. Jadi, tidaklah mengherankan jika kita di sebut orang-orang sufi sebagaimana cita-cita dari para masyayikh Sidogiri, yakni menjadi Ibadillah Assolihin. Bukan hanya itu, Adanya pendidikan yang notabennya sangat jauh dengan kehidupan duniawi sangatlah mendukung atas tercapainya keinginan yang luhur. Walaupun, tak sedikit dari kita yang kurang begitu peduli atas hal tersebut....

Selengkapnya
Rahasia Ilahi yang Jatuh Dari Wali Allah
Mar01

Rahasia Ilahi yang Jatuh Dari Wali Allah

Seorang murid bisa memahami apa yang disampaikan oleh gurunya, bisa cepat faham akan keterangan gurunya, dapat menangkkap keterangan gurunya dengan baik dan sempurna, jika gurunya oleh Allah Swt direstui atau diridhoi oleh Allah I dalam menyampaikan. Dengan artian guru dalam menyampaikan ilmunya dia tidak kerepotan, mudah, tanpa kendala dan lisannya seakan seperti ada yang menggerakkan. Sedangkan guru yang tidak di restui oleh Allah Swt untuk menyampaikan kepada muridnya, maka apa yang disampaikan sulit untuk difaham, sebab hatinya sang guru terutup oleh satu masalah, yakni sesuatu selain Allah Swt. Kebanyakan hatinya selalu inkar, selalu menolak pada pendapatnya sendiri.   Dalam kitab Syarhul Hikam Imam Abu Abbas al-Mursi berkata; “ucapan orang yang diizini oleh Allah  Swt keluar dengan pakaian yang bagus dan berhias. Sedangkan ucapan orang yang tidak diizini oleh Allah Swt ucapannya menutupi cahaya hati”. Dari perkataan Imam Abu Abbas al-Mursi, bisa diambil pemahaman, bahwa apa yang dikatakan seorang walinya Allah I kepada muridnya, yang berupa rahasia-rahasia Allah yang tidak dijelaskan kepada orang lain, seperti situasi di langit ketujuh atau semacamnya, itu bukan karena dia membuka rahasia Allah Swt dan mempromosikan kepada orang lain agar jadi kiai yang laku dan pandai meramal. Akan tetapi karena tidak kuat menahan apa yang ada di dalam hatinya, sehingga keluar dengan sendirinya.   Terkadang walinya Allah dalam mengungkapkan rahasia Allah Swt kepada muridnya ada dua bagian, Pertama, dirinya memliki ilmu yang sangat banyak, sampai tidak mampu lagi untuk menampungnya, sehingga ilmu itu keluar dengan sendirinya dalam keadaan terpaksa. Sebagaimana kita menuangkan air yang banyak pada wadah yang kecil. Dengan sendirinya air itu keluar disebabkan wadahnya terlalu kecil dan banyaknya air yang dituangkan. Dalam ilmu tasawuf orang yang seperti ini dikenal dengan istilah ‘orang yang yang baru memulai suluk kepada Allah Swt (Min Ahli Bidayah).   Kedua, karena untuk menyebarkan, memberi dan mengajarkan kepada muridnya, sekalipun hatinya masih luas dan masih banyak tempat yang kosong. Maka orang yang seperti ini memiliki kewajiban untuk menyebarkan ilmunya, memberikan petunjuk dan arahan kepada orang lain. Dalam ilmu tasawuf kita kenal dengan istilah golongan yang sudah terbiasa dan sudah maher suluk kepada Allah Swt (Min Ahli Nihayah). /Tafaqquhat...

Selengkapnya
Dua Prinsip Hidup Sukses
Feb25

Dua Prinsip Hidup Sukses

karena mencari Ridha Allah, dan Allah maha penyantun kepada hamba-hambanya. Wahai orang-orang yang beriman, masuklah kalian ke dalam agama islam, dan janganlah kalian turuti langkah-langkah setan. Sesungguhnya setan adalah musuh yang nyata. (al-Baqarah:207-208) Hidup adalah satu perjalanan yang mau tidak mau harus di jalani, enak tidak enak harus di rasakan. Pasalnya, orang lahir ke dunia keluar dari rahim ibu berarti kehidupan itu mulai di jalankan, dia mulai menulis tinta-tinta emas pada lembaran kosong. Jika lembaran kehidupan yang di tulis itu bagus dan indah, maka sejauh itu dia telah menjalankan kehidupan dengan baik dan sesuai syariat. Dan jika lembaran kehidupan yang di tulis itu jelek maka sejauh itu dia menjalankan kehidupan tidak sesuai dengan syariat. Ayat di atas menjelaskan tentang konsep hidup di dunia dalam lingkup kecil. Dan konsep kehidupan secara terperinci yang menjadi kunci bahagia di dunia, dan menjadi tuntunan hidup di dunia. Adapun tuntunan itu sebagaimana berikut: Hidup di dunia harus mempunyai pedoman (pegangan untuk hidup di dunia). Pedoman untuk hidup di dunia adalah berpegangan pada al-Qur’an dan Hadis. Pasalnya keduanya merupakan wasiat Rasulullah kepada seluruh umat untuk kembali pada al-Qur’an dan Hadis agar tidak tersesat. Maka sangat cocok jika al-Qur’an dan Hadis adalah tempat bernaungnya umat islam. Lalu tujuan hidup di dunia adalah mengharap Ridha Allah. Dengan harapan itu hidup menjadi rahmat bagi alam dan hidup akan terasa damai. Lalu tugas yang harus di lakukan di dunia adalah mengabdi beribadah kepada Allah, karena Allah tidak menciptakan jin dan malaikat kecuali untuk beribadah. Dan pengemban Risalah kenabian, untuk itu perlu menuntut ilmu agar dapat membawa Risalah dengan baik dan menyeru kepada manusia dengan hikmah, pelajaran yang baik, dan berbantah dengan baik. Untuk sampai pada semua itu membutuhkan bekal. Dan bekal yang harus di bawa di antaranya adalah ilmu dan takwa, dengan keduanya akan menambah rasa Khauf Ila Allah (takut kepada Allah). Diantaranya lagi adalah yakin dan tawakkal karena harus berkeyakinan bahwa semua itu dari Allah dan pasrah akan semua yang terjadi. Dan mensyukuri akan semua nikmatNya, sabar dari semua musibah, serta zuhud (lebih mengutamakan akhirat). Adapaun alat yang di gunakan untuk menjalankan hidup di dunia adalah harta dan jiwa, karena semua itu Allah titipkan kepada hambaNya untuk mendapatkan pahala. Lalu yang harus di lakukan di dunia adalah usaha dhahir dan bathin untuk sampai pada keridhaan Allah. Mengharap kebahagiaan dunia dan akhirat. Sedangkan perjuangan yang harus di lakukan adalah berdakwa (mengajak saudara kita pada kebaikan), jihad fi sabilillah dan amar makruf nahi munkar, sebab dalam hadis di sebutkan: Nabi berkata dari Abi Said al-Hudri berkata: saya mendengar Nabi berkata: “barang siapa yang melihat kemungkaran, maka ubahlah dengan tangan. Apabila tidak kuasa maka dengan lisan. Dan apabila tidak kuasa, maka...

Selengkapnya