Ratusan Santri Ikuti Gurah Massal
Sep27

Ratusan Santri Ikuti Gurah Massal

Lebih dari 500-an santri ikuti Gurah Massal di halaman gedung as-Suyuti, Malam Jumat (27/09). Ikatan Santri Sidogiri (ISS) Pusat sebagai penyelenggara bermaksud untuk memenuhi harapan santri yang ingin membersihkan hidung dari lendir. Panitia menghadirkan ahli gurah dari Bangil, tepatnya yang beralamatkan di jl. Anggur No. 23 Kidul Dalem Bangil Pasuruan. Beliau bernama lengkap Ust. M. Umar Faruq. Penjelasan tentang Gurah dimulai pada pukul 10.30 waktu setempat. Hal tersebut dikarenakan sebelumnya Ust. Umar sowan ke Mas d.Nawawy Sadoellah, Katib Pondok Pesantren Sidogiri. Beliau pertama-tama menjelaskan apa yang harus dilakukan santri ketika nanti beliau melakukan gurah. Nantinya santri akan diberikan semacam ramuan yang dimasukkan ke lubang hidung. Dan santri dilarang bercanda ketika nantinya digurah. Kemudian beliau juga menjelasakan manfaat gurah, tidak hanya untuk kesehatan tapi juga untuk membantu suara menjadi lebih merdu. Baca juga : Konsulat Terbesar Kenalkan Pengurus Baru “Manfaat gurah suara akan menjadi nyaring, bening, kuat, lantang, panjang, bersih, merdu, dan halus”, jelas beliau. Ust. Umar menjelaskan lebih lanjut tentang gurah ini, bahwa untuk yang ikut gurah tidak ada pantangan sama sekali. Hanya saja sangat dianjurkan selama tiga hari agar mengurangi makanan yang bersifat pedas, es, dan gorengan. Boleh makan yang disebutkan tadi, tapi sedikit. Setelah penjelasan, beliau langsung meminta semua peserta untuk langsung bersiap di tempat yang telah ditentukan. Untuk Guru, Aliyah, dan Kuliyah Syariah bertempat di ruang 02 dan 03 as-Suyuti. Walaupun waktu sudah menunjukkan pukul 11.30 malam, tapi peserta yang mendaftar semakin banyak. Maklum, santri hanya dibebankan Rp. 10.000 untuk mendapatkan tiket masuk mengikuti gurah. Bahkan pada jumat paginya, acara gurah dimulai kembali, bahkan tidak hanya santri tetapi juga wali santri yang kebetulan mengirim puteranya pada hari tersebut. _________ Penulis : Musafal habib Editor    : Saeful Bahri bin...

Selengkapnya
Santri Membeludak, Butuh Kesabaran yang Ekstra Mondok di Sidogiri
Sep27

Santri Membeludak, Butuh Kesabaran yang Ekstra Mondok di Sidogiri

Tidak ada yang harus dikeluhkan tentang hidup ini, terlebih soal kesabaran akan menunggu sesuatu yang nyatanya membosankan seperti kepadatan santri yang ada di sini. Kepadatan penduduk yang dialami Indonesia ternyata berdampak pula pada populasi santri di Sidogiri, setiap tahun Sidogiri menerima santri baru dengan jumlah yang bombastis. Beberapa dekade yang lalu mungkin pesantren ini hanya memiliki santri sebanyak tiga ribuan, tidak sepadat yang kita kira saat ini. Dulu santri dengan leluasa berlalu-lalang tanpa harus berdesak-desakan. Pergantian zaman yang semakin berkembang, berkembang pulalah jumlah dan keadaan santri yang mungkin berbeda derastis sebagaimana dahulu. Pemandangan antri dan berdesak-desakan sudah tidak perlu kita tunggu lama-lama. setiap malam tidak ada jalan yang tidak sepi dilewati santri apalagi pasca kegiatan ngaji kitab pukul 08.00 Wis malam. Jalanan yang ada hampir tidak tampak disebabkan oleh kepadatan santri yang sibuk dengan kegiatan mereka masing-masing. Pemandangan ini terjadi setiap hari kita tidak usah menunggu adanya perkumpulan di lapangan untuk melihat suasana seperti itu. Baca juga: Seminar Ilmiah UKPI Jurusan Tarbiyah Madrasah Miftahul Ulum yang telah berdiri kokoh bejumlah tiga gedung dan satu lagi kamar mandi berlantai lima sedang tahap pembangunan, semua itu disediakan untuk memenuhi fasilitas santri Sidogiri yang tidak mungkin hanya mengandalkan fasilitas yang lama, tapi dengan pembangunan-pembangunan fasilitas baru yang akan dipakai oleh santri. Lima tahun yang lalu mabna al-Ghazali, ar-Rafi’i, dan an-Nawawi berada dibelakang kantor Sekretariat, sekarang telah berubah menjadi pemukiman super padat. Perpustakaan pun juga mengalami nasib yang sama, sebelumnya perpustakaan dan istansi-instansi lainnya terletak di sentral area pondok pesanten. Kini perpustakaan telah dipindahkan ke samping balai tamu dengan memanfaatkan bekas kantor kopontren sebagai gedung perpustakaaan yang baru. Begitu juga dengan kantor Kuliah Syariah, BPP, TTQ, Sidogiri Media, Batartama, MQS, BPSTI, dan LPBAA harus dipindah ke kantor sekretariat lantai III lantaran dijadikan pemukiman santri. Baca juga: BMW ke-59 Pondok Pesantren Sidogiri Kalau boleh Saya katakan bahwa Sidogiri tak ubahnya kota Jakarta. Kota dengan populasi terpadat ketiga di dunia dengan dihuni oleh lebih dari sepuluh juta penduduk, baik itu penduduk asli Jakarta atau pun para perantau yang mangadu nasib di kota metropolitan tersebut. Sidogiri pun begitu, santrinya berasal dari berbagai pelosok negeri hingga negeri jiran. Ada yang bersuku Jawa, Madura, Sunda, Dayak dll. Kalau sudah musim hujan hal yang jadi momok menakutkan adalah banjir. Tidak tanggung-tanggung banjir bisa terjadi kapan saja bila curah hujan melampaui batas normal, ditambah permukaan tanah yang rendah serta zona resapan air hujan yang minim semakin menambah kemiripan Sidogiri dengan kota Jakarta yang selalu berlangganan banjir. Jadi sudah selayaknya menjadi santri Sidogiri untuk selalu bersabar sebab kondisi yang ada di sini tidak seperti apa yang kita harapkan, sebab hal ini adalah bagian dari mondok itu sendiri. Baca juga: Putusin atau Halalin _____ Penulis: Dimas...

Selengkapnya
Seminar Ilmiah UKPI Jurusan Tarbiyah
Sep26

Seminar Ilmiah UKPI Jurusan Tarbiyah

Malam Kamis (25/09) Organisasi Murid Intra Madrasah (OMIM) melalui Unit Kegiatan pengembangan Intelektual (UKPI) mengadakan Seminar Ilmiyah untuk murid Madrasah Miftahul Ulum (MMU) Aliyah, jurusan Tarbiyah. Mengusung tema “Pendidikan Mengubah Wajah Peradaban”, pengurus mendatangkan Dr. Muhammad Holison Mpdi, Singosari Malang sebagai narasumber. Seminar dilaksanakan pukul 08.30 (Ba’da Pengajian Kitab) di ruang auditorium sekretariat lantai II. Seminar ini dihadiri oleh seluruh murid MMU Aliyah jurusan tarbiyah dan 3 delegasi dari masing-masing kelas selain jurusan tarbiyah. Dr. Muhammad Holison Mpdi menjelaskan bahwa Tarbiyah yang berbasis pada peradaban adalah dimulai dari memperbaiki dan mendidik diri kita sendiri, baru kemudian kita bisa mendidik orang lain. “Bersihkan dirimu dulu baru kau bisa membersihkan orang lain.” Terang doktor yang menyelesaikan S3-nya di UIN Maulana Malik Ibrahim ini. Baca juga: Seminar OMIM-UKPI: Hadirkan KH. Safrijal Bin Muhammad Subadar “Jadilah guru yang baik,” tegas beliau. Guru yang baik adalah yang apabila dia datang, dia sudah ditunggu oleh santrinya. Sebaliknya, guru yang tidak baik adalah yang kehadirannya tidak dinanti. Untuk menjadi guru yang dinanti oleh muridnya, pepatah arab mengatakan, ‘Ketika sesuatu keluar dari hati bersih manusia serta didasari oleh keimanan maka akan masuk ke hati pula.’ Kita tidak perlu heran dan kagum pada ilmuan barat, karena sejatinya kita adalah pemegang ilmu. Kita harus bangga pada ilmu kita yaitu al-Quran dan Hadis, yang mana dengan kebanggaan itu kita harus merealisasikannya dengan cara mendalaminya. Dari situ kita bisa tahu bahwa tidak ada yang lebih hebat dari ilmu kita. Kita bisa mengubah wajah peradaban dengan cara tetap berpegang teguh pada al-Quran dan Hadis. “Kalo orang pinter, beriman dan bertauhid ia akan mengintegrasikan antara sains dengan tauhid. Yang bisa melakukan itu muslim bukan barat. Lakukan sesuatu apapun meskipun kecil. Lakukan dulu yang kecil nanti akan menjadi besar.” Jelas direktur penerbit Lisanul Arab ini. Baca juga: Daerah A, Daerah Idaman Pecinta Al-Quran ________ Penulis: Kanzul Hikam Editor: Saeful Bahri bin...

Selengkapnya
Galeri BMW ke-59 Pondok Pesantren Sidogiri
Sep25

Galeri BMW ke-59 Pondok Pesantren Sidogiri

Sehubungan dengan diadakannya Bahtsul Masa’il Wustha (BMW) ke-59 di Ponsok Pesantren Sidogiri, pengurus mengundang beberapa pesantren dari Jawa dan Madura untuk berpartisipasi pada BMW tersebut. Bagaimana keseruan BMW pada tahun ini, berikut beberapa foto yang berhasil di ambil dari BMW ke-59 ini.   Baca juga: BMW ke-59 Pondok Pesantren Sidogiri Baca juga: Baca konten porno, lalu syahwat. Siapa yang salah?                                                                               Baca juga: 132 Anggota KUD Minatani Datangi Kopontren Sidogiri                             Baca juga: Semut Ibrahim di Liburan Idul Adha 1440 H   Acara BMW ini bisa di tonton di...

Selengkapnya
Baca konten porno, lalu syahwat. Siapa yang salah ?
Sep25

Baca konten porno, lalu syahwat. Siapa yang salah ?

Malam selasa, (24/01), seperti biasanya, dalam musyawaroh yang dilaksanakan di komisi A malam itu, terlihat para musyawirin antusias dengan berbagai macam argumen dan ibarot yang telah disiapkan, apalagi meninjau permasalahan yang dibahas malam itu bersangkutan dengan pornografi, yang memang menjadi sesuatu yang meresahkan dalam dunia pesantren. Malam itu, tersingkap beberapa fakta yang mungkin tidak banyak dari kalangan santri yang mengetahuinya. Berawal  dari gus Muhib yang penasaran dengan kitab fathul izar yang menjadi pembahasan malam itu. Sehingga tersingkap bahwa fathul izar adalah kitab yang belum jelas siapa pengarang sebenarnya, dengan meninjau susunan lafadz di dalamnya yang memang agak kacau, menurut beliau. “sebelum kita membahas permasalahan, apalagi membahas sebuah kitab, kita harus mengetahui kejelasan permasalah, dan kitab yang akan kita bahas. Dalam kitab fathul  izar yang menjadi pembahasan malam ini, saya tidak menemukan pengarang pastinya. Ketika saya cari di internet ada yang mengatakan bahwa kitab ini dikarang oleh orang pasuruan, tapi saya belum menemukan tendensi kuatnya.” Keterangan beliau di tengah-tengah musyawaroh. Baca juga: Kaifa, Satu-satunya Musyawarah Akidah di Sidogiri Dalam sesi akhir musyawaroh malam itu, beliau juga menjelaskan bahwa kita harus membedakan konten bacaan yang berbau porno dengan kitab muktabar  yang membahas bab jima’. “dalam pembahasan kita harus membedakan antara novel porno yang memang dikarang dengan tujuan menggiring pembaca membayangkan apa yang ada didalamnya, dengan kitab yang membahas tentang jima’ dan segala sesuatu yang berhubungan dengannya. Dari tujuan pengarang menulis saja sudah jelas perbedaan diantara keduanya, meskipun keduanya berkemungkinan menimbulkan  syahwat .” Terang gus Muhib menashih pembahasan malam itu. Baca juga:Ubudiyah Adakan Diklat di DAS Selain perbedaan kitab dan novel yang sudah jelas beda, dalam kesempatan itu gus Muhib juga menjelaskan bahwa hal tersebut meninjau pembaca yang memang mempunyai gambaran dan bayangan yang berbeda-beda. “sebenarnya dalam masalah syahwat itu tergantung siapa yang membaca. Pikiran orang yang mondok 30 tahun belum menikah, dengan anak yang masih baru menginjak dewasa itu berbeda. Jangankan melihat wanita, melihat kitab bab jima’ saja mungkin pikiran mereka sudah membayangkan hal yang aneh-aneh. Jika terjadi seperti itu, siapakah yang disalahkan, sekali lagi saya tekankan, jangan salahkan kitab, tapi salahkan orang yang membaca, kenapa mereka sampai syahwat membaca kitab tersebut, karena memang dari tujuan pengarang kitab bukan untuk menyuruh atau mengajak kepada syahwat, tapi hanya menjelaskan tentang tata cara dan sebatas pengetahuan agar kita tidak terjerumus kedalam perkara yang tidak disukai Allah.” Pungkas penjelasan beliau sekaligus menutup acara malam itu. Baca juga: Habib Muhammad Ali bin Taufiq Baroqbah: Kewajiban Menutup Aurat Merupakan Ibadah ________ Penulis: Alfin Nurdiansyah* Editor: Saeful Bahri bin Ripit *Redaksi Mading...

Selengkapnya
BMW ke-59 Pondok Pesantren Sidogiri
Sep25

BMW ke-59 Pondok Pesantren Sidogiri

Malam selasa (23/09) Pondok Pesantren Sidogiri mengadakan Bahtsul Masa’il Wustha (BMW) ke-59 yang telah menjadi agenda tahunan. Sidogiri memiliki agenda BMW sebanyak dua kali setiap tahunnya. Semester pertama diperuntukkan bagi seluruh pesantren se-Jawa-Madura, sedangkan untuk semester ke-dua untuk para alumni Sidogiri. Acara ini di prakarsai oleh Kuliyah Syariah Pondok Pesantren Sidogiri, di mulai sejak malam Selasa (23/09) sampai malam Rabu (24/09). Bertempat di mabna as-Suyuti dan al-Ghazali. BMW pada tahun ini bisa dikatakan berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, dengan dimasukkannya beberapa pertanyaan seputar akidah dan tasawuf, dengan sistem dua komisi dalam 3 jalsah (pertemuan). Ada 15 soal yang dibahas oleh Komisi A & B, 8 soal di antaranya sudah mendapatkan keputusan hukum. Diikuti oleh utusan dari 62 pesantren se-Jawa dan Madura, serta kelompok kajian. Acara di buka oleh MC pada malam Selasa, jam 07:30 Wis, diiringi pembacaan salawat Nabi oleh tim dufuf Sidogiri dan disusul dengan sambutan Sekretaris Umum (Sekum) Pondok Pesantren Sidogiri, Ust. Saifulloh Naji. Baca juga: Aneka Ragam Musyawarah di Sidogiri Setiap jalsah dilaksanakan selama 03 ½ jam, jalsah I pada malam Selasa, mulai dari jam 08:30 s/d 12:00 Wis. Jalsah II pada Selasa pagi, mulai 08:30 s/d 12:00 Wis. Jalsah III pada Selasa siang, jam 01:00 s/d 04:30 Wis. BMW di tutup pada malam Rabu dengan susunan acara, pembacaan Shalawat Nabi, Pemutaran Video, Pesan kesan dari para peserta, Sambutan Panitia dan Ikhtitam. Dalam hal undangan, Sidogiri masih tetap konsisten mengundang beberapa pondok-pondok besar maupun kecil yang dianggap aktif dalam hal musyawaroh se-Jawa-Madura, seperti Lirbyo, Ploso, Bata-bata, PP. Syaikhona Kholil dan beberapa pesantren lainnya. Total delegasi pesantren yang mengikuti BMW pada tahun ini sekitar 116 delegasi. Baca juga: Ust Fauzan Imron: Perbedaan Ilmu Kalam dan Filsafat Dalam segi fasilitas, acara BMW kali ini dilengkapi dengan sistem live streaming offline menggunakan layar LCD yang diletakan diluar gedung, lengkap dengan tempat duduk dan tempat berteduh. Sehingga memungkinkan bagi para santri untuk dapat menonton jalanya musyawaroh dari luar gedung tanpa khawatir berdesak-desakan. Panitia memiliki harapan besar agar para undangan dapat selalu aktif dalam forum musyawaroh yang diadakan oleh Pondok Pesantren Sidogiri. “Saya berterima kasih kepada para delegasi musyawaroh yang telah berkenan untuk hadir. Insyaallah kami akan selalu mengundang anda sekalian dalam acara BMW yang akan kami laksanakan, dan kami juga berharap agar para delegasi mau berkenan hadir dalam acara tersebut dan kami juga berharap agar anda sekalian tidak lupa untuk mengundang kami pula.” Ungkap Ust. Firdaus selaku wakil ketua panitia saat penutupan acara BMW malam rabu (24/09). Baca juga: Santri Sidogiri Saksikan Gerhana Bulan Parsial Jelang Subuh ______ Penulis: Kanzul Hikam Editor: Saeful Bahri bin...

Selengkapnya