Ketentuan Kunjungan Idul Adha 1439 H
Amma ba’du, dengan ini kami Bagian Ketertiban dan Keamanan (Tibkam) Pondok Pesantren Sidogiri memberitahukan kepada seluruh santri dan wali santri Pondok Pesantren Sidogiri, bahwa Idul Adha/Hari Raya Kurban yang akan dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 10 Dzul Hijjah 1439 H adalah hari dimana Pondok Pesantren Sidogiri didatangi oleh banyak tamu atau wali santri, maka kami Bagian Ketertiban dan Keamanan perlu memberitahukan hal-hal berikut; Tempat menjumpai tamu,berada di Balai Tamu, Mabna al-Ghozali dan Mabna al-Jadid. Santri yang tidak ada tamu dilarang keras untuk mendatangi kawasan selatan sungai. Santri yang kedapatan tidak menjumpai tamu, atau ikut-ikutan menjumpai tamu, akan diminta kembali ke asramanya. Santri yang ada panggilan ke Balai Tamu atau Mabna al-Ghozali, harus mengambil kartu panggilan di KANTOR TIBKAM terlebih dahulu dengan membawa KTS yang berlaku, karena kartu tersebut menjadi bukti bahwa santri sudah dipanggil oleh tamunya. Semua santri dilarang keluar ke jalan raya, kecuali ada keperluan mendesak dan izin dari Tibkam piket di Kantor Tibkam. Izin keluar tidak boleh melebihi dari 15 menit. Izin keluar meliputi jarak lingkup batas Santri yaitu; Selatan: sampai Jembatan balakang balai Tamu. Timur: sampai jembatan pasar ngempit. Utara: sampai Toko basmalah ngempit. Barat: sampai kaplingan. Santri dilarang menjumpai tamu di selain tempat yang telah ditetapkan seperti; di lapangan, Kantor Sekretariat, rumah-rumah warga. Santri yang mempunyai mahram di Banat, dilarang menjumpai mahramnya dengan alasan apapun, dan perizinan ditutup. Ketentuan-ketentuan tersebut di atas berlaku selama 3 hari yaitu; Hari Rabu s/d Jumat tanggal 10 s/d 12 Dzul Hijjah 1439 H, harap di maklumi dan dipatuhi. Sumber Data: Ketertiban dan Keamanan...
TIBKAM; Santri Dilarang Mengoperasikan Alat Elektronik
Sehubungan dengan pelaksanaan perayaan Hari Raya Idul Adha pada Rabu (10/12), Pengurus Pondok Pesantren Sidogiri Bagian Ketertiban dan Keamanan (Tibkam) berupaya mengoptimalkan ketertiban dan keamanan selama masa kunjungan di hari libur santri. “Masalah keamanan memang sudah direncanakan sejak kemarin. Kami akan bekerja ekstra, karena hari itu memang berbarengan dengan hari libur santri,” ungkap Ustaz Ainurraziqin, wakil III Tibkam. Bagian Tibkam berharap kepada wali santri agar tidak meminjamkan handphone (HP) kepada putranya, karena melawan ketentuan pesantren. Konsekuensi bagi yang melanggar aturan akan dilakukan penyitaan HP tersebut. “Semua pasti berharap berjalan sesuai aturan Pengurus Pondok Pesantren Sidogiri. Untuk HP memang sudah ada aturan walau bukan Idul Adha. Untuk besok, kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk kemaslahatan besok ketika Hari Raya Idul Adha,” pungkas Ustaz Ainurrozikin. === Penulis: A. Farid Muflihin Editor : N. Shalihin...
Puasa Dzul Hijah; Momen Buka Bersama
Amalan yang sunnah untuk dikerjakan pada bulan Dzul Hijah adalah puasa Tarwiyah dan Arafah, yang dilaksanakan pada tanggal 8 dan 9 Dzul Hijah, dua hari menjelang Hari Raya Idul Adha. Beberapa santri Sidogiri tampak sibuk menyiapkan makanan untuk buka puasa. Tampak juga yang lain mengadakan buka bersama teman kelas, teman kamar, dan/atau teman daerahnya masing-masing, pada Senin (20/08). “Meskipun kami berbeda kabupaten, provinsi, atau bahkan negara sekalipun, tapi kami seperti sekeluarga gitu. Pokoknya saya seneng banget pak,” ujar Khoirul Alfin, Daerah J. Satu hari sebelumnya, yakni pada Ahad (19/08), Kantor Bagian (Kabag) Ubudiyah Pondok Pesantren Siodigiri mengeluarkan selebaran yang bertuliskan himbauan dan panduan terkait puasa Tarwiyah dan Arafah, hal ini di maksudkan untuk memberi tahu santri tentang tatacara mengerjakan amalan tersebut dengan baik dan benar. “Saya seneng, karena disamping momen ini hanya satu tahun sekali, kami juga bisa berkumpul dan buka bareng teman-teman yang dari rumah. Yang itu, teman saya sekelas, buka bareng teman kelas,” ujar santri berdomisili di Daerah G, sembari menunjuk sekelompok santri di sebelahnya. === Penulis: Ach Mustaghfiri Soffan Editor : N. Shalihin...
Biaya Administrasi Sidogiri Diwajibkan Menggunakan Kartu E-MAAL
Tercatat sejak (25/10/39) dalam rangka memenuhi kebutuhan santri, Pengurus Pondok Pesantren Sidogiri membuat undang-undang baru terkait administrasi santri. Aturan tersebut berupa kewajiban santri menggunakan Kartu e-maal disetiap pembayaran yang berkaitan dengan kebutuhan santri setiap harinya. Langkah ini diambil dalam rangka mempermudah santri dan wali santri dalam mengatur biaya hidup. Beda halnya dengan uang tunai yang harus bolak-balik ke ATM untuk mengambil uang. Untuk prosedur pembuatan kartu bisa dilakukan di semua cabang toko Basmalah, wali santri bisa melakukan top-up saldo di toko Basmalah terdekat. Selain memenuhi kebutuhan santri, kartu ini juga bisa digunakan untuk semua pembayaran yang berkenaan dengan Iuran santri seperti; Ianah Maslahah, surat salinan dll. “Agar bisa praktis dan cepat. Untuk yang berkaitan dengan admnistrasi tinggal menyebutkan No. Induk Santri (ID). selepas membayar , wali santri akan mendapatkan slip pembayaran. Slip tersebut diserahkan kepada petugas pelayanan admininstrasi di Kantor Sekretariat Pondok Pesantren Sidogiri,” Ucap Nanang Qosim, staf pelayanan kantor Skretariat “Masih sering dijumpai, selesai transaksi pembayaran slip yang di wali santri tidak disetorkan, bahkan sampai ada yang mengaku hilang. Akibatnya, administrasi yang seharusnya lunas jadi tidak lunas karena tidak menyetorkan slip transaksi, padahal slip itu sebagai tanda bukti,” lanjut Nanang Qosim. Pengurus menekankan program ini terealisasi dengan cepat dan baik, bahkan pada ajaran tahun mendatang semua sistem pembayaran termasuk pembayaran makan di koperasi dan lain sebagainya menggunakan kartu e-maal. Tidak jauh beda dengan pernyataan Ust. Abror, untuk tahun depan seluruh kegiatan pembiayaan dan administrasi wajib menggunakan e-maal. “Untuk tahun mendatang, Insya Allah semua sistem pembayaran di Pondok Pesantren Sidogiri diharuskan menggunakan kartu e-maal, baik yang berkaitan dengan administrasi pesantren atau kebutuhan sehari-hari,” jelas Ust. Abror, staaf pelayanan disela-sela kesibukannya. ===== Penulis: A. Farid Muflihin Editor: N. Shalihin bin Damiri...
Warnai HUT RI dengan Gelak Tawa Santri
Ada banyak cara yang dilakukan masyarakat dalam memperingati kemerdekaan Republik Indonesia, tak terkecuali Pondok Pesantren Sidogiri yang merayakan kemerdekaan dengan tahlil, yasin, upacara pengibaran bendera dan aneka macam lomba. Baca Juga: Merah Putih Di Atas Sarung Hijau Santri Ada berbagai macam perlombaan yang cukup menarik, di antaranya: lomba sulur sarung, tarik sarung, balap sarung dan helm sarung. Di antara berbagai lomba yang sangat diminati oleh para santri yaitu lomba “helm sarung”, lomba ini dilaksanakam di halaman Daerah M mampu mengundang gelak tawa santri. Baca Juga: Sambut Kemerdekaan Republik Indonesia ke-73 dengan Pembacaan Yasin dan Tahlil Pasalnya para peserta dari masing-masing daerah di ambil yang kecil dengan syarat usia 10-an kebawah, tubuh kecil tersebut dibalut dengan sarung di keseluruhan badannya serta menggunakan “helm”. ketika lomba dimulai terlihat tingkah lucu dari peserta lomba membuat para penonton tertawa. Dengan tubuh mungil yang sulit untuk bergerak itu disuruh lari balapan dengan saingannya, “Sulit sekali untuk bergerak, saya yang mau lari jadi malu karena takut di tertawakan oleh para santri, ” kataUsman peserta lomba. Para santri yang menengok lomba tidak bisa menahan tawanya, lebih-lebih disaat kedua peserta lomba berbenturan saat bertemu di area jalannya lomba. “Saya sendiri tidak bisa menahan tawa, sangat lucu sekali. Hiburan ini sangat cocok dengan aktifitas santri yang padat, lebih-lebih merayakan HUT RI. Sangat bahagia,” jelas Arifin penonton yang tidak bisa menahan gelak tawa sejak awal pertandingan. ===== Penulis: A. Farid Muflihin Editor: N. Shalihin...
Merah Putih di Atas Sarung Hijau Santri
“Tidak terhitung berapa banyak nyawa pahlawan dan tetes darah yang sudah dibabat habis oleh Para Pahlawan untuk membela bangsa. Dan tidak terhitung juga berapa banyak harapan dan doa yang mereka lontarkan bagi masa depan Indonesia. Upacara semacam ini merupakan bentuk cinta kita kepada kedaulatan Indonesia. Bentuk syukur kita terhadap keberhasilan yang dicapai bangsa Indoneia.” Laporan: M Afifur Rohman Mata hari pagi tampak pucat menggantung rendah di timur bumi Sidogiri, Sinarnya tepantul masuk ke bilik-bilik permukiman santri, menghadirkan bayangan panjang melintasi gedung tinggi al-Ghazali. Pagi itu seolah-olah memancarkan atmosfer perayaan yang belum ada dalam acara sebelumnya. Jam digital yang sudah lama berkedip menunjukkan pukul 05.28 Wis. Tampak dari kejauhan, santri berjalan, bergerombol, membentuk barisan dengan memakai sarung hijau dan takwa koko serta bersongkok putih muncul dari arah barat, selatan. Bersatu padu walaupun tanpa komando, diiringi dengan gumpalan-gumpalan debu yang beterbangan, seakan peperangan besar akan segera dimulai. Tepat pukul 05.40 WIS seluruh santri, Pengurus Harian, Majlis Keluarga sudah memadati lapangan olahraga desa Sidogiri. Suara gumelegar Sound System bermerek Salsa menjadi warna tersendiri dari acara tersebut. Disisi depan petugas keamanan tampak sibuk dengan penertiban lalu lintas. “Semua santri agar tertib dan menempati di kelasnya masing-masing, dan jangan berebut,” intruksi dari pihak keamanan. Mulainya acara ditandai dengan masing-masing pemimpin barisan menyiapkan barisan. Dilanjutkan dengan masuknya pemimpin upacara menuju tengah lapangan. Dan peserta diambil alih oleh Pemimpin Upacara. Suasana khidmat terasa ketika Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) mulai memasuki lapangan upacara, semua hadirin diminta untuk berdiri. Selepas itu, lantunan lagu Indonesia raya diringi musik instrumen mulai menggema. “Ini pemandangan yang luar biasa. Kekompakan antara santri, pengurus, keluarga dan pihak pemerintah sangat terasa. Mereka kompak jadi satu di sini dan mudah untuk mengaturnya,” ujar Saifuddin TNI Angkatan Darat, yang menjadi pelatih dari tim Paskibra Sidogiri Jumat, 17-08-2018. Acara terus berlanjut dengan mengheningkan cipta yang dipimpin oleh Pembina Upacara (Ust. Saifulloh Muhyidin), pembacaan UUD 1945 oleh Bendahara Umum (Mas Ahmad Sa’dollah) pembacaan teks proklamasi oleh Sekretaris Umum (Saifulloh Naji). “Pelaksanaan upacara bendera ini dalam rangka mengenang jasa para pahlawan kemerdekaan Indonesia dan menghormati pengorbanan mereka, berkat para pahlawan kita bisa menikmati hidup tentram dan damai di negara kita Indonesia. Pengibaran bendera ini merupakan bentuk cinta dan komitmen kita terhadap negara kesatuan Indonesia yang dibangun di atas darah dan nyawa para pendahulu kita. Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya,” teks amanat yang dibacakan oleh Ust. Saifulloh Muhyidin. “Acara ini bukan hanya bentuk formalitas saja. Tapi ini bentuk syukur kita, rasa bahagia kita dan rasa takdzim kita terhadap para petahana bangsa. Kita berharap, Semoga bangsa Indonesia terus diberikan kedamaian dan kesejahteraan, Amin.” Tegas Sekretaris Umum Pondok Pesantren Sidogiri Ust. Saifulloh Naji, saat ditemui redaksi Sidogiri.Net. Acara...