Bahtsul Masail

Perjalanan Jauh Tapi Dekat Rumah

Perjalanan Jauh Tapi Dekat Rumah
Perjalanan Jauh Tapi Dekat

a. Deskripsi Masalah 

Seorang santri di sebuah pesantren ditugaskan untuk mengikuti seminar di kota, dan ternyata kota tempat diseleng-garakannya seminar itu tidak jauh dari tempat tinggalnya.

b. Pertanyaan

Apakah boleh santri itu melakukan salat qasar, padahal jaraknya tidak mencapai jarak diperbolehkan salat qasar jika diukur dari tempat tinggalnya?

c. Jawaban

Jika tidak melewati balad (daerah)-nya sendiri, maka boleh mengqasar salat, namun jika melewati balad-nya maka tidak boleh. Namun menurut Sayid Umar Basri boleh melakukan qasar selama tidak ada kesengajaan melewati balad-nya.

d. Rujukan

قال السيد عمر البصري يَتَرَدَّدُ النَّظَرُ فِيْمَا لَوْ سَافَرَ اِلَى مَحَلٍّ بَيْنَهُ وَبَيْنَهُ مَسَافَةُ قَصْرٍ وَلَكِنْ وَطَنُهُ فِي أَثْنَاءِ الطَّرِيْقِ بِحَيْثُ تَكُوْنُ المَسَافَةُ بَيْنَهُ وَبَيْنَهُ دُوْنَ مَسَافَةِ القَصْرِ فَهَلْ يُسَوَّغُ لَهُ التَّرَخُّصُ مُطْلَقاً اَوْ يُفَصَّلُ بَيْنَ اَنْ يَقْصِدَ المُرُوْرَ اِلَى وَطَنِهِ وَاَنْ لاَيَقْصِدَهُ وَلَعَلَّ الثَّانِي اَقْرَبُ وَعَلَيْهِ فَيَظْهَرُ اَنَّهُ يَسْتَمِرُّ بِتَرَخُّصٍ اِلَى اَنْ يَصِلَهُ فَاِذَا وَصَلَهُ اِنْقَطَعُ تَرَخُّصُهُ ثُمَّ يَنْظُرُ بَعْدَ ذَلِكَ اِذَا شَرَعَ فِي السَّيْرِ اِنْ كَانَ بِمِقْدَارِ مَسَافَةٍ تَرَخَّصَ وَإِلاَّ فَلاَ اهـ لَكِنْ قَوْلُ الشَّارِحِ السَّابِقُ فَلاَ يَتَرَخَّصُ فِي اِقَامَتِهِ وَلاَ رُجُوْعِهِ اِلَى اَنْ يُفَارِقَ وَطَنَهُ تَغْلِيْبًا كَالصَّرِيْحِ اَنَّهُ لاَ يُسَوَّغُ لَهُ التَّرَخُّصُ مُطْلَقًا فَلْيَتَأَمَّلْ اهـ.( الترمسي, 3/163).

Disadur dari: Buku Santri Salaf Menjawab

Pesan Buku

Shares:
Show Comments (0)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *