MAI: Boleh Membakar Mushaf al-Quran yang Tidak Layak Pakai
Mar14

MAI: Boleh Membakar Mushaf al-Quran yang Tidak Layak Pakai

Musyawarah Antar Instansi (MAI), di bawah naungan Kuliah Syariah kembali digelar pada Kamis (11/05) yang lalu. Kegiatan yang dihelat di halaman Daerah B tersebut membahas fenomena pembakaran mushaf al-Quran yang sudah tidak layak pakai. Perlu diketahui, di Masjid Jami’ Sidogiri dan pesarean, banyak ditemui al-Quran yang bertulis ‘wakaf’ yang salah satunya merupakan sumbangan dari L-Kaf Sidogiri, lembaga Pondok Pesantren Sidogiri yang menangani wakaf. Selain itu, banyak ditemukan al-Quran berstatus wakaf itu sudah terlepas beberapa lembarannya, bahkan sebagian lembarnya terlepas. Petugas yang menangani hal itu memutuskan membakar mushaf al-Quran tersebut. Alasannya, karena mushaf yang telah rusak jarang dipakai oleh santri, sehingga al-Quran tersebut terabaikan dan dikhawatirkan mushaf tersebut akan terinjak serta tidak dihormati. Musyaffa’ Bisri dan Ust. Syamsul Arifin sebagai musahih menyatakan boleh membakar mushaf tersebut. Keputusan tersebut mengacu pada ibarat dalam kitab al-Majmu’ Syarhu al-Muhadzdzab dan Tuhfah al-Habib ‘ala Syarhi al-Khatib. Dalam kedua kitab tersebut dinyatakan bahwa boleh membakar mushaf sekalipun berstatus wakaf dengan alasan menjaga kemuliaan al-Quran tersebut.[] Penulis : Faried Muflihien Editor   : Muh Kurdi...

Selengkapnya
Kunjungan PP. Al Fatah: Sepulang dari Sidogiri Saya Harus Buat Novel Lagi
Mar09

Kunjungan PP. Al Fatah: Sepulang dari Sidogiri Saya Harus Buat Novel Lagi

Untuk sekian kalinya Pondok Pesantren Al Fatah, Temboro, Mangetan, Jawa Timur berkunjung ke Pondok Pesantren Sidogiri, Kamis (09/03). Kunjungan kali ini bertujuan melakukan studi komparatif terkait manajemen penerbitan media pesantren. Rombongan tersebut ditemui oleh Pengurus Badan Pers Pesantren (BPP) dan Sidogiri Media. “Alhamdulillah, berkat kunjungan kami ke sini pada tahun lalu, sekarang Pondok Al Fatah sudah bisa menerbitkan media. Setidaknya sudah ada 3 majalah yang bisa kami kelola. Karenanya, kiai (KH. Uzairan Thohir, red) sangat mengapresiasi dan bahagia sekali,” ungkap Ust. Muhammad Thoha Al Furjazi, ketua rombongan, dalam sambutannya. Menurut penuturan Ust. Muhammad, kunjungan tahun lalu masih dirasa sangat kurang dan belum klop sehingga atas perintah kiai mereka berkunjung kembali ke Sidogiri. “Sengaja kami khususkan dari awak redaksi majalah ke sini, untuk menimba ilmu manajemen penerbitan dan keperpustakaan. Dengan harapan apa yang ada di Sidogiri bisa kami copy paste programnya untuk kami terapkan di sana,” terangnya. Setelah sekitar 45 menit berramah-tamah bersama Ust. Alil Wafa, Pemimpin Redaksi Sidogiri Media, di Ruang Auditorium Seketariat PPS, rombongan yang berjumlah 20 orang  ini, kemudian menuju Kantor BPP, dilanjutkan ke Perpustakaan Sidogiri, dan Kantor Sidogiri Penerbit. Rombongan tersebut melihat langsung suasana dapur redaksi, mulai dari proses penulisan, editing, pengemasan dengan desain yang menarik, marketing dan distribusi. “Melihat suasana seperti ini, rasa-rasanya sepulang dari Sidogiri, saya harus buat novel lagi ini,” seloroh Ust. Syukur A. Mirhan, staf pengajar Bahasa Indonesia PP. Al Fatah yang sudah menerbitkan beberapa karangan novel, di antaranya; Story of Santri Atawa Bidadari Kaki Langit Jilid 1. “Panas-panas iki rek poko’e mole teko kene kudu noles kabeh, koyo’e wes meletup-meletup kate nulis,” tambah Ust. Eko Mahmudi, Pemred Majalah Tranqil Darussalam dengan bahasa Jawa kepada peserta yang lain, di sela-sela obrolan ringan bersama Ust. Ismail Sh Arief, Kepala Sidogiri Penerbit. Sebelum pulang, rombongan juga menyempatkan diri berkunjung ke CV. Giri Grafika, salah satu cabang usaha KOPONTREN Sidogiri. Mereka menyaksikan proses angkat cetak buku-buku dan majalah terbitan Pondok Pesantren Sidogiri melalui mesin pencetak dan Digital Printing.[] === Penulis : N. Shalihin Damiri Editor   : Muh Kurdi...

Selengkapnya
Ajang Perlombaan Peringatan Milad Sidogiri 280 Sudah Dimulai
Mar03

Ajang Perlombaan Peringatan Milad Sidogiri 280 Sudah Dimulai

Jumat pagi (03/03) sekitar pukul 06.15 wis. ribuan santri PPS (Pondok Pesantren Sidogiri) –yang juga disaksikan sebagian tamu dari wali santri–  menyemut dari bagian utara Mabna MMU (Madrasah Miftahul Ulum) Al Ghozali, mengarah ke lapangan orahraga (LOR) Sidogiri sebagai lokasi pembukan dan pertadingan bola voli dalam rangka peringatan Hari Jadi PPS ke 280 dan MMU ke 81. Arakan ini diikuti oleh segenap pengurus daerah, panitia Milad Sidogiri 280 dan pemain bola voli dari perwakilan daerah A sampai O dan Z serta perwakilan dari MMU semua tingkatan. Mereka diarak dengan diiringi musik back band ala santri sidogiri yang dikemas secara kreatif. “Dengan serimonial ini, mari kita resmikan pembukaan aneka lomba menjelang peringatan Milad Sidogiri yang ke 280 ini, dengan pembacaan bismillah,” serentak komando dari Ust. Faiz Usman, Wakil Ketua Panitia Milad Sidogiri 280, diikuti oleh segenap hadirin melafadkan bismillahirrohmanirrohim yang ditandai dengan pelepasan 280 balon ke udara. Ketua Seksi Lomba, Ust. Muhammad Sholeh menambahkan acara ini merupakan sebagai petanda awal dimulainya semua lomba-lomba yang lain, baik yang lomba yang hanya bisa dikuti oleh santri ataupun lomba yang bisa diikuti oleh kalangan umum dari luar pesantren semisal lomba menulis cerpen. “Harapan dari kami, bagi semua peserta bermainlah dengan spotif dan kondusif jangan ada kecurangan dalam perlombaan ini. Sesuai dengan tema Milad Sidogiri kali ini ‘Satu langkah Satu Barisan’ mari kita bermain secara riel yang sehat,” tandasnya. Dalam kesempatan ini, juga dilangsungkan pertandingan bola voli antar asrama pemukiman santri. Yaitu asrama Daerah I Vs Daerah N, Daerah A Vs C dan Daerah J Vs Daerah H. Daerah H, A dan I sebagai pemenang lolos dari babak peyisihan untuk melangkah pada babak selanjutnya. Sekedar info untuk diketahaui, selain pertandingan bola voli. Dalam perlombaan menjelang perayaan Milad Sidogiri ke 280 ini, juga ada beraneka ragam lomba lainya yang lebih bergensi. Diantara lomba adalah lomba menulis artikel, cerpen, mading, mensyarahi kitab, debat fiqih dan lain-lain. [] === Penulis : N. Sholihin Damiri Editor   : Muh Kurdi...

Selengkapnya
MQS: Lejitkan Mental Muta’allim dengan Ajang Lomba
Feb27

MQS: Lejitkan Mental Muta’allim dengan Ajang Lomba

Metode Qurani Sidogiri (MQS) kembali mengelar lomba antar muta’allim Qurani yang pesertanya khusus jilid 5 ke atas pada Kamis malam (16/02) kemarin, bertempat di jerambah daerah F, depan Kantor TTQ (Taklimiyah wa Tahfidz al-Quran), dan mabna Al-Gozali. “Beranekaragam lomba akan dilaksanakan pada malam tersebut. Mulai dari lomba Qiro’atul Quran, Qurani Pintar, serta Hafalan Nazam Tajwid dan Cerdas Cermat.” Terang Kepala MQS, Ust. Syakur Nur ketika ditemui di depan Kantor MQS beberapa waktu lalu. Pak Syakur, panggilan akrab beliau, menegaskan bahwa lomba ini tujuannya untuk memicu kreatifitas muallim dalam membimbing pengajian muta’allimnya. Tidak hanya itu saja, beliau juga mengimbau agar lomba itu dijadikan sebagai momen untuk menggali potensi mental seorang pelajar, agar terbiasa tampil di khalayak ramai. Di samping itu untuk menguji sejauh mana kemampuan muta’allim dalam membacakan al-Quran sesuai tajwid dan fasih. Hadiah bagi juarawan nantinya akan sangat menarik dan berharga, seperti tropi, piagam dan medali. Menurut Pak Syakur, panitia menyediakan hadiah seperti itu agar lebih ada nilai kesan dan mengenang. Di samping pengurus MQS pada beberapa pekan sebelumnya juga mengelar acara serupa yang bertempat di luar Pondok Pesantren Sidogiri yang diikuti beberapa lembaga yang berafiliasi ke PPS dalam pengajaran Metode Qurani Sidogiri.[] === Penulis : Mustagfiri Editor   : Muh Kurdi...

Selengkapnya
Tingkatkan SDM Desa Binaan, LAZ Sidogiri Gelar Pelatihan Kuliner
Feb25

Tingkatkan SDM Desa Binaan, LAZ Sidogiri Gelar Pelatihan Kuliner

Untuk meningkatkan SDM warga kurang mampu di Desa Oro-oro Bulu, Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan, LAZ Sidogiri menyelenggarakan pelatihan kuliner pada Ahad (19/02). Desa Oro-oro Bulu merupakan desa tertinggal binaan LAZ Sidogiri. Para ibu-ibu diajak membuat olahan hasil laut dan air tawar seperti ikan lele, ikan tuna, udang, daging ayam beserta bumbu rempah-rempah menjadi makanan siap saji berupa abon lele, nugget daging ayam, samosa tuna dan spring roll. “Mereka dilatih membuat kuliner menjadi produk makanan siap saji dan bernilai tinggi. Harapanya, hasil pelatihan ini dapat dikembangkan oleh setiap warga desa binaan menjadi usaha mandiri dan bernilai ekonomis sehingga meningkatkan taraf hidup mereka,” kata Abd. Wahid Syafi’I, Manager Program LAZ Sidogiri saat menyampaikan sambutaannya di depan pesarta pelatihan kuliner. Farida Chasanah, SP dan Retvi Kusama Dewi, SPi dari Dinas Perikanan Kabupaten Pasuruan memberikan materi dan memandu para ibu-ibu membuat kuliner dengan empat menu tersebut. Indonesia memiliki ragam kekayaan kuliner yang melimpah dan tiada habisnya. Ragam kreativitas kuliner daerah menjadi salah satu potensi ekonomi kreatif. “Dengan pelatihan kuliner untuk warga kurang mampu di desa binaan, LAZ Sidogiri telah membuka peluang bagi mereka untuk berinovasi,” ujar Farida Chasanah, SP. Para ibu-ibu dibagi dalam empat kelompok, mereka sangat antusias mengikuti pelatihan hingga selesai. Diharapkan, dengan pelatihan kuliner ini para warga binaan bisa berinovasi dan mampu untuk mandiri.[] === Penulis : Ilham Akbar Editor   : Muh Kurdi...

Selengkapnya
Kiai Bahrul Widad: Hindari Penggunaan Ibarat Kontemporer
Feb22

Kiai Bahrul Widad: Hindari Penggunaan Ibarat Kontemporer

Perpustakaan Sidogiri menggelar acara Konsultan non-Reguler dengan tema; Langkah Cepat Mencari Ta`bir untuk Bahtsu Masail pada Jumat siang (03/02), bertempat di Ruang Fikih dan Tafsir, diikuti oleh seluruh santri dari berbagai tingkatan. Kiai Bahrul Widad, Wakil sekretaris syuriah NU Sumenep hadir sebagai narasumber. “Ya pastinya keterampilan dalam membaca kitab dan menerjemah dengan benar serta mengusai materi Musyawarah sebelum terjun ke lapangan.” Ungkap beliau ketika menjelaskan tentang modal utama yang harus dimiliki oleh pelaku Musyawarah. Lebih lanjut beliau menerangkan, bahwa metode terbaik dalam mencari keterangan ibarat adalah menelusuri ibarat secara bertahap serta memahami matan sebaik mungkin sebelum melanjut ke kitab syarah atau hasyiah. “Dan dianjurkan untuk hafal secara tahqiq serta setiap menemukan ibarat yang penting maka harus dicatat, jika malas maka minimal diberi garis bawah karena dengan mencatat ingatan kita melekat.” Terang alumnus Sidogiri ini Beliau berpesan kepada semua audien, agar sebisa mungkin menghindari ibarat kontemporer. Menurutnya musyawirin harus mendahulukan ibarat yang ada di kutubutturats (kitab terdahulu). “Ibarat Kontemporer hanya sebagai pendukung saja.” Pungkasnya. [] === Penulis : Mustagfiri Editor   : Muh Kurdi...

Selengkapnya