Syaikh Muhammad bin Suud al-Jihdi al-Yamani; Jangan Putus Asa Karena Kecerdasan yang Lebih Rendah
Nov15

Syaikh Muhammad bin Suud al-Jihdi al-Yamani; Jangan Putus Asa Karena Kecerdasan yang Lebih Rendah

Senin (13/11) Pengurus Pondok Pesantren Siodigri (PPS) menggelar Daurah Ilmiah bertempat di Aula Kantor Sekretariat lantai III. Acara tersebut diselenggarakan atas titah Sekretaris Umum PPS, Ust. Saifulloh Naji, kepada Kepala Lembanga Pengembangan Bahasa Arab dan Asing (LPBAA), Ust. Mahbub Sonhaji, dan Kepala Kuliah Syariah, Ust. Afifuddin, untuk mengkordinir anggota-anggotanya agar ikut serta pada acara daurah tersebut. “Kepala LPBAA di suruh untuk mengikutkan warga Daerah Arab, B dan K, dan Kepala Kuliah Syariah untuk mengkikutkan peserta LPSI (Lembaga Penelitian dan Studi Islam ),” jelas Ust. Abdullah Kholil, Wakil III LPBAA. Syekh Muhammad bin Suud al-Jihdi al-Yamani, Narasumber pada acara tersebut menyampaikan beberapa hal melalui Ustaz Arif Rohman sebagai penerjemah.  Di antaranya beliau menganjurkan kepada semua peserta daurah agar tidak belajar tanpa bimbingan seorang guru, karena akan menimbulkan kesalah fahaman ketika memahmi sebuah kitab. “Usahakan juga agar ketika kalian ingin ingin memulai sesuatu, mulailah dengan ilmu, karena Imam Bukhari mengawali kitabnya dengan Babul ilmu,” Jelas beliau. Beliau juga menyampaikan betapa pentingnya menghafal ilmu, dan kemudian bercerita tentang Imam Syafii yang ditegur oleh sekawanan perampok karena tidak mengahafal kitab-kitab yang dibawanya menggunakan unta. “Ketika itu, Imam Syafii ingin kembali dari Yaman ke Hijaz dan membawa semua kitabnya, di perjalanan Imam Syafii bertemu dengan kawanan perampok, kemudian Imam Syafii berkata, ‘jangan kau ambil peti-peti ini, karena ilmuku ada di dalamnya,’ Lantas si perampok berkata, ‘apa gunanya ilmu yang cuma diletakakkan dalam kotak, tapi tidak engkau hafalkan,’ Imam Syafii tersinggung, lalu menghafal semua kitab yang ada didalam petinya, kemudian beliau berkata ‘Ilmuku selalu bersamaku, dimanapun aku berad,” jelas Ustaz Arif Rohman menerjemahkan penyampaian Syekh Muhammad. Selain itu, Syekh yang mengabdikan hidupnya dalam pengembaraan mencari ilmu selama 20 tahun ini juga menyampaikan, bahwa dalam mencari ilmu, kecerdasan memang sangat dibutuhkan, namun jangan karena kecerdasan yang dimiliki lebih rendah dari yang lain, kemudian berputus asa. “Semua manusia memiliki potensi yang kuat, tinggal apakah kita mau mengasahnya atau tidak,” papar beliau. ==== Penulis: Ach Mustaghifiri Soffan  Editor  : N. Shalihin...

Selengkapnya
Dari Perang Melawan Sampah, Hingga Perang Melawan Narkoba
Nov09

Dari Perang Melawan Sampah, Hingga Perang Melawan Narkoba

Atas inisiatif Ust. H. Abdul Qodir Ghufron, Kepala MMU Aliyah, pengurus membentuk tim khusus melawan sampah yang diberi nama ‘Semut Ibrahim’. Tim tersebut bertugas mengambil satu-persatu sampah yang berada di seluruh pesantren. Hal ini sebagai bentuk jawaban atas keputusan Pengurus Harian yang mengharapkan Sidogiri bebas sampah.  Dengan mengangkat motto ‘Satu Sampah, Seribu Barokah’. Meningkatnya penggunaan narkoba dari tahun ke tahun, membuat Mas Baharuddin Thoyyib, Ketua Umum PPS memiliki ide untuk membentuk tim khusus memberantas narkoba atau yang lebih dikenal dengan CB3. Tim tesebut dipimpim oleh empat pasukan. Kepala, penyidik, penyelidik dan pengawas. Tujuan dari pembentukan tim tersebut, adalah untuk mencegah dan memeberantas barang berbahaya yang masuk ke-PPS, karena ada indikasi, bahwa Pondok Pesantren Sidogiri menjadi sasaran pasar utama dari zat berbahaya. “Kalau ditanya asal usulnya, saya tidak tahu pasti. Intinya pengurus membentuk tim tersebut agar pengurus tambah berjaga-jaga, karena kabarnya Sidogiri menjadi tempat tujuan atau instinasi baru termasuk narkoba,” ungkap Ust. Ansori, Kepala Bagian CB3. Program yang saat ini sudah berjalan adalah mensosilailisasikan dan melakukan penjegahan terhadap seluruh pedagang agar tidak menjual barang yang memililiki dampak negatif terhadap santri (narkoba, pemanis buatan, minuman bersoda) “Untuk tugasnya, mencegah dan memberantas. Dicegah dulu kok nantinya tidak bisa, diberantas. Karena santri dilarang mengkonsumsi sesuatu yang mengandung zat berbahaya,” jelasnya, Selasa (17/02). Mengenai larangan santri mengkonsumsi makanan atau minuman yang mengandung pengaruh negative seperti; mie instan, minuman bersoda, mengandung pemanis buatan akan direalisasikan setelah kembalian maulid. “Kita akan mengumpulkan pedagang, dan mensosialisasikan perihal masalah ini. Larangan ini akan total diberlakukan setelah santri kembali dari liburan,” kata dia. “Lebih baik harga dinaikkan. Daripada menjual barang yang penyakitan tersebut,” tambah, mantan Kepala Bagian Ketertiban dan Keamanan (Tibkam) ini. Dalam hal pemberantasan zat berbahaya, CB 3 juga bekerja sama dengan pihak kepolisian, BPOM, dan BNN. Guna mengerakkan program Pencegahan Pemberdayaan dan Penegakan hukum di bidang Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN). “Saat ini sudah ada kontrak kerjasama dengan tiga lembaga. Rencananya CB 3 akan melaksanakan tes urin kepada seluruh santri. Ketika ada santri saat tes terdeteksi memakai, maka tidak ada toleransi, dan yang bersangkutan akan dikembalikan ke-orang tuanya, hal tersebut atas instrukksi Ketua Umum” ujar, beliau diakhir wawancara. ==== Penulis: M Afifur Rohman Editor  : Isom...

Selengkapnya
KH. Lutfi Bashori; Tiga Kelompok Besar Pendistorsi Hadits
Nov08

KH. Lutfi Bashori; Tiga Kelompok Besar Pendistorsi Hadits

Senin (06/11) Kuliah Syariah Pondok Pesantren Sidogiri melalui Lembaga Penelitian dan Studi Islam (LPSI), menggelar Diskusi Panel terkait dengan hadits-hadits yang banyak didistorsi oleh beberapa kelompok Islam zaman sekarang. Acara yang bertempat di Aula Kantor Sekretariat lantai III ini mengusung tema ‘Hadits-Hadits yang Dikambing Hitamkan’. Kiai Lutfi Bashori yang  hadir sebagai Narasumber tunggal pada acara tersebut mengatakan, bahwa ada tiga kelompok besar yang suka mendistorsi dan mengkambing hitamkan sekian banyak hadist. Pertama kelompok Syiah. Kelompok ini sangat getol membuat hadits-hadits maudhu’ yang dinisbatkan kepada imam-imamnya. Mereka benci terhadap sahabat-sahabat yang dianggap tidak sesuai dengan pemikiran mereka. “Kedua orientalis. Mereka berusaha menciptakan keragu-raguan dalam diri umat Islam. Mereka mencontohkan Abu Hurairah, perawi hadits terbanyak yang berkumpul bersama nabi hanya tiga tahun. Mereka (Orientalis) mengatakan ‘bagaimana mungkin Abu Hurairah bisa mengalahkan Abu Bakar dan sahabat-sahabat lain yang lebih lama berkumpul dengan nabi,” papar pria yang akrab dipanggil Ami Luthfi ini. Sama dengan orientalis adalah liberal, mereka juga salah satu antek orientalis yang sangat berperan dalam pendistorsian hadits-hadits nabawi. Cara mereka tidak jauh beda dengan orientalis, yakni menanamkan keraguan dalam diri umat Islam. “Yang ketiga adalah kelompok Wahabi. Mereka menisbatkan pemikirannya pada pemikiran Imam Hambali, namun yang diambil adalah pemikiran yang sesuai dengan pemikiran Syekh Ibnu Taimiyah, pemikiran Ibnu taimiyah yang sesuai dengan Syekh Muhammad bin Abdul Wahab, dan pemikiran Syekh Ibnu Abdil Wahab yang sesuai dengan statemen yang dicetuskan oleh al-Albni,” jelas putra KH. M Basori Murtadlo, Guru Besar Ilmu al-Quran ini. ==== Penulis: Ach. Mustaghfiri Soffan Editor  : N. Shalihin...

Selengkapnya
Dr. Hamid Fahmy Zarkasyi; Tiga Penyebab Kekalahan Islam dalam Perang Pemikiran
Nov07

Dr. Hamid Fahmy Zarkasyi; Tiga Penyebab Kekalahan Islam dalam Perang Pemikiran

Badan Pers Pesantren (BPP) bekerja sama dengan Kuliah Syariah dan Annajah Center Sidogiri (ACS), menggelar Orientasi Insan Pers di Aula Kantor Sekretariat lantai III, malam Ahad (05/11). Seminar yang diikuti oleh seluruh Redaksi Media Sidogiri, anggota Lembaga Penelitian dan Studi Islam (LPSI), dan seluruh anggota Annajah Center Sidogiri (ACS) ini mengangkat tema ‘Ghazwul-Fikr dan Tantangannya Bagi Pesantren’. Dr. Hamid Fahmy Zarkasyi, sengaja dihadirkan untuk mengisi acara tersebut. Sebagaimana yang ditulis Dr. Hamid Fahmy Zarkasyi dalam makalahnya, terkait dengan faktor kekalahan umat Islam ketika menghadapi perang pemikiran yang diluncurkan oleh Barat, seperti Kristenisasi yang marak terjadi di Indonesia. Menurut beliau, Kristenisasi memang sulit membuahkan hasil, jika korbannya adalah umat Islam pedesaan yang masih dekat dengan pesantren, namun tidak dengan umat Islam perkotaan yang jauh dengan pesantren. “Kekalahan ini disebabkan beberapa faktor. Pertama, faktor dana. Semangat umat Islam untuk membendung Kristenisasi sangatlah besar, tapi dana yang dimiliki lembaga-lembaga dakwah umat Islam Indonesia tidak sebesar yang dimiliki kelompok Kristen,” tulis Ketua Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI). Faktor ke dua adalah kurangnya intelektual, faktor ini merupakan dampak dari faktor pertama sehingga menyebabkan kurangnya cendekiawan muslim yang mampu menjawab tantangan modernitas dengan berbagai isme yang dibawanya, seperti sekularisme, liberalisme, pluralisme dan sebagainya. Tidak dapat dipungkiri, kata beliau, akibat dari kurangnya dana dan intelektual di atas, kurangnya sekolah tinggi atau institut yang bermutu juga muncul ketika itu, dan inilah yang menjadi faktor terkahir dari ke tiga faktor tersebut. Tiga hal pokok inilah yang menurut beliau menjadi dasar kekalahan umat Islam dalam melawan perang pemikiran saat ini. ==== Penulis: Ach. Mustaghfiri Soffan Editor  : Isom...

Selengkapnya
MAI: Hukum Pembayaran Jual-Beli Menggunakan E-Maal
Nov05

MAI: Hukum Pembayaran Jual-Beli Menggunakan E-Maal

Musawarah Antar Instansi (MAI) yang digelar oleh Kuliah Syariah Pondok Pesantren Sidogiri pada Kamis (02/11)  membahas beberapa permasalahan hukum.  Musawarah yang diadakan di depan Mabna al-Ghazali ini salahsatunya membahas tentang kartu pembayaran e-maal yang dikeluarkan oleh Toko Basamalah, koperasi milik Pondok Pesantren Sidogiri. Ada dua pertanyaan yang dibahas pada kesempatan tersebut, yakni transaksi menggunakan kartu e-maal, dan hukum transfer uang dari e-maal ke kartu lain, seperti BNI dan semacamnya. “Jawaban dari permasalahan yang pertama, adalah akad yang terjadi antara pemilik e-maal dan petugas e-maal, namanya qardhu (hutang). Sedangkan akad yang terjadi antara pengguna e-maal dengan petugas kopontren ketika menjual barang-barang namanya istibdal. Kalau transfer uang dari sesama pemilik kartu e-maal, atau pengiriman uang, seperti dari wali santri ke santri, untuk membayar keperluan pondok adalah akad hiwalah atau wakalah. Semua itu mengindikasikan, bahwa hukum transaksi dengan e-maal, itu boleh,” papar Moch. Taruddaroini salah seorang peserta musawarah. Sedangkan pembahasan yang kedua, pria yang saat ini juga berstatus sebagai pembina Kaffah (Kaderisasi Fuqaha) menyatakan, bahwa menghutangkan uang yang ditransfer dari e-maal ke kartu yang lain masih belum bisa dipertanggungjawabkan, sehingga keputusan musawarah belum bisa diselesaikan secara total. Selain itu, Fathul Mujib, notulensi pada kegiatan tersebut mengatakan, bahwa untuk semester pertama Musawarah Antar Instansi (MAI) yang digelar pada malam Kamis (02/11) tersebut merupakan musawarah terakhir. “Musawarah yang kemarin itu memang yang terkhir, tapi insyaallah setelah bulan maulid akan diadakan lagi,” ujarnya ==== Penulis: Ach. Mustaghfiri Soffan editor  : N. Shalihin...

Selengkapnya
Tingkatkan Ghirah Peserta Tahfidz Mutun Daerah O dengan Lomba
Nov05

Tingkatkan Ghirah Peserta Tahfidz Mutun Daerah O dengan Lomba

Daerah khusus Tahfidz Mutun, Daerah O, terus berupaya agar kualitas dan ghirah peserta tahfidz semakin meningkat. Salah satunya dengan  menggelar lomba pada Kamis (03/11), usai kegiatan Dibaiyah. Tepat pukul 21:00 Wis lomba tersebut dimulai. Mabna al-Ghazali menjadi tempat opening lomba, karena panitia menganggap Mabna al-Ghazali merupakan tempat yang paling strategis. Lomba tersebut dilaksanakan selama enam hari, terhitung sejak Kamis (03/11) sampai dengan Selasa (08/11). Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, lomba kali ini lebih bergengsi. Pasalnya, Panitia menyeting lomba tersebut sedemikian rupa, sehingga terkesan sangat memukau. Selain itu, panitia menyiapkan sembilan katagori lomba yang berbeda, yakni smart tahfidz, tebak nazam, rangkai nazam, IQ contest, baca kitab, presentasi nahwu, takrar nazam, zubad hebat, dan estafet nazam. Hal ini membuat lomba Tahfidz Mutun Daerah O semakin Tampak seru. Panitia memberikan kesempatan kepada masing-masing Kepala Kamar untuk mengutus warga kamarnya. Satu peserta hanya bisa mengikuti satu katagori lomba. Smart tahfidz dianggap lomba yang paling bergengsi di antara delapan lomba yang lain. Oleh karena itu, panitia menempatkan lomba tersebut di halaman MMU al-Ghazali bersamaan dengan opening lomba. “Selain karena lomba itu paling seru, juga karena membutuhkan waktu yang lama, karenanya lomba itu di letakkan disana, bersamaan dengan opening lomba,” Ust. Syukron Jazila, Sekretaris Lomba . Lebih lanjut, pria berdarah Sumenep Madura ini menuturkan, bahwa lomba kali ini banyak terinspirasi dari berbagai acara. “Lombanya memang banyak yang terinspirasi dari acara-acara yang lain. Seperti tebak nazam, itu terinspirasi dari acara eat bulaga. Rangkai nazam lagi, itu terinspirasi dari acara milad di sini yang kemarin, rangkai burdah,” ujar murid Kelas III Aliyah jurusan Tafsir Hadis ini. Beliau juga menjelaskan, bahwa dalam lomba tersebut ada lomba yang terbilang sangat unik, yaitu lomba IQ contes. Lomba tersebut diadakan, bertujuan mengetahui IQ dari para peserta lomba. ==== Penulis: Ach Mustaghfiri Soffan Editor  : Isom...

Selengkapnya