Habib Jakfar;  Mulia Sebab Berhubungan dengan Perkara Mulia
Apr18

Habib Jakfar; Mulia Sebab Berhubungan dengan Perkara Mulia

  Kamis (26/07) malam, penutupan rauhah Kitab Shohih Bukhari yang bertempat di lapangan baru Pondok Pesantren Sidogiri resmi berakhir setelah pembacaan hadis terakhir oleh Habib Jakfar bin Abu Bakar al-Muhdhar sebagai muhadir pada malam itu. Disusul dengan doa sebagai tanda khatamnya pembacaan kitab tersebut. Dalam ceramahnya, Habib Jakfar menjelaskan bahwa “Majelis seperti ini merupakan salah satu dari taman-taman surga. Rasulullah Saw bersabda; jika kalian bertemu dengan salah satu kebun surga, maka berhentilah, oleh karena itu saya berhenti di sini.” Kata beliau membuka ceramah. Selanjutnya beliau menjelaskan bahwa sepantasnya kita bersyukur karena bisa menjadi santri Sidogiri, “Ghi` bada hubunga bareng Sidogiri maske santre (masih ada hubungan dengan Sidogiri meski cuma santri).” Ungkap beliau dengan bahasa Madura. Beliau melanjutkan, alumni-alumni terkenal, hebat, dan keramat, bukan karena mereka yang hebat melainkan ada Sidogiri di belakang mereka. “Ajja` ga’-magaga’. Ada’ segaga’. Orenga ada’ pa-apana. Sidogiri jareya! (Jangan jumawa. Tidak ada yang jumawa, orangnya tidak ada apa-apanya. Itu Sidogiri (yang hebat).” Terang beliau mengingatkan agar santri tidak jumawa dan mengembalikan semuanya karena barakah Sidogiri. Semua hal yang bersandar dengan perkara mulia, maka akan jadi mulia. Begitu pun kita, berhubungan dengan Sidogiri maka insyaallah akan mulia. _____ Penulis: M. Afifurrohman Editor: N. Shalihin...

Selengkapnya
Kursus Ten Days; Menyita Perhatian Ratusan Anggota Imni
Apr18

Kursus Ten Days; Menyita Perhatian Ratusan Anggota Imni

  Rabu sore (24/07) panitia Ten Days melantik 16 tutor untuk kursus bahasa Inggris intensif. Pelantikan tersebut dihadiri oleh Mr. Abdullah Kholil, ketua III LPBAA. Acara ini bertempat di kantor LPBAA. Peserta Ten Days pada tahun ini meningkat begitu signifikan. Hal ini bisa dilihat dari banyaknya tutor dan kelas yang disediakan. Tahun lalu hanya menyita empat ruang kelas, namun tahun ini menanjak dua kali lipat. “Tahun ini pesertanya jauh lebih banyak dari tahun-tahun sebelumnya,” ungkap Mr. Sholeh Wakil Sekretaris English Team. Baca berita lainnya di sini. Rencananya, kursus kilat tersebut akan dimulai 28 Rajab selama 10 hari. Kursus tersebut akan dibagi menjadi delapan kelas dengan dua tutor. Masing masing dari kelas akan diisi 25 peserta. “25 Peserta ini terdiri dari tingkat Ibtidaiyah dan Tsanawiyah, karena pesertanya mencapai 200-an orang,” terang Mr. Yuslul Fuad sebagai Ketua Ten Days. Dalam rencana dan targetnya, semua tutor diharapkan bisa membagi dan mengondisikan waktu yang sempit itu. Hal ini agar bisa mencapai target yang sudah dicanangkan, yaitu menjadikan beginer ahli dalam bahasa Inggris. “Tahun sebelumnya, peserta Ten Days ada yang menjadi tutor di tempat tugasnya, sekiranya tahun ini juga sama bahkan lebih,” jelas Mr. Sholeh Menurutnya, di samping bertujuan mengajarkan bahasa Inggris pada santri yang lain, Ten Days ditujukan membekali teman-teman Daerah B dan K untuk mengembangkan bakat bahasa Inggris di luar pondok. Karena semua tutor dipilih dari teman-teman Tsanawiyah yang sudah mahir dalam bahasa Inggris. ______ Penulis: Muhammad Ilyas Editor: N. Shalihin...

Selengkapnya
Ust. Qoimuddin; Pahala Syahid dengan Satu Ronde
Apr18

Ust. Qoimuddin; Pahala Syahid dengan Satu Ronde

  Rabu (25/07) malam, bagian Kuliah Syariah menggelar kursus munakahah yang bertajuk ‘Pernikahan dan Keluarga Bahagia’. Kursus yang digelar di kantor Sekretariat lantai III tersebut menghadirkan salah satu narasumber kondang asal Bangil, Ust. Qoimuddin, yang juga aktif sebagai staf pengajar Aliyah. “Menikah itu bermanfaat bagi individu, keluarga, bangsa dan negara,” Ungkap Pak Qoim, sapaan akrabnya. Beliau menambahkan, selain bertujuan untuk mendapat keturunan yang baik, dengan menikah akan menuai kebahagiaan dunia dan akhirat. “Selain mencari kenikmatan, loh, ya,” Canda beliau. Baca berita lainnya di sini. Selanjutnya, selain menjelaskan beberapa dalil Alquran dan Hadis terkait pernikahan dan keluarga bahagia yang telah beliau rangkum dalam materi kursus tersebut, Ust. Qoimuddin juga memotivasi peserta kursus yang kebetulan didominasi santri Aliyah tentang hal-hal yang agak mendalam (intim, red). Dengan bahasanya, beliau memaparkan pahala ‘berhubungan’ dengan istri sama halnya mempunyai anak yang ikut serta berperang melawan orang kafir kemudian syahid, “Itu hanya satu ronde. Kalau lebih?” Lanjut beliau yang kemudian disambut sorak sorai peserta kursus. “Bayangkan! Suami-istri ketika saling pandang, Allah Swt akan memandang keduanya dengan rahmat,” Jelas beliau lagi. “Apalagi sampai saling senyum dan berpegangan tangan, maka dosa-dosa di sekujur tubuh akan rontok,” imbuhnya. Pemaparan materi terus berlanjut sambil diselingi beberapa kisah dan pengalaman dari narasumber hingga dibukanya sesi tanya jawab yang diambil dari tiga peseta dan kemudian ditutup dengan doa sebagai pamungkas kursus itu. _____ Penulis: M. Afifurrohman Editor: N. Shalihin...

Selengkapnya
Malam Isra’ Mi’raj; Panitia Sempat Khawatir Hujan
Apr18

Malam Isra’ Mi’raj; Panitia Sempat Khawatir Hujan

Acara Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) Isra’ Mikraj Nabi Muhammad SAW pada Sabtu (27/07) yang lalu berjalan lancar. Acara yang bertempat di lapangan baru Pondok Pesantren Sidogiri tersebut diamanahkan pada Konsulat Pasuruan-Jabodetabek. Ketua panitia, Ust. Abd. Rahim, menyatakan bahwa sebelumnya Pengurus menyarankan agar PHBI dilaksanakan di Masjid Jami’ Sidogiri saja, namun pihak PP-ISS (Pengurus Pusat Ikatan Santri Sidogiri) mengusulkan supaya dua konsulat ini diberi kesempatan terlebih dahulu menempati lapangan baru. “Alhamdulillah, Allah mengizinkan tidak hujan malam ini sehingga kami bisa melaksanakan amanah ini dengan baik.” Syukur santri yang menjabat sebagai Kepala Daerah G ini. “Memang sebelumnya kami (panitia,red) khawatir hujan akan turun, sebab tadi sebelum acara, gerimis mulai berjatuhan,” lanjut wali kelas VI-AA Tsanawiyah ini. Sementara itu, Ust. A. Saifullah Naji, Sekretaris Umum Pondok Pesantren Sidogiri dalam sambutannya memotivasi para santri untuk bersemangat di masa IMDA kali ini. “Imda ini adalah ujian dalam kelas, sedangkan ujian di luar kelas adalah ketaatan pada peraturan pondok. Ujian kedua inilah yang lebih berat, karena kita diuji tiap waktu, selama 24 jam mulai awal tahun sampai akhir tahun nanti.” Beliau juga mengingatkan akan pentingnya kesederahanaan di akhir tahun, “Saat bazar dibuka, uang tabungan ada di tangan, dan toko-toko semakin banyak, di situlah ujian kita. Mampukah kita hidup sederhana saat kesempatan untuk berfoya-foya ada?” Sedangkan pada acara inti, Habib Muhammad bin Anis Shahab menyampaikan, “Mengimani kejadian Isra’ Mikraj ini tidak butuh akal, sebab akal kita terbatas dan takkan mampu menjangkaunya.” _______ Penulis: M. Afifurrohman Editor: N. Shalihin...

Selengkapnya
#KilasBalik Milad Sidogiri 280: Dihadiri Dua Tokoh Nasional
Apr18

#KilasBalik Milad Sidogiri 280: Dihadiri Dua Tokoh Nasional

  KH. Ma’ruf Amin, Ketua MUI sekaligus Rais Aam PBNU dan TGB Zainul Majdi MA, Gubernur NTB, hadir dalam malam puncak #MiladSidogiri280 yang mengusung tema #SatuLangkahSatuBarisan, Ahad malam Senin (14/05/2017 atau 17/08/1438) di Lapangan Olahraga Sidogiri. Di hadapan ribuan hadirin, TGB Zainul Majdi memuji eksistensi Pondok Pesantren Sidogiri, “Bersentuhan dengan pondok ini, kita bisa belajar banyak hal yang mulia, pertama soal keikhlasan. Tidak ada rahasia yang menjaga hampir tiga abad kecuali ilmu ikhlas.” TGB juga mengajak umat Islam agar bersabar dalam proses perjuangan. “Suasana akhir-akhir ini, banyak hal-hal Islam dianggap sebagai sesuatu yang tidak baik. Tapi tidak apa, itulah suatu tahapan perjuangan, selama Islam di Indonesia punya pondok-podok seperti Sidogiri, maka tantangan apapun pasti akan dapat kita lewati, Wallahualam bissaawaf.” Sementara itu, KH. Ma’ruf Amin banyak menyinggung masalah kebangsaan dan pesantren, “Agama jadi sumber inspirasi dan kaidah penuntun bagi bangsa,” terang beliau. KH Ma’ruf Amin menambahkan, ulama perlu senantiasa kita siapkan supaya tidak terjadi kekosongan karena banyak ulama sepuh dipanggil Allah Swt. “Kalau sampai tidak ada seorang alim pun, orang akan mengangkat pemimpin yang bodoh-bodoh yang tidak paham agama. Kalau ditanya soal ilmu (agama) mereka sesat dan menyesatkan. Karena itu, ulama harus terus dicetak.” KH Ma’ruf Amin juga memuji capaian Pondok Pesantren Sidogiri yang masih bertahan dan tetap istikamah hingga saat ini dalam mencetak generasi Islam yang berkualitas. “Saya berharap (Pondok Pesantren Sidogiri) tetap eksis,” harap KH Ma’ruf Amin. _______ Penulis: N. Shalihin Damiri Editor: Isom...

Selengkapnya
1000 Bendera Siap Meriahkan Milad Sidogiri ke 281
Apr15

1000 Bendera Siap Meriahkan Milad Sidogiri ke 281

Ustadz Rozeq Mutrofin, Ketua Tim Kreatif merencanakan pemasangan 1000 bendera merah putih mengelilingi lapangan utama perayaan Milad Sidogiri 281 dan Ihktibar Madrasah Miftahul Ulum 82. Hal ini berarti menumbuhkan rasa nasionalisme sekaligus menyesuaikan dengan tema besar Milad, ‘Beragama, Berbangsa dan Bernegara’. “Ini hanya rencana dari Tim Kreatif saja. Untuk jumlahnya kurang tahu yang jelas banyak. Tapi ini hanya rencana, bisa saja tidak disetujui nanti,” ungkap santri kelahiran Lumajang ini. Ustadz Rozeq kemudian menuturkan, andai rencana tersebut disetujui, bendera tersebut akan dipasang mengelilingi lapangan. Sementara itu, di lapangan akan ada pagar yang terbuat dari bambu sepanjang 80 M dengan lebar 30 M yang berdiri mengelilingi lapangan. “Nanti, tempat yang digunakan untuk perayaan akan dikelilingi pagar bambu sepanjang 80 M dan lebar 30 M. Sedangkan rencana dari Tim Kreatif pemasangan bendera merah putih mengikuti pagar bambu tersebut,” ujarnya, saat ditemui reporter Sidogiri.Net beberapa waktu yang lalu. Tim yang beranggotakan delapan orang ini, sudah melakukan berbagai persiapan untuk menyukseskan rencana tersebut. Beberapa persiapan yang sudah dilakukan oleh pihaknya terkait pemasangan 1000 bendera adalah mengatur tata letak bendera, ukuran bendera serta berbagai atribut untuk membuat lokasi acara tampak semarak. “Saya tegaskan kembali ini hanya rencana. Tim Kreatif bertugas menyusun konsep. Bagaimana sekiranya tema besar Milad benar-benar bisa dirasakan ketika acara. Bernegara dilambangkan dengan bendera, berbangsa kita tonjolkan di panggung utama, sedangkan beragama di tampilannya,” Tegas Ustadz Rozeq, Wakil II Perpustakaan periode 1437-1438 H ==== Penulis: M Afifurrohman Editor  : N. Shalihin...

Selengkapnya