Imbangi Berita Hoax, HMASS Launching Website Resmi
Feb19

Imbangi Berita Hoax, HMASS Launching Website Resmi

Harakah Mahasiswa Alumni Santri Sidogiri (HMASS) me-launching website resminya, HMASS.CO pada Sabtu malam (18/2) di ruang Auditorium Kantor Sekretariat Pondok Pesantren Sidogiri. Website ini sebagai salah satu komitmen HMASS menjalin relasi, komunikasi dan memberikan informasi yang kredibel kepada publik. Dalam pertemuan itu, Syamsul Arifin Munawwir, S.Psi selaku Ketua Umum HMASS menuturkan, launching website HMASS.CO menunjukkan komitmen dan respon positif HMASS terhadap pelbagai informasi hoax yang meresahkan. Dengan menyuguhkan ragam konten dan rubrik, HMASS.CO diharapkan mampu mengimbangi berita hoax dan menampilkan informasi berimbang. “Perang lewat media saat ini perlu digalakkan secara massif oleh kaum santri, sehingga opini publik tidak didominasi oleh paham yang bertentangan dengan citra luhur pesantren dan belok dari garis lurus akidah Ahlusunah wal Jamaah (Annajah),” ujar mantan pemred majalah PIRAMIDA Magazine Universitas Nasional PASIM Bandung, saat menyampaikan sambutannya. Konten dan rubrik yang disuguhkan HMASS.CO beragam, di antaranya; berita, artikel, inspirasi, sastra, annajah dan info. “Annajah merupakan salah satu konten HMASS.CO yang dapat memberikan pencerahan tentang akidah Ahlusunnah wal Jamaah. Para pembaca disuguhi dengan rubric tauhid, fiqih, tasawwuf dan pembaca juga dapat mendownload kitab-kitab klasik via konten ini,” ungkapnya. Sementara itu, Ketua Pengurus Pusat Ikatan Alumni Santri Sidogiri (PP-IASS), H. Achmad Sa’dullah Abd. ‘Alim mengapresiasi atas launching HMASS.CO. “HMASS merupakan bagian dari IASS dan IASS bagian dari Sidogiri. Langkah HMASS harus sama dengan apa yang telah digariskan oleh para Masyayikh Sidogiri,” katanya di hadapan seluruh anggota HMASS se-Indonesia yang hadir dalam acara tersebut. === Penulis : Ilham Akbar Editor   : Muh Kurdi...

Selengkapnya
Istighasah Sidogiri untuk Pilgub DKI Jakarta
Feb15

Istighasah Sidogiri untuk Pilgub DKI Jakarta

Menjelang Pilgub (Pemilihan Gubernur) Jakarta, Pengurus Ubudiyah Pondok Pesantren Sidogiri menginstruksikan kepada semua santri Sidogiri untuk melaksanan istighasah bersama pada Selasa malam (14/02). Istighasah dilakukan sebagai bentuk doa dan harapan agar negara tetap damai dan pelaksanaan pemilihan lancar, juga merupakan kepedulian Sidogiri pada kondisi Indonesia yang belakangan mulia mengkhawatirkan. Selain itu, pelaksaan istighasah merupakan intruksi langsung Pengasuh Pondok Pesantren Sidogiri sesuai dengan Surat Kabag (Kepala Bagian) Ubudiyah nomor 039/PPS.300./Pmh/V.1438 H. Dilaksanakan serentak di semua Daerah, mulai dari Daerah A sampai O dan Z. Dikuti oleh semua santri dari semua tingkatan dan segenap aparatur Pengurus Daerah yang dikomando oleh pengurus bagian Ubudiyah. Adapun materi yang dibaca adalah Hizbun Nashar, karya seorang Sulthonul Auliya pendiri Thoriqoh Syadziliyah yaitu Syaikh Abul Hasan Asy-Syadzili ditutup dengan Shalawat Nariyah sebanyak 11 kali dan doa ihtitam. Tiap santri diwajibkan membaca hizib sebanyak 41 kali. Istighasah berlangsung kurang lebih hingga dua jam setengah, mulai pukul 09.00 s.d 11.30 Wis. “Bagi semuanya yang tidak selesai sampai 41 kali bacaan per-orang, harap mengqada di luar waktu yang telah ditentukan dan harus diselesaikan pada malam ini juga sebelum waktu subuh,” tegas Ust. Hasin Husni, salah satu Kepala Daerah di asrama C. Sebelum kegiatan ini, semua Alumni Ikatan Santri Sidogiri (IASS) juga melaksanakan kegiatan serupa, pada Jumat malam (10/02) kemarin, yang digelar di berbagai titik di masing-masing Pengurus Wilayah (PW) IASS atas mandat Pimpinan Pusat (PP) IASS. Sementara itu, Pengurus memberikan izin pulang bagi santri yang memiliki hak memilih di daerahnya, seperti Jakarta dan Banten. Lama izin diberikan sesuai jarak mukim santri. Untuk santri yang berdomisili di Jakarta dan Banten, pengurus memberi tenggang waktu selama lima hari.[] === Penulis : N. Shalihin Damiri Editor   : Muh Kurdi...

Selengkapnya
Ust. Achyat Ahmad: Bangsa ini Pernah diserang PKI, Namun Selamat atas Persatuan Ulama
Feb12

Ust. Achyat Ahmad: Bangsa ini Pernah diserang PKI, Namun Selamat atas Persatuan Ulama

Sudah 72 tahun Indonesia merdeka. Tentu sudah banyak hal yang telah dicapai oleh bangsa ini. Namun, dari kenyataan yang ada masih banyak orang yang tidak suka dengan kemerdekaan ini, sehingga perusakan terhadap negara terus digencarkan. Hal tersebut mendorong media utama Pondok Pesantren Sidogiri, Sidogiri Media untuk menggelar bedah majalah dengan tema “Ilusi Kemerdekaan RI” di Kantor Seketariat Lt. III, Rabu malam (08/02). Ust. Alil Wafa, Pemimpin Redaksi sekaligus narasumber pertama, mengawali pembahasan problem yang sedang dihadapi negara. Beliau menuturkan bahwa negara kita saat ini terus dikuasai oleh para imigran asing, utamanya imigran dari Cina. “Dulu orang asing tidak diperbolehkan memiliki tanah di negeri ini, namun kita lihat saat ini toko-toko besar yang ada di pusat kota seluruh Indonesia, kebanyakan milik orang asing, orang Indonesia hanya menjadi budak di tanah sendiri.” Ungkap Ust. Alil dengan nada serius. Di lain kesempatan, Ust. Achyat Ahmad, Redaktur Senior sekaligus narasumber kedua, menegaskan bahwa saat ini umat Islam dikejutkan atas munculnya para komunis dengan gaya baru dengan mendirikan partai politik, bahkan menguasai partai politik lainnya dengan tujuan politik untuk presiden Indonesia. Dalam situasi sulit seperti ini beliau mengatakan umat Islam tidak perlu terlalu takut karena bukan hanya saat ini saja Indonesia menghadapi hal tersebut. “Dulu bangsa ini pernah dijajah, pernah diserang oleh orang PKI namun bangsa ini bisa selamat dengan adanya persatuan dari Ulama.” Tegas Ust. Achyat Ahmad yang juga  menjadi editor Sidogiri Penerbit. Selain itu, beliau juga berpesan kepada seluruh santri agar jangan hanya mengandalkan doa (hizib) dalam menghadapi situasi saat ini. “Dalam menghadapi situasi sulit seperti saat ini, jangan hanya mengandalkan hizib saja. Lakukanlah tindakan yang nyata, yakni membangun lagi akal yang tidak sehat (menjadi sehat), kita kerahkan pikiran kita untuk melawan kezaliman ini.” Tambah pria penulis buku Liberalisasi Islam di Pesantren tersebut. === Penulis : N Shalihin Damiri Editor   : Muh Kurdi...

Selengkapnya
Ketua I PPS Minta Perhatikan Kesehatan Peserta IMNI dan Foto Ijazah
Feb10

Ketua I PPS Minta Perhatikan Kesehatan Peserta IMNI dan Foto Ijazah

  Pelantikan panitia IMNI (Imtihan Niha’i) untuk MMU (Madrasah Miftahul Ulum) semua tingkatan sudah dilaksanakan pada Rabu malam (08/02) yang lalu. HM. Aminulloh Bq, Ketua I PPS hadir memberi arahan sekaligus melantik panitia. Untuk MMU tingkat Aliyah ketua panitian diberikan kepada Ustadz Hasan Mustafa. Sementara untuk tingkat Tsanawiyah diberikan kepada Ustadz Mashudi dan Ustadz Hasin Husni sebagai ketua IMNI tingkat Ibtidaiyah. Mereka  dilantik  beserta jajaran staf panitia IMNI lainnya. Acara yang bertempat di Auditorium Kantor Sekretariat ini, mengundang semua jajaran wali kelas dari masing-maing tingkatan. Hal ini bertujuan agar semua wali kelas memberitahukan bahwa panitia IMNI sudah dilantik serta cepat menggenjot murid-muridnya untuk menghadapi IMNI mendatang. “Tapi wali kelas juga harus memperhatikan kesehatan mereka,” Ungkap Mas Amin, sapaan akrab beliau. Menurutnya kesehatan juga harus diperhatikan karena khawatir kesehatan yang sangat diharapkan ketika IMNI berlangsung, amblas disebabkan sakit yang diderita para peserta IMNI. Beliau juga berpesan kepada semua panitia IMNI agar kompak bersatu dan tidak saling iri antara satu dengan yang lain. Selain itu beliau juga sangat mengharapkan agar ijazah dalam foto tidak jelek, karena beliau merasa kasihan pada waktu peserta Imni foto bersiap-siap agar foto bagus, akibat keteledaran pengurus akhirnya fotonya jelek. “Saya bicara seperti ini karena saya pernah menandatangani, adanya seperti itu.” Jelas beliau.[] === Penulis : Mustagfiri Editor   : Muh Kurdi...

Selengkapnya
Suka Tawa Siswa SDN Kadungringin IV Menyambut Relawan LAZ Sidogiri
Feb07

Suka Tawa Siswa SDN Kadungringin IV Menyambut Relawan LAZ Sidogiri

Banjir bandang yang mengenangi kawasan Dusun Balongrejo, Desa Kedungringi, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan semenjak pertengahan bulan Desember 2016 sampai awal bulan Februari beberapa hari yang lalu, membuat aktivitas warga lumpuh total. Bahkan kegiatan belajar mengajar (KBM) SDN Kadungringin IV terpaksa harus diliburkan saat banjir masuk ke ruang belajar siswa. Sejak dua bulan lalu KBM tidak berjalan efektif. “Jika curah hujan tinggi air pasti masuk ke dalam ruang belajar. Dengan terpaksa sekolah kami liburkan,” ungkap Mamik Prasetyowati, S.Pd, Kepala SDN Kedungringin IV saat kunjungan relawan LAZ Sidogiri pada Rabu (01/02). Dalam kesempatan ini, beliau bersama dewan guru yang lain mengucapkan banyak terimakasih dan sedikit menyampaikan keluh kesahnya menjalani KBM dengan kondisi yang tidak kondusif. Bahkan siswa-siswipun harus sekolah dengan tidak bersepatu. “Siswa tetap kami wajib sekolah jika air banjir sudah tidak menggenangi ruang belajar. Selama dua bulan ini, siswa kami harus ngecer (tidak bersepatu). Begitulah keadaan kami di sini sampai banjir surut dan musim hujan usai,” tambahnya. Kegiatan upacara pada hari Senin, olahraga dan ekstrakurikuler juga tidak terlaksana lantaran air banjir masih menggenangi halaman sekolah. Air banjir rupanya tidak bisa surut kerena hujan sewaktu-waktu kembali mengguyur dusun ini. === Penulis : Ilham Akbar Editor  : Muh Kurdi...

Selengkapnya
Bersinergi dengan BAZNAS Jatim, LAZ Sidogiri Peduli Banjir Beji Pasuruan
Feb05

Bersinergi dengan BAZNAS Jatim, LAZ Sidogiri Peduli Banjir Beji Pasuruan

Sejak pertengahan bulan Desember 2016 lalu, aktivitas warga kawasan Dusun Balongrejo, Desa Kedungringi, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan ini lumpuh total akibat banjir bandang yang menggenangi perkampungan mereka. Memasuki bulan Januari sampai Februari 2017 ini mencapai puncaknya; disinyalir sebagai banjir terparah dalam kurung waktu 20 tahun terakhir dengan kondisi ketinggian air mencapai 1,5 Meter. Relawan LAZ Sidogiri atas kerjasama dengan BAZNAS (Badan Amil Zakat Nasional) Jatim, Rabu (01/02) pukul 08.00 pagi, bergerak menyapa warga setempat dengan memberikan bantuan berupa sembako, air mineral dan pelayanan kesehatan gratis. Raut wajah warga nampak ceria saat mendapatkan bantuan dan pengobatan gratis. “Alhamdulillah, kami sangat bersyukur telah mendapatkan bantuan sembako, air mineral dan pengobatan gratis. Semoga masa-masa sulit ini cepat berlalu,” ujar Astuti, korban banjir. LAZ Sidogiri sangat prihatin terhadap kondisi korban banjir Dusun Balongrejo. Selain kekurangan bahan pangan, mereka juga terserang berbagai macam penyakit mulai dari gatal-galat, diare, sakit mata dan penyakit lain yang terus menyapa mereka. Menurut penuturan Wagiono, Kepala Dusun Balongrejo air banjir yang menggenangi sekitar 322 KK tak kunjung surut akibat saluran atau anak sungai Wrati banyak yang tersedat sampah serta pendangkalan. Sampah yang ada di anak sungai tersebut datangnya dari kotoran atau limbah serta pendangkalan pabrik yang ada di wilayah Desa Kedungringin. Badan sungai Wrati juga banyak ditumbuhi enceng gondok . “Banjir paling parah di Kabupaten Pasuruan adalah dusun kami. Soalnya, sekali banjir, genangan air tidak bisa surut jika musim hujan tak kunjung usai. Alhamdulillah, bantuan dari LAZ Sidogiri sangat bermanfaat untuk kami. Mata pencarian warga yang notabene petani terpaksa gagal panen setiap banjir melanda dusun ini,” ujarnya. [] ==== Penulis : Ilham Akbar Editor   : Muh Kurdi...

Selengkapnya