SantriSantriSantri

Lambang  Santri sidogiri

Lambang Santri

 

السنتري

بِشَاهِدِ حَالِهِ هُوَ مَنْ يَعْتَصِمُ بِحَبْلِ اللهِ اْلمَتِيْنِ وَيَتَّبِعُ سَنَّةَ الرَّسُوْلِ اْلاَمِيْنِ

صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَلاَ يَمِيْلُ يُمْنَةً وَلاَيُسْرَةً فِىْ كُلِّ وَقْتٍ وَحِيْنٍ هَذَا مَعْنَاهُ بِالسِّيْرَةِ

وَالْحَقِيْقَةِ لاَ يُبَدَّلُ وَلاَيُغَيَّرُ قَدِيْمًا وَحَدِيْثًا وَاللهُ اَعْلَمُ بِنَفْسِ اْلاَمْرِ وَحَقِيْقَةِ اْلحَالِ

SANTRI

“Berdasarkan peninjauan tindak langkahnya adalah orang yang berpegang teguh dengan al-Qur’an
dan mengikuti sunnah Rasulserta  teguh pendirian. Ini adalah arti dengan bersandar sejarah
dan kenyataan yang tidak dapat diganti dan diubah selama-lamanya. Dan Allah-lah Yang Maha Mengetahui
atas kebenaran sesuatu dan kenyataannya.”

Takrif santri oleh KH Hasani Nawawie

Lambang Santri atas ide K. Sa’doellah Nawawie dan digambar oleh H. Utsman Anis pada tahun 1966

Lambang Santri ini menjadi lambang resmi Pondok Pesantren Sidogiri

Berikut filosofi dari lambarng Santri

Segitiga Berdiri : Pendirian yang Teguh Lambang PPS berbentuk segitiga berdiri. Ukuran garis sisi bawah dibanding garis sisi samping (kanan/kiri) adalah 3:4 (tiga banding empat). Karenanya lambang PPS letaknya selalu berdiri dan tidak bisa diletakkan dengan posisi miring ke salah satu sisinya. Suatu tampilan yang menggambarkan keteguhan dan kepastian sebagaimana takrif santri.
Warna Dasar Hijau : Keadilan Warna lambang PPS yang ditetapkan adalah warna dasar hijau. Hal itu menandakan bahwa keadilan dan kejujuran senantiasa harus melandasi pribadi setiap santri dalam berucap dan bersikap.
Penggunaan warna lain yaitu: Kuning : pada gambar bulan dan bintang. Putih : pada menara dan garis-garis bola dunia serta garis membentuk burung Hitam : pada warga burung dan tulisan SANTRI pada pita.
Satu Bintang di Atas : Cita-cita yang Teguh Hidup harus diantar oleh cita-cita yang tinggi agar menjadi pendorong usaha hingga maksimal. Usaha tanpa didorong oleh cita-cita tinggi akan lemah dan kekurangan semangat.
Bulan Sabit Membentang : Semangat Mempertahankan Cita-cita Sebuah cita-cita yang telah menjadi suatu ketetapan harus dipertahankan sampai tercapai. Cita-cita tanpa dipertahankan dengan semangat tinggi mudah terkena hambatan dan tidak mustahil cita-cita tumbang sebelum tercapai.
Sembilan Bintang : Faham Ahlussunnah Wal Jamaah Satu bintang paling atas menggambarkan kedudukan Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam. Sedangkan empat bintang di bawahnya dalam posisi mengapit menggambarkan kedudukan al-Khulafa’ ar-Rasyidun. Sedangkan empat bintang di bawahnya lagi dimaksudkan untuk al-Mazhahib al-Arba’ah. Makna dari jumlah sembilan bintang itu adalah sumber pengambilan hukum menurut faham Ahlussunnah wal Jama’ah di samping dari nash (al-Qur’an dan Hadits).
Menara Menjulang di Atas Dunia: Sifat Kepemimpinan yang Tegas Dalam Kondisi dan Situasi Bagaimanapun Dunia adalah benda yang tidak tetap, diibaratkan ia berada pada kondisi dan situasi yang selalu berubah-ubah. Sementara itu, tampak sebuah menara menjulang tinggi di atasnya. Hal itu bagaikan/menggambarkan watak pemimpin yang berdiri tegak memimpin dunia yang penuh aneka ragam etnis dan budaya serta kondisi dan situasi yang tidak tetap.
Burung Terbang Menoleh ke Kiri : Kewaspadaan Seekor burung yang sedang terbang membentangkan sayapnya melanglang angkasa raya dengan bebas. Hal itu ibarat seorang yang sedang mengamati dunia luas, namun burung itu menoleh ke kiri. Hal ini gambaran dari sikap waspada terhadap kemungkinan datangnya hal-hal yang tidak diinginkan, terutama selalu awas dan waspada terhadap musuh-musuh agama.
Pita Putih Bertuliskan SANTRI : Sifat Menerima Pita adalah sehelai kain yang sangat mudah dibentuk menjadi berbagai pola. Hal itu melambangkan sikap dan mental yang terbuka, mudah menerima saran, kritik, pendapat dan nasehat yang datang dari manapun.
Tulisan SANTRI Pada Pita : Insan dengan Trilogi yaitu, 1) Insan yang Islam; 2) Insan yang Iman; 3) Insan yang Ihsan Insan berarti manusia. Trilogi yang dimaksud adalah Islam, Iman dan Ihsan yang dengan ketiganya manusia menjadi Khaira Ummah. Manusia yang manusiawi/sempurna adalah manusia dengan trilogi tersebut.
Garis Tipis Meliputi Segitiga : Akhlaqul Karimah Lambang PPS seluruhnya bergaris tipis dan halus adalah sebagai gambaran dari pribadi yang senantiasa berhias diri dengan kehalusan sikap, sopan santun (namun tegas) dalam tutur kata, perbuatan dan berbusana. Semua tindak tanduknya terpencar dari sinar akhlaq al-karimah.