Asah Kreativitas Santri Melalui Instansi Olahraga dan Seni
Nov09

Asah Kreativitas Santri Melalui Instansi Olahraga dan Seni

Pengurus Pondok Pesantren Sidogiri membentuk instansi baru berupa Urusan Olahraga dan Seni. Instansi ini berdiri sebagai wadah yang menaungi kegiatan olahraga dan seni yang ada di Pondok Pesantren Sidogiri (PPS). Instansi baru ini, telah diresmikan oleh Pengurus Harian PPS pada Senin (08/04) di lapangan PPS, bersamaan dengan peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2023. Bermula dari kesenian dan olahraga santri tanpa adanya kepengurusan khusus yang fokus akan hal itu, Sekretaris Jendral Majelis Keluarga PPS, Mas d. Nawawy Sadoellah berinisiatif untuk membentuk instansi yang hanya fokus kepada seni dan olahraga yang ada di PPS. Tujuannya, agar olahraga yang ada di pesantren ini lebih kondusif dan konsisten, serta bakat dan seni santri dapat tersalurkan dan terarah. Instansi Urusan Olahraga dan Seni ini memiliki tiga program yang terbagi dalam tugas tiga wakil Urusan Olahraga dan Seni. Kreativitas yang berhubungan dengan seni berada di bawah kepengurusan Wakil I. Wakil II bertanggung jawab di bidang olahraga yang berhubungan dengan olahraga santri, sedangkan yang bertanggung jawab dalam bidang manajemen dan sarana ialah Wakil III Seni dan Olahraga. BACA JUGA:Tatimmah Sidogiri, Instansi yang Mengurusi al-Miftah di Luar Pesantren “Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kesemangatan santri dan kreativitas santri dalam olahraga dan untuk mengasah kekreatifannya,” jelas Ust. Ali Ahmad, Ketua Urusan Olahraga dan Seni Pondok Pesantren Sidogiri. Olahraga yang ditangani instansi ini, seperti pencak silat, sepak bola, bola kasti, voli, dan semua kegiatan yang berkaitan dengan olahraga, sedangkan yang seni ialah hadrah Sidogiri yang dimatangkan dulu di Jam’iyah Dufuf di bawah naungan ISS dan grup drum band. Nantinya, dibuka pendaftaran bagi santri yang ingin mengikuti semua program tersebut. BACA JUGA:Libur Idul Adha dan Bazar Terpadu Instansi Sidogiri “Olahraga sangatlah penting bagi santri. Karena jika santri tidak berolahraga, dalam artian ia monoton dengan belajar semakin lama ia akan gampang terserang penyakit. Dampaknya jika ia sudah jatuh sakit, maka ia akan sulit untuk belajar,” pesan Ust. Ali Ahmad. Selain itu, ia juga berpesan kepada kawan-kawan santri agar tidak lupa untuk selalu berolahraga karena itulah yang menjadi penunjang kesehatan santri, “Tetapi jangan hanya berolahraga, belajar merupakan tujuan pokok kita berada di pesantren, jadi seimbangkan kedua hal tersebut agar diri kita selalu sehat dan bisa belajar dengan konsisten.” Penulis: Fajar...

Selengkapnya
Seminar UKPI, Soroti Israiliyat dalam Tafsir
Agu14

Seminar UKPI, Soroti Israiliyat dalam Tafsir

Unit Kegiatan Pengembangan Intelektual (UKPI) kembali menggelar seminar ilmiah dengan mengusung tema “Syubhat Israiliyat; Diskursus Dalil Israiliyat dan Tanggapannya”, Selasa (13/08). Acara ini digelar di gedung Sidogiri. Crop Lt. III. Panitia menghadirkan K.H. Ma’ruf Khazin, Direktur Aswaja NU Center Jawa Timur, sebagai pemateri pada seminar kali kedua ini. Beliau diundang untuk menjelaskan tema seminar di hadapan 300 lebih dari seluruh anggota jurusan Tafsir Hadis, Forum Kajian (FK) Tafsir, Hadis, dan Sejarah. Kiai Ma’ruf, sapaan akrab beliau, menyampaikan bahwa dalam kajian syubhat israiliyyat ulama mengklasifikasikan dalam tiga tingkatan. “Ada ulama yang sangat ketat seperti Imam Baihaqi, ada yang sedikit longgar seperti Imam Ibnu Hajar al-Asqalani, dan bahkan ada yang menerima begitu saja secara total,” ujar Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatul Ulum Suramadu ini. Pria yang bermukim di Surabaya ini juga menyajikan beragam referensi dalam kajian kali ini. Beliau mengutip Mukaddimah Ibnu Khaldun terkait sejarah masuknya unsur israiliyat dalam khazanah Islam, yang menurut Ibnu Khaldun ulama terdahulu sangat berpegangan pada metode riwayat. “Pengaruh israiliyat masuk dalam literasi Islam karena terkontaminasi oleh orang-orang Yahudi yang masuk Islam kemudian terjadilah dialektika antara kaum Muslim dengan Yahudi yang masuk Islam,” jelas alumni al-Falah Ploso ini. Sorotan penting yang beliau tekankan, bahwa semua ulama menilai riwayat israiliyat tidak bisa diterima jika itu dalam ranah hukum dan akidah, hal inilah dalam hemat beliau tidak ada ruang untuk ditoleransi. “Kalau ada tafsir-tafsir berbau israiliyat, bila itu benar maka boleh diterima dengan syarat sebagai penguat dan harus dari kalangan tabiin yang tsiqah, ini menurut Ibnu Katsir. Sedangkan yang harus ditolak adalah terkait kebohongan. Namun, merujuk pada riwayat Bukhari, Nabi Saw pernah juga sedikit longgar hingga beliau berpesan untuk tidak terlalu memercayai secara keseluruhan atau sebaliknya,” simpulnya. Penulis: Muhammad FaqihEditor: Muhammad...

Selengkapnya
Gelar Pelatihan Desain, ISS Gali Potensi Kreativitas Santri
Agu11

Gelar Pelatihan Desain, ISS Gali Potensi Kreativitas Santri

Dalam rangka menggali potensi kreativitas santri dan menggugah semangat berkarya di bidang desain grafis, tim Event Organizer (EO) ISS yang berada di bawahan Wakil II ISS menyelenggarakan acara pelatihan desain pada Jumat (11/08). Pelatihan ini bertempat di lab komputer PPS yang diikuti oleh pendaftar dari santri tingkat Tsanawiyah dan Aliah. Peserta yang berkesempatan mengikuti pelatihan tahun ini berjumlah 110 orang dengan sistem antrean sebanyak 15 orang dalam tiap tatap muka. Penyesuaian ini dilakukan mengingat keterbatasan jumlah komputer yang tersedia. Pelatihan desain ini direncanakan menjadi agenda rutin setiap tahun dengan tiga kali tatap muka, Jumat malam, Jumat pagi, dan Jumat siang. Pelatihan akan diisi oleh dua pemateri berpengalaman, Muhammad Rowi, Desainer PPS, dan Ust. Muhammad Mukhlas, Staf Desain PPS. “Kegiatan ini diharapkan dapat membekali santri dengan pengetahuan dan keterampilan yang mendalam di bidang desain grafis, sehingga mereka dapat mengaplikasikannya dalam berbagai kegiatan di pesantren maupun di luar pesantren. Selain itu, pelatihan ini menjadi langkah awal dari rangkaian kegiatan kreatif lainnya, seperti pelatihan editing video sebagai kelanjutan dari pelatihan desain ini,” ucap Bahrul Ulum, EO ISS. Penulis: Muhit RofiqiyEditor: Muhammad...

Selengkapnya
Melihat Kaderisasi Pakar Aswaja di Annajah Center Sidogiri
Agu09

Melihat Kaderisasi Pakar Aswaja di Annajah Center Sidogiri

Demi menjaga keaslian dan kemurnian akidah Ahlusunnah Waljamaah, Annajah Center Sidogiri (ACS) mengadakan kegiatan kajian dan mentoring secara berkala bagi anggotanya. Langkah ini bertujuan membentuk kader-kader ahli akidah yang mampu memahami serta menjelaskan berbagai paham keagamaan, termasuk Wahabi, Syiah, dan Liberal. Mentoring Kegiatan ini berlangsung pada malam Ahad dan Senin, serta Rabu sampai Kamis, pukul 09.00 hingga 10.00 Wis, kegiatan mentoring diadakan di ruang guru al-Ghazali. Para dewan pakar ACS, secara terjadwal menjadi mentor bagi para anggota ACS. Tiap tingkatan kelas, mulai semester I hingga IV memiliki tema tersendiri yang perlu dibahas saat mentoring. Semester satu difokuskan pada internalisasi dan pemantapan akidah Aswaja, semester dua membahas tema kenyelenehan Wahabi, semester tiga mengulas kesesatan Syiah, dan semester empat memperdalam kontra Liberal. Pada malam Kamis, misalnya, K.H. Muhibbul Aman Aly, Katib Syuriah PCNU Pasuruan, menjadi pemateri tetap dengan tema Khasaish Ahlusunnah wal Jamaah untuk semester I dan II, sedangkan untuk semester III dan IV, difokuskan pada pembahasan kitab Jauharut-Tauhid. Kajian ACS juga menggelar kegiatan kajian sebagai wadah diskusi ilmiah tentang berbagai aliran akidah. Mulai dari Ahlusunnah Waljamaah hingga paham lain seperti Wahabi, Syiah, dan Liberal. Tujuannya adalah agar anggota ACS memiliki pemahaman mendalam tentang akidah yang beredar. Kajian ini diselenggarakan di tempat yang berbeda-beda sesuai dengan semester. Perpustakaan menjadi lokasi kajian untuk semester III dan IV, sementara gedung MMU an-Nawawi menjadi tempat diskusi untuk semester I dan II. Dalam kajian ini, para peserta didorong untuk aktif dalam menyampaikan pendapat dengan argumentasi berdasarkan referensi yang telah mereka gali.Kegiatan ini juga melatih kemampuan public speaking para anggota dan mengasah keterampilan berargumentasi. Seluruh argumen dan dalil yang disampaikan akan dirumuskan oleh seorang moderator dan kemudian dikoreksi oleh wali kelas masing-masing. Dengan langkah seperti ini, ACS terus berkomitmen untuk membentuk kader-kader ahli akidah yang dapat berkontribusi positif dalam menjaga kemurnian akidah Aswaja di tengah masyarakat. Bahkan diharapkan mereka menjadi pendekar Aswaja yang nanti membentengi akidah umat dari gempuran akidah non-aswaja. Penulis: Muhit RofiqyEditor: Muhammad...

Selengkapnya
Membiasakan Shalat Sempurna dengan Kaifiyatusshalat
Agu06

Membiasakan Shalat Sempurna dengan Kaifiyatusshalat

Salah satu program Ubudiyah PPS adalah pendidikan shalat, atau yang dikenal dengan Diklat. Program ini dibentuk agar para santri bisa melaksanakan shalat dengan baik dan benar, sesuai tuntunan Rasulullah melalui pemahaman ulama salaf. “Tata cara shalat seperti yang sudah dicontohkan oleh para masyayikh kepada santri sejak dulu. Di samping itu, tata cara shalat seperti itu yang juga menjadi harapan para masyayikh,” ujar Ust Saiful Furqan, Kepala Bagian Ubudiyah. Adapun pelaksanaan Diklat diadakan tiap malam Selasa pekan kedua dan keempat bulan Hijriah, selepas pelaksanakan shalat Maghrib di masjid jamik Sidogiri. Lokasi pembinaan bertempat di asrama Idadiyah serta seluruh gedung MMU. “Dalam satu bulannya kegiatan ini diadakan sebanyak dua kali. Akan tetapi, bisa lebih dari itu jika dalam satu bulan terdapat lima pekan,” ujar Jali Mubarok, Tata Usaha Ubudiyah. Sistem pelaksanaan pembinaan melalui beberapa cara, mulai penyampaian materi, setoran doa-doa, dan praktik sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan oleh pengurus Ubudiyah. Para santri tidak hanya dibina untuk mengetahui tata cara shalat, tetapi mereka juga diajari hal-hal yang memiliki kaitan dengan shalat, sepeti tata cara berwudu dan bertayamum yang benar serta praktiknya. Adapun materi yang digunakan dalam pembinaan ini ialah materi khusus yang diterbitkan oleh pihak Ubudiyah PPS sendiri, yang berjudul Kaifiyatus-Shalah. Penulis: Ulil AbshorEditor: Muhammad...

Selengkapnya
Kaderisasi Fukaha Sejak Dini, Muhafa Diberi Motivasi
Jul27

Kaderisasi Fukaha Sejak Dini, Muhafa Diberi Motivasi

Pengurus Muhafa (Musyawarah wa Halaqah Fathul Qarib) mengadakan pembinaan dan motivasi bagi anggota Muhafa, malam Kamis (26/07). Motivasi perdana ini, bertempat di Aula lt.III gedung Sidogiri Excelent Center, dengan menghadirkan Ust. Firdaus Sholeh, staf pengajar MMU Tsanawiyah, sebagai pemateri. Dijumpai sebelum acara, Ust. Taufiqurrahman, selaku Ketua Muhafa menyampaikan harapannya, setelah acara pembinaan dan motivasi ini, peserta bisa lebih semangat dalam musyawarah dan mengkaji kitab ulama salaf. “Harapan kami kepada mereka, agar bisa memahami ilmu Fikih dan menjadi penerus para ulama-ulama terdahulu,” tambahnya. Sementara itu, Ust. Firdaus menyampaikan banyak hal seputar musyawarah. Di antaranya, pria asal Lumajang ini menyampaikan tentang arti dan makna musyawarah, yang mestinya menjauhi caci maki. “Tujuan musyawarah adalah mencari kebenaran dan menegakkannya, bukan malah saling caci-maki dan malah mau menang sendiri. Kalau semacam ini, bukan musyawarah namanya, tetapi munazharah, hal yang sangat dilarang dalam Islam,” tegasnya. Muhafa adalah sebuah kelompok halakah Fathul Qarib yang berada di bawah koordinasi MTK (Musyawarah wa Taklimul Kitab). Peserta Muhafa terdiri dari santri Idadiyah tingkat takhasus yang sudah diseleksi sebelumnya. Mereka diproyeksikan untuk bisa menerjemah, memahami, serta menelaah kitab-kitab fikih dengan baik dan mendalam. Mereka juga diharapkan bisa mempunyai kecakapan, insting, serta nalar yang sistematis dalam musyawarah dan bahtsul masail. Penulis: Muhit RofiqiyEditor: Muhammad...

Selengkapnya