Kriteria Tes Wisuda Berkala MMU Idadiyah
Jan18

Kriteria Tes Wisuda Berkala MMU Idadiyah

Sidogiri.net – Berikut kriteria tes wisuda berkala yang merupakan tahapan bagi murid Idadiyah untuk menggapai wisudanya nanti di akhir ajaran. Nb: Ketentuan bisa berubah sesuai dengan keadaan dan kebijakan...

Selengkapnya
Data Santri Pondok Pesantren Sidogiri
Jan16

Data Santri Pondok Pesantren Sidogiri

Berikut data santri Pondok Pesantren Sidogiri, mulai dari statistik daerah, tingkatan dan konsulat. NB: Data bisa berubah kapan saja sesuai...

Selengkapnya
Rukyatul-Hilal Terealisasi Meski Mendung Menyelimuti
Jan14

Rukyatul-Hilal Terealisasi Meski Mendung Menyelimuti

Sidogiri.net – Rukyatul-Hilal kembali terealisasi, kali ini meninjau penetapan tanggal satu bulan Jumadats Tsani. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Rabu sore (13/01/2021), di lantai 4 Gedung an-Nawawi. Hadir selaku senior dan pengurus pelaksana, Ust. Shofiyullah Muhibbin, Ust. Yusron dan Ust. Kholilullah, dan segenap anggota Kuliyah Syariah Forum Kajian (FK) Falakiyah. Fokus: Nampak para peserta dengan antusias mencari dimana letak arah kiblat. “Alhamdulillah acara ini berjalan dengan lancar, walau cuaca tak bersahabat,” jelas Ust. Lutfi Arif selaku Ketua FK Falakiyah ketika ditanya tentang Rukyatul Hilal kali ini. Rukyatul-Hilal ini biasa dilaksanakan di beberapa tempat secara bergantian perbulan, yaitu di Pondok Pesantren Baitul Hikmah, Pasuruan, Tanjung Kodok, Lamongan dan Pondok Pesantren Sidogiri sendiri. “Rencananya, kami akan mengadakan Rukyatul-Hilal ke luar pesantren, namun terkendala musim pandemi. Jadi rencananya itu hanya menjadi wacana tersendiri,” kata Ust. Lutfi, sapaan akrabnya Beberapa perlengkapan Rukyatul-Hilal dikerahkan, seperti Rubu’ (alat untuk arah kiblat), kompas dan teleskop. “Sebisa mungkin kami memaksimalkan perlengkapan Rukyatul-Hilal, untuk memastikan dengan benar posisi arah kiblat, arah angin dan letak bulan,” ungkap Ust. Husaini selaku peserta Rukyatul-Hilal. Banyak manfaat yang diperoleh dengan adanya program Rukyatul-Hilal ini, karena disamping evaluasi santri perbulannya, juga bisa menjadi bekal ketika terjun langsung ke masyarakat. “Kami menukil dawuh guru kami, Gus Tolhah Makruf, beliau berkata, semoga saja para peserta FK Falakiyah ini, menjadi ahli astronomi serta manfaat dan barokah di kemudian hari,” harap Ketua FK Falakiyah itu, sambil melepas senyum menutup obrolan kami. Penulis: Nur Hudarrohman Editor: Saeful Bahri bin...

Selengkapnya
Memoles Kemampuan Anggota, LPBK Adakan Pelatihan Bimbingan dan Konseling
Jan10

Memoles Kemampuan Anggota, LPBK Adakan Pelatihan Bimbingan dan Konseling

Lembaga Psikologi dan Bimbingan Konseling (LPBK) mengadakan Pelatihan Bimbingan Konseling perdana pada Jumat (08/01) sampai Sabtu (09/01) dan bertempat di Gedung IASS, Pohjentrek, Pasuruan. Hadir sebagai pemateri, Kepala LPBK, Mas M. Syamsul Arifin M, M.Psi, M.H Psikolog. Sesi pertama dimulai, pemateri lebih dahulu mengenalkan definisi dan istilah-istilah dalam bimbingan dan konseling. “Yang dimaksud bimbingan dan konseling adalah interaksi antara konselor dengan konseli, baik secara lansung atau tidak untuk membantu konseli memecahkan masalahnya. Konselor sendiri adalah yang memberi konseling, sementara konseli yang diberi konseling.” Mas Syamsul juga mengulas cara mendapatkan data untuk mengetahui akar permasalahan yang dialami konseli yang lebih dikenal dengan istilah asesmen. “Ada dua jenis asesmen bimbingan dan konseling . Pertama, teknik non-tes seperti observasi, wawancara, sosiometri dan lain-lain. Kedua, teknik tes. Terdiri dari tes kecerdasan, bakat, minat dan kepribadian.” Terang Mantan Pimred Sidogiri.net ini. Setelah mengupas tuntas tentang asesmen, beliau menutup sesi pertama dengan role play. Segenap peserta diminta mencari pasangan dan setiap pasangan memainkan peran sebagai konselor dan konseli untuk mempraktikkan teknik wawancara. Sesi kedua dilaksanakan setelah shalat Isya’. Dalam kesempatan kali ini, pemateri menjelaskan tentang Diagnosis Masalah Bimbingan dan Konseling. “Ada dua faktor yang menjadi penyebab dari sekian masalah yang menimpa konseli, yakni faktor internal dan faktor eksternal,” imbuhnya. Cara mendiagnosis konseli pul ada dua. Pertama, merangkum dan meneliti hasil asesemen. Kedua, mencocokkan asesemen dengan indikator.” Intervensi menjadi sajian sesi ketiga. “Intervensi adalah pemberian bimbingan, konseling, psikoterapi, ruqyah dan lain-lain,” ungkap Mas Syamsul. Di akhir sesi ketiga yang selesai pada jam 23.17 WIB, beliau mengenalkan Konseling Qurani, salah satu jenis intervensi dan memberi kesempatan pada audiens untuk mencobanya. Sesudah shalat subuh, para peserta langsung berkumpul di Gedung IASS lantai I untuk mengikuti sesi ke empat yang diisi dengan Rapat Koordinasi. Hampir semua audiens menyempatkan diri bertanya hal-hal yang berkaitan dengan program LPBK. “Selain karena rekomendasi dari Koordinator kami, Sekretaris Umum Pondok Pesantren Sidogiri, Gedung IASS dipilih sebagai tempat pelatihan agar peserta lebih fokus dalam mengikuti Pelatihan BK.” Ungkap Mas Syamsul pada Reporter Sidogiri.net setelah acara. Beliau berharap anggota LPBK bisa menjalankan tugasnya dengan baik dan bisa membantu pondok dalam menangani santri indisipliner serta santri yang perlu penanganan bimbingan konseling. Nur Hidayat, Anggota BK Daerah O mengatakan, “Luar biasa! Banyak ilmu yang kami dapatkan dari Pelatihan ini. Semoga ke depan LPBK tambah maju dan memberi dampak yang positif.” Penulis: Mohammad Iksan Editor: Saeful Bahri bin...

Selengkapnya
Personalia Panitia Imni 1441-1442 H
Jan09

Personalia Panitia Imni 1441-1442 H

Berikut nama-nama pengurus Imtihan Nihai (Imni) mulai dari MMU Ibtidaiyah, Tsanawiyah hingga Aliyah. Semoga sukses menjalankan amanah dengan baik dan...

Selengkapnya