Wokrshop Hipnoterapi of Mesmerism & QMT
Mar11

Wokrshop Hipnoterapi of Mesmerism & QMT

Sidogiri.net – Ikatan Alumni Santri Sidogiri (IASS) adakan pelatihan Workshop Hipnoterapi Mesmerism & Quantum Massage Theraphi (QMT). Pelatihan ini diadakan selama dua hari di Gedung IASS Jl. Tambakrejo, Kraton, Pasuruan, Kamis dan Jumat (11-12/03). Kyai Jamas CH, CHT, CI, Founder Sattvika Indonesia hadir sebagai narasumber. Peserta berjumlah 65 orang dari berbagai tempat. Pengobatan: Salah satu peserta mempraktikkan ilmu hipnoterapi kepada peserta lain. QMT adalah teknik menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh baik fisik maupun mental dan psikologi dengan latihan fisik yang sangat mudah dan menyenangkan. QMT sendiri merupakan penyaringan dari teknik healing yang sudah recommended, diakui keilmuan dan manfaatnya secara internasional. Pelatihan ini sangat bermanfaat untuk berbagai kalangan, termasuk guru untuk memaksimalkan belajar-mengajar di kelas, HRD sebuah perusahaan dalam mengelola SDM karyawannya, perukiah untuk mengoptimalkan seni terapi rukiahnya, psikolog dan psikiater dalam menangani dan terapi ilmiyah, pimpinan organisasi dalam memberikan motivasi, juga para sugesti dan para dai, muballigh dan trainer dalam berorasi (public speaking). Pelatihan: Kyai Jamas selaku pemateri menjelaskan bagaimana paraktek Hipnoterapi yang benar. Pada hari pertama pemateri fokus pada pengenalan materi seputar mesmerism teraphy, hipnosis dan hipnoterapi, serta diselingi dengan praktek langsung oleh pemateri. “Orang yang sudah bisa mengendalikan nafas, maka dia bisa mengendalikan nafsu,” ungkap Ahmad Shodik nama asli Kiai Jamas. Jumat, pelatihan hari kedua diisi dengan materi EFT, CST, TRE, Bioenergi, Yumeiho, POK & TOPU serta totok aura wajah. Di sini mereka dituntut untuk mempraktikkan yang mereka dapat, terutama totok aura wajah. “Semua peserta wajib mempraktikkan totok aura wajah, minimal membuka aura wajah saja,” ajak lelaki asal Pekalongan itu. Untuk memulai praktik hipnoterapi sendiri, tempat juga sangat berpengaruh. “Carilah tempat nyaman untuk dijadikan tempat praktik, seperti di rumah atau tempat khusus yang sudah dirancang sendiri sebagai tempat pribadi,” jelas pemateri. Cendera mata: Perwakilan dari pengurus memberikan Cendera mata kepada pemateri dan tamu undangan. Cara membentuk tingkat sugesti yang kuat dan tinggi pada diri pasien atau objek sugesti, hal pertama yang harus dilakukan adalah menggiring pasien untuk fokus dan rileks, kemudian membawanya ke dalam praktik sugesti. Pelenturan dan penyaluran energi ke urat sendi, membantu badan dan fikiran bisa menjadi lebih tenang. Mulai dari pelenturan tangan, kaki, leher dan dengkul. Di samping memudahkan penyaluran energi pada setiap anggota badan. “Sumber energi paling dominan ada di leher, maka hampir ditemukan di setiap pemanasan sebelum berolahraga, pasti ada senam pelenturan leher,” jelas Kyai Jamas. Ilmu hipnoterapi ini bukan ilmu paten sehingga bisa mengobati semua orang, Dilihat juga pada diri pasien, apakah mau menerima atau tidak. Tergantung seberapa fokus pasien dalam menerima pengobatan dari para praktisi. “Jika pasien terus menolak dan tidak mau fokus, maka hampir 95% usaha untuk mengobatinya akan sia-sia dan tidak berhasil,” ucapnya. “Pelatihan ini sangat luar biasa,...

Selengkapnya
167 MMU Ranting Ibtidaiyah
Mar09

167 MMU Ranting Ibtidaiyah

Sidogiri.net – Madrasah Miftahul Ulum (MMU) Ranting Ibtidaiyah pada tahun 1441-1442 H telah mencapai 167 lembaga. Semoga hari demi hari perjuangan Pondok Pesantren Sidogiri selalu mendapat pertolongan dan ridho dari Tuhan. Amin. Ket: Data ini bisa berubah kapan saja sesuai dengan keadaan yang...

Selengkapnya
Daerah O Rampungkan Tes Wisuda Tahfiz Mutun
Mar08

Daerah O Rampungkan Tes Wisuda Tahfiz Mutun

Daerah O merampungkan tes wisuda Tahfiz Mutun pada malam Senin (07/03) di Ruang Lobi Kantor Sekretariat Pondok Pesantren Sidogiri. “Tes wisuda malam ini khusus bagi tingkat lanjutan yang menghafal lima nazham: Jauhar al-Maknun, Sullam al-Munawroq, Bayquni, Tashil at-Turuqat dan Aqidah al-‘Awam,” jelas Koordinator Tahfiz Mutun, Ustaz Faizin Hidayatullah. “Peserta dalam tes kali ini sebanyak 8 santri. Jurinya KH. Qoimuddin Abdullah, Staf pengajar MMU Aliyah,” sambungnya. Sementara, untuk tes tingkat reguler, Ustaz Faizin menjelaskawan bahwa pelaksanaan pada pagi harinya. Ada dua juri untuk wisudawan reguler yang berjumlah 35 peserta. Maqsud dan Imrithi kepada Ustaz Shofiyulloh Muhibbin dan Alfiyah Ibnu Malik kepada Ustaz Abd. Halim Misbah. “Peserta tes wisuda merupakan hasil seleksi dari tes pra-wisuda yang terlaksana pada bulan Jumadats Tsani. Dari 102 anak yang ikut tes pra-wisuda, hanya 43 yang berhasil lulus. Jumlah ini jelas menurun dibanding tahun kemarin mencapai 80 lebih,” imbuh sosok kelahiran Sumenep ini. Beliau juga mengungkapkan faktor yang menyebabkan jumlah wisudawan tahun ini menurun. Pertama karena start kegiatan tahfiz mundur satu bulan lebih. Kedua, mungkin, karena prosesi wisuda tahun ini tidak bisa dirayakan seperti biasanya karena pandemi. Beliau juga berpesan bagi peserta yang nanti dinyatakan lulus tes, jangan mencukupkan dengan kebolehan menghafal saja, tetapi lanjutkan pada pemahaman nazham yang sudah dihafal.” “Semoga teman-teman daerah O bisa membaca kitab dengan benar serta tahu kaidahnya dengan mempraktikkan apa yang mereka hafal. Karena tujuan awal Tahfiz Mutun didirikan untuk membantu santri dalam hal membaca kitab.” Harap Ustaz Shofiyulloh Muhibbin, salah satu perintis Tahfiz Mutun. Penulis: Mohammad Iksan Editor: Saeful Bahri bin...

Selengkapnya
Selamat Melaksanakan Semester Genap 1441-1442 H
Mar07

Selamat Melaksanakan Semester Genap 1441-1442 H

Kami segenap awak redaksi Sidogiri.net mengucapkan selamat melaksanakan Semester Genap periode 1441-1442...

Selengkapnya
Tutup Semester II, Jamiyah Tahsinul Khat Gelar Motivasi
Mar06

Tutup Semester II, Jamiyah Tahsinul Khat Gelar Motivasi

Jamiyah Tahsinul Khat menggelar motivasi sebagai penutup semester II pada Jumat (05/03). Acara yang bertempat di lantai 4 Gedung an-Nawawi ini dihadiri oleh Ustaz HM. Syamsul Huda sebagai motivator. “Indonesia butuh pada kalian!” Kalimat pembuka dari Ustaz HM. Syamsul Huda. “Ilmu dan mengamalkannya adalah bekal masa depan dan kalian sudah ada di tempat yang tepat,” lanjutnya. Kemudian, sosok kelahiran Gresik ini menceritakan perjalanannya dalam menggeluti dunia Tahsin al-Khat dan alasan mendalaminya, “Semua berawal dari suka. Ketika kita menyenangi sesuatu maka akan timbul rasa ingin tau lebih dalam.” Pria yang sudah berumur 63 tahun ini mengingatkan agar memiliki niat yang mulia dalam belajar tahsin, “Niati, saya belajar khat, mudah-mudahan bisa menulis al-Quran 30 juz.” “Tulisan Arab sudah merajalela. Tekunlah, maka akan berhasil.” Beliau menyemangati, “Katakan, saya bisa!” Baca juga: Training of Trainer Perdana IASS Sebelum mengakhiri penyampaiannya, Ustaz Syamsul meminta dua orang dari anggota Jamiyah Tahsinul Khat Semester II untuk menunjukkan kemampuan mereka dengan menulis ulang apa yang telah ditulis oleh beliau. Penyerahan cendera mata dari Ust. Ustman Asror (kanan) atas nama pengurus Jamiyah Tahsinul Khat kepada Ust. HM. Syamsul Huda (kiri) Selain motivasi, dalam penutupan semester II ini Pengurus Jamiyah Tahsinul Khat juga memberi penghargaan bagi anggota terbaik di masing-masing kelas. “Anggota Jamiyah Tahsinul Khot di Semester II tahun ini sebanyak 220 santri dari 8 kelas yang ada.” Terang Ikrom Haidharul Misbah, Ketua Jamiyah Tahsinul Khot. “Kami berharap mereka mengamalkan ilmunya di rumah masing-masing dengan berkarya sebanyak mungkin dan sering sharing melalui sosial media untuk perkembangan tulisan dan keindahannya,” harap Haidar. Penulis: Mohammad Iksan Editor: Saeful Bahri bin...

Selengkapnya