Jamiyah Muballighin Gelar Motivasi Menjadi Dai Pujaan Hati
Des03

Jamiyah Muballighin Gelar Motivasi Menjadi Dai Pujaan Hati

Dalam rangka membumikan cinta berdakwah, Pimpinan Jamiyah Muballighin (Jamub) mengadakan pembinaan dakwah yang bertempat di gedung Sidogiri Corp Lt. III, malam Jumat (08/05). Pembinaan semacam ini akan digelar sebanyak tiga kali dalam satu semester. Habib Muhammad Ridho BSH sedang Memberikan Motivasi Dakwah kepada. “Kami hanya menargetkan sebanyak itu,” ujar  Ahmad Ali selaku ketua Jamub. Pembinaan kali ini dibuka untuk umum. Hal ini karena  dipandang akan lebih menyeluruh manfaatnya.“Dalam artian tidak hanya para anggota Jamiyah Muballighin saja yang mengetahui indahnya belajar dakwah, tetapi menyeluruh kepada semua santri,” ujarnya. Ketua Jamiyah Muballighin Sedang Menyampaikan Sambutan Tema yang diangkat sama persis seperti semester 1, yakni Menjadi Dai Pujaan Hati. Tema tersebut diangkat kembali karena pada semester 1 acara tersebut tidak terlaksana karena ada kendala.“Sebenarnya tema apa saja tidak masalah, sebab inti dari acara ini ialah motivasi dakwah, sekiranya dakwah itu disukai dan diterima oleh khalayak umum,” ungkapnya. Pemberian cendramata Oleh Ketua Jamiyah Muballighin kepada Narasumber Narasumber yang dipilih untuk mengisi acara ini adalah Habib Muhammad Ridho BSA, Pasuruan. Pimpinan Jamiyah Muballighin memilih beliau karena beliau tersohor dalam bidang dakwah, yang juga merupakan alumni Pondok Pesantren Sidogiri. Penulis: Ulil Absor Editor:  Nur...

Selengkapnya
DMTS ke-6 Bahas Haramnya Rebutan Hadiah Saat Maulid
Des02

DMTS ke-6 Bahas Haramnya Rebutan Hadiah Saat Maulid

Daurah Musyawarah Tsanawiyah (DMTS) ke-6 se-Jawa-Madura dilaksanakan oleh Pengurus Taklimiah wa Tahfid al-Quran (TTQ) Pondok Pesantren Sidogiri pada Kamis (30/11). Terdapat 12 delegasi dari luar pesantren yang ikut berpartisipasi dalam musyawarah tahunan ini. Diadakannya DMTS ini adalah bentuk upaya membiasakan para murid bermusyawarah di forum resmi dan terbuka. Musyawarah ini bertempat di halaman MMU as-Suyuthi yang dihadiri K.H. Muhibbul Aman Aly, K.H. Musyaffa’ Bisyri, dan Ust. H. Sholeh Romli sebagai musahih. “Kami ingin santri Tsanawiyah ini sudah memiliki pengalaman dalam musyawarah terbuka, agar terbiasa saat diutus di tingkat Aliyah nanti,” ungkap Ghozali Ali, Ketua DMTS. DMTS ke-6: Delegasi dari Tsanawiyah dan dari luar tampak sangat antusias menjawab dan mengkritik argumen lawan Ada 3 topik pembahasan yang diangkat pada DMTS ke-6 ini, tetapi hanya dua topik yang terbahas. Salah satunya membahas tradisi rebutan pernak-pernik hadiah pada momen maulid pada saat mahallul-qiyam (berdiri saat maulid) dan yang satu lagi tentang status marketplace, seperti Shoope, Lazada, Bukalapak dalam akad jual-beli online. Dewan mushahhih memutuskan hukum haram berebut pernak-pernik hadiah pada saat mahallul-qiyam, karena perilaku tersebut dianggap tidak menghormati baginda Nabi Muhammad SAW. Landasannya, Imam al-Qarafi berpendapat bahwa berdiri saat mahallul qiyam hukumnya wajib karena menghormat pada baginda Nabi, terlebih dalam kasus ini yang jelas-jelas terjadi kerusuhan saat maulid. Untuk kasus kedua, status marketplace sebagai perantara antara penjual dan pembeli. Delegai dari Lirboyo npad perhelatan DMTS ke-6 Pada DMTS kali ini beberapa pesantren besar seperti Pesantren Lirboyo, Ploso, Sarang, dan, Syaichona Moh. Cholil Bangkalan turut mengirim delegasinya untuk ikut berpartisipasi. Delegasi dari Pesantren Lirboyo termasuk salah satu delegasi yang paling menonjol dalam musyawarah kali ini. Beberapa kali mereka menentang hasil rumusan yang dipaparkan, meski pada akhirnya ikut taslim (setuju) terhadap keputusan musahih. Penulis: Iwanulkhoir Editor: Nur...

Selengkapnya
Antusias Santri Meningkat, Daerah Arab Direnovasi
Des01

Antusias Santri Meningkat, Daerah Arab Direnovasi

Beberapa tahun terakhir, Daerah khusus Bahasa Arab dan Inggris banyak mengalami pembenahan fisik. Renovasi semakin digalakkan demi menunjang belajar santri. Hal demikian ini berangkat dari warga daerah yang setiap tahun mengalami peningkatan jumlah, sedangkan lokasi yang tersedia sangat terbatas. “Pada tahun-tahun terakhir, santri yang mendaftar di Lembaga Pengajaran Bahasa Arab dan Asing (LPBAA) mencapai angka 900-an, tetapi yang terpilih hanya 385 orang saja. Keputusan ini diambil karena kondisi tempat yang tidak memadai,” tegas Ust. Mahbub Shonhaji, Kepala LPBAA. Pada awalnya, pengurus ingin membangun Daerah B menjadi dua lantai. Namun, karena tanahnya bukan milik pesantren, diputuskanlah untuk membongkar kamar-kamar kecil menjadi satu kamar agar lebih lebar dan menampung banyak santri. Proyek yang dijalankan ini telah mendapat restu dari Pengurus Harian Pondok Pesantren Sidogiri. Saat survei lokasi proyek, semua jajaran pengurus harian berkenan hadir yang kemudian amanah ini dilimpahkan langsung ke Bendahara Umum dan P3S. Salah satu bentuk renovasi yang sudah terlaksana adalah mengubah musala Daerah K menjadi dua kamar dan pelebaran halaman di depan Daerah K bagian selatan.Masih banyak rencana renovasi yang akan terus dilaksanakan, sebab antusias santri terhadap bahasa Arab dan Inggris semakin meningkat. “Harapan saya dari renovasi ini agar mereka benar-benar merasa ada di lingkungan bahasa. Dengan adanya fasilitas yang memadai, diharapkan mampu menunjang kebahasaan mereka,” lanjut Ust. Mahbub. Penulis: Muhammad Faqih Editor:...

Selengkapnya
P3K, Bentuk Perhatian Sidogiri Terhadap Kesehatan Santri
Des01

P3K, Bentuk Perhatian Sidogiri Terhadap Kesehatan Santri

Demi tercapainya cita-cita insan berilmu, Pondok Pesantren Sidogiri dalam hal ini Klinik Sidogiri ikut andil menyukseskan cita-cita tersebut dalam lini kesehatan santri. Bentuk kepedulian tersebut adalah diterbitkannya P3K (Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan) di setiap pemukiman santri dan instansi yang ada di area Pondok Pesantren Sidogiri. Petugas kesehatan Daerah sedang memberikan pelayanan terhadap santri yang sakit. Ide awal yang melatarbelakangi diterbitkannya P3K adalah sebagai bentuk tindakan cepat jika ada santri yang butuh penanganan secara tiba-tiba. Juga, meninjau lokasi Klinik Sidogiri yang jarak tempuhnya dinilai agak jauh dari lokasi pemukiman santri. Maka dari itu, terobosan ini dianggap sangat signifikan dan sedikit membantu terhadap santri yang sakit. Sistematika pengambilan obat ditangani langsung oleh pihak kesehatan di masing-masing daerah. Dan pihak kesehatan wajib mengambil obat setidaknya satu kali dalam sebulan atau ketika stok obat sudah habis. Di setiap harinya, kesehatan harus mengontrol warga daerahnya 2 kali dalam 24 jam, pagi dan malam. Pihak Klinik Sidogiri juga menyebarluaskan lembaran panduan obat agar sesuai dengan resep dokter. Penulis: Muhammad Faqih Editor:...

Selengkapnya
Barbershop 1455, Ide Bisnis Penunjang Suksesnya Peraturan Pesantren
Nov28

Barbershop 1455, Ide Bisnis Penunjang Suksesnya Peraturan Pesantren

Demi terealisasinya peraturan terkait ukuran rambut santri, Ketua Iass dan Ketua Umum Pondok Pesantren Sidogiri bekerja sama dengan Waka IV PP IASS, Kadiv Ekbis dalam mengelola pangkas rambut santri dengan baik. Oleh karena itu, pada tahun ajaran 1443-1444 H setelah mendapat persetujuan dari Wakil Ketua Umum Pondok Pesantren Sidogiri, Mas d. Nawawy Sadoellah akhirnya diresmikanlah pangkas rambut santri dengan nama Barbershop 1455. Barbershop 1455 tampak dari luar. “Adanya Barbershop 1455 ini bukanlah murni untuk totalitas bisnis, melainkan untuk meminimalisir santri yang potong rambut tidak pada tempat semestinya, di samping membawa alat cukur elektronik milik sendiri yang merupakan pelanggaran pesantren,” Jelas Ust. A. Nashihin Khozin, Waka IV PP IASS. Setelah melalui kajian yang panjang, mengukur dampak positif dan negatifnya, pengurus menetapkan bahwa petugas cukur diambil dari alumni. Hal itu agar mereka memiliki kesempatan untuk berkhidmah dan kegiatan santri aktif tidak terbengkalai. Dengan adanya fasilitas yang lebih elegan dan lengkap serta harga yang bersahabat, yaitu Rp5.000, Barbershop 1455 tidak hanya dibuka khusus untuk kalangan santri, melainkan juga untuk umum, seperti wali santri yang berkunjung. . Pengurus juga menyediakan makanan ringan, snack dan sereal untuk pelanggan yang mengantri. Pihak pengurus juga menyediakan pelayanan makanan ringan, snack, sereal, dan semacamnya agar pengunjung yang antri tidak jenuh dan merasa nyaman.Jam buka Barbershop 1455 dimulai pada pukul 06.00 pagi sampai pukul 11.00 WIs malam. Jam shif karyawan hanya dibagi menjadi dua shif saja. Penulis: Muhammad Faqih Editor:...

Selengkapnya