Sudah Terbit Sidogiri Media Edisi 200
Agu18

Sudah Terbit Sidogiri Media Edisi 200

Islam Nusantara … Istilah Islam Nusantara pertama kali muncul sebagai tema Muktamar NU ke-33 di Jombang, 2015 lalu. Sejak saat itu pro-kontra mengenai istilah baru tersebut merebak. Kini Islam Nusantara kembali ramai diperbincangkan, terutama di jagat sosial media. Perang opini dan perdebatan sengit tak terelakkan. Berbagai macam penolakan dan dukungan datang silih berganti. Sumber: Halaman Sidogiri Media edisi 200 Link berlangganan dan pemesanan: http://bit.ly/PemesananMajalah...

Selengkapnya
Sidogiri Media 139
Jul24

Sidogiri Media 139

PERANG MELAWAN HOAX … Kita hidup pada era di mana hoax begitu mudah bertumbuh dengan suburnya, seperti jamur di musim hujan. Pada masa lalu, barangkali hoax hanya bisa memberikan dampak luar biasa jika ia direncanakan dengan matang dan diproduksi oleh pihak-pihak yang punya power, seperti media massa, para politikus dan penguasa. Namun saat ini, hoax bisa bergulir dengan liar, sebab setiap orang adalah pencipta berita dan opini. Maka, gelombang hoax akan ditangkis dengan tameng hoax, lalu terjadilah perang hoax. Bagaimanapun, jika perang melawan hoax tak segera dimulai, sudah pasti peperangan antar-hoax bisa mengakibatkan kerusakan yang tak...

Selengkapnya
Ketika agama Dihina
Jul04

Ketika agama Dihina

Ketika Agama Dihina ……. Iklim kehidupan keberagamaan kita di Indonesia yang majemuk ini saat ini sedang ada dalam ujian. Sebab belakangan ini penistaan terhadap agama kian marak dan seperti tak terkendalikan, meski aturan dan undangundangnya sudah jelas. Dari situ barangkali kita bertanya, bagaimana hal itu bisa terjadi? Dan mungkin juga sebagian dari kita merasa heran, bagaimana penistaan terhadap agama menjadi begitu lumrah padahal kita adalah masyarakat yang beragama yang beradab, bukan masyarakat atheis atau komunis?! http://bit.ly/BerlanggananMajalah http://bit.ly/PesanWa Sumber Data: Halaman facbook Sidogiri...

Selengkapnya
Membangun bukan Memendam
Apr24

Membangun bukan Memendam

Judul: Sidogiri Menolak Pemikiran KH. Said Aqil Siroj Penulis: Tim Penulis Pondok Pesantren Sidogiri Halaman: 204 Penerbit: Sidogiri Penerbit Peresensi: Muhammad ibnu Romli Banyak masyarakat salah paham saat buku ini diterbitkan. Tepatnya, dua tahun silam, saat Sidogiri Penerbit menerbitkan buku bantahan kepada Ketua PBNU, KH. Said Aqil Siroj yang berjudul Sidogiri Menolak Pemikiran KH. Said Aqil Siroj. Bahkan, sebagian mereka, ada yang menyatakan bahwa Sidogiri sudah mufâraqah dari NU. Belum sampai setengah tahun, buku ini sudah dinobatkan sebagai salah-satu buku Sidogiri Penerbit yang menyandang best seller. Di dalamnya berisi sekitar enam koreksi atas pendapat KH. Said Aqil Siroj yang dianggap nyeleweng. Pertama, membantah pendapat beliau yang menyatakan hadirnya Islam sarat dengan muatan politis Nabi Muhammad SAW yang ingin menguasai Byzantium. Akhirnya, di akhir bab Motif Dakwah Nabi Tim Penulis Pondok Pesantren Sidogiri menutupnya dengan pernyataan sebagai berikut. “Menyimpulkan bahwa dakwah Rasulullah SAW bernuansa politik kekuasaan sebetulnya adalah pelecehan terhadap Rasulullah SAW, dengan menafsirkan sejarah beliu secara terpisah. Penafsiran materialistik seperti itu sebetulnya adalah ciri khas orientalis dan kaum kafir Quraisy. Sebab membaca sejarah perjalanan Rasulullah SAW tidak boleh dipisahkan dari al-Quran. Demikian puula sebaliknya, menafsirkan al-Quran tidak boleh dipisahkan dari kehidupan Nabi SAW yang membawanya. Pribadi beliau adalah pengejawantahan terhadap kandungan al-Quran yang hidup, sebagai mana kehidupan beliau adalah penjelasan atas kandungan al-Quran.” (hal. 33-34) Kedua, KH. Said Aqil Siroj memiliki pandangan lain kepada kelompok Jabariyah: 1) Percaya kepada qada’ dan qadar merupakan paham Jabariyah. 2) Sayyidina Mu’awiyah adalah sosok yang mengembangkan Jabariyah untuk melanggengkan kekuasaannya. 3) Hanyalah Jabariyah yang membuat orang Islam tenang alias tidak melakukan perlawanan kepada Sayyidina Mu’awiyah. Keempat bantahan—atas pandangan beliau di atas—besertakan dalilnya bisa langsung Anda lihat dalam buku ini. Ketiga, mengenai pernyataan beliau untuk menyukuri lahirnya kelompok Syiah. Hal ini ditolak dengan ‘ibârât yang termuat dalam berapa kitab karya KH. Hasyim Asy’ari. Keempat, pluralisme agama yang beliau dukung. Kelima, lanjutan pernyataan pluralisme agama yang mengingkari ukhuwah islamiyah. Terkhir, mengenai stereotype syariat Islam. Dan, semua itu dijawab dengan ilmiyah dengan buku ini. Intinya, semua koreksi di atas sekedar kritik yang membangun Nahdhatul Ulama. Bukan malah merobohkan. Kata Pengantar yang di tulis langsung oleh Pengasuh Pondok Pesantren Sidogiri, KH. A. Nawawi Abd. Djalil membuktikan hal ini. “Yang terpenting bahwa adanya bukunya dilandasi niat yang ikhlas dan tulus untuk tawashau bil-haq. Bukan untuk menjatuhkan, apalagi untuk menimbulkan kebencian dan permusuhan. Kita sudah terbiasa berbeda pemikiran, tapi kita harus saling menghormati satu sama lain sebagai mana teladan yang dicontohkan oleh para ulama salaf terdahulu.” (hal.14)....

Selengkapnya
Cadar: Kegaduhan yang Tidak Pas
Apr21

Cadar: Kegaduhan yang Tidak Pas

Sidogiri Media Edisi 137 … Proporsionalitas penyajian informasi ke publik sangat timpang. Informasi-informasi yang menguntungkan dan pro Islam mereka buang, sedang berita-berita negatif yang merusak image Islam mereka pampang. Hingga terbentuk paradigma Islam yang membuat orang gamang. Di sinilah tampak jelas skenario dan campur tangan dari para pembenci Islam sebagai dalang. Umat Islam saat ini memang tampak malang. Reputasi dan image Islam terus dijatuhkan, digoncang, dan diserang. Saatnya media-media Islam bersatu menunjukkan perlawanan opini dengan lantang. Yakinlah Islam akan tetap jaya dan menang. Islam ya’lû walâ yu’lâ ‘alaih adalah garansi Rasul yang cukup...

Selengkapnya
Petaka Pendidikan Kita
Mar13

Petaka Pendidikan Kita

Petaka Pendidikan Kita … Semua pihak harus sepakat bahwa aksi kekerasan tak boleh terjadi lagi dalam dunia pendidikan di Tanah Air. Aksi kekerasan, apa pun bentuknya, tak bisa dibenarkan. Apalagi, kekerasan itu dilakukan orang tua siswa terhadap guru dan terjadi di lingkungan sekolah. Karenanya, fenomena ini harus segera diakhiri. Boleh jadi, ini adalah tantangan yang harus dipecahkan oleh dunia pendidikan di Tanah Air. Harus ada solusi agar kekerasan tak terjadi lagi di dunia pendidikan. Jika kondisi yang terjadi saat ini terus berlangsung, para guru akan terus berada dalam bayang-bayang ketakutan saat mengajar para siswanya. Kini, Sidogiri Media hadir dengan mengangkat tema “#Save Guru”. Sidogiri Media hadir memberikan jawaban seputar kasus-kasus penganiayaan terhadap para guru oleh murid-muridnya sendiri yang tengah marak akhir-akhir ini.  Bagaimanapun kita harus segera menemukan jawaban dari masalah genting ini secepat mungkin, karena ini sudah sangat darurat!.  Sidogiri Media: edisi 136 Wawancara: Prof. Dr. Muhajir Efendy, M.A.P. Reuni: Ust. Abd. Qadir Mahrus Silaturahim: PP. Ar-Riyadh, Wrati, Kejayan, Pasuruan...

Selengkapnya