Cadar: Kegaduhan yang Tidak Pas
Apr21

Cadar: Kegaduhan yang Tidak Pas

Sidogiri Media Edisi 137 … Proporsionalitas penyajian informasi ke publik sangat timpang. Informasi-informasi yang menguntungkan dan pro Islam mereka buang, sedang berita-berita negatif yang merusak image Islam mereka pampang. Hingga terbentuk paradigma Islam yang membuat orang gamang. Di sinilah tampak jelas skenario dan campur tangan dari para pembenci Islam sebagai dalang. Umat Islam saat ini memang tampak malang. Reputasi dan image Islam terus dijatuhkan, digoncang, dan diserang. Saatnya media-media Islam bersatu menunjukkan perlawanan opini dengan lantang. Yakinlah Islam akan tetap jaya dan menang. Islam ya’lû walâ yu’lâ ‘alaih adalah garansi Rasul yang cukup...

Selengkapnya
Petaka Pendidikan Kita
Mar13

Petaka Pendidikan Kita

Petaka Pendidikan Kita … Semua pihak harus sepakat bahwa aksi kekerasan tak boleh terjadi lagi dalam dunia pendidikan di Tanah Air. Aksi kekerasan, apa pun bentuknya, tak bisa dibenarkan. Apalagi, kekerasan itu dilakukan orang tua siswa terhadap guru dan terjadi di lingkungan sekolah. Karenanya, fenomena ini harus segera diakhiri. Boleh jadi, ini adalah tantangan yang harus dipecahkan oleh dunia pendidikan di Tanah Air. Harus ada solusi agar kekerasan tak terjadi lagi di dunia pendidikan. Jika kondisi yang terjadi saat ini terus berlangsung, para guru akan terus berada dalam bayang-bayang ketakutan saat mengajar para siswanya. Kini, Sidogiri Media hadir dengan mengangkat tema “#Save Guru”. Sidogiri Media hadir memberikan jawaban seputar kasus-kasus penganiayaan terhadap para guru oleh murid-muridnya sendiri yang tengah marak akhir-akhir ini.  Bagaimanapun kita harus segera menemukan jawaban dari masalah genting ini secepat mungkin, karena ini sudah sangat darurat!.  Sidogiri Media: edisi 136 Wawancara: Prof. Dr. Muhajir Efendy, M.A.P. Reuni: Ust. Abd. Qadir Mahrus Silaturahim: PP. Ar-Riyadh, Wrati, Kejayan, Pasuruan...

Selengkapnya
Generasi Gagal Moral
Feb24

Generasi Gagal Moral

Tak ada bencana yang lebih mengerikan yang menimpa suatu bangsa melebihi bencana gagalnya moral. Karena jika bencana ini menimpa suatu negeri, maka rutinitas para penghuni negeri itu tidak saja berbuat kerusakan, akan tetapi merusak setiap hal yang sudah baik sekaligus mencegah usaha-usaha perbaikan. Maka apa jadinya jika kita memiliki generasi yang gagal moral? Kalaupun mungkin mereka menjelma sebagai ilmuwan sekalipun, jika secara moral mereka gagal, maka ilmunya akan diarahkan pada hal-hal negatif yang jelas merusak. Itulah sebabnya ketika al-Imam asy-Syafii ditanya, “Bagaimana keinginan Anda terhadap adab”? Beliau menjawab, “Ketika aku mendengar satu huruf tentang adab, maka seluruh anggota tubuhku seakan ingin memiliki pendengaran, agar mereka bisa ikut merasakan kenikmatannya.” Beliau ditanya lagi, “Seperti apa semangat Anda dalam mencari adab itu?” Beliau menjawab, “Seperti orang perempuan yang mencari anak sematawayangnya yang hilang.” Semoga generasi kita mendapat pencerahan dalam persoalan yang sangat serius ini. #Generasi #Gagal #Moral #Santri #PondokPesantrenSidogiri #SidogiriMedia Sidogiri Media edisi 135...

Selengkapnya
Nasionalisme Nasi Bungkus
Feb05

Nasionalisme Nasi Bungkus

Diskursus seputar nasionalisme pada saat ini kembali menemukan momentumnya untuk mendapatkan perhatian yang lebih serius. Perkembangan mutakhir dan feneomena negeri yang telah sama-sama kita saksikan memang menunjukkan tanda-tanda serius, di mana telah ada banyak orang yang gagal paham tentang nasionalisme ini, atau menyelewengkan fungsinya pada yang tidak semestinya. Penulis melihat, persoalan nasionalisme ini perlu dibicarakan ulang setidaknya karena hal-hal berikut. Pertama, banyak kelompok yang hanya menjadikan isu nasionalisme sebatas sebagai komoditas politik belaka. Pada saat berkampanye, mereka mengaku sebagai kelompok yang paling nasionalis, dengan menghamburkan janji-janji yang senafas dengan semangat nasionalisme. Hingga pada saat mereka sudah menduduki puncak kekuasaan, mereka malah rajin menjual aset-aset negara, rajin membebani negara dengan utang-utang luar negeri, serta rajin membanjiri negeri dengan para pekerja impor, sedang pada waktu yang sama anak bangsa banyak yang tidak memiliki lapangan pekerjaan. Kedua, sebagian kelompok menjadikan isu nasionalisme sebagai senjata untuk menghantam lawan-lawan mereka – sekaligus menjilat pada penguasa. Mereka mempersekusi ulama karena dipandang tidak nasionalis, menyuruhnya untuk mencium bendera dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya sebelum memberikan pengajian, memaksa untuk menandatangani pernyataan tertentu, menuduh kelompok lain sebagai radikal dan berpotensi melakukan makar, hanya karena mereka rajin mengkritik kebijakan-kebijakan penguasa yang tidak bijak. Memang secara de facto harus diakui bahwa yang paling banyak mengritik kebijakan-kebijakan penguasa yang dinilai merugikan rakyat itu adalah para ulama. Ketika para ulama bangkit, maka secara otomatis umat juga akan ikut bangkit. Tentu, ini akan sangat meresahkan bagi sebagian kalangan yang merasa khawatir dengan posisi dan kekuasaan mereka, dan karena itu isu makar dan nasionalisme akhirnya secara terpaksa dilemparkan untuk menyerang barisan orang-orang kritis ini. Namun, menuduh umat Islam, atau sebagian dari mereka, sebagai tidak nasionalis hanya karena kritis terhadap penguasa, atau karena memiliki haluan politik yang berbeda dengan penguasa, tentu tidak tepat sasaran dan salah penempatan, setidaknya karena beberapa faktor.Topik Utama – ISLAM DAN NASIONALISME Kajian – ALAWIYUN Editorial – ATAS NAMA NKRI Wawancara – HABIB LUTHFI BIN ALI BIN YAHYA “Santri nasionalis sejak sebelum kemerdekaan” Bahtsul Masail – HUKUM TRANSAKSI INTERNET MARKETING Sakinah – MENYIKAPI HOAX PADA KELUARGA Rihlah – TOKOH-TOKOH DIKTATOR DUNIA#sidogirimedia @sidogirimedia Segera! Sidogiri Media edisi 134...

Selengkapnya
Sidogiri Media edisi 133
Des20

Sidogiri Media edisi 133

Sidogiri Media edisi 133 telah terbit. Topik Utama: Mengembalikan Pamor NU Wawancara: KH. Maimun Zubair Kajian: Fenomena Talak Silaturahmi: Ponpes An-Nur Az-Zubaidi, Konawe Sultra Reuni: KHM. Fakhri Suyuthi  

Selengkapnya
Sidogiri Media Edisi 132 Rabiul Awal 1439
Nov15

Sidogiri Media Edisi 132 Rabiul Awal 1439

Politik Santri  Politik zaman now tengah melakukan manuver tingkat tinggi menyerang setiap hal yang ada hubungannya dengan agama, mulai dari organisasi-organisasi keagamaan, lembaga-lembaga pendidikan agama, simbol-simbol keagamaan, hingga hukum-hukum negara. Faktanya, politik zaman now telah membuat organisasi keagmaan terbesar pun seperti kehilangan visi, gelar Bu Nyai mudah diduplikasi untuk mendukung calon pemimpin tertentu, bahkan gelar itu begitu mudahnya disematkan pada politikus kafir. Pesantren-pesantren pun tidak luput dari sasaran politisasi. Kita harus punya sikap yang jelas dalam membuat manuver-manuver politik...

Selengkapnya