BeritaUnggulan

CB3 Perketat Pemeriksaan Barang Kiriman Selama Iduladha

Cegah Berantas Barang Berbahaya (CB3) memperketat pemeriksaan barang kiriman santri selama momentum liburan Iduladha. Kegiatan yang berlangsung di Mabna al-Ghazali lantai dasar tersebut dilaksanakan sejak Rabu hingga Jumat (27–29/05).

Baca juga: Kurban dan Akikah Satu Kambing

Pemeriksaan dilakukan untuk melindungi kesehatan santri dari makanan dan minuman yang dinilai berbahaya, serta mengantisipasi masuknya obat-obatan terlarang maupun barang ilegal lainnya ke lingkungan Pondok Pesantren Sidogiri.

Kepala CB3, Ustadz Umar Chamdan, menjelaskan bahwa instansinya memiliki peran penting dalam memastikan makanan dan minuman yang masuk ke pesantren aman untuk dikonsumsi santri.

Baca juga: LAZ Sidogiri Tebar Ratusan Hewan Kurban ke Berbagai Wilayah Indonesia

Menurutnya, kategori makanan dan minuman terlarang mencakup produk yang haram secara syariat, dilarang oleh peraturan perundang-undangan, tidak memiliki sertifikasi halal, maupun tidak terdaftar di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Ia menegaskan bahwa apabila santri kedapatan membawa atau mengonsumsi barang yang dilarang, barang tersebut akan diamankan. Jika wali santri masih berada di lokasi, barang akan dikembalikan. Namun, apabila wali santri telah pulang, barang bersifat makanan akan disalurkan kepada masyarakat sekitar sebagai bentuk alternatif penanganan.

Selain itu, identitas santri yang melanggar akan diserahkan kepada Bagian Ketertiban dan Keamanan Pondok Pesantren Sidogiri untuk ditindaklanjuti sesuai ketentuan pesantren.

“Nama santri yang melanggar akan kami catat dan diserahkan kepada Tibkam untuk proses lebih lanjut,” tegas Ustadz Umar Chamdan.

Baca juga: Sambut Iduladha, Sidogiri Perketat Tata Tertib Kunjungan Santri

Sementara itu, Wakil Ketua II CB3, Ustadz Nailul Marom, menjelaskan bahwa pihaknya bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Pasuruan guna memperoleh informasi terkait jenis makanan dan minuman yang berpotensi membahayakan kesehatan.

“Informasi mengenai makanan dan minuman berbahaya kami peroleh langsung dari Dinas Kesehatan,” jelasnya.

Tata Usaha CB3, M. Misbahul Munir, menambahkan bahwa sistem penjagaan dibagi menjadi dua sif. Sif pertama bertugas mulai pukul 07.00 hingga 14.00 WIB, sedangkan sif kedua berlangsung dari pukul 14.00 hingga 00.00 WIB.

Baca juga: Hikmah Larangan Berpuasa di Hari Tasyriq

Dalam pelaksanaannya, sebagian personel melakukan pemantauan langsung di area pertemuan santri dan wali santri, sementara personel lainnya bertugas di jalur masuk pesantren untuk melakukan pemeriksaan barang bawaan.

“Sebelum melewati stan pemeriksaan, barang bawaan sudah dipantau terlebih dahulu oleh tim kontrol sehingga antrean dan kemacetan dapat diminimalisasi,” pungkasnya.

Penulis: Syahrul Maulana
Editor: Elmaghroby

Shares:
Show Comments (0)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *