Kunjungan Pondok Pesantren Kumpeh Daaru At-Tauhid, Membangun Budaya Baca Kitab dan Bahasa Arab
Agu10

Kunjungan Pondok Pesantren Kumpeh Daaru At-Tauhid, Membangun Budaya Baca Kitab dan Bahasa Arab

Pondok Pesantren Sidogiri menerima kunjungan dari Pondok Pesantren Kumpeh Daaru At-Tauhid (KDT) Muaro Jambi, Jambi Sumatra pada hari Rabu (12/01). Kunjungan ini disambut oleh Ketua II Pondok Pesantren Sidogiri, Ust. Saifullah Muhyiddin, Sekretaris Umum Pondok Pesantren Sidogiri, Ust. HA. Saifulloh Naji, Kepala Madrasah Idadiyah, Moh Rifqi Al-Mahmudy, dan perwakilan dari Lembaga Pengajaran Bahasa Arab dan Asing (LPBAA), Jumardi Hasan. Sidogiri dipilih sebagai tempat studi banding karena dipandang sebagai Pondok Pesantren yang telah berpengalaman dalam pengelolaan dan pengembangan pendidikan. Studi banding ini membahas manajemen pondok pesantren, asrama bahasa Arab, pengajaran kitab kuning, kopontren, perpustakaan, dan penerbitan karya tulis. Ust. HA. Saifulloh Naji menyampaikan bahwa ujung tombak pengawasan santri di Pondok Pesantren Sidogiri ini ada dua: pertama, wali kelas yang mengawasi dan mengarahkan santri di dalam kelas, kedua, kepala kamar yang menjadi ayah sekaligus ibu bagi santri di kamar. “Sebenarnya ujung tombak kepengurusan Pondok Pesantren Sidogiri yang bersentuhan langsung dengan santri itu ada dua: pertama, kepala kamar kalau di asrama, kedua, wali kelas kalau di madrasah,” ujar sosok yang juga menjadi staf pengajar MMU Aliyah ini. Dilanjut dengan penjelasan dari Ust. Rifqi, beliau memaparkan bahwa pesantren harus membangun budaya baca kitab. “Setidaknya dalam membangun kultur baca kitab harus menggunakan metode baca kitab terlebih dahulu kepada mereka, lalu tarik minat mereka untuk suka, baru setelah itu kultur itu akan terbentuk,” ujar sosok yang saat ini menjabat sebagai Kepala Madrasah Idadiyah. Acara ditutup dengan penerimaan cendera mata untuk Pondok Pesantren Sidogiri yang diterima oleh Ust. Saifullah Muhyiddin, Ketua II Pondok pesantren Sidogiri. Penulis: Ulil Abshor Editor:...

Selengkapnya
Bahagia Muharam Bersama 15.000 Anak Yatim dan Duafa
Agu09

Bahagia Muharam Bersama 15.000 Anak Yatim dan Duafa

Lembaga Amil Zakat (LAZ) Sidogiri menyemarakkan bahagia Muharam dengan memberikan santunan kepada anak yatim dan duafa dengan tema “Bahagia Muharam Cinta Yatim dan Dhuafa Indonesia Sejahtera.” Kegiatan dilaksanakan dua kali, malam dan pagi, Senin (08/08). Beberapa wajah anak yatim yang mendapat santunan LAZ pada 10 Muharam Kegiatan santunan ini juga dilaksanakan di semua cabang LAZ Sidogiri. Ada sekitar 21 Cabang LAZ Sidogiri di seluruh Indonesia. Ada kurang lebih 15.000 anak yatim dan duafa yang menerima santunan dari LAZ Sidogiri. Kegiatan ini bekerjasama dengan Pengurus Wilayah Ikatan Alumni Santri Sidogiri (PW-IASS) di masing-masing wilayah. “LAZ Sidogiri bekerjasama dengan PW-IASS untuk mengarahkan Pengurus Komisariat (PK) IASS dan Koordinator Desa (Kordes) untuk bekerjasama dengan masyarakat desa, baik itu tokoh masyarakat, karang taruna, dan lain sebagainya, guna mengondisikan kegiatan semarak Muharam yang dilakukan secara kepedulian bersama,” Kata Kepala Divisi Pendistribusian dan Pendayagunaan (Dispendan) LAZ, Ust. Zaini Alwi. Kegiatan santunan LAZ Sidogiri kepada yatim dan dhuafa yang bertempat di TPQ Nurul Huda Grogol Gondangwetan Pasuruan Santunan yang diberikan oleh LAZ Sidogiri berupa bingkisan dan sejumlah uang tunai. Menurutnya, 10 Muharam ini adalah momen untuk membahagiakan anak yatim dengan cara apa pun. Ada anjuran untuk mengusap kepala anak yatim karena di setiap helai rambut terdapat seribu pahala yang terkandung di dalamnya. Kegiatan ini bertujuan membangun kepedulian masyarakat kepada anak yatim. Oleh karena itu, LAZ Sidogiri mengkoordinir masyarakat yang ingin melakukan santunan kepada yatim dan duafa. Harapannya ingin menjadikan 10 Muharam sebagai hari anak yatim nasional. Penulis: Muhammad Noval Editor: Nur...

Selengkapnya
Selamat Melaksanakan IMDA I Tingkat Ibtidaiyah dan Tsanawiyah
Agu09
Selengkapnya
Imam tidak Membaca Basmalah
Agu09

Imam tidak Membaca Basmalah

a. Deskripsi Masalah Pada saat pergi ke desa lain, Ahmad bermakmum pada Imam di salah satu masjid. Ketika membaca surat al-Fatihah, ternyata sang imam tidak membaca basmalah (dimungkinkan imam tidak bermazhab Syafii). b. Pertanyaan Bagaimana hukum orang bermazhab Syafii bermakmum kepada imam yang tidak membaca basmalah? c. Jawaban Kalau jelas-jelas imamnya tidak membaca basmalah maka hukumnya tidak sah, kecuali bagi ‘âmî (orang awam yang tidak tahu hukum) menurut pendapat yang menyatakan bahwa ‘âmî adalah orang yang tidak bermazhab. d. Rujukan لاَ يَصِحُّ إِقْتِدَاؤُهُ بِمَنْ يَعْتَقِدُ بُطْلاَنَ صَلاَتِهِ كَشَافِعِيٍّ إِقْتَدَى بِحَنَفِيٍّ-الى ان قال-وَهُوَ ظَاهِرٌ لِأَنَّ اعْتِقَادَهُ صِحَّةَ صَلاَتِهِ صَيَّرَهُ مِنْ أَهْلِ التَّحَمُّلِ عِنْدَهُ اهـ ع ش على م ر  (حاشية الجمل, 1/521). وَفِي نَحْوِهِ وَزَادَ وَمَنْ قَلَّدَ مَنْ يَصِحُّ تَقْلِيْدُهُ فِي مَسْأَلَةٍ صَحَّتْ صَلاَتُهُ فِي اعْتِقَادِهِ بَلْ وَفِي اعْتِقَادِنَا لِأَنَّا لاَنُفَسِّقُهُ وَلاَنَعُدُّهُ مِنْ تَارِكِي الصَّلاَةِ فَإِنْ لَمْ يُقَلِّدْهُ وَعَلِمْنَا أَنَّ عَمَلَهُ وَافَقَ مَذْهَبًا مُعْتَبَرًا فَكَذَلِكَ عَلَى القَوْلِ بِأَنَّ العَامِيَ لاَمَذْهَبَ لَهُ وَإِنْ جَهِلْنَا هَلْ وَافَقَهُ أَمْ لاَ لَمْ يَجُزْ الإِنْكَارُ عَلَيْهِ  اهـ (بغية المسترشدين,...

Selengkapnya
Lajnah Falakiah Sidogiri, Pengajaran Menentukan Arah Kiblat Lewat Bencret
Agu08

Lajnah Falakiah Sidogiri, Pengajaran Menentukan Arah Kiblat Lewat Bencret

Lembaga Falakiyah Sidogiri (LFS) mengadakan pembekalan kiat pengoperasian bencret untuk para anggota senior. Bencret sendiri merupakan alat untuk mengetahui kiblat, di samping juga mengetahui masuknya waktu Salat Zuhur. Gus Ahmad Tholhah Ma’ruf membimbing cara menggunakan alat tersebut di halaman gedung Sekretariat Pondok Pesantren Sidogiri, Senin (10/01), supaya anggota senior bisa mengetahui cara menggunakan alat bencret ini. Gus Tholhah memberi arahan para anggota senior LFS cara menggunakan bencret Berawal dari permintaan Pengurus LFS  yang diamini Gus Tholhah, akhirnya permintaan ini sukses terealisasi. Usai pelatihan ini, beberapa anggota senior diminta Mas Dwy Sadoellah mengukur arah kiblat di balkon kantor sekretariat lt. II. Rencananya, beberapa daerah di Sidogiri juga akan dibuatkan arah kiblat, di samping memang ada permintaan dari beberapa pengurus daerah. Para anggota yang sudah dapat mengoperasikan bencret juga berencana mengajari para anggota juniornya. “Inginnya, para anggota senior ini yang membimbing para junior untuk juga bisa mengoperasikan alat ini,” ujar Ali Ridho, Ketua LFS. Pembekalan ini bertempat di utara kantor Sekretariat Sebelumnya, para anggota sudah dibekali cara mengetahui kiblat dengan menggunakan rubu’. Kebelakangannya, direncanakan menggunakan aplikasi khusus. Harapan dari pembekalan ini ialah teman-teman LFS bisa paham mengoperasikan alat-alat falak. Pembekalan mendapat respons positif dari para anggota lain. “Bahagia karena bisa ikut kursus ini,” ujar salah satu anggota. Antusias para anggota LFS mempelajari bencret bersama pembina Penulis: Iwanulkhoir Editor: Nur...

Selengkapnya