Ubudiyah Bagikan Lembaran Tatacara Shalat Gerhana

share to

Kamis, Pasuruan akan mengalami fenomena alam yang berupa gerhana Matahari Parsial

Malam ini (25/12), Bagian Ubudiyah Pondok Pesantren Sidogiri melalui Wakil I membagikan lembaran tatacara pelaksanaan Shalat Gerhana Matahari yang diperkirakan akan terjadi besok ke beberapa instansi dan asrama Pondok Pesantren Sidogiri. Berdasarkan penghitungan ilmu Falak, Gerhana Matahari Parsial atau sebagian terjadi mulai pukul 11:04 WIB sampai 14:34 WIB, Kamis (26/12).

Berdasarkan himbauan dari Ubudiyah PPS, besok keberangkatan santri Sidogiri dibagi dua bagian. Pertama, sebelum Dzuhur untuk santri selain murid Tarbiyah Idadiyah. Sedangkan Tarbiyah Idadiyah sendiri berangkat setelah shalat Dzuhur. Pelaksanaan shalat Sunah Kusuf nanti pukul 12.30 siang waktu setempat di Lapangan Selatan Sidogiri.

“Untuk mempermudah jalur menuju lokasi pelaksanaan shalat, santri dibagi menjadi dua kloter keberangkatannya, sedangkan pelaksanaanya nanti jam setengah satu siang”, jelas Kepala Bagian Ubudiyah, Ust. Muzammil.

Berikut ini penjelasan tata cara pelaksanaan Shalat Sunah Kusuf yang telah disusun oleh Ubudiyah Pondok Pesantren Sidogiri.

Tata Cara Shalat Gerhana

Niat Shalat Gerhana Matahari;  أُصَلِّي سُنَّةَ لِكسُوفِ الشَّمسِ رَكْعَتَيْنِ إِمَامً/مَأمُومًا لله تَعَالَى

Jumlah rakaat yang harus dikerjakan adalah dua rakaat dan setelah shalat disunahkan membaca dua khutbah. Mengenai pelaksanaannya ada tiga tingkatan, yaitu:

  1. Tingkatan terendah (al-aqal), yaitu shalat sunah dengan dua rakaat sebagaimana shalat sunah rawatib
  2. Tingkatan tengah (al-awsath), yaitu shalat dua rakaat dengan dua kali berdiri, dua kali baca fatihah dan dua kali rukuk dalam setiap rakaat

Cara yang kedua ini, dilakukan dengan Takbiratul Ihram beserta niat shalat gerhana, lalu membaca doa iftitah, membaca taawudz, membaca surah al-Fatihah, kemudian rukuk dan i’tidal. Selanjutnya, membaca surah al-Fatihah lagi, rukuk lagi, dan i’tidal lagi untuk yang kedua kalinya. Setelah itu, sujud, duduk di antara dua sujud, sujud yang kedua, lalu berdiri untuk rakaat yang kedua. Semuanya dianggap satu rakaat, dan di rakaat kedua dikerjakan sama seperti rakaat pertama.

  1. Tingkatan paling sempurna (al-akmal), yaitu mengerjakan shalat seperti tingkatan yang kedua. Bedanya, setelah membaca surah al-Fatihah ketika berdiri yang pertama membaca surah al-Baqarah atau seukurannya dan ketika berdiri yang kedua membaca surah Ali-Imran. Pada waktu berdiri yang ketiga di rakaat kedua membaca surah an-Nisa’ dan pada waktu berdiri yang keempat di rakaat kedua membaca surah al-Maidah.

Setelah pelaksanaan shalat, dilanjutkan dengan pembacaan dua khutbah. Dua khutbah ini sama persis seperti khutbah shalat ied, hanya saja dimulai dengan istighfar bukan takbir. Dan dianjurkan bagi khatib nantinya menghimbau para jamaah agar bertaubat, bersedekah, dan mengerjakan kebaikan lainnya.

_______________

Penulis: Musafal Habib

Editor  : Saeful Bahri bin Ripit

share to

Redaksi : Kami menerima kiriman tulisan dari pembaca. Kirim tulisan Anda ke email: redaksi@sidogiri.net. Pemasangan iklan silakan hubungi kami di email: iklan@sidogiri.net

Submit a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *