BeritaUnggulan

Khutbah Jum’at dan Jalsah Ilmiah bersama Masyayikh Ribath Ilmi Syarif Hadramaut

Pondok Pesantren Sidogiri kembali menerima kunjungan tamu mulia dari Seiwun, Hadramaut, Yaman. Pada Jum’at (30/10), para masyayikh dari Ribath Ilmi Syarif Hadramaut, antara lain Habib Alwi bin Ahmad al-Habsyi, Syekh Dr. Yasir Ba’abbad, Syekh Hasan Baraja’, dan Sayyid Muhammad Umar Maknun berkesempatan bersilaturahim ke Sidogiri. Rombongan disambut hangat oleh Bendahara Umum Pondok Pesantren Sidogiri, Mas H. Achmad Sa’dulloh Abd. Alim.

Pada kesempatan istimewa tersebut, suasana Masjid Jamik Sidogiri nampak berbeda. Kali ini, khutbah Jum’at disampaikan oleh Syekh Dr. Yasir Ba’abbad. Dalam khutbahnya, beliau mengingatkan jamaah agar senantiasa mawas diri dalam setiap langkah, serta mempersiapkan diri menghadapi kehidupan akhirat yang kekal.

Momen langka: Syekh Dr. Yasir Ba’abbad bertindak sebagai khatib Jum’at di Masjid Jami’ Sidogiri

“Kita akan menghadapi sesuatu yang pasti datang kepada setiap manusia, yakni kematian. Dunia hanyalah tempat singgah sementara. Karena itu, marilah kita mempersiapkan diri untuk menyambut kehidupan akhirat yang abadi,” tutur beliau dalam khutbah berbahasa Arab.

Beliau juga menegaskan pentingnya membiasakan diri dengan amal kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.

“Manusia akan meninggal dalam keadaan sebagaimana ia hidup, dan akan hidup sebagaimana kebiasaannya semasa di dunia. Maka, biasakanlah diri dengan kebaikan, agar kematian menjadi awal dari kehidupan yang kekal,” pesan beliau penuh hikmah.

Setelah khutbah, shalat Jum’at dilaksanakan dengan Habib Alwi bin Ahmad al-Habsyi bertindak sebagai imam. Seusai shalat, beliau menyampaikan tausiyah singkat tentang hikmah disyariatkannya shalat Jum’at.

Ba’da Shalat Jum’at, Habib Alwi bin Ahmad al-Habsyi menyampaikan tausiyah

“Shalat Jum’at diwajibkan secara berjamaah agar umat Islam dapat saling bertemu, bersua, dan mempererat ukhuwah di tengah kesibukan masing-masing,” ujar beliau.

Acara kemudian dilanjutkan dengan Jalsah Ilmiah yang digelar di Surau Daerah H. Para masyayikh dari Ribath Ilmi Syarif Hadramaut berkumpul bersama para santri dalam suasana penuh khidmat. Kegiatan diawali dengan pembacaan syair-syair shalawat, sebelum tausiyah ilmiah disampaikan.

Baca juga: Kembali Bersinar, Delegasi Sidogiri Raih Juara Umum di Festival Zukhruf UINSA
Baca juga: Ubudiyah Gelar Pelatihan Tajhizul Mayit, Bekali Santri dengan Ilmu Kemasyarakatan

Dalam majelis tersebut, Syekh Dr. Yasir Ba’abbad membacakan kitab Fathul Ilah karya al-Habib Muhammad bin Husain al-Habsyi. Beliau menjelaskan bahwa Allah memiliki dua puluh sifat wajib, pembagian yang merupakan hasil perincian dari sifat-sifat kesempurnaan-Nya. “Secara umum, Allah memiliki segala sifat baik dan suci dari segala kekurangan serta dari segala hal yang terlintas dalam benak manusia,” jelas beliau.

“Kenalilah Allah melalui hikmah dari setiap ciptaan-Nya, sebab Dzat Allah bukanlah medan pandang bagi manusia,” pungkasnya.

Pada kesempatan tersebut, Habib Alwi bin Ahmad al-Habsyi juga memberikan ijazah pembacaan Shalawat Maulid Simthud Durar kepada seluruh hadirin. Beliau mengimbau agar umat Islam senantiasa membiasakan diri membaca shalawat, khususnya Simthud Durar.

Potret pemberian cendera hati oleh Bendahara Umum PPS, Mas Achmad Sa’dulloh Abd. Alim

“Bagi sebagian ahli hikmah, Simthud Durar merupakan kitab yang seolah berbicara kepada para pembacanya, layaknya seorang guru yang memberikan pelajaran kepada muridnya,” jelas beliau.

Pesan tersebut menjadi penutup yang bermakna dalam rangkaian kegiatan hari itu, menegaskan pentingnya melestarikan tradisi shalawat sebagai sarana memperkuat ikatan spiritual dan kecintaan kepada Nabi Muhammad.

Penulis: A. Kholil
Editor: Fahmi Aqwa

Shares:
Show Comments (0)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *