Ribuan jamaah memadati kompleks Pondok Pesantren Sidogiri untuk mengikuti proses shalat jenazah dan pemakaman Pengasuh Pondok Pesantren Sidogiri Banat 2, Ibu Nyai Hj. Lu’lu’ul Mukarromah binti KH. Toyyib, yang wafat pada Kamis malam (16/7/2026) sekitar pukul 19.20 WIB atau malam Jumat, 2 Safar 1448 H.
Sejak kabar duka tersebar, kediaman Almarhumah di kompleks Pondok Pesantren Sidogiri dipenuhi oleh keluarga, santri, alumni, dan masyarakat yang datang untuk bertakziah. Para alumni juga berdatangan dari berbagai daerah di Pulau Jawa hingga luar Jawa, mulai Jumat pagi.
Suasana pesantren yang biasanya ramai pada malam Jum’at dengan kegiatan santri, mendadak hening setelah kabar kewafatan Almarhumah diumumkan. Seusai pembacaan maulid Nabi, para santri serentak membaca Surah Yasin dan tahlil di asrama masing-masing.
Selanjutnya, secara bergilir antardaerah pembacaan Yasin dan Tahlil dilaksanakan di Surau H, dan berlangsung tanpa henti sejak pukul 21.00 WIB hingga pukul 09.00 WIB keesokan harinya.
Jenazah tiba di Pondok Pesantren Sidogiri sekitar pukul 23.00 WIB. Kedatangan ambulans yang membawa jenazah disambut para santri dan masyarakat yang berjejer di sepanjang jalan. Dengan linangan air mata, mereka melambaikan salam perpisahan kepada sosok panutan yang dikenal dekat dan penuh kasih kepada santri serta masyarakat.

Prosesi shalat jenazah dan pemakaman dilaksanakan setelah shalat Jum’at pada Jum’at (17/7) pukul 13.00 waktu istiwak. Diawali dengan pembacaan Surah Yasin dan Tahlil yang dipimpin oleh Ustadz Yasin, dan doa oleh KH. A. Fuad bin Noerhasan, Pengasuh Pondok Pesantren Sidogiri.
Sambutan mewakili keluarga, disampaikan oleh al-Habib Taufiq bin Abdul Qadir Assegaf, yang dilanjut shalat jenazah yang juga diimami oleh beliau. Almarhumah kemudian dimakamkan di pesarean keluarga Pondok Pesantren Sidogiri, tepat di samping makam suaminya, KH. Abd. Alim bin Abd. Djalil.
Sejumlah tokoh turut hadir melaksakan shalat jenazah dan menyampaikan bela sungkawa, di antaranya al-Habib Taufiq bin Abdul Qadir Assegaf, KH. Ahmad Bahauddin Nursalim (Gus Baha’), al-Habib Abdul Qadir bin Zaid Ba’abud, serta para habaib dan tokoh agama lainnya.

Semasa hidup, Ibu Nyai Hj. Lu’lu’ul Mukarromah dikenal sebagai sosok yang dermawan dan memiliki kepedulian tinggi terhadap kaum duafa. Karena itu, banyak orang menjulukinya Ummul Masakin (ibu bagi orang-orang miskin).
Dalam sambutannya, al-Habib Taufiq mengisahkan bahwa saat Almarhumah sempat sadar ketika menjalani perawatan di rumah sakit, beliau meminta tas pribadinya guna mengambil sejumlah uang yang kemudian disedekahkan kepada para perawat yang merawatnya.
Kepergian Pengasuh Pondok Pesantren Sidogiri Banat 2 tersebut meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar Pondok Pesantren Sidogiri, para santri, alumni, dan masyarakat yang mengenal keteladanan beliau dalam pengabdian diri kepada dunia pendidikan pesantren dan umat.
Penulis: Nur Afifuddin
Editor: Elmaghroby












