BeritaUnggulan

Menuju Festival Film Santri 2026, Jam’iyah Dakwah Digital Gelar Workshop Perfilman

Jam’iyah Dakwah Digital Pondok Pesantren Sidogiri menggelar Workshop Film Santri selama tiga hari, Kamis hingga Sabtu (09–11/07). Workshop yang ditempatkan di Gedung 1455 ini untuk membekali peserta jam’iyah dengan dasar-dasar penyutradaraan, penulisan skenario, hingga sinematografi.

Workshop tersebut menghadirkan empat praktisi perfilman yang tergabung dalam Festival Film Santri (FFS), yakni Agoes Sam dan M. Bisri Musthafa sebagai pemateri penyutradaraan, Redo yang menyampaikan materi skenario sekaligus director of production, serta Oki yang mengisi materi sinematografi.

Manajer Festival Film Santri (FFS), M. Bisri Musthafa, mengatakan bahwa film menjadi media yang efektif untuk menyampaikan pesan-pesan Islam kepada masyarakat. Menurutnya, dakwah melalui media audiovisual lebih mudah diterima karena dikemas dalam bentuk cerita lengkap.

“Film menjadi media dakwah yang strategis. Melalui cerita, pesan-pesan Islam dapat disampaikan dengan cara yang lebih halus sehingga lebih mudah diterima masyarakat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, peserta tidak hanya dibekali teknik dasar produksi film, tetapi juga diarahkan agar mampu menangkap nilai-nilai kehidupan pesantren sebagai bahan cerita.

“Santri tidak perlu mencari cerita yang jauh. Kehidupan di pesantren sendiri sudah mengandung banyak nilai yang layak diangkat menjadi sebuah film,” jelas mahasiswa Magister Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga tersebut.

Ketua Jam’iyah Dakwah Digital, Ustadz Muhammad Lutfi Maulana, menjelaskan bahwa workshop ini merupakan bagian dari program kaderisasi dakwah digital sekaligus upaya menyiapkan regenerasi konten kreator dan perfilman di lingkungan Pondok Pesantren Sidogiri.

Kegiatan ini diprakarsai oleh Ketua Jam’iyah Dakwah Digital bersama Produser Sidogiri TV, Ustadz Jihad Romadhon, berkerjasama dengan Dokunema dan Bintangpagi Production yang selama ini aktif mengembangkan Festival Film Santri.

Selain menerima materi, peserta juga mengikuti praktik penulisan naskah, penyutradaraan, pemeranan, hingga produksi film. Hasil karya peserta direncanakan akan dipersiapkan untuk mengikuti Festival Film Santri 2026.

Workshop Film Santri merupakan rangkaian program Sinema Santri yang tahun ini menyasar lima pondok pesantren di Jawa Timur, yaitu Pondok Pesantren Mamba’ul Hikam Sidoarjo, Pondok Pesantren Nurul Islam Mojokerto, Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Situbondo, Pondok Pesantren Sidogiri Pasuruan, dan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Jombang.

Penulis: Nur Afifuddin
Editor: Elmaghroby

Shares:
Show Comments (0)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *