Agenda Perpustakaan Sidogiri, berupa pameran koleksi di Laboratorium Pembelajaran (Label) semester I kembali dibuka mulai Jumat malam (17/07). Rencananya pameran ini akan dibuka sampai Kamis malam (23/07).
Dikoordinatori oleh Wakil Ketua II Perpustakaan Sidogiri, Mas M. Fakhrurrozi Hasani, pameran Label ditempatkan di Ruang Terbuka lantai II Perpustakaan Sidogiri itu resmi dibuka.
Jadwal buka pameran penunjang kebutuhan belajar santri ini adalah 30 menit setelah jadwal buka perpustakaan, yakni pagi (07.30-10.30 WIS), siang (13.00-15.30 WIS), dan malam (08.10-09.00 dan 10.00-11.00 WIS).
Pameran Laboratorium Pembelajaran yang diagendakan setiap tahun dua kali ini merupakan upaya mempermudah santri dalam memahami teks-teks kitab turats.
Ketua Laboratorium Pembelajaran, Abdul Hamid Zakhwan menjelaskan soal inisiasi pameran tersebut.
“Latar belakang adanya Laboratorium Pembelajaran ini berawal dari keinginan pengurus untuk memvisualisasikan pelajaran kitab salaf yang ada di madrasah,” terangnya.
Menurut penuturan santri asal Banyuwangi itu, agenda ini sudah dijalankan sekitar empat tahun silam, hanya saja belum memiliki agenda besar sebagaimana dua tahun ini.
“Alhamdulillah, mulai tahun kemarin agenda besar Laboratorium Pembelajaran sudah berjalan,” tambahnya.
Dari tahun ke tahun, Lab. Pembelajaran memamerkan tema-tema tertentu. Tahun kemarin menampilkan tema Sejarah Islam, mulai Sejarah Khilafah hingga Sejarah Peperangan.

Tahun ini, panitia Lab. Pembelajaran selain tetap menjalankan agenda tema tahun kemarin, juga berinovasi dengan menambahkan tema Fikih Praktis.
“Karena Fikih butuh dipraktikkan, maka Lab. Pembelajaran kali ini mengadakan praktik beberapa bab Fikih, di antaranya memakai kain ihram dan praktek muamalah syariah,” ujarnya.
Selain Lab. Pembelajaran Perpustakaan Sidogiri juga menampilkan poster eduktatif dengan tema-tema tertentu setiap pekannya, meliputi Fikih, Sejarah, dan Akidah Tasawuf.
Baca juga: Ribuan Jamaah Antar Almaghfurlaha Nyai Hj. Lu’lu’ul Mukarromah
Tanggapan positif langsung diungkapkan oleh pengunjung pameran sesaat setelah pameran baru dibuka. Salah satu santri tingkat Aliyah asal Lumajang mengapresiasi adanya pemeran serupa.
“Sangat bermanfaat, terutama bagi santri-santri pemula yang masih asing dengan istilah-istilah fikih,” tuturnya.
Secara prosedural, pengunjung yang hendak memasuki pameran dianjurkan mengisi daftar hadir terlebih dahulu, kemudian memakai tanda pengenal untuk pengunjung.
Untuk menjaga kondusifitas dan kenyamanan, panitia membatasi hanya sepuluh orang pengunjung setiap kloternya.
Penulis: Muhammad Fajar
Editor: Elmaghroby












