Laga partai semifinal yang mempertemukan dua daerah Arab membelah dinginnya atmosfer pagi Sidogiri pada Selasa (15/09). Daerah K menantang Daerah B yang sama-sama daerah Arab setelah mengalahkan Daerah O, daerah Tahfidz Mutun, lewat adu penalti secara tipis.
Derbi Arab baru berjalan dua menit, Daerah B yang berjuluk, ‘Jantung Kota’ langsung mengancam lewat sepak pojok. Akan tetapi, tendangan tersebut tidak begitu mengancam pertahanan PSSD K. Padang Sahara alias Daerah K juga dihadiahi tendangan pojok, tetapi barisan pertahanan Jantung Kota siap siaga menghalau setiap ancaman.
Tembakan percobaan pertama dilayangkan oleh pemain sayap PSSD K dengan nomor punggung 10 yang melambung ke atas mistar.
Padang Sahara, terus membangun kreativitas serangan dengan pergerakan lincah Fahrul Wujud sebagai gelandang yang dilanggar oleh bek Jantung Kota sekitar tiga meter di depan kotak penalti. Kartu kuning pertama pun diberikan wasit kepada pemain bernomor punggung 10. Namun, hadiah ini masih belum bisa ditukar dengan gol oleh PSSD K.
Tidak tinggal diam, Jantung Kota juga mencoba membangun serangan lewat pemain sayapnya beberapa menit kemudian. Akan tetapi, serangan tersebut gagal akibat miskomunikasi sesama pemain PSSD B, bola pun keluar lapangan.
Kapten kesebelasan Jantung Kota bernomor punggung 88 mengeksekusi tendangan bebas dengan baik akibat pelanggaran di depan kotak penalti PSSD K, tetapi Akmal, kiper PSSD K sigap menangkap bola yang menyambar gawang.
Tidak menunggu lama, PSSD B akhirnya menikmati buah manis satu gol melalui serangan yang mereka bangun dengan pemain sayap kirinya setelah melepaskan tendangan vertikal ke pojok kiri gawang PSSD K.
Tertinggal satu gol tidak menyurutkan PSSD K untuk kembali membangun serangan bertubi-tubi yang selalu dipatahkan oleh barisan bek PSSD B yang solid. Akan tetapi, pertahanan PSSD B dihukum dengan tendangan bebas tepat di depan mulut gawang mereka, setelah bola mengenai lengan salah satu pemainnya. Pada akhirnya, babak pertama pun ditutup dengan skor satu-satu dari masing-masing kesebelasan yang menunjukkan keseimbangan permainan.

Di awal babak kedua, masing-masing kesebelasan masih kesulitan mencari ritme terbaik mereka, sehingga pertandingan berjalan datar dalam beberapa menit. PSSD K mencoba menyegarkan permainannya dengan memasukkan beberapa pemain baru, di samping itu PSSD B sesekali mengancam dengan pemain sayap kirinya yang tajam.
PSSD B tercatat dua kali mendapat hadiah tendangan bebas akibat kurang disiplinnya pertahanan PSSD K menjaga area mereka. Nomor punggung 88 dan 10 sebagai eksekutor kedua tendangan bebas tersebut secara bergantian, dibuat frustasi oleh penjaga gawang PSSD K dengan penyelamatan gemilangnya, meski tendangan yang dilepaskan sangat baik.
Banyak peluang yang diciptakan, membuat PSSD B semakin percaya diri membangun serangan. Sang penyerang nomor tujuh berusaha merobek area tengah pertahanan PSSD K setelah kerja sama apik yang ia bangun dengan gelandangnya, tetapi penjaga gawang PSSD K masih terlalu tangguh menggagalkan peluang tersebut untuk dikonversi menjadi gol.
PSSD K berusaha membalas dengan mengembalikan serangan tersebut lewat tendangan akrobatik indah yang dilancarkan oleh pemain nomor tujuhnya dari sisi kanan lapangan. Sayangnya, bola melesat terlalu keras di atas mistar gawang.
Baca juga: Talk Show Buletin Nasyith: Ustadz H. Abdul Qodir Mahrus S.Sos, M.Pd Kupas Kunci Kesuksesan Santri
Pada masa injury time, PSSD K mendapat tendangan bebas setelah salah satu pemainnya dilanggar tidak jauh dari sisi kanan gawang PSSD B. Perluang itu, dapat dieksekusi baik oleh pemain sayap kiri mereka dan berbuah gol, sehingga membuat papan skor berubah setelah sekian lama, dengan keunggulan tipis PSSD K 1-2.
PSSD K akhirnya keluar sebagai penantang serius PSSD N di partai final Liga Bola Sidogiri (LBS) yang agendanya digelar pada pekan selanjutnya. Kemenangan ini sekaligus merekam era emas tim sepakbola PSSD K yang mengukir sejarah yang belum mereka torehkan sebelumnya.
Penulis: Muhammad Fajar
Editor: Elmaghroby












