Gagasan dengan pondasi otoritatif sering kali tumbang dengan retorika mapan yang dibangun di atas diksi yang apik. Hal inilah yang sering ditemui dari gaya diskusi sekte-sekte ekstrem kanan atau kiri abad ini. Annajah Center Sidogiri (ACS) menyikapinya dengan menggelar kegiatan Bincang Akidah sebagaimana pemaparan Ketua Panitia Bincang Akidah ACS, Ahmadul Jawad.
“Tujuan diselenggarakannya Bincang Akidah ACS adalah untuk mengasah potensi berpikir peserta melalui diskusi bersama,” terangnya.
Pada edisi Bincang Akidah kali ini, Kamis (10/09), panitia mengangkat tema, “Debat Agama” sebagai topik pembahasan diskusi yang berlokasi di halaman Mabna as-Suyuthi.

Jawad membeberkan bahwa tema tersebut merupakan rekomendasi dari Direktur ACS. Meski demikian, dia mengungkapkan relevansi tema tersebut.
“Debat agama juga cocok untuk dibahas karena bisa ditinjau dari beberapa sisi,” tambahnya.
Kegiatan ini melibatkan anggota delegasi ACS dari masing-masing semester dan Litbang. Selain itu, panitia juga mengundang delegasi dari anggota LPSI FK Kaidah, FK Tafsir, FK Hadis, dan LMF untuk memperkaya dan meningkatkan atmosfer keilmuan forum diskusi.
Baca juga: Talk Show Buletin Nasyith: Ustadz H. Abdul Qodir Mahrus S.Sos, M.Pd Kupas Kunci Kesuksesan Santri
Dewan Pakar ACS juga mendampingi berjalannya forum diskusi ini agar alur pembahasan tetap terarah. Dalam hal ini, Ustadz Moh. Yasir Zuhri dan Ustadz Achyat Ahmad menjadi dewan musahih.
Jawad juga menjelaskan bahwa alur diskusi terbagi menjadi dua sesi. Sesi pertama, diperuntukkan presentasi satu per-satu dari masing-masing delegasi agar mengetahui gagasan satu sama lain. Kemudian pada sesi kedua, masing-masing delegasi bisa mengkritisi gagasan yang sudah dipresentasikan.
“Secara umum, format diskusi tidak jauh berbeda dengan format musyawarah,” imbuhnya.
Format tersebut diterapkan untuk menjaga efisiensi waktu diskusi agar sesi diskusi tidak terlalu molor. Pasalnya, pada tahun sebelumnya sesi presentasi masih dibagi menjadi dua, yakni presentasi soal umum dan khusus.

Agendanya, acara serupa akan diadakan sebanyak dua kali atau dua semester dalam satu periode tahun ajaran.
“Insyaallah, di akhir tahun akan ada Bincang Akidah yang kedua sekaligus terakhir pada tahun ajaran kali ini,” pungkasnya.
Selian Bincang Akidah dengan format diskusi dalam menjalankan fungsi sebagai pencetak kader-kader aswajah yang tangguh, ACS juga memiliki program penunjang lainnya seperti seminar ilmiah keaswajahan, diskusi panel, dan mentoring.
Penulis: Muhammad Fajar
Editor: Elmaghroby












