BeritaUnggulan

Laboratorium Pembelajaran Kembali Hadir di Perpustakaan Sidogiri

Dalam upaya meningkatkan minat literasi dan ketertarikan santri terhadap pembelajaran sejarah Islam, Perpustakaan Sidogiri kembali menghadirkan inovasi melalui program Laboratorium Pembelajaran. Program ini dilaksanakan pada Senin hingga Ahad (19–25/01) dan bertempat di Ruang Sejarah dan Tafsir, dengan mengusung konsep pameran edukatif berformat black out yang dikemas dalam tampilan lebih interaktif dan informatif.

Inovasi tersebut merupakan tindak lanjut dari hasil evaluasi pameran semester ganjil yang sebelumnya digelar pada Selasa (14/10). Evaluasi menunjukkan bahwa sebagian pengunjung belum memperoleh pemahaman yang utuh terhadap materi yang disajikan. Menyikapi hal tersebut, pengurus kemudian menerapkan sistem tur pameran terarah guna memberikan penjelasan komprehensif kepada setiap pengunjung.

Baca juga: Laboratorium Pembelajaran, Wadah Visualisasi Fikih dan Sejarah di Perpustakaan Sidogiri

“Melalui sistem ini, peserta diharapkan mampu menyerap informasi secara optimal dari setiap miniatur maupun pamflet yang memuat sejarah perkembangan Khilafah hingga Dinasti Abbasiyah. Selain itu, kami juga menampilkan denah kota Makkah serta rute ekspedisi pasukan Islam dalam proses penyebaran dakwah,” jelas Ketua Laboratorium Pembelajaran, Ust. Khotibul Umam.

Tur pengunjung yang dilakukan oleh Ust. Khotib

Memasuki semester genap, koleksi pameran semakin diperkaya dengan penambahan berbagai miniatur bangunan bersejarah dalam peradaban Islam, di antaranya Masjidil Haram dan Masjidil Aqsa. Pengunjung juga disuguhkan replika sejumlah benda yang digunakan Rasulullah ﷺ, baik dalam aktivitas keseharian maupun dalam konteks peperangan.

Baca juga: Rapat Pleno: Pengurus Evaluasi Kinerja Program Strategis

Aspek teknologi turut diintegrasikan dalam pameran ini melalui penyediaan denah lokasi strategis bersejarah, seperti Jabal Uhud dan kawasan penting lainnya. Menariknya, setiap denah dilengkapi dengan kode QR yang diperuntukkan bagi pengunjung non-santri. “Saat dipindai, kode tersebut akan terhubung langsung ke Google Maps sehingga pengunjung dapat mengetahui lokasi aslinya secara akurat,” ungkapnya. Selain itu, pengurus juga menampilkan karya videografis bertema sejarah Islam yang dirancang edukatif dan komunikatif melalui pendekatan visual.

Penjelasan miniatur bangunan Masjidil Aqsa

Sebelum resmi dipamerkan, seluruh karya telah melalui proses tashih oleh Kepala Perpustakaan Sidogiri, Ust. M. Masyhuri Mochtar. “Setiap informasi yang kami sajikan harus memiliki validitas ilmiah dan tidak disampaikan secara serampangan, agar pengunjung memperoleh pengetahuan yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan,” tegas Ust. Khotib.

Penulis: Nijaful Ali
Editor: Fahmi Aqwa

Shares:
Show Comments (0)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *