Peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad ﷺ digelar di Lapangan Pondok Pesantren Sidogiri pada Kamis malam (15/01). Kegiatan Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) ini dipanitiai oleh Ikatan Santri Sidogiri (ISS) Bangkalan dan Bondowoso, dengan menghadirkan Habib Musthofa bin Umar Alaydrus asal Surabaya sebagai muhadir.
Menyambut kehadiran para tamu undangan dan santri, Tim Shalawat Sidogiran memimpin pembacaan Maulid al-Habsyi. Rangkaian acara kemudian dibuka dengan penayangan film edukatif yang menekankan urgensi pelaksanaan shalat secara sempurna, khususnya pada rukun yang kerap terabaikan, yakni tumakninah (berhenti sejenak saat perpindahan gerakan).
Baca juga: Geladi Kotor Milad Sidogiri ke-289: Panitia Inti Lakukan Evaluasi dan Berikan Suntikan Semangat
Sesi pembukaan turut dimeriahkan dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan penampilan shalawat khas Martapura yang dikolaborasikan dengan lagu islami berbahasa Madura. Karya yang digubah langsung oleh Tim Shalawat ini sukses memukau para hadirin.
Acara ini juga dihadiri oleh Pengasuh Pondok Pesantren Sidogiri, K.H. A. Fuad bin Noerhasan, dan Guru Tugas dari Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir, Syekh Mahmoud Elderini Elbastawisi Elsabbagh.
Baca juga: Lailatut-Ta’aruf Guru Tugas al-Azhar dan Daurah Ilmiah: Bedah Peradaban Islam di Nusantara
Pada momentum PHBI Isra Mikraj kali ini, panitia juga mengumumkan hasil Kejuaraan Kebersihan Sidogiri Bihali (Bersih Hatinya, Bersih Lingkungannya) yang meliputi kategori asrama, kamar, dan instansi pesantren. Penilaian difokuskan pada aspek kebersihan dan kerapian. Berdasarkan hasil penjurian, Daerah K berhasil meraih predikat asrama terbersih dari 16 asrama yang dinilai, sementara Annajah Center Sidogiri (ACS) dinobatkan sebagai instansi dengan kantor terbaik di lingkungan pesantren.

Selanjutnya, Ketua I Pondok Pesantren Sidogiri, Mas H. M. Aminulloh Bq, dalam sambutannya mengajak seluruh santri untuk senantiasa menjaga kualitas ibadah shalat. Beliau juga mengulas latar belakang terjadinya peristiwa Isra Mikraj.
“Isra Mikraj terjadi setelah Nabi Muhammad SAW ditinggal dua sosok keluarga terpenting, yakni pamanda tercinta Abu Thalib dan istri beliau ﷺ Sayyidah Khadijah. Periode ini dikenal sebagai ‘Aam al-Huzn atau Tahun Kesedihan,” jelasnya.
Baca juga: Daurah Annajah Ramadhan Hadirkan Inovasi Baru
Mas Aminulloh menegaskan bahwa inti utama peristiwa Isra Mikraj adalah perintah shalat lima waktu. Mengutip dawuh K.H. Hasani Nawawie, beliau menyampaikan bahwa keberhasilan seorang santri sangat ditentukan oleh kesempurnaan shalatnya.
“Ketika seorang santri bermasalah, sejatinya shalatnya belum sempurna,” tegas beliau.
Baca juga: Ramadan Bersama LPBAA Sidogiri: Bahasa Inggris Sebagai Inovasi Baru
Menutup sambutannya, Mas Aminulloh mengingatkan para santri agar senantiasa menaati seluruh peraturan pesantren hingga kembali ke keluarga masing-masing pada libur Ramadan mendatang.

Sesi mauidzatul hasanah disampaikan oleh Habib Musthofa bin Umar Alaydrus. Dai asal Surabaya ini menekankan keutamaan shalat sebagai pilar utama agama Islam. Alumnus Ribath Ilmi Syarif, Seiwun, Hadramaut, Yaman tersebut juga mengingatkan pentingnya ketaatan terhadap peraturan serta menjaga adab kepada guru, dengan merujuk pada kisah-kisah ulama salaf. Rangkaian acara kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin langsung oleh Pengasuh Pondok Pesantren Sidogiri, K.H. A. Fuad bin Noerhasan.
Penulis: Nijaful Ali
Editor: Fahmi Aqwa












