Tip Menulis dengan Indah dan Mudah
Okt11

Tip Menulis dengan Indah dan Mudah

Mas M. Syamsul Arifin Munawwir, M. Psi, M.H (kiri) dan Ust. Achyat Ahmad (kanan) “Belakangan ini menulis sudah menjadi trend, banyak orang yang ingin menulis, bukan hanya ulama, para pakar dan tokoh yang banyak menulis, bahkan para remaja dan anak-anak juga menulis.” Demikian yang disampaikan Mas M. Syamsul Arifin Munawwir, M. Psi, M.H saat mengisi seminar Annajah Center Sidogiri pada Malam Senin (05/10) lalu. Pada seminar yang mengangkat tema “Menulis itu Indah dan Mudah” Mas Syamsul (sapaan akrab beliau) menjelaskan terkait cara menulis dengan baik sekaligus memberikan tip untuk memudahkan menulis dengan indah dan mudah. Baca juga: Seminar ACS Angkat Tema Menulis itu Indah dan Mudah Pertama-tama beliau menjelaskan kenapa kita perlu untuk menulis. Menurut beliau, dengan maraknya budaya menulis ini, berarti bangsa Indonesia semakin maju. Kemajuan suatu bangsa bisa diukur dengan maraknya budaya tulis menulis sehingga budaya mendengar berubah menjadi budaya membaca, “Benarlah ungkapan semakin maju suatu bangsa maka budaya lisan akan menjadi budaya tulisan, budaya mendengar akan beralih menjadi budaya membaca,” ungkap pria yang pernah menggondol Juara 1 karya ilmiah Konferensi Nasional Psikologi Islam NCIP 2015 Yogyakarta ini. Mengenai alasan kenapa kita harus menulis, menurut eks, Pemimpin Redaksi (Pemred) Buletin Sidogiri (sekarang Sidogiri Media) ini, ada beberapa hal yang mengharuskan seseorang untuk menulis: Untuk membagi informasi, pengetehuan dan pemikiran Melakukan tugas akademis atau pekerjaanSebagai media aktualisasi diri Sebagai media dakwah atau propagandaUntuk menambah penghasilan Selain menjelaskan teori menulis artikel dengan baik, dalam seminar tersebut eks, Pemred Majalah Ijtihad ini juga memberikan beberapa tips agar bisa menulis dengan indah dan mudah sebagaimana yang telah penulis rangkum. Tip menulis dengan mudah: Perlu banyak membaca sehingga banyak wawasan dan bahan untuk menulisSuka berdiskusi atau mendengarkan diskusi Biasakan menulis catatan harianBuat garis besar atau poin tulisan sebelum menulisTulis mengalir, susun belakangan Tulis seperti tanya jawab atau wawancara Tulis deskriptif menjelaskan apa yang sudah ada, seperti mensyarahi kitabMenulis ringkasanMenulis dengan menggunakan aplikasi pengubah suara menjadi teks, ini adalah trik yang sangat memudahkan untuk penulis zaman sekarang Tip menulis dengan indah: Ingat tujuannya, “Kita menulis itu untuk berbagi ilmu, inspirasi dan pemikiran, bukan untuk meluapkan emosi dan marah-marah. Ketika kita menyampaikan ilmu harus tenang dan menarik sehingga tulisan yang kita hasilkan akan indah,” terang beliau.Ingat bahwa menulis itu perbuatan ilmiah, harus sistematis, logis, menggunakan bahasa yang baku dan enak dibaca, bukan bahasa percakapan. Menulis dengan indah berarti berusaha menyentuh hati, atau menggugah akal. Agar tulisan kita indah kita harus memperhatikan bagaimana caranya agar hati pembaca bisa tersentuh, menerima dan tercerahkan dengan tulisan kita. Dan bagaimana agar akal pembaca tergugah, terbuka dan terpengaruh.Agar tulisan lebih berpengaruh, buatlah opening statement dan clossing statement yang menarik dan tak terlupakan. Tulisan yang indah dan tak telupakan itu...

Selengkapnya
Seminar ACS Angkat Tema Menulis itu Indah dan Mudah
Okt05

Seminar ACS Angkat Tema Menulis itu Indah dan Mudah

Suasana seminar ACS dengan tema Menulis itu Indah dan Mudah Malam Senin (05/10) Annajah Center Sidogiri (ACS) menggelar penutupan kegiatan ACS selama satu semester yang dikemas dalam seminar dengan tema “Menulis itu Indah dan Mudah”. Diundang sebagai narasumber M. Syamsul Arifin Munawwir, M. Psi, M.H, eks, Pemimpin Redaksi beberapa media di Pondok Pesantren Sidogiri. Acara yang bertempat di ruang auditorium Sekretariat Pondok Pesantren Sidogiri ini dihadiri oleh seluruh anggota ACS semester I, semester III dan anggota Penelitian dan Pengembangan (Litbang). “Seperti biasa, penutupan ini kita kemas dengan pelaksanaan program lain, seperti pelatihan menulis malam ini, sehingga penutupan ini tidak berisi pidato dari pengurus saja, tapi berisi hal-hal yang ilmiah dan menjalankan program” jelas Ust. Moh Achyat Ahmad, Direktur ACS dalam sambutannya. Mengenai alasan kenapa seminar kali ini diisi dengan pelatihan menulis Ust. Achyat menjelaskan bahwa saat ini ACS sedang berusaha menggalakkan tulis-menulis dengan memperbaiki fasilitas dan media tulis menulis yang dimiliki, “ACS itu punya banyak media, di antaranya, Buletin Tauiyah yang disebarkan ke seluruh nusantara, Mading Tauiyah, untuk memfasilitasi perkembangan di dalam pesantren dan Website Annajahsidogiri.id, agar media kita tidak kalah dengan media Wahabi, Syiah atau Liberal di internet,” tutur Redaktur Sidogiri Media ini. Harapan beliau dengan adanya seminar penulisan karya ilmiah ini kali ini diharapkan tulisan para angota ACS hasilnya semakin bagus, sehingga semakin mudah untuk menulis tentang Ahlusunah dan mudah dibaca dan dimengerti pembaca. __________ Penulis: Moh Kanzul Hikam Editor: Saeful Bahri bin...

Selengkapnya
Santri Baru Ikuti Ujian Praktek Wudhu
Sep26

Santri Baru Ikuti Ujian Praktek Wudhu

Pelaksanaan ujian praktek wudhu bagi santri yang belum lulus diklat dan semua santri baru Ubudiyah Pondok Pesantren Sidogiri adalah instansi yang bertanggung jawab dalam bidang ibadah santri. Untuk membentuk perilaku dan karakter santri yang berlandaskan pada nilai-nilai ubudiyah yang telah diajarkan oleh para ulama salafush-shalih pengurus melaksanakan pelatihan dan  pembinaan seputar ibadah santri yang dikenal dengan Pendidikan Shalat (Diklat). Untuk mengevaluasi hasil dari pembinaan selama 1 semester, pengurus ubudiyah mengadakan ujian praktek diklat pada Jumat (25/09) bagi santri santri yang belum lulus diklat dan semua santri baru. Bertempat di halaman antara Gedung Ash-Suyuthi dan An-Nawawi, ujian praktek ini diikuti oleh 640 santri yang duduk di kelas 1. Sesuai dengan kebijakan dari Kepala Bagian (Kabag) Ubudiyah, materi yang diujikan untuk kelas 1 adalah praktek wudhu. Karena jumlah peserta yang terlalu banyak ujian dibagi menjadi 2 gelombang, pagi dan setelah shalat Jumat. Juri ujian kali ini sebanyak 20 orang, setiap juri mengevaluasi 17/18 santri. “Jumat depan juga ada ujian diklat bagi kelas 2 dengan materi shalat. Jumlah peserta sekitar 800” tutur Jumardi Hasan, ketua Panitia Ujian Diklat. Di samping itu pria asal Lombok ini juga mengatakan bahwa diklat juga akan dijadikan syarat kenaikan/kelulusan di madrasah, “Ada rencana diklat akan dijadikan syarat naik/lulus/tugas, sebagaimana MTQ (Madrasah Taklimul Quran, red). Hal ini karena shalat sangat penting,” jelasnya ketika ditemui di lokasi ujian. __________ Penulis: Moh Kanzul Hikam Editor: Saeful bahri bin...

Selengkapnya
Ustaz M. Masyhuri Mochtar Ungkap Keunikan Manajemen Media Sidogiri
Sep19

Ustaz M. Masyhuri Mochtar Ungkap Keunikan Manajemen Media Sidogiri

Suasana seminar BPP dengan tema Pelatihan Pengelolaan dan Manajemen Media Jumat (18/09), Badan Pers Pesantren (BPP) mengadakan seminar dengan tema “Pelatihan Pengelolaan dan Manajemen Media” untuk seluruh redaksi media Pondok Pesantren Sidogiri. Ust. M. Masyhuri Mochtar, Kepala Perpustakaan Sidogiri diundang sebagai pemateri pada acara yang bertempat di Ruang Auditorium Sekretariat Pondok Pesantren Sidogiri ini. Dalam seminarnya penulis buku “Kamus Istilah Hadits” ini menyampaikan bahwa Sidogiri memiliki ciri khas tersendiri dalam pengelolaan dan manajemen medianya. Di antara kelebihan yang dimiliki oleh Sidogiri adalah para awak redaksi media biasanya langsung praktik tanpa ada pengalaman dalam hal tulis-menulis, “Ini adalah hal yang luar biasa, jarang ada orang langsung praktik tanpa ada pengalaman,” jelas eks, Pemimpin Redaksi Buletin Sidogiri (sekarang Sidogiri Media) ini. Baca juga: Atasi Antrean Makan, Kopontren Tambah Stan Selain itu, kelebihan yang dimiliki media Sidogiri adalah semangat para awak redaksinya karena baru menjejaki dunia jurnalistik, “Orang yang baru menulis itu otaknya fresh dan ingin terus menulis. Itu adalah hal yang luar biasa,” tutur beliau. Di samping itu, para redaksi media biasanya baru mempelajari teori kepenulisan setelah mereka menghasilkan banyak tulisan, “Saya tak mengenal bahasa Indonesia ketika saya menulis, titik koma saya tidak mengenal. Saya hanya membaca tulisan orang lain setelah itu saya langsung menulis. Itu manajemen Sidogiri. Tanpa organizing, acting, planning dan lain sebagainya,” ungkap beliau. Beliau juga menuturkan bahwa manajemen media berarti adalah mengatur, mengelola dan mengordinasikan semua unsur-unsur yang ada di media itu, karena media adalah perantara atau pengantar dalam menyampaikan pesan. Berarti manajemen media adalah bagaimana pesan itu dan bagaimana pengelolaannya yang sudah diramu untuk disampaikan pada orang lain. _________ Penulis: Moh Kanzul Hikam Editor: Saeful Bahri bin...

Selengkapnya
Sidogiri Terima Kunjungan Kapolda Jatim
Sep08

Sidogiri Terima Kunjungan Kapolda Jatim

Selasa (08/09), Pondok Pesantren Sidogiri menerima kunjungan dari Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Dr. Fadil Imran, M.Si. Kedatangan Kapolda Jatim beserta rombongannya ini disambut langsung oleh KH. A. Nawawi Abd. Djalil, Pengasuh Pondok Pesantren Sidogiri. Turut menyambut kunjungan tersebut, KH. A Mujib Imron, SH, MH (Wakil Bupati Pasuruan), HM. Aminulloh Bq (Ketua I Pondok Pesantren Sidogiri), Mas Kholilurrohman (putra Pengasuh Pondok Pesantren Sidogiri). Tujuan kunjungan tersebut adalah untuk bersilaturahmi dan mempererat hubungan dengan para ulama. “Kunjungan ini merupakan kunjungan kenegaraan yang bertujuan untuk silaturahmi dengan ulama-ulama Jawa Timur karena Kapolda Jawa Timur baru saja dilantik,” jelas bapak Teguh, salah satu anggota Polres. Tidak hanya Sidogiri, Kapolda beserta rombongannya berencana untuk berkunjung ke seluruh pondok pesantren yang ada di Jawa Timur. “Rencananya kami akan mengunjungi seluruh pesantren yang ada di Jawa Timur. Sudah ada beberapa pesantren yang kami kunjungi baik itu di Madura seperti Al-Amin, Sumenep dan Banyuanyar, Pamekasan, juga diluar Madura seperti Ponpes Sabilurrosyad, Malang,” tutur Bapak Abidin, dari Polda. Di tengah-tengah kunjungan, Kapolda Jatim memberikan cenderamata yang diterima langsung oleh Pengasuh Pondok Pesantren Sidogiri. Secara simbolis, cenderamata tersebut merupakan tanda hubungan baik Kapolda Jatim dan Sidogiri. Di akhir kunjungan Pengasuh Pondok Pesantren Sidogiri menghimbau kepada seluruh santri, para alumni dan masyarakan untuk senantiasa mematuhi Protokol Kesehatan Pencegahan Covid-19, “Saya A. Nawawi Abd. Djalil memohon kepada para alumni, santri dan masyarakat untuk selalu memakai masker setiap keluar rumah, menjaga jarak, mencuci tangan.” _________ Penulis: Kanzul Hikam Editor: Saeful Bahri bin...

Selengkapnya