BeritaFeature

Ufairah, Hafidzah Kecil dari Malang

Kemeriahan Grand Final Lomba Hafalan Al-Qur’an Juz 30 se-Jawa Timur khusus anak yatim & dhuafa begitu terasa di Mall Sandang Ayu Plaza Pasuruan malam itu. Pukul setengah sembilan malam, Ahad 12 Juni 2026, antusiasme ratusan audiens semakin terlihat tatkala 3 peserta terbaik dari 10 finalis berdiri tegak di hadapan audiens. Tak pelak, lantunan instrumen yang menggelegar turut mengiringi program Bahagia Muharram Lembaga Amil Zakat Sidogiri itu.

Di atas pentas, seorang gadis kecil itu tampak tegang. Doa demi doa ia langitkan dalam keheningan. Sebenarnya, ia pesimis untuk memenangkan lomba itu, tetapi dalam hati terdalamnya ia berharap partisipasinya dalam lomba tersebut dapat membanggakan orang tua yang sedari kecil mendidiknya menghafal Al-Qur’an.

Ketika Hisyam Afandi, master of ceremoni pada acara tersebut meneriakkan namanya, seketika raut wajahnya berubah menjadi riang. Tampak kedua mulutnya menyunggingkan senyum kemenangan. “Juara I Lomba Hafalan Al-Qur’an Juz 30 diraih oleh Ufairah Ath Thahirah!,” ungkapnya disambut tepuk tangan audiens.

Gadis usia 12 tahun tersebut mengaku, bukan kali pertama ia mengikuti kompetisi semacam ini, bahkan sejak duduk di bangku taman kanak-kanak (TK) gadis ini telah banyak mengikuti perlombaan dalam format yang sama. Namun, tidak satu pun dari perlombaan itu ia menangkan. “Iya, kalah terus dari dulu, tapi kata ayah tidak apa-apa tidak juara, yang penting Ufairah istikamah ngafalin Al-Qur’an,” tuturnya.

Di balik keberhasilannya, tentu ada proses panjang yang melelahkan. Ia harus rela meluangkan dua sampai tiga jam setiap hari untuk mengulang hafalan demi memperkuat daya ingatnya. Sampai-sampai terkadang waktu istirahat pun menjadi korban.

Tidak hanya itu, ia bersama sang ayah kerap mendatangi guru-guru ngaji di daerah Malang untuk mengoreksi dan membetulkan tajwid, makharij huruf, serta intonasi bacaan. Untungnya dari mereka tidak seorang pun yang merasa keberatan.

“Ufairah sama ayah sering ngaji ke ustadz-ustadz di sana,” ujarnya.

“Usaha tak mengkhianati hasil,” di hadapan ratusan audiens gadis kecil asal Malang itu mengangkat piala, sertifikat penghargaan, bingkisan saldo e-maal berjumlah 10 juta rupiah, serta beasiswa pendidikan penuh dari LAZ Sidogiri.

Namun, ia tidak merasa bangga atas pencapaian hebat ini, karena sejak awal, sang ayah selalu mengingatkan Ufairah agar tidak terlalu berharap pada hadiah dan gelar juara.

“Yang ayah mau, Ufairah harus bisa berakhlak baik yang mencerminkan seorang hafidzah,” ungkapnya ketika kami temui usai penutupan acara.

Penulis: Syahrul Maulana
Editor: Elmaghroby

Shares:
Show Comments (0)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *