Bentuk Romatisme Ala Nabi Muhammad

share to

Ketika hendak membicarakan keromantisan Nabi Muhammad dalam rumah tangga, ada baiknya jika kisah demi kisah yang ada, kita lihat sabagaimana berikut:

Memanggil istri dengan sebutan mesra dan manja

Praktek yang berlaku saat ini, memanggil pasangan dengan kata sayang seperti my darling dan yayang, adalah bentuk etika bermanja yang telam lama dipaktekkan oleh Nabi Muhammad 14 abad silam.

Sering Nabi Muhmmad memanggil Aisyah dengan sebutan Humaira (panggilan sayaang Nabi kepada Aisyah) yang memiliki arti perempuan yang rada merah pipinya.

Selain itu, nabi juga suka memanggil istrinya itu dengan panggilan Aisy, dengan mengikuti kode tashghir (membuang kata akhir). Dengan ini, jelas Nabi Muhammad ingin bermanja-rayu dengan istrinya itu.

Rasulullah berkata pada Aisyah, “Wahai Aisy, ini dia Malaikat Jibril menyampaikan salam padamu.” Aisyah menjawab, “Dan baginya pula keselamatan serta rahmat Allah dan barakahnya.” (HR Bukhari.)

Bercanda dengan istri

Meski Nabi Muhammad suka bercanda dan tertawa bersama istrinya, tapi sopan santun dan akhlaq yang beliau ajarkan, tetap terlihat dan selalu menghiasi tingkah lakunya. Hal itu semakin menumbuhkan kekaguman yang mendalam di hati para istrinya.

Suatu hari Nabi Muhammad duduk di antara Asiyah dan Saudah. Satu kaki beliau berada dipangkuan Aisyah, sedangkan yang lain berada di pangkuan Saudah. Aisyah lalu memberi Saudah makanan semacam kue yang terbuat dari tepung dan susu, tapi dia menolak dengan alasan tidak enak makan. Asiyah terus memaksa Saudah untuk memakannya, tapi tetap saja Saudah menolak.

Makanan itu kemudian diambil oleh Aisyah dan dilumuri ke wajah Saudah. Nabi yang melihat itu tertawa. Beliau lalu mengangkat kakinya dari pangkuan Saudah, agar dia bisa membalas permainan Aisyah. Sejenak, wajah keduanya telah belepotan dengan kotoran kue disana-sini.

Tidur Berpelukan

tidak hanya sebatas pujian di lisan, kemesraan yang diajarkan ole Nabi juga berlanjut ketika dua pasangan berada dalam kamar. Meski mungkin sedikit tabu dan kurang etis untuk dibicarakan, tapi itu juga harus disampaikan, agar kehidupan rumah tangga yang dijalani umat ini  bisa brlangsung dengan sempurna.

Pernah suatu malam Nabi Muhammad berada di luar rumah. Sedangkan Aisyah telah terlelap tidur di dalam. Angin malam lantas mengusik Nabi, hingga beliau memasuki kamar dan membangunkan Aisyah.

“Mendekatlah padaku! Hangatilah aku! Hangatilah aku!” kata beliau kepada Aisyah. Aisyah yang ketika itu haid bertanya pada Nabi. Lantas Nabi menjelaskan bahwa bercumbu-rayu itu tidak apa-apa dalam keadaan haid.

Aisyah kemudian menghangati tubuh Nabi dengan tubuhnya sendiri. Hingga kahirnya beliau terlelap dan tidur. (HR Abu Dawud)

Mandi Bersama

Hal yang banyak dilupakan oleh pasangan suami-istri saat ini adalah indahnya mandi bersama. Padahal, bisa kita bayangkan kemesaraan seperti apa yan akan kita dapatkan, jika cara yang satu ini benar-benar dilakukan. Kemesaraan semacam ini, diam-diam telah begitu lama diajarkan secara tersirat oleh junjungan kita Muhammad.

Aisyah berkata, “Aku mandi bersama Rasulullah dalam satu bejana. (kadang) aku mendahuluinya dan (kadang) beliau mendahuluiku mengambil wadah air. Sampai-sampai beliau berkata, “Sisakan untukku! Tinggalkan untukku!” (HR Nasa’i)

Mandi seperti ini juga sering dilakukan oleh Nabi Muhammad saat beliau mandi janabah (mandi karena junub). (HR Muslim)

Persoalan Yang Berlalu Dengan Kemesraan

Pernah suatu ketika Sayidah Hafshah bersitegang dengan Sayidah Shafiyah binti Huyay, istri nabi berdarah Yahudi. Saking sengitnya permasalahan, Sayidah Hafshah sampai menjelek-jelekkan Shafiyah dengan hinaan bintun Yahudi, Shafiyah anak Yahudi.

Shafiyah hanya bisa menangis mendengar celaan itu. Ketika Nabi melihat dan mengerti duduk persoalannya seperti apa, beliau mendekati Shafiyah. Beliau lantas menggerakkan jari-jarinya untuk mengusap bulir-bulir air mata Shafiyah yang menganak sungai di pipinya. Dan sungguh, semua kemesraan itu, mampu memebuat hati Shafiyah tenang dalam kedamaian.

/Elnabawy

share to

Redaksi : Kami menerima kiriman tulisan dari pembaca. Kirim tulisan Anda ke email: redaksi@sidogiri.net. Pemasangan iklan silakan hubungi kami di email: iklan@sidogiri.net

Submit a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *